My Annoying Student

My Annoying Student
Tragedi Hujan


__ADS_3

@AltarezPutra002



❤4.999K


@AltarezPutra002 Benar adanya,jika rasa dapat mengubah segalanya.Begitupun hati yang telah membatu dapat diluluh lantahkan olehnya.


**


Rasa memang tak sepatutnya disalahkan atas keberadaanya.Tak mengenal usia,ia menghampiri bagaikan semilir angin menyejukkan.Tak mengenal situasi,dia tumbuh dan berkembang alakadarnya tanpa diperintah.Tak mengenal besar kecilnya perbedaan,rasa datang bak jalangkung.


Datang tak diundang,pulangpun kadang tak diantar.


BRAK


"Huahhhh......doi jahat banget.


Gue benci dia,gue benciiiii" rengek pemilik manik Hazel tersebut.


"Hikss....Gue benci doi,tapi juga masih sayang ya-Allah.


Celoteh Keyna yang datang berderai air mata tersebut.


"Kamu kenapa cess??"


Tanya Jovanka penasaran.


"Bau bau ditolak lagi ini mah😂😂"


Giliran Arika yang ikut bersuara.


"Huahhh....Jahattt,jahaatt...benciii...tapi cintaaa ya-Allah."


Frustasi kèyna sambil mengelungkupkan wajahnya,diatas meja.


"Ya-Allah ya-Rabb,kamu kenapa key,kok nangis gini?" Tanya gadis berhijab Syar'i yang baru saja datang tersebut.


"Huahh....Fir tolongin gue,gue sedih banget nih,hiks...hiks."


Curhatnya kepada sang sahabat-Fira.


Gadis sebayanya yang terbalut seragam SMA yang lebih syar'i itu menghembuskan napasnya pelan.Dari awal memasuki SMA,Keyna memang tidak pernah sekelas dengan Fira.Jadi mereka tidak cukup dekat seperti layaknya kedetatan Keyna dengan Joovankan dan Arika.


"Halahhh....lebayy"


Jovanka kembali berucap.


"Hiperbola cuy,berlebih lebihan."


"Kalian apaan sih,bukanya di diemin malah di ledekin."


Lerai Fira,sambil mengusap lembut bahu Keyna.


"Hehehe......abisnya ni dugong satu,dateng dateng langsung mewek aja.


Gak jelas lagi meweknya,kenapa coba?"


Jovanka kembali berargumen.


"Iyup,seratus persen untukmu nak😂"


Si ceriwis Arika langsung menghadiahi Perkataan Jovanka dengan acungan dua jempolnya.


Sungguh,kedua sahabat somplaknya ini memang tak tahu sikon jika sedang melawak.


"Huahhh....jahat loe semua,geu benci loe pada.Awas aja kalau minta traktir ama gue,gue colok loe pada."


Kesal Keyna sambil mengangkat wajah cantiknya sejenak.


"Hehe....jangan gitu dong cess,loe kan tahu sumber uang kita berdua ya elo."


"Mantul gaess"


"Huahh....memangya gue ATM loe pada?"


Ketus Keyna tak habis pikir.


"Memang"


Jawab Jovanka dan Arika serempak.


"Astagfirullah haladzim,kalian ini apaan sih."


Lerai Fira dengan suara lembutnya.


"Hehe...canda Fir,jangan dimasukin ke hati."


Kekeh Jovanka,sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


"Iya cess,canda doang."


"Au ah,gelap."


**Teettt


Teettt


Teettt**


Bunyi bel petanda pulang sekolah.Karena hari ini kelas XII ada jadwal tambahan,jadi mereka dipulangkan cukup sore yaitu jam 17.15.


Ditambah lagi cuaca yang mendung,membuat keadaan sekitar lebih petang dari pada seharusnya.


Belum lagi kemelut awan hitam yang tampak hias menghujani bumi itu,membawa semilir angin yang cukup kuat sore ini.


"Loe dijemput kan cess?"


Tanya Jovanka dikala kesibukkannya membalas chat dari sang kekasih.


"Heem,tapi pak Ujang belum jemput geu."


Jawab Keyna malas.


Sesungguhnya ia sudah menelpon sang supir pribadi siang tadi,untuk menjemputnya.Tetapi sampai saat ini,pria baya yang selalu mengantar jemputnya itu belum juga menampakkan keberadaanya.


"Kejebak macet kali."


"Bisa juga sih."


"Key,aku duluan ya.Soalnya abi aku udah jemput." Pamit Fira,sambil menunjuk kearah sang abi yang sudah menjemputnya sambil mengendarai motor maticnya.


"Assalamualaikum"


"Iya,*Waalaikumsalam."


"Waalaikumsalam."


"Waalaikum salam*."


Terkadang Keyna merasa iri dengan sahabat sahabatnya.Irin dengan Fira yang selalu diantar-jemput oleh sang abi,sedangkan dia?


Keyna saja sampai lupa kapan terakhir kali satu mobil dengan sang papa,saking lamanya.


Ia juga kadang iri,melihat Jovanka dan Arika yang punya orang tua yang selalu mengantar-jemput mereka ke sekolah.


Sedangkan dirinya?


Keyna cukup sadar diri akan keadaanya,papahnya punya keluarga kecil yang butuh kehadiranya disisi mereka.


Mamanya,wanita itu terlalu sibuk bekerja,sampai sampai ia terkadang lupa akan keberadaan putrinya.Keyna sendiri,jauh dalam kata dipedulikan.


Ia rindu perhatian perhatian kecil dari mama dan papanya.Rindu dengan berbagai peraturan dan kedisiplinan yang mereka terapkan.Rindu akan segala kehangatan keluarga,yang selama ini hilang.Keyna haus akan kasih sayang,terutama kasih sayang mama dan papa nya.


Dia tidak butuh pakaian brandit,berharga selangit,ataupun fasilitas yang tengah hits.


Ia cuma butuh mama dan papanya kembali harmonis,menyayanginya seperti dahulu.


"Loe ngelamunin apaan sih cess ?"


Tanya Arika,membuyarkan lamunan Keyna.


"Kalo gitu gue juga duluan ya Cess,bebeb akoh dah jemput😄"


Kata Jovanka,sambil berlari menuju pemuda yang sedang menaiki motor harley davison tersebut.


"Udah jangan ngelamun.Gue juga duluan ya cess,papih udah jemput tùh."

__ADS_1


Kini giliran Arika yang berpamitan,sambil melirik sang papih yang sudah menunggu.


"Iya"


Kini tinggal Keyna yang menunggu didepan gerbang sekolah seorang diri.Ditemani kemelut beban yang membebani hati.


"Mang ujang mana sih,kok belum dateng?


Aku telpon dulu deh!"


Karena sudah lelah menunggu,belum lagi hari semakin petang,sementara jemputanya belum datang.


"Eh-kok Hp gue gak ada ya?"


Bingung keyna,karena saat merogoh saku roknya juga tasnya,Handphone miliknya itu tak kunjung ditemukan.


"Ishh.....pasti ketinggalan"


Gerutunya kesal,mana hujanya mulai lebat.


"Terpaksa kan,hujan hujanan."


Ketusnya sambil menghentak hentakan kaki jenjangnya.


Keyna pun nekad menerobos air hujan,demi mengapai sekolahnya.Untuk mengambil Handphonenya yang tertinggal dikelas.Ketika kembali,keadaan gedung bertingkat tiga itu sudah sepi,ditambah lagi beberapa ruangan nampak gelap dan menyeramkan.


"Tuh kan,ketinggalan."


Celotehnya ketika menemukan handphone tersebut.


"Gara gara loe gue jadi basah kuyup gini kan?"


Gerutunya kesal sambil menekan tombol power dibenda pipih tersebut.


"Isshh....pake lowbat lagi,pikasebeleun."


Kesalnya.


Tap


Tap


Tap


Ketika tengan asyik menggerutu,tanpa di sengaja ia mendengar ada suara derap langkah kaki mendekat dari belakanya.


Keadaanya yang sunyi didalam sekolah sudah cukup membuat gadis itu ngeri,apalagi saat ini.Ingin rasanya Keyna menghilang dari tempat menyeramkan itu saat ini juga.


'perasaan sekolah ini udah sepi deh,trus ini yang dibelakang gue siapa dong?' Batinya menerka nerka.


Tap


Tap


Tap


"Astahfirllahaladzim,apapun dan siapun loe yang dibelakang gue,pergi gak?


gue gak takut sama lo.


Gue punya Allah,kalo loe tanya kenapa tubuh gue gemeteran,gue lagi kedinginan, abis keujanan."


Cerocos Keyna,tanpa mau membalikkan badanya.


Bukan saja hawa dingin yang tengah menyelimuti seluruh badanya saat ini,tetapi juga ketakutan.


"Pokoknya jangan mau makan gue,badan gue kecil.Kayak kurang gizi,banyak dosa lagi.


Gue aja belum tamat zuz 30,makanya loe jangan makan gue ya tan."


Ucapnya takut takut.


Grep


Merasa ada yang menyentuh bahunya,gadis berambut kecoklatan itu langsung berteriak histeris.


"AHHHKKK.....ASTAGFIRULLAH,GUE ANAK TUNGGAL.JADI JANGAN BUNUH GUE. KASIHAN SAMA MAMA PAPA GUE,GUE BELUM BAHAGIAIN MEREKA.


MANA PAK AL BELUM MAU JADI SUAMI GUE.GUE TUH JONES.PLEASE SETAANN.....GUE BELUM MAU MATI."


Teriaknya histeris,sambil menutup mukanya menggunakan kedua telapak tanganya.


'Suara ini?' batin keyna langsung membalikkan tubunya.


"PAK AL?"


Teriaknya lega,sambil menghambur kepelukan pria berbadan peluk-able tersebut.


Lega rasanya,menemukan pria itu kini yang tengah berada dalam pelukanya.


"Sa-saya kira tadi...ta-tadi dibelakang sa-saya ada setan pak."


Racaunya sambil menenggelamkan wajahnya,didada bidang Al yang peluk-able buangget tersebut.Belum lagi aroma maskulin yang menenangkan itu,menyeruak bagaikan aroma terapi yang menenangkan.


**Deg


Deg**


"Ehh...ma-maaf pak,refleks hehehe."


Gugup Keyna sambil menjauhkan tubuhnya.


'Reflek sambil modus dikit boleh lah,hehe.'


"Hm"


Jawab Al kecil,sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal tersebut.


"Maaf ya pak,gara gara saya baju bapak jadi ikutan basah."


Sesal Keyna saat melihat kemaja putih yang dikenakan gurunya itu,ikut basah.


"Eh,tidak apa apa.Lagi pula saya bisa ganti dengan yang lain."


Keyna hanya manggut manggut meng-iyakan.


"Kenapa kamu belum pulang keyna?"


Selidik si pemilik manik hitam tajam tersebut.


"Ahh...itu pak,tadi saya lagi nungguin jemputan.Eh Hp saya ketinggalan,jadi saya balik lagi deh."


Tutur Ķeyna menjelaskan.


"Jadi karena itu juga,kamu kehujanan?"


"Iya pak"


"Tubuh kamu menggigil karena kedinginan,kamu bisa sakit nanti key."


Al kembali berucap dengan nada datarnya,tetapi terselip rasa ke-khawatiran disana


"Hehehe....gak papa lah pak,apa pedulinya bapak sama saya."


Sindir Keyna.


'*****...'


'Duh nih bibir,gak tau sikon aja*!' batin Keyna kesal.


"Maaf,tapi saya tidak bisa lihat kamu sakit."


"Eh-"


Akward-itulah yang tengah Keyna pikirkan saat ini.Maksud dari perkataan gurunya yang telah membut hatinya patah sepatah patanya ini apa coba?


Belum lagi tindak seenaknya pria bersuara barithon itu yang kini membuat jantungnya berdendang ria.


Grep


"Ayo ikut saya."


Titahnya sambil meraih jemari lentik milik Keyna.Mengenggamnya erat,seakan takut jika terlepas gadis bermanik hazel itu akan menghilang dari


Disinilah mereka berdua,diruangan milik Al.


Ruangan yang aromanya milik dengan si empunya,campuran mint dan musk yang maskulin.

__ADS_1


"Pakai ini untuk sementara."


Diserahkanya sebuah celana olah raga panjang,dan kemeja hitam polos panjang.


"Buat apa pak?"


Bingung Keyna.


"Ganti baju kamu dengan ini.Kamu bisa sakit kalau pakai pakaian basah itu keyna!"


Tanpa penolakan apapun yang berarti,Keyna pun segera masuk kebilik kamar mandi yang tersedia diruangan pribadi gurunya tersebut.Ruangan Al ini memang dapat dikatakan megah,daŕi pada ruangan guru pada umumnya.Belum lagi ruangan ini terpisah dari ruangan staf pengajar lainya.


"Pak"


Deg


Al benar benar dibuat terbelalak,dengan muridnya yang satu ini.Tubuhnya yang mungil,seperti tenggelam dibalik kemeja hitam polosnya dan celana olahraga miliknya.Al sendiri tadi sudah berganti baju diruangan bacanya.


"Baju bapak kebesaran dibadan saya pak"


Lirih Keyna,sambil menunduk menahan rona merah di pipinya.


"Tapi tidak ada yang lain.


Lagi pula ini cuma sementara keyna.Sekarang kamu pulang bersama saya." Titahnya mutlak.


"Ayo"


Ajak Al,namun saat meraoh knop pintu,


*Ckllekk


Ckllekk*


"Kenapa pak?"


Keyna menautkan alisnya bingung.


Jangan sampai peristiwa terkunci bersama seorang pria di novel novel yang sering ia baca terjadi kepadanya dan Al.


"Pintunya terkunci dari luar!"


Deg


"A-Apaa"


Kaget Keyna,sungguh ia tak mau terkunci disini semalaman.Bisa tamat riwayatnya esok hari.


"Wooyyy....yang ngunciin dari luar,buka....bukaaa"


Teriak Keyna,sambil menggedor gendor pintu bercat coklat tesebut.


BRAK


BRAK


BRAK


"BUKA WOIII....DISINI MASIH ADA ORANGGG."


Teriaknya Frustasi


"WOII"


"Percuma keyna."


Lerai Al.


"Apaan sih pak,masa kita kekunci disini semaleman? kan gak lucu!"


Kesal Keyna sambil kembali menggedor gedor pintu tersebut.


"Percuma keyna,jam segini mang Uus udah mengunci semua pintu dan gerbang."


Titur Al dalam ketenanganya.


"Ma-maksud bapak??"


Sungguh,Keyna dibuat


"Kita bakal kekunci disini semalaman gitu maksud bapak?"


Pria tampan itu mengangguk lemah.


Memang benar adanya,mang Uus-si penjaga sekolah akan mengunci seluruh ruangan dan gerbang 20 menit setelah rutinitas KMB selesai dilaksanakan.Dan sialnya lagi,Al lupa membawa kunci cadanganya.Belum lagi


"WHAT THE....."


Umpat Keyna saking kesalnya dengan situasi saat ini yang merumitkan pikiranya.


**


"Si bebeb kemana sih? Gue telfonin kok gak aktif."


Gerutu pemuda tampan yang tengah duduk diatas motor KLX merah hitamnya tersebut.


Dia Bara-pemuda tampan bejaket bomber kebangganya.Bukan karena harganya yang mahal,lantas ia jadi membanggakanya.Namun tanggung jawab sebagai ketua geng SIRIUS-organisasi yang sudah tiga tahun ini di pimpinya.


Manik coklatnya kembali beralih,menatp sekitar halaman sekolahnya yang nampak sepi.Hanya ada satu mobil yang terparkir disana,dan dia hafal siapa pemiliknya.


"Nyari siapa den Bara?"


Tanya pria baya berseragam putih Biru tersebut.


"Gini mang,mang Uus lihat bebeb saya gak tadi sore?"


Tanya Bara kepada penjaga sekolah tersebut.


"Pacar den Bara yang mana nih?


Neng Citra,Kirana,Maya,Dewi,Anatasia apa yang mana den,pacar aden kan Banyak."


Ledek Uus,siapa yang tak hafal dengan Bara.


Pemuda tampan dengan sejuta pesona dan kekayaanya yang melimpah ruah,juga gelar badboy nan playboy cap kakap yang senantiasa melekat kuat pada dirinya.


"Mang Uus bisa aja.Demi kemerdekaan indonesia,saya aķan mendeklarasikan jika ratu yang diakui oleh negara hanyalah satu.Yaitu Bebeb Keynandra."


Jawab Bara jenaka.


Ia memang dekat dengan mang Uus,hanya karena Bara suka bolos lewat pagar belakang sekolah.


"Jadi mang Uus lihat bebeb saya gak?


"Mm,kalau si eneng cantik mah gak lihat den.Orang didalem juga sudah sepi,gak ada orang."


Dari penuturan Mang Uus itu,Bara sempat berpikir jika sahabatnya itu masih di sekolah.Pasalnya supir yang bertugas menjemput Keyna tadi berhalangan hadir,dikarenakan istrinya sedang melahirkan.Jadilah Bara yang kini menjemput Keyna.


"Oh gitu ya mang."


"Hm,kalau itu mobilnya si guru killer itu kan,ngapain masih ada disekolah?"


Tanya Bara penasaran.


"Oh itu,saya juga kurang tahu den.Kayaknya sih sengaja ditinggalin disekolah,nanti juga di jemput.Soalnya yang punya juga udah gak ada."


Bara manggut manggut mendengarkan penuturan pria baya dihadapanya.


"Kalau gitu saya pamit ya mang,makasih buat infonya."


"Ia den."


Pemuda berjeket bomber hitam itu berlalu dengan motor KLX-nya.Ia menjadi cemas sekarang,kemana perginya gadis itu.Padahal hari sudah mulai malam.


"Loe kemana sih beb?"


**


To Be Continue


Gimana,lanjut apa di cancel dulu??


Sok,yang baru mampir silahkan dikomen🤗🤗


Jangan lupa vote juga buat bantu dukung ya😊😊


Sukabumi 30 Maret 2020

__ADS_1


22.02


__ADS_2