
'Gue gak tahu,apa karena gu jelek atau gue gak dicintai sama dia.Tapi intinya dia milih sakit dari pada milih gue.'
-Keynandra Putri Anastasya-
**
Sinar mentari pagi yang nampak enggan muncul pagi itu,membuat tidur seorang gadis semakin nyenyak dibawah gulungan selimut.Kemelut awan hitam diluar sana,tergambar jelas dari sebagian jendela ruangan yang ia tempati.Rintik remai air hujang yang merdu,ternyata mampu membangunkan dirinya dari pulau mimpi.
Manik hazel hitamnya mengerjap,beberapa kali sebelum benar benar terbebas dari kelopaknya.Seketika itu pula,pusing mendera kepalanya.Bangun ditempat yang nampak familiar dimatanya,membuat gadis itu waspada.Kamar yang minimalis namun tetap terlihat rapih,dengan dominasi cat putih abu,membuat ruangan tersebut terlihat maskulin.
Manik hazelnya langasung terjaga,ketika kelebatan tentang dirinya yang hilang kesadaran mampir sikepalanya.
"Gue ceritanya mabok nih semalam?"
Gumamnya kecil.
Kedua tanganya langsung sigap mengechek pakaian yang melekat pada dirinya.Sebuah kemeja hitam yang melekat dibadannya hingga menutupi sebagian pahanya,tanpa adanya penghalang lain didalamnya.
whatt??
Bau minyak kayu putih juga seketika menguar dari perut langsing dibalik kemejanya.Gadis cantik itu menatap horror sendiri kepada keadaanya.Bagaimana kalau nasibnya berakhir seperti di cerita cerita novel romantis kebanyakan.Mabuk karena tidak tahan minum alkohol,lalu berakhir tidur dengan CEO dari perusahaan besar yang ternyata seorang Bastard.Kemudian ia ditinggalkan sendiri dengan sejumlah uang,atau yang lebih parahnya ia dibunuh.
Hih,Keyna dibuat bergidig sendiri dengan pemikiranya.
Ia lupa,benar benar lupa dengan kejadian semalam.Entah,apa yang terjadi denganya.
Dengan beberapa tanda merah dibeberapa titik tubuhnya,gadis itu beranjak dari tempat tidur.Untungnya,ia tidak menemukan keanehan diarea bawahnya.Ataupun noda noda aneh ditempat tidur yang ditempatinya.Dengan langkah pelan ia mulai menyusuri kamar dengan nuansa maskulin tersebut,sebelum berakhir dengan keluarnya ia dari kamar tersebut.
"Eh?"
Terkejutnya,saat ia menyadari ruangan yang ia tempati ini familiar dimatanya.
Ini apartemen pria itu-apartemen yang kemarin sempat disinggahi olehnya.Pikiranya langsung kembali berkelana.Mengingat ingat tentang kejadian semalam.
"*Pak panas ihh!"
Lirih Keyna frustasi,sambil mengendus endus punggung tegap pria dihadapanya.
"Pak,tolong saya."
Tangan nakalnya bergerak,meraba dada bidang pria tampan tersebut.
"Arrg,Keyna kamu benar benar."
Frustasi Altarez sambil membalik badanya,menatap wajah cantik penuh rona merah dan peluh yang terlihat sangat menggoda tersebut.
"Pakk,tolong saya."
Racau gadis itu kembali,sambil memeluk tubuh tegap Al kembali.Tidak terlalu erat memang,namun mampu membuat siempunya menggeram.
"Pakk!"
Racau gadis berparas bak dewi aphrodite tersebut sambil mengeratkan pelukanya.
"Kamu akan menyesal Keyna."
Ucapnya penuh penekanan,sebelum meraih sisi wajah gadis dalam pelukanya.Memberikan kecupan dalam disaana.Geraman frustasi kembali terdengar mengìringi kegiatan keduanya*.
Ingatan itu kembali mengulang bak sebuah rekaman film diotaknya.Melintaskan adegan yang panas menurutnya.
"Njirr,masa iya gue wik wik sama guru sendiri?"
Gerutunya kecil,sambil memukul mukul kepalanya.Mungkin saja ia salah melihat bayangan pria itu.Tapi tempat ini,kemeja ini sudah cukup menjelaskan bahwa siempunya itu memang dia.Altarez Putra Bramasta,tentunya.
Tapi yang membuat ia bertanya tanya adalah,kenapa pria itu berhenti.Kenapa pria itu lebih memilih menyakiti dirinya,ketimbang menuntaskanya.Apa benar rumor yang mengatakan jika pria itu gay? Hah,masa iya ganteng ganteng punya kelainan menyimpang seperti itu.
'Astagfirullah haladzim,otak gue udah sengklek kayaknya.'
Batin Keyna sambil menguyar rambutnya frustasi.
Tiba tiba tenggorokanya terasa kering,seiring dengan pening yang masih menyerbu kepalanya.Dengan langkah gontai,gadis berambut sepunggung itu mengambil air dingin dilemari pendingin,setidaknya air dingin bisa membantu mengurangi pening diotak kecilnya.
"Kamu siapa?"
Keyna reflek berbalik,sebelum meletakkan botol air minum yang dipegangnya sembarang.
"Eh tante-"
Bingungnya,entah harus menjawab apa kepada wanita paruh baya yang terlihat masih cantik diusianya yang sudah tidak muda lagi.
"Kyak,kamu pacarnya Arez ya?"
Glekkk
Tolong siapapun,bantu Keyna saat ini.
__ADS_1
"B-bukan tante,s-saya ini-"
"Ya Allah,Arez ngapain kamu sayang? Kok sampe ditandai gini?"
Tanya wanita baya itu heboh sendiri saat melihat tanda merah dibalik kerah kemeja yang dikenakan Keyna.
Blush,Keyna speechless dong.Dia harus bicara apa sekarang? Masa iya dia bilang barusaja hampir,garis bawahi ya guys.Hampir wik wik sama pria yang berstatus sebagai gurunya sendiri.Kan malu!
"Dasar anak durhaka Arez itu.Mamah pikir dia itu gay,ternya lebih buruk dari ini.Masa anak bungsu mamah itu pedofil sih?"
Ujar wanita itu,sambil menyimpan tas berharga jutaan dollarmiliknya.
"Sini sayang."
Panggilnya kepada Keyna,menuntun gadis itu agar duduk disofa yang ada diruang tengah.
"Nama kamu siapa sayang?"
Tanyanya lembut,sambil mengusap lembut rambut halus Keyna.
"Key,Keynandra tante."
Jawab Keyna gugup,sambil meremas ujung kemeja yang dipakainya.
"Hey,jangan panggil tante.Panggil saja mama Dania,ya."
Ucap wanita tersebut ramah,sambil meraih tangan mungil Keyna untuk digenggamnya.
"Mama janji,Arez putra mama pasti akan nikahin kamu."
"Tan-eh mama.Gak usah."
Tilak Keyna pelan.
Walaupun ia juga belum yakin secara pasti,tetapi yang ia yakini pria itu tidak benar benar menyentuhnya.Jadi,untuk apa pernikahan jika hanya dilandasi sebuah tanggung jawab tanpa ada rasa yang berarti.Toh,nanti kedua belah pihak hanya akan tersakiti.
"Hm,pak Al gak ngapa ngapain Key kok tan.Jadi gak usah ada drama drama nikah segala."
Ucapnya to the point.
"Whatt? No baby.Pokoknya kamu harus nikah sama Arez."
Kukuh Dania.
"Sekarang Key ikut mama ya,biar Arez tahu rasa udah bohongin mama selama ini."
Ucap wanita baya tersebut,sambi tersenyum ramah.
"Tapi-"
"Sstt....gak ada tapi tapian sayang."
Keyna tak bisa menolak lagi,ia hanya bisa pasrah sekarang.Belum sempat masalahnya dengan Altarez clear.Kini ditambah lagi dengan kerunyaman yang ditimbulkan dengan kedatangan Dania-mama Altarez.
"Sini,masuk sayang."
Ajak Dania.
Gadis itu masih termangu didepan rumang besar yang didominasi cat berwarna putih dan gold tersebut.Rumah megah dengan gaya arsitektur Asia-Eropa modern.Begitu masuk pun mereka disambut dengan lukisan lukisan berukuran besar karya para pelukis terkenal.Belum lagi barang barang pecah belah seperti guci yang tingginya hampir setinggi Keyna.Berjejer rapih disana.
"Ayo sayang."
Ajak Dania,menuntun Keyna agar duduk diruang tamu yang terlihat begitu megah dan mewah.
'Jadi pak Al sekaya ini? Tapi kok gak kelihatan ya?'
Batin Keyna,pasalnya pria itu selalu terlihat sederhana tetapi tetap menawan dimatanya.Pria itu juga lebih suka mengendarai mobil SUV hitamnya yang terlihat biasa saja,atau motor matic kesayanganya.
"Ma,ada siapa?"
Tanya suara lembut yang mengalun dari arah anak tangga.
Keyna ingat wanita cantik itu.Wanita cantik bergauh satin diatas lutut dengan aksen bunga.Simple namun tetap menonjolkan aura ningrat yang melekat padanya.
"Pacar adikmu."
Ucap Dania,sambil tersenyum kearah Keyna.
"Pacarnya Al?"
Tanya wanita tersebut,ragu.
"Iya.Mama nemuin Key diapartemen Arez.Dia sembunyiin anak gadis orang disana."
Wanita cantik yang Keyna ingat namanya Clarina itu tersenyum kecil.Mungkin dia igat dirinya yang waktu itu pernah bertemu denganya.
__ADS_1
"Kamu gadis yang waktu itu kan?"
Tanyanya penasaran,sambil duduk dihadapan Keyna.
"I-iya."
"Great.Berarti bener,Al itu bukan gay ma.
Pantesan waktu itu di galau lihat kamu jalan sama cowok lain."
Ucapnya sumringah.
'Galau? Pak Al galau lihat gue jalan ama Bara.Ck,halu sih iya!'
Batin Keyna.
"Ya iyalah,masa anak mama yang ganteng itu gay."
Jawab Dania bangga.
Keyna menatap keduanya bingung.Jadi bukan dirinya saja yang menganggap pria itu gay.Iya memang,ganteng ganteng kok hobinya nyuekin orang.Mana wajahnya datar lagi kek tembok,pantes aja dikira gay.
"Kok ini kamu cuma pake kemeja gini,memangnya gak dingin?"
Tanya Clarina sambil menatap Keyna prihatin.
"Ini nih,ulah adikmu.Masa anak orang diperawanin terus ditinggal gitu aja."
Ucap Diana to the point.
'Nj*rrr,malunya nih gue.'
Batin Keyna.
Selain merasa maulu yang tida tara,ternyata Keyna juga mengetahui satu fakta lainya.Ternyata Clarina yang pernah disebut sebagai istri Al ini,ternyata adalah kakak pria tampan tersebut.
"Uluh uluh kasianya.Pokoknya kita harus kasih Al pelajaran ma."
Usul Clarina.
"Iya,mama setuju.Pokoknya Keyna kita sembunyiin disini dulu."
Ucap Diana menyetujui usulan sang putri.
"Yaudah,yuk kita keatas."
Ajak Clarina.
"Kayaknya ada baju aku yang seukuran sama kamu."
Lanjutnya.
"Gak usah m-mbak,Keyna pulang aja."
Tolak Keyna halus.
"No no no,pokoknya Keyna harus tìnggal disini dulu."
Sela Dania.
"Betul,yaudah yuk keatas."
Ajak Clarina,menarik Keyna yang sudah pasrah.Lagi pula,ia tidak bisa menolak permintaan kedua wanita cantik yang baru saja ditemuinya ini.
Hadeeh,mimpi apa keyna semalam.Sampai sampai ia harus berada didalam situasi rumit seperti ini.Tau ah,Keyna bingung sendiri jika memikirkanya.
**
To Be Continue
Hello guyss🤗🤗
Balik lagi sama Altarez dan Princess Keyna nih.
Oh iya,maaf ya hari ini aku telat update.
Yok,jadi gimana nih buat part ini??
Cus dikomen yaa😄😄
Ok,jumpa lagi dipart berikutnya ya😊😊
Sukabumi 17 April 2020
16.31
__ADS_1