
@PrincessKeyna22👑
❤5.505k
@PrincessKeyna22👑 loe pada memang gak peduli sama keadaan gue.Gue cuma mau kalian pulang,pulang kesini.Kesisi gue.
**
Sang surya sudah kembali meninggi,membawa sejuta sinar hangat ke bumi.Sejuknya semilir angin pagi,menyambut langkah mungil gadis berpiama rumah sakit tersebut.
Kaki jenjangnya berjalan tanpa arah,sambil menyeret tiang infus miliknya.
Hari itu sudah berlalu,tepatnya sepekan yang lalu.
Semenjak saat itu,semenjak peristiwa 'Kepergok' tidur dengan gurunya sendiri,Keyna menjadi lebih pendiam.Telinganya saja bahkan sampai panas rasanya sangking banyaknya cibiran yang mengarah kepadanya.Walaupun ia tidak melihatnya secara langsung.
Dua hari yang lalu,gadis bermanik hazel tersebut di bawa kerumah sakit oleh Bara.Bara sampai dibuat ketakutan setengah mati,saat melihat gadis berparas cantik itu tergeletak tak berdaya diatas lantai.
Lagi,ketika terbangun dari tidurnya ia merasa kesepian.Mamahnya,belum juga kembali semenjak terakhir kali wanita itu berjanji akan pulang cepat.Sedangkan papahnya,pria itu bahkan tak pernah lagi muncul dihadapan putrinya.
Keyna kesepiaan,disaat semuanya terasa buruk ia harus menanganinya sendirian.
"Gue lelah sendirian,mungkin semua orang gak sayang sama gue.Makanya gue gak punya temen pas lagi kayak gini."
Lirihnya kecil,sambil menatap sendu seorang gadis yang tengah duduk di kursi roda,sambil ditemani kedua orang tuanya.
"Apa gue harus mati dulu,biar kalian peduli sama gue?"
Batinya pilu.
**
"Keynandra"
Panggil pria tampan berkemeja putih gading tersebut.
Manik jelaganya menyusuri seluruh ruangan,namun maniknya tak berhasil menemukan gadis pemilik manik hazel tersebut.Lagi lagi nihil,sudah beberapa hari berlalu dan gadis itu benar benar hilang bak ditelan bumi.
"Keyna sakit pak"
Ucap Jovanka unjuk bicara.
"Hm"
Ini sudah satu pekan semenjak kejadian tersebut.Sehari pasca insiden itu,Keyna langsung dipanggil untuk menghadap kesiswaan.Dihari berikutnya,Keyna tidak masuk sekolah dikarenakan sakit.Hingga satu pekan berlalu,dan gadis itu belum juga kembali muncul di sekolah.
Sebenarnya,yang membuat sulit ini adalah rasa bersalah yang menggelayut di hati Al.
Pertama,karena kebohonganya tentang statusnya yang sudah beristri.Kedua,karena kebohonganya menampik segala ego yang mengakui adanya rasa yang tengah berkembang dihatinya.
Kabar miring yang beberapa hari ini santer terdengar disekolah,memang tidak terlalu merugikan bagi refutasi dirinya.Akan tetapi,orang orang yang salah paham dapat menimbulkan opini yang menjerumuskan tidak baik bagi Keyna.
"Baik,saya akhiri pembelajaran hari ini.Assalamualaikum."
Tutup pria tampan itu,mengakhiri mata pelajaranya hari ini.
Dengan langkah cepat,pria tampan itu berlalu setelah gemuruh jawaban salam yang dilontarkanya mulai mereka.
"Rik,loe lihat ada yan berubah gak sih?"
Senggol Jovanka,kepada lengan gadis yang tengah sibuk membenahi buku bukunya tersebut.
"Apaan,kalau ngomong yang jelas loe?"
Sewot Arika.
"Njirrr,sensi amat neng.Lagi PMS loe?"
"Gak tahu,lagi badmood nih gue."
Jawal Arika seadanya.
"Tadi loe bilang apaan?"
"Loe berasa gak sih ada yang berubah,tapi bukan power rangers."
"Ck,jangan mulai deh?"
Arika memutar bola matanya jengah.
"Ada apaan?"
"Hiya iya iya,sensi amat sih loe."
Kata Jovanka menengahi.
"Menurut loe ada yang aneh gak sama sikap pak Altarez Putra Bramasta kita,yang keceh badai itu?"
Arika diam sejenak,seperkian detik berikutnya ia kembali membenahi peralatan sekolahnya.
"Aneh apanya? Orang pal Al gitu gitu aja,lempeng kayak tembok."
Jawab Arika sambil meraih tas gendong miliknya.
"Tapi gue rasa,pak Al itu kayak orang yang lagi galau.Iya gak sih?"
"Dia lagi unmood kali,palingan masalah rumah tangga dia."
Arika kembali berpendapat.
Seantero SMA Pelita juga memang sudah tahu,jika sosok guru idola mereka itu sudah tak single available lagi.Oleh karena itu banyak dari Altarez lovers yang merasa patah hati.Belum lagi kabar itu diperkuan dengan beberapa bukti nyata yang cukup meyakinkan bagi mereka.Clarina-nama wanita yang digadang gadang sebagai istri Al,memang sempat beberapa kali datang bertandang mengunjungi Al.
"Hooh juga sih.Gue juga malming kemarin lihat dia lagi jalan gitu,sama keluarga kecilnya."
Celetuk Jovanka,mengingat kembali pertemuanya dengan guru tampan tersebut beberapa hari yang lalu.
"Beneran dia jalan sama bini nya?"
Kepo Arika,jangan lupakan fakta jika kedua ciwi ciwi ini termasuk biang gosip ya.
"Iya,sama anaknya juga kayaknya."
"Whatt? Anaknya?"
"Iya,couple goals banget njiir.Suaminya ganteng,istrinya cantik,makanya anaknya juga ganteng.Family goals deh pokoknya."
Heboh Jovanka.
Keduanya bahkan masih sibuk bergosip riang,sambil berjalan dilorong sekolah yang mulai lenggang.
"Pantesan si Incesss gak mempan pesonanya,orang istri pak Al modelan kek gini!"
__ADS_1
Pendapat Arika,sambil mangut mangut menatap potret yang berhasil Jovanka abadikan.
"Hm,mulai sekarang kita harus bantu si incess jauhin pak Al.Berabe kalau tahu istrinya pak Al."
Usul Jovanka,Arika mangut mangut saja meng-iyakan.
Hingga sebuah suara berat nan dingin menggema diindra pendengaran keduanya.Membuat sistem sensor keduanya seakan akan down tiba tiba,diiringi aura mencekam diantara atmosfir disekeliling mereka.
"Siapa yang mau Keyna jauhi?"
Deg
"A-anu pak..."
Gugup Jovanka.
Kini pria yang sedang menatap mereka dengan manik hitam tajamnya yang mengintimidasi tersebut,berdiri tepat dihadapan mereka.Menatap dengan hunusan tajam penuh pertanyaan yang haus akan jawaban.
"Ah itu pak,maksudnya kita bakal bantuin si incess biar gak bikin ulah lagi.Gitu pak maksudnya!"
Tutur Arika menjelaskan ditengah kegugupan mereka berdua.
"Saya belum terlalu tuli untuk menyimpulkan semua pembicaraan kalian tadi."
Glek
'Astoge....jadi ni guru keceh badai dengar semua?' Batin Arika kaget.
"Hehehe....mak-maksudnya,i-itu juga demi kebaikan b-bapak."
Kata Jovanka takut takut.
"Kebaikan saya,maksud kalian?"
Pria tampan itu menyerngitkan alisnya sambil kembali bertanya.
"I-itu pak-"
"Jadi kalian berniat menjauhkan Keyna dari saya?"
"B-bukan pak,tapi-"
Tin
Tin
Tin
"Ck,buruan.Katanya mau barena gue loe berdua."
Sela suara merdu Bara yang muncul dari balik kaca mobil hitam miliknya.
'Alhamdulillah Bar,loe datang diwaktu yang tepat.' Batin Jovanka dan Arika lega.
"Maaf ya pak,kami duluan.Soalnya kita mau
Kerumah sakit,mau jenguk si in-Aaaawww."
Pekik Jovanka tiba tiba.
'Loe ngapain sih nginjek kaki gue? Sakit bogel.' Bisik Jovanka pelan,kepada pelaku yang menginjak kakinya tanpa perasaan tersebut.
'Bibir loe,ember.'
"Maaf ya pak,kita duluan.Udah ditungguin sama Bara."
Tin
Tin
Tin
"Woii buruan,loe berdua mau gue tinggal?"
Panggil Bara lagi.
Arika tersenyum kecil,memang patut diacungi jempol si Bara ini.
"Kami duluan ya pak,Assalamuaalaikum."
Pamil Arika sambil menarik lengan Jovanka.
Altarez yang hendak melayangkan pertanyaanya pun sampai kalah talak oleh kepergian keduanya.
'Aneh'
**
"Njirr,selamet dirikuuhh."
Riuh Jovanka ketika mobil yang ditumpanginya telah melaju meninggalkan pelataran sekolah.
"Hufft,telat dikit aja,mate kitee."
"Hh,mana pak Al tadi nyeremin banget njiir,tatapanya itu lohhh...kayak mau membunuh kita."
Komentar Arika ikut heboh.
"Hh gila,ada ya manusia ganteng semacam itu.Auranya itu,mematikan."
"Ck,loe pada bisa diem gak sih? Dateng dateng bikin heboh mobil gue aja."
Kesal siempunya mobil angkat bicara.
"Sorry Bar,habisnya kita habis diintrogasi pak Al,tapi rasanya kek diintrogasi malaikat malaikat maut."
Histeris Jovanka.
"Hooh,nyeremin.Amit amit jabang bayi,pokoknya gue gak mau lagi ditanya gituan lagi sama pak Al,kapok gue."
"Brisik,gue jadi gak konsen nyetirnya."
Kesal Bara agak membentak.
"Hehe,maaf Bar.Habisnya kita trahuma."
Jelas Jovanka,mencoba mengurangi kekesalan Bara.
"Hooh Bar,kita janji gak brisik lagi deh."
"Hm"
Keadaan didalam mobil pun kembali tenang.Dalam artian tidak terlalu ricuh dan tidak terlalu hening pula.
__ADS_1
"Disupermaket depan berhenti ya Bar."
Usul Arika.
"Mau ngapain? Ini udah mau mendung,kalau hujan nanti jalanan macet."
"Ish,gue sama si Joo mau beli buah buahan buat siincess.Masa ia kita jenguk dia gak bawa apa apa."
Ujar Arika jengah,ia tahu jika ketua geng SIRIU ini tengah dalam mode unmoodnya.
"Ok."
**
Badai pasti berlalu,itu kata beberapa petuah.Tapi bagaimana dengan bagai keluarga yang selama ini ia rasakan.Rasanya,tidak ada celah sedikitpun untuk menyelesaikanya.
Tepat satu minggu,setelah ia tidak masuk sekolah semenjak terakhir kali.
Dengan langkah ringan namun wajah yang masih nampak muram,gadis berbola mata indah itu memasuki area sekolah.
Sepanjang jalan menuju kekelasnya,Keyna merasa ia sempat menjadi pusat perhatian semenjak kedatanganya.Baru saja ia mendudukkan dirinya,riuh bisik bisik tetangga sudah bulai bising menyapanya.
"Ck,males gue pagi pagi udah di ghibahin."
Gumamnya kecil sambil mengubur wajah cantiknya diantara lipatan tanganya diatas meja.
Tetapi bukan Keyna namanya,jika tahan akan banyaknya nyinyiran yang mampir kearahnya.Siang tadi,gadis cantik berambut sepunggung itu sempat terlibat adu cekcok.Tetapi bukan Keyna pula,jika tigak bisa mengalahkan lawan debatnya.
"Keyna."
Panggil suara bariton berat yang mengalun begitu menyebalkan ditelinga Keyna.Gadis itu mendengus jengkel,sambil melanjutkan menempelkan plester untuk menutupi goresan kuku Tasya di pipi kirinya.
Yups,tadi Keyna hampir saja adu jotos dengan Tasya Kamilla-ketua chirs sekaligus primadona kelas XII yang terkenal karena prilakunya yang sok.
"Kamu kenapa?"
'Ada suara,tapi bukan manusia?'
"Keyna,saya sedang berbicara sama kamu!"
'Ada yang manggil,tapi bukan setan.'
"Key."
'Fix,gue harus periksa HT.'
"Keynandra!"
Panggil siempunya suara bariton tersebut tegas.
"Apa pak?"
Satu kalimat-nyatanya berhasil diucapkan oleh bibir mungil gadis bergelar Princess tersebut.
"Saya bicara dari tadi,kamu tidak dengar?"
"Gak,salah sendiri dari tadi bapak nyerocos gak jelas.Orang saya lagi pakai hendset!"
Jelas Keyna,sambil memperlihatkan sepasang benda kecil berwarna hitam yang sedari tadi menyumpal telinganya.
'Astagfirullah haladzim'
Batin Al,beristigfar sambil menahan segala kekesalanya.
"Keyna,saya mau menjelaskan soal waktu itu."
"Waktu kapan pak? Kalau lama,saya gak ada waktu.Saya ada janji sama si Bara."
Jawab gadis yang mencempol rambutnya itu asal.
"Sebentar.Saya cuma mau mengklarifikasi kesalahpahaman waktu itu."
"...."
"Saya tahu saya saĺah.Tapi,saya juga tidak tahu kejadianya akan seperti itu.Saya mintaa maaf,jika karena perbuatan saya kamu jadi dibully oleh teman teman kami."
"Sudah selesai pak?"
Tanya gadis itu datar.
"First,ini bukan real kesalahan bapak.Second,salah bapat itu cuma karena nyembunyiin status bapak.Kalau bapak gak nyembunyiin status bapak yang sudah berkeluarga,gak bakal gini ceritanya.Saya juga gak bakal ngejar ngejar bapak,kayak orang gila kek gini.Itu,salahnya bapak."
Tutur Keyna sambil menahan segala kesalahanya yang sudah mencapai ubun ubun.
"Keyna,saya-"
"Seharusnya sore itu saya gak nerima pertolongan bapak.Seharusnya saya pulang setelah ambil Hp sore itu.Tapi emang dasarnya saya bolot,jadi saya mau mau aja terima pertolongan bapak.Jadinya kita kejebak bareng dan see,saya jadi kayak cewek gak bener dimata semua orang karena kepergok tidur sambil meluk suami orang."
Sela Keyna menggebu gebu.
"Keyna,dengarkan saya dulu.Sebenarnya-"
"Ck,bullshit."
Jengah Keyna.
"Keyna."
Pusing silawan bicara,sambil memijak keningnya sejenak.
"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan.Sebenarnya-"
"Please pak.Saya mau istirahat,saya abis berantem sama si Tasya.Saya capek."
Putus gadis itu,sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang UKS.
Kini Keyna memang sedang berada di UKS,sampai tiba tiba guru killer bin perfect teacher itu muncul dari bilik pembatas ranjang pasien.
"Ok,kalau begitu lain kali saya bicara sama kamu."
"...."
Tak ada jawaban sama sekali dari gadis yang tengah berbaring memunggunginya teŕsebut.
"Istirahat yang benar,saya tidak mau lihat kamu sakit lagi."
Ucap Al sebelum berlalu.
Dih,apaan coba?
**
To Be Continue
__ADS_1
Silahkan tinggalkan jejak jika suka ya readers:)
Sukabumi 04/04/20