
'Ini bukan seperti sifat sublimasi,dari padat berubah menjadi gas.Tapi ini tentang hati yang beku,burubah perlahan menjadi air.'
-Altarez Putra Bramasta-
**
Pagi sudah menjelang,ditandai dengan munculnya diporos bumi sebelah timur.Nampak meninggi dengan rotasi yang lambat,namun kian terasa cepat dengan sendirinya.Dengan perlahan,gadis cantik bermanik hazel itu mendorong koper kecil miliknya.Ini sudah memasuki hari keenamnya,pergi dari rumah.Hari ini dia akan kembali.Kembali menjalani antifitasnya seperti semula,juga hidupnya seperti awal.
Disampingnya,ada wanita cantik yang tiga hari ini menjadi teman baiknya.Mengajaknya hangout bak gadis gadis kebanyakan,kulineran,jalan jalan,curhat,dan masih banyak lagi.Intinya,ia sangat bersyukur dengan kehadiran wanita cantik ini.Ia seperti menemukan sosok kakak perempuan dalam dirinya.
"Terimakasih untuk tiga hari ini ya mbak."
Ucapnya pelan,sambil memeluk tubuh proposianal wanita dihadapanya.
"Iya,sama sama"
Jawab Clarina,sambil mengusap punggung gadis yang tengah memeluknya tersebut.
"Kalau gitu,Key pulang ya."
Ujar gadis bersurai kecoklatan tersebut,sambil merenggangkan pelukanya.
Wanita dihadapanya mengangguk kecil diiringi senyuman hangatnya.Menatap gadis cantik yang tengah melambaikan tangan kearahnya,sebelum benar benar hilang dibalik pintu pemberangkatan.Keyna-gadis itu memilih pulang lebih awal.Rindu rumah katanya,padahal Clarina tahu sendiri apa maksud dari kepulanganya.
Ia terkikik geli,ketika mengingat ekspresi sang adik nantinya.Setelah berhasil mengirim chat berisi fhoto Keyna,pria muda itu langsung menelponya dan menghujaninya dengam berbagai pertanyaan.Siapa sangka,adik coolkasnya itu bisa cerewet juga ternyata.Ia sengaja memang,membubuhkan keterangan 'bunuh diri' dalam pesan singkat yang dikirimnya.
Sekali kali,adiknya yang lempeng itu perlu diberi pelajaran.
"Kita lihat,seberapa penting Keyna bagimu,dek.
Ucapnya sambil tersenyum geli,membayangkan wajah frustasi sang adik.
Sementara itu,disebuah kabin pesawat tujuan Denpasar,Bali.Pria berpakaian formal yang masih melekat dari kemarin sore itu,menahan kekesalan dalam hatinya.Ia kesal,karena jadwal penerbanganya yang harusnya kemarin malam harus diiundur karena pesawat yang ditumpanginya mengalami delay.
Jadilah ia memilih menginap di bandara,takut takut ketinggalan pesawat yang akhirnya pergi di jam pagi.
Setelah menelpon sipengirim chat-kakanya sendiri.Altarez langsung memesan tiket untuk pergi ke Ubud,Bali.Sungguh,pikiranya kacau saat ini.Yang ia inginkan saat ini cuma satu,bertemu dengan gadis itu dan menjelaskan semuanya.
Setibanya di Denpasar,ia menelpon Clarina-sang kakak untuk menjemputnya.Berhubung sang kakak tengah berada disini,jadi sekalian saja.
"Cla,kamu ngapain disini?"
Tanyanya nampak terkejut,saat wanita yang hendak ditelpon olehnya sudah berada disampingnya.
"Nganter orang."
Jawab wanita cantik tersebut,sambil meneliti penampilan sang adik.Hadehh,ganteng ganteng penampila kayak orang frustasi tingkat dewa begini.
Rambutnya acak acakan,kemejanya kusut,ada kantung mata tebal dibawah kelopak matanya.
'Haha,kena juga kamu pangeran kutub.'
Batinya bersorak riang.
"Cla,dimana kamu ketemu dia?"
Tanya Al to the point.
"Dia siapa?"
Clarina berdalih.
"Gadis yang kemarin kamu fhoto?"
"Gadis? Fhoto?"
"Gadis yang waktu itu?"
"Ohh,aku ingat.Yang waktu kita ketemu deket pasar malam.Yang kamu cemburu lihat dia jalan sama cowok gantengkan?"
Tanyanya memancing.
"Ck,yang benar Cla.Aku gak pernah cemburu."
Sangkal Al,jengah.
"Halah,sok jual mahal.Padahal hatinya,panas bambang."
__ADS_1
Goda Clarina jenaka.
"Siapa Bambang? Namaku bukan itu."
"Serah ah,males ngomong sama manusia kutub kayak kamu."
Kesal Clarina sambil menginggalkan Al sendiri.
"Cla tunggu!"
Panggil Al sambil mengejar sang kakak.
"Dia dimana?"
Tanyanya lagi.
"Dia siapa,Bambang?"
Goda Clarina,ternyata seru juga menggoda adik coolkasnya ini.
"Gadis itu Cla."
"Kenapa sih sama gadis itu,kamu sampai ngebet banget pengen ketemu dia.Hayoh,ada apa?"
"Urgen"
Ujap Al datar.
"Ihh,punya adik kok lempeng amat.Pantesan gak ada yang minat."
Kesal Clarina kepada sang adik.
"Cla,dia dim-"
"Sstt,penampilan kamu juga kenapa lagi ini?
Kayak gelandangan tau gak?!"
Ujarnya.
"Udah,sekarang kamu ikut ke resort aku.Kamu rapihin dulu penampilan kamu,baru aku kasih tau.Pasti kamu belum mandi kan?"
Tebak Clarina yang hanya dijawab tatapan datar oleh sang adik.
'Ini adik siapa sih? Datar amat kek tembok.'
Batinya bergumam.
"Buruan,nanti dikira gelandangan mau ditaruh dimana muka keluarga Bramasta."
Ujarnya hiperbola-berlebih lebihan.
Dengan pasrah,pria tampan itu mengikuti langkah sang kakak.Setidaknya,dia bisa bertemu dengan gadisnya nanti.Whatt,gadisnya? Sejak kapan Al mengklain gadis itu sebagai miliknya.Tau ah,Al bingung sendiri dengan dirinya.
**
"Dia dimana Cla?"
Tanya pria tampan yang sudah terlihat rapih dengan pakaian santainya.Celana hitam panjang yang dipadukan dengan atasan kemeja berwarna abu abu.
Kini dirinya sudah lebih baik dari sebelumnya.Rambutnya rapih dan wangi,wajah tampanya juga terlihat tidak kuyu lagi.
"Siapa sih,dek?"
Jawab wanita yang tengah sibuk menidurkan sang putra tersebut.
"Siapa namanya?"
Lanjutnya.
Sungguh butuh kesabaran Extra,untuk menghadapi manusia coolkas nan lenpeng macam adiknya ini.
"Key,namanya Keynandra."
Ujar Al akhirnya.
"Oh dia."
__ADS_1
Wajah pria tampan itu langsung mendongkrak,menatap sang kakak antusias namun ditutupi oleh ekspresi super datarnya.
"Di Jakarta."
Ujar Clarina tanpa dosa,tanpa mengiraukan keterkejutan yang terpatri jelas diwajah sang adik.
"Maksudnya?"
"Tadi aku diandara bilang ngantar orang kan?"
Tanyanya yang ditanggapi wajah serius Al.
"Aku nganter dia pulang."
Oh Shit,ingin sekali Al mengumpat saat ini.Seharian penuh ia menunggu saudarinya ini berkata tentang dimana gadis itu,tapi nyatanya ini yang dia dapatkan.Apa apaan ini? Apa gadis itu tengah menpermainkan dirinya dalam permainan sejenis petak umpet?
"Mau kemana Al?"
Tanya Clarina saat melihat sang adik beranjak dari tempat duduknya.
"Al?"
"Al?"
Pangyilnya namun tak digubris sama sekali oleh siempunya nama.
Brak
Hingga tawanya lepas mengudara ketika mendengan pintu resort nya yang dibanting keras dari luar.Ia senang sekali,sedari tadi ia sudah tidak kuat menahan tawa saat melihat ekspresi sang adik.
"Buahaha,manusia kutub ternyata gitu ya kalau lagi bucin."
Ucapnya terkekeh geli.
**
Ketika tiba ditempat tujuanya,langit sudah gelap.Ditaburi jutaan bintang juga bulan yang terlihat tidak bulat sempurna malam ini.Dengan tergesa gesa ia turun dari mobilnya,merogoh kunci duplikan rumah dua lantai ini.
Cklaakk
Ketika membuka pintu utama,kegelapan menyambut kedatànganya.Hawa dingin dan tak ada tanda tanda kehidupan disana.Memutuskan haraoan tingginya tentang keberadaan seseorang.Tubuhnya lemas seketika,berarti gadis itu tidak kembali kesini.Ketika hebdak berbalik,sebuah benda tanpa sengaja ia tabrak.Karena penasaran,ia menghidupkan kontak lampu yang persis berada disisinya.
Ketika cahanya membanjiri retina matanya,nampaklah sepasang sepatu kets hitam yang tergeletak sembarangan,bukan pada rak sepatu disamping pintu.Ia hafal betul pemilik sepatu hitam ini.Dengan cepat ia berbalik,menatap sekelilingya yang kini diterangi cahaya dari lampu.
Irisnya barulah menangkap keadaan asli ruangan tersebut.Sebuah koper mini teronggok disamping sofa.Ada serakan bungkus snak,keripik kentang dan susu milo kotak.Tak lupa,satu box pizza dan satu bungkus ayam krispi diatas meja yang terletak dimeja ruang tengah.
Dugaanya salah ternyata,ada orang disini.Dengan senyum tipis yang mengembang dibibir kiss-abblenya,pria tampan itu melangkah lebih dalam.
Ada sepasang kaus kaki tergeletak berserakan disana,bungkus marsmeloow dibelakang sofa juga sebotol minuman soda yang masih utuh.
Senyumnya benar benar terpatri kini.Seorang Altarez Putra Bramasta yang terkenal coolkas dan lempeng ini tersenyum,subhanall suatu keajaiban.Senyumnya dapat terpatri hanya karena menumekan sebuah objek yang tengah meringkuk bak janin diatas sofa.
Rambut kecoklatanya yang menutupi sebagian wajah siempunya,sudah sangat familiar dimatanya.
"Saya menemukanmu,Keyna."
Gumamnya kecil,sebelum memindahkan tubuh gadis itu kedalam dekapanya.
Mengambil alih sementara tubuh dalam gendonganya,sebelum membawanya naik dengan hati hati kelantai dua.Membaringkanya didalam kamar bernuansa putih peach,yang ia yakini kamar gadis dalam gendonganya.Perlahan ia membatingkan tubub mungil gadis bermanik hazel tersebut.Menyeka peluh yang lancang membanjiri pelipisnya,hingga menyingkirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah cantik yang tengah terlelap dengan damainya.
'Jangan lari lagi,jangan bersembunyi lagi.Sebelum saya menjelaskan semuanya.Saya hanya ingin menjaga kamu,Keyna.'
Gumamnya kecil,setelah meninggalkan kecupan singkat dikening gadis yang terlelap dihadapanýa.
"Selamat malam,princes."
**
To Be Continue
Up up uppp🎉🎉
Jangan lupa vote,komen dan bantu like ya😊😊)
Sukabumi 20 April 2020
10.15
__ADS_1