My Annoying Student

My Annoying Student
Kepergok


__ADS_3

@AltarezPutra002



❤5.008K


@AltarezPutra002 Entah mengapa,semuanya terasa membingungkan.


**


Sang surya sudah kembali meninggi,menguarkan sinar hangat pada sebagian bumi.Saat sebagian bumi sudah beranjak dari acara lelapnya menuju rutinitas harianya,beda halnya dengan dua mahluk betbeda jenis ini.


Hangatnya sinar sang surya yang memang masuk melalui celah jendela,tak sama sekali digubris keduanya.Si gadis malah terlihat sesekali mengulet,bukanya bangun dari mimpi indahnya,gadis bersurai kecoklatan itu malah memilih mencari posisi nyaman dalam tidurnya.


Eughhh....


Lenguh kecil gadis berambut hitam kecoklatan tersebut-Keyna.


'*Woiii....bangun loe,ini udah siang ces!'


'cess....bangun ini uďah beurang (siang) loh!'


'Bebeb....bangun,kakandamu ini rinduu*!'


Lirih suara yang sayup sayup terdengar ditelinga gadis cantik bermanil hazel tersebut.


'*isshh...alay banget sih lo!'


'SKSG,suka suka Gue.Mulut mulut gue!'


'isshh...udahlan gausah ribut mulu,jadi jodoh baru tau rasa lo😉!'


'whatt...the hell?? gue gak mau kali jadi jodohnya dia!'


'Emang siapa juga yang mau jadi jodoh loe,ngaco*!'


Sayup sayup gadis yang mengenakan kemeja hitam polos itu mendengan perkataan dari beberapa orang dari dekatnya.


Namun ia enggan bangun,terlebih lagi tidurnya sangat nyaman sambil memeluk dan ngedusel dusen digulingnya yang lebih terasa keras pagi ini.


Belum lagi aroma maskulin campuran mint dan musk yang menenangkan,membuat tidurnya semakin nyaman.


'*kok....guling gue keras kayak beton gini ya? tapi kok anget,wangi lagi?' batin Keyna dalam hatii.


'yahh...ni bocah,dibangunin malah makin nyenyak bocan nya!'


'iya,guyur aja lah.Pake air got sekalian!'


'Ndas mu main guyur guyur,gak lihat adiñda gue lagi bocan!'


'hallaaah.....orang dianya bocan sama cogan,ya pasti bakal nyenyak tuh!'


'lahh...rese*-'


"KEYNA BANGUN,PAK AL UDAH MAU MASUK KEKELAS!!" Teriak Jovanka akhirnya.


"WHATTT...."


Pekik gadis bermanik indah tersebut,sambil membuka matanya refleks.


DEG


DEG


DEG


Dan hal yang pertama dilihatnya adalah wajah damai bak pangeran negri dongen yang tengah terusik tidurnya,karena teriakanya.Dan yang lebih WOW lagi,keduanya tidur sambil berpelukan.


Bukan masalah tidurnya,tetapi yang tengah dipeluknya ini.Dia-Altarez Putra Bramasta,pria yang sudah sudah beristri.Mau ditaruh dimana coba wajah Keyna.


"A-ada apa ini?"


Kaget Al saat bangun bangun ia sudah menjadi bahan tontonan diruanganya sendiri.


Lalu manik jelaganya berpindah,ke-objek yang tengah memeluknya saat ini.


Manik hitamnya langsung terbelalak,terkejut dengan posisi yang terbilang 'intim' ini.


'Astagfirullahaladzim!' terkejutnya,sambil langsung membenahi posisinya menjadi duduk.


'*Itu keyna kan?'


'Iya.'


'Yang ngotot pingin nikah sama pak Al?'


'Yes,gak nyangka dia sampai berbuat gini*!'


'*ia,badgrilsnya terlalu kelewatan.Obsesi sama pantasinya juga berlebihan.


Jadi dia rela jadi murahan gini!'


'Iya,jijik deh lihatnya*!'


Komentar pedas beberapa siswa yang tentu dapat didengar oleh Al maupun Keyna.


Belum lagi tatapan mengintimidasi yang kini mereka layangkan kepada Keyna.Gadis cantik itu ketakutan ditengan kebingunganya.


"Ini tidak seperti yang kalian lihat!"


Kata Al mencoba melerai.


Bahkan kini tubuh mungil Keyna sudah tenggelam dibalik punggung lebarnya.


Bulir bening dari kelopak matanya bahkan sudah mulai meluap,menggenangi manik hazel miliknya.


'*Apanya yang gak seperti yang dilihat.Orang jelas jelas kìta lihat ya kan?'


'Iyups,betul sekali*.'


Cemooh beberapa siswi lagi,kearah Keyna yang mereka anggap menjijikan.


"Kalian salah paham.Kami tidak melakukan apa apa!"


Bela Al.


Jovanka,Arika,Fira dan Bara yang sedari tadi mengomel kini menjadi diam membisu.

__ADS_1


menonton pertunjukkan life streaming dihadapanya.


"Ķami-"


"Pak Al,saya harap setelah ini anda menghadap saya diruangan."


Ucap kepala sekolah yang tiba tìba muncul dari balik pintu tetsebut.


"Baik pak!"


Jawab Al.


keheningan terjadi setelah puluhan pasang mata menatap jijik kearah gadis yang hanya bisa diam membisu tersebut.Ia bingung,malu,juga kesal ketika dicemooh seperti itu.Namun bagaimana lagi,semua orang terlanjur men-judge nyà yang tidàk tidak.


Belum lagi,ia merasa sangat terintimidasi disini.


"keyna,dengarkan saya!"


Titah Al,sambil meraih jemari mungil Keyna.


"Kalian,tolong keluar dari ruangan saya.Saya perlu bicara empat màta dengan keyna!"


Titahnya kembali menguar.


Entah apa yang ada dipikiran pria tampan ini,yang terpenting ia ingin menenangkan gadis yang ketakuran dan shok ini.


"Bicara empat mata apaan sih? orang kita mau bàwa bebeb gue!"


Geram Bara,sambil melangkah mendekati Keyna.


"Iya key,yuk kita pulang,mamah sama papa loe pasti khàwatir sama keadaan loe."


"Hooh kuy,yuk pulang....disini bikin panas telinga"


"Ak-"


"Kamu tetap disini keyna"


Titah Al mutlàk.


"Apaan sih pak,udah ah yuu beb kita pulaang"


Kesal Bara,sambil menarik lengan gadis cantik tersebut paksa.


Meninggalkan Altarez yang sedari tadi menghalangi mereka,membawa Keyna.


"Gini ya pak,sekiranya bapak udah punya istri,jangan ngasih harapan ke bebeb saya.Bapak ngertikan sama apa yang saya katakan?"


Ucap Bara,sambil membawa Keyna keluar dari sana.


"Iya pak,Keyna itu cewek.


Dibalik senyuman semanis gulanya itu,pasti ada pahitnya kehidupan yang ia jalanin.


Jadi bapak gak usah ngasih harapan palsu lagi deh buat Keyna."


Lanjut Arika.


Deg


Al memang tidak tahu banya tentang hidup Keyna.Tetapi ia sadar,ini memang salahnya sehingga membuat Keyna harus ditempatkan dalam keadaan seperti ini.Belum lagi beberapa siswa menganggapnya sudah beristri,pasti Keyna akan di cap yang tidak tidak karena insiden ini.


"Yuk ah jo,kita nyusul Bara.


Permisi pak."


Pamit Arika sambil mengajak Jovanka pergi,meinggalkan ruangan milik Altarez.


Sepeninggalanya Arika dan joo,Al meremah rambut hitamnya frustasi.Sungguh,bukam tujuanya menyakiti Keyna kala itu.Ia cuma fepleks mengatakan jika ia sudah beristri kala itu.


"Arrrggg....kenapa jadi begini!"


Geramnya frustasi.


**


Semilir angin sore menyambut gadis bermanik hazel yang baru saja terbangun dari tidurnya itu.Maniknya menatap sekeliling ruangan yang didominasi berwarna pink calm tersebut.Sinar kemuning senja,nampak masuk dari celah pintu kaca balkonya.


Tubuhnya terlalu lemas untuk beranjak.


Walaupun perutnya sudah terasa sakit melilit sejak tadi.Ia terlalu enggan beranjak.


Dalam rumah sepi itu ia sendiri,mama dan papanya selalu saja pergi.


Krieeeett


Tak lama,bunyi pintu bercat putih yang terbuka itu menarik perhatianya.


Aroma lezat dari bubur ayam yang familiar dihidungnya,langsung memenuhi indra penciumanya.Disana,diambang pintu tepatnya,berdiri sosok tampan yang dua hari ini tanpa lelah merawatnya.


"Beb,bangun dulu.Makan dulu,trus minum obatnya!"


Titahnya,sambil menaruh nampan berisi bubur,air putih dan beberapa pil obat di atas nakas.


"Malas Bar,gue pengen tidur."


Lirih si gadis,sambil menarik selimutnya hingga ujung kepala.


"Please beb,makan ok.Loe belum makan apa apa dari pagi,inget apa kata dokter kemaren?"


Kemarin,setelah pulang dari sekolah,Bara langsung menelpon dokter pribàdi keluarganya karena Keyna mengeluh sakit perut.Setelah diperiksa,ternyata gadis berambut kecoklatan itu mengalami mag kronis.Itu bukan hal yang tabu bagi Keyna,karena semenjak duduk di bangku SMP,ia sudah mengalami gangguan pada sistem pencernaanya.


"Beb,ayo makan dulu."


Bara,pemuda berparas tampan itu kembali berujar sambil menyibak selimut tebal yang dikenakan Keyna.


"Lidah gue pahit Bar,gak napsu makan."


Elak gadis berparas cantik tersebut.


"Please beb,loe gak kasihan lihat cogan kek gue cape cape masak tapi gak dimakan."


Kata sambil menatap wajah cantik yang kuyu dihadapanya lemah.


"Iya,iya,gue makan."


Keyna menyerah.

__ADS_1


Ia juga merasa tak enak jika makanan yang telah dibuatkan sahabatnya itu tak dimakan.Berasa tidak menghargai Bara nantinya.


"Gitu dong ñurut,kan tambah cantik."


Puji Bara sambil mengusap lembut pucuk kepala Keyna.


"Gue udah cantik dari lahir keless!"


Sewot Keyna,sambil meraih mangkuk berisi bubur ayam tersebut.


Bara yang paling tahu memang apapun tentang Keyna,termasuk bubur ayam favorit keyna.


Bubur ayam tanpa di aduk,dengan topping bawang goreng dan irisan daun seledri yang cukup banyak,dengan citarasa yang tidak dapat diragukan lagi.


Ketua geng satu ini memang patut diacungi jempol jika menyangkut masak memasak.


Bagi Keyna,Bara itu sesosok kakak yang ia rindukan keberadaanya.Namun itu berbansing terbalik bagi Bara,Bara cenderung menganggap Keyna lebih dari itu.Tetapi ia juga tidak pernah melewati patas nyaman antara mereka.


"Habis ini minum obat ya beb,gue mau pulang dulu.Mau mandi!"


Tutur Bara,sambil menatap Keyna yang masih berjuang keras untuk menghabiskan makananya.


"Kenapa loe pulang? Kenapa gak mandi disini sekalian? Baju si abangkan banyak,loe bisa pinjem satu!"


Tanya Keyna bertubi tubi.


Sebenarnya Bara juga tidak mau meninggalkan Keyna,tetapi ia juga harus pulang kerumahnya dulu.


"Gue harus pulang beb,nyokap nyariin.Katanya mau ada yang dibicarain,loe tenang aja.Rumah kita kan cuma lima langkah,nanti gue juga langsung OTW kesini lagi."


Bara mencoba menjelaskan,ia tahu jika Keyna pasti kesepian jika ia tinggal.


Tapi sang mama sudah mewanti wanti,untuk pulang sore ini.


"Yaudah,sono.Katanya mau pulang loe."


Usir Keyna.


Pemuda berkaos biru itu tersenyum kecil.


"Yaudah,gue pulang ya.Nanti kalau ada perlu apa apa loe telpon gue."


"Hm"


"Jangan lupa minum obat,habis itu tidur lagi aja kalau masih ngantuk."


"Iya,katanya mau pulang.Kok banyak bacot si loe."


Ketus Keyna kesal.


"Aduh bibirnya sayangku,nakal."


Pletak


"Aww,Bara loe apa apaan sih?"


Ringis Keyna pelan,sambil mengusap bibirnya yang kena sentil jemari Bara.


"Habisnya,loe itu cewek beb,gak baik bicara kasar."


"Serah"


Ketus Keyna.


"Yaudah,gue pulang ya beb."


"Iya sono,jangan balik lagi sekalian."


"Jangan rindu beb,berat.Kata dedek dilan loe gak bakal-"


Brak


"Pulang sono,banyak bacot loe!"


Kesal Keyna sambil melemparkan bantal kearah Bara.


Pemuda tampan itu tersenyum lembut sebelum berlalu.


"Yaudah,gue mau pulang dulu cinta.Jangan rindu ya."


Brakk


"BARA BACOT"


Teriak Keyna jengkel.


Sepeninggalanya Bara,keadaan didalam kamar luas itu kembali hening.Seperti sedia kala,hening,sepi,dan dingin.


Setelah menelan dua pil pahit tersebut,Keyna memilih beranjak dari tidurnya.Berjalan menuju balkon kamarnya yang terlihat nyaman untuk menatap senja disore hari.


Dua hari sudah berlalu,semenjak peristiwa memalukan waktu itu.Sebelum pulang kala itu,Keyna sempat dipanggil oleh kesiswaan.


Setelah menjelaskan kejadianya secara rincu,Keyna baru diizinkan pulang.Namun tetap saja,namanya tak semudah itu bersih.


Salahnya memang,menaruh hati kepada pria berstatus gurunya yang sudah beristri tersebut.


Tapi bagaimana lagi,cinta datang tak diundang.Hinggap tak terasa,berkembangpun kadang luput dari alam bawah sadar.


Gadis itu kesepian.


Ditengah banyaknya mata yang menatapnya tak suka seperti saat ini,Keyna cuma butuh sesorang untuk mendekapnya.


Memeluknya erat,sambil menyalurkan kehangatan yang ia butuhkan saat ini.


"Ma,pa,Keyna rindu."


Bisiknya pelan kepada semilir angin disore hari.


Berharap angin ini akan membawa rasa rindunya kepada sang mama yang jauh dibenua Eropa sana,ataupun sang papa yang entah dimana kini.


**


To Be Continue


Gimana,masih ada yang mau lanjut??


Cus dikomen dan juga bantu dukunganya ya readers🖑🖑

__ADS_1


Sukabumi 31 Maret 2020


10.03


__ADS_2