
-Jangan membuat saya bingung dengan perasaaan ini.Sepandai apapun kamu berkamuflase macam bunglon,mata hati saya tetap akan menemukanmu-
_Altàrèz Putraà Bràmastà_
**
Kemuning jingga diufuk barat,menyambut dua orang wanita cantik yang tengah berjalan jalan ria dipesisir pantai.Semburat jingga yang cantik,menemani setiap langkah keduanya ketika menyusuri pasir putih lembut yang memanjakan kaki telanjang keduanya.
"Sudah sore,sebaiknya kita kembali ke resort!"
Ajak wanita cantik tersebut,kepada gadis yang tengah asik menatap setiap potret sunset yang ada dihadapanya.
"Mbak Cla duluan aja,aku masih pengen disini!"
Tolaknya halus.
"Yakin,memangya kamu gak takut nyasar pulangnya?"
Tanya wanita siempunya nama.
"Enggak kok mba,aku ingat jalan pulangnya."
"Yasudah,kalau gitu mbak duluan ya."
"Iya."
Sepeninggalan wanita cantik beranak satu tersebut,gadis itu kembali menjelajah pesisir pantai.Diiringi kemuning jingga yang memanjakan iris hazelnya.Sudah lima hari berlalu,pasca kejadian hampir melakukan 'itu' dengan pria yang berstatus dengan gurunya sendiri.Selama itu pula,Keyna izin tidak masuk sekolah.Terkurung dirumah besar keluarga Bramasta,tanpa ada yang mengetahuinya.
Kini,gadis cantik berdress pendek selutut motif bunga tersebut,tengah menikmati waktunya berliburnya di Ubud,Bali.
Clarina-memboyongnya kesini,dengan alasan 'menyembunyikan' dirinya dari adik satu satunya.Mereka sudah dua hari menetap disini,bersamaan dengan pekerjaan Clarina yang mengharuskanya datang kesini.Ia butuh teman katanya,oleh karena itu Cla sangat senang saat sang ibu membawa Keyna yang katanya 'pacar' dari adik kutub utaranya.
Gadis cantik itu sejujurnya rindu rumahnya sendiri.Rindu temàn temanya,rindu si Bara luknut,rindu bersekolah,juga rindu pria coolkas itu.Ah,Altarez maksudnya.
Tetapi kini ia malah terjebak permainan 'petak umpet' yang dilakukan oleh ibu dan kakak Altarez.
"Ah,gue rindu sekolah."
Gumamnya kecil,sambil menendang ombak yang datang membasahi kaki telanjangnya.
"Gue kayaknya rindu ama guru coolkas itu juga deh?"
Batinya berpikir.
"Ah bodo,palingan juga dia gak peduli sama keberadaan gue."
Ujarnya acuh,sambil melanjutkan langkahnya.
Bersenandung kecil sambil menatap hamparan sunset cantik yang seolah olah mampu mengangkat sebagian beban dipundaknya.
**
Aurra mencekam begitu kentara,menyelimuti sebuah ruangan di Sekolah Menengah Atas tersebut.
Disebuah ruang kelas XII,yang kini dipenuhi oleh atmosfir yang sangat mencekang.Pria jankung yang tengah duduk dimeja guru,menatap nyalang kearah tumpukan kertas dihadapanya.Tiba tiba telinganya sedikit berdengung,tanpa sebab.Kata orang zaman dahulu sih,ada yag sedang membicarakanmu.Tapi siapa? Pikir pria tampan tersebut acuh.Lagi pula itu semua cuma kepercayaan masyarakan belaka,atau mitos.
"Kalian ini kemana saja? Tugas minggu lalu yang saya minta,kenapa belum jadi?"
Tanyanya datar,namun dengan intonasi yang menakutkan.
Semua siswa siswi yang saat ini berada dalam satu ruanganya menuduk,menatap meja mereka dalam dalam.
"Kenapa diam,apa ada yang bisa menjelaskan?"
Ucapnya tajam.
"A-anu pak?"
Lirih Edo-si KM alias ketua kelas.
"Ada apa Edo?"
Tanya pria tampan tersebut tajam.
Entah mengapa,seminggu ini moodnya sedang tidak baik.Apa pun yang dikerjakanya salah,hacur berantakan.
Itu juga berpengaruh kepada aktivitas mengajarnya.Apalagi saat ini ia seperti singa lapar,yang lupa caranya mencari mangsanya.
"Soal tugas laporan PT.Suka Cita,Suka Bangga itu pak,kendalanya a-ada di Keyna."
Pria tampan itu terdiam sejenak.Ketika mendengar nama gadis yag tengah dicarinya dalam beberapa hari ini,dia menyerngit.
"Maksud kamu?"
"Pak,biasanya yang interview sama bagian lapangan itu Keyna pak.Soalnya dia yang paling lancar publicspeaking dan skiilnya dia juga mumpuni saat melakukan wawancara."
Pemuda berseragam putih abu itu menjeda sejenak.
"Tapi,karena Keyna gak ada.Jadi kita gak bisa buat teks hasil laporan peninjauan pemasaran di PT itu pak."
Lanjutnya sambil menguatkan dirinya ditatap tajam oleh pria dihadapanya.
Seminggu lalu,pria tampan itu memang memberikan tugas obsenvasi ke lapangan tentang salah satu materi tugas mapel Ekonomi yang dipegangnya.Sudah jatuh tempa kepada hari yang disepakati untuk mengumpulkan,ternyata tidak ada satupun yang benar menurutnya.Belum lagi,kelompok yang didalamnya tertera nama 'Keynandra Putri Anastasya' tidak mengumpulkan hasil tugas mereka.
Pria bersurai hitam itu mengurai rambutnya frustasi,sudah cukup.Terlalu banyak yang ditimbulkan oleg hilangnya gadis bermanik hazel tersebut.
__ADS_1
"Jadi kamu dan kelompok kamu hanya mengandalkan Keyna?"
Tanya Al tajam.
Skakmat,Edo diam kaku ditempat saat pria dihadapanya itu melontarkan kata kata tajamnya.
"Bukan begitu maksud saya pak!"
"Intinya,kalian hanya mengandalkan satu orang dalam tugas kelompok ini.Padahal dalam setiap kelompok,ada 7 orang."
Ujar Altarez geram.
"Saya tidak mau tahu,besok sebelum sayà masuk tugas itu sudah harus ada dimeja saya."
Titahnya final,yang langsung disudahi oleh bel pergantian jam pelajaran.
"Ya gusti,itu tadi beneran pak Al?"
Tanya pemuda bername tage Edo Eduardo tersebut,sambil mengusap dadanya.
Sepeninggalan guru tampan nan killer tersebut.
"Pak Al lagi PMS kali,sensi amat."
Lanjut teman sebangku Edo.
"Ini semua gara gara si Keyna.Pake acara gak masuk segala lagi!"
Sengit gadis bername tage Anara,yang kebetulan satu kelompok dengan Keyna.
"Iya,dasar cewek rese.Coba aja kalau dia masuk,pasti gak gini ceritanya."
Timpal sahabat sebangku Anara.
"Udah,ini bukan murni kesalahan dia.Orang kita juga terlalu limpahin semuanya kedia."
Sela gadis dibelakang tempat duduk Anara.
"Halah tetep aja,gara gara cewek ganjen itu kita jadi kena getahnya."
Kesal Anara.
"Tutup mulut kotor loe itu.Loe aja gak bisa ngapa ngapain,kenapa harus nyalahin sahabat gue mulu."
Sahut gadis bercempol tersebut.
"Ohhh,ada sahabatnya siulet bulu nih."
Kekeh Anara,sambil memandang sinis kearah gadis yang kini berdiri dihadapanya.
Tuding Anara,sambil menunjuk keras gadis dihadapanya.
"Itu sih salah loe sendiri,ngapain juga punya otak kalau gak dipake.Body sih boleh goals,kalau otak minus mah percuma."
Ujar gadis bercempol itu,berhasil menohok hati lawan bicaranya.
"Ck,ngomong apa loe barusan hah?"
Bentaknya marah,sambil mengangkat tanganya hendak melayangkan sebuah tamparan.
Grep
"Gue ngomongin fakta."
Ujar gadis dihadapanya santai,sambil menarah lengan lawan bicaranya yang hendak menamparnya.
"Gue ingetin,sekali lagi loe jelek jelekin sahabat gue,tau rasa loe."
Ucapnya datar,sambil melintir tangan gadis dihadapanya hingga merintih kesakitan.
"Inget tuh.Makanya jangan hobby dandan kek emak emak doang,sekali kali belajar yang benar."
Ujarnya penuh penekanan,sebelum berlalu meninggalkan lawan bicaranya yang terlihat merah padam menahan amaran.
"Jovanka,sialan loe."
Ujarnya geram.
Yaps,gadis yang berani mempermalukan Anara Gladisha si moswanted grils SMA Pelita adalah Joovanka.Gadis iti tak mau tinggal diam begitu saja,saat sahabatnya terus menerus disalahkan.Ia menjadi geram sendiri.
"Mantap grils,biar tau rasa."
Ujar Arika,sambil merangkul bahu sang sahabat.Joovanka.
"Habisnya,eneg gue dengerin dia ngejelek jelekin si Keyna."
"Mantap pokoknya,loe memang harus musnahin tuh cewek gatel satu."
Timpal Arika,sambil mengacungkan dua jempolnya.
"Biasalah,cewek gitu mah gampang."
Santai Joovanka,sambil menyeruput es teh miliknya.
"JOOVANKA,ARIKA SEDANG APA KALIAN DI KANTIN??"
__ADS_1
Teriak suara toa milik seseoeang yang langsung membuat keduanya terkejut.
"Njiir,pak brisik amat."
Ujar Jovanka,sambil memegangi daun telinganya.
"Ini masih jam KBM,gapain kalian jajan disini?"
Tanya pria bertubuh tambun tersebut.
Pak Radi-guru BK sekaligus kesiswaaan.Mantap kan,guru galak ini merangkap dua jabatan yang sangan dihindari bagi para murid pembuat onar.
"Jajan pak,aus."
Jawab Arika enteng.
"Ini masih KBM.Kalian malah enak enak disini,cepat ikut saya."
Perintah pak Radi.
"Asiaaap pak!"
Jawab Arika sambil terkekekh.
"Palingan juga kita disuruh lari 10 putaran kan pak?"
Tanya Jovanka,santuy.
"Kata siapa,KALIAN SEKARANG SAYA HUKUM LARI MENGELILINGI LAPANGAN 100 PUTARAN."
"Busyettt,banyak banget pak?"
Kaget Arika.
"Lapangan badminton kan pak?"
Tanya Jovanka.
"LAPANGAN SEPAK BOLA!"
"Njirrr,mati kita."
**
Dengan langkah gontai,pria tampan itu memasuki sebuah pekarang rumah yang sepekan ini ditinggalkan oleh pemiliknya.
Memutar kunci pada lubang pintu,pria tampan itu mendorong pintu masuk dengan pelan.Iya berjalan penuh harap,semoga siempunya rumah ada didalamnya.Menyambutnya dengan sikap tak bersahabatnya,atau kata kata yang menggambarkan kejenkelanya.Namun nihil,rumah itu sepi.Tidak ada tanda tanda kehidupan disana,selain seekor ikan koi yang berada didalam akuarium.
Altarez,pria tampan itu menarik dan menghembuskan napasnya beraturan.Ia sudah lelah,mencari dan mencari gadis yang perlu ia beri penjelasan tersebut.Bahkan,kini teman teman gadis itu juga menyulitkanya untuk mencariya.Setiap kali ia bertanya,mereka selalu saja menghindar.
Derrrt
Derrtt
Al menatap sejenak handphone miliknya yang bergetar.Menandakan ada sebuah notifikasi yang masuk disana.
Derrtt
Derrtt
Tak mau ambil pusing,Al memasukkan kembali benda tersebut kedalam saku celana bahanya.Ia tengah malas untuk membalas apapun,walaupun itu sekedar pesan singkatpun.
Derrtt
Derrtt
'Astagfirullah haladzim'
Ucapnya melantunkan Istigfar pelan,sebelum membuka handphonenya karena notifikasi yang menganggu indra pendengaranya.
Matanya langsung terbelakan,saat melihat isi dari chat yang ternyata dikirimkan oleh kakaknya-Clarina.
++++Clarina
Ini gadis yang waktu itu kan?
Aku ketemu sama dia di Ubud loh,dia kayaknya mau benuh diri deh.Soalnya dia kelihatan kacau banget.
Bukan lagi terkejur,pria itu dibuat kaget bukan main.Bunuh diri? Kacau?
Hah,Altarez langsung dibuat frustasi jika melihat fhoto gadis yang tengah menatap tebing dihadapanya dengan nanar.
Shit,Altarez menjadi dilema sekarang.
Dengan cepat,pria tampan itu meraih kunci mobilnya,juga tak lupa mengunci kembali rumah itu sebelum berlalu.Ia harus mendapatkan tiket tercepat untuk ke Bali,sekarang juga.
'Jangan bodoh Keyna'
**
To Be Continue
Hayoooo,jangan lupa tinggalkan jejak ya:)
Sukabumi 19 April 2020
__ADS_1
13.31