My Annoying Student

My Annoying Student
Guru rese


__ADS_3

--Jangan pernah bermain api,jika kamu tidak mau terbakar olehnya--


**


Hari senin adalah hari yang paling dibenci oleh seluruh pelajar pada umumnya,tak terkecuali bagi gadis cantik ini.Gadis yang sudah terlihat rapih dengan seragam putih abunya,lengkap dengan dasi abu abu yang mengantung dilehernya.Namun bukanya tersenyum cerah seperti pagi hari biasanya,pagi ini gadis itu berangkat dengan wajah ditekut sejak keluar dari rumahnya.


"Ayo naik."


Intruksi pria yang sudah gagah dengan seragam PNS tersebut.


"Pak,bapak kenapa sih gak bawa mobil kayak biasanya kalau kesekolah?"


Tanya Keyna cemberut.


"Kenapa,kamu gak suka pakai motor?"


Gadic cantik yang mengucir kuda rambut indahnya itu memutar bola matanya malas.


"Bukan gitu pak."


"Mobil saya mogok,lagi dibengkel,jadi hari ini saya pakai motor."


Ucap pria yang sudah duduk diatas motor maticnya itu santai.


"Perasaan tadi malem mobil bapak gak papa deh."


Ingat Kayna,pasalnya saat pria itu pulang-ah ralat,diusir lebih tepatnya.Mobil milik pria itu terlihat baik baik saja.Lah,sekarang saat menjemputnya kenapa tiba tiba mogok.


"Kok bisa mogok sih pak?"


Benar benar pertanyaan tidak bermutu pikir Al.Pagi pagi begini gadis cantik itu sudah menumpahkan segala pertanyaanya yang lebih mirip cerocosan emak emak dipagi hari.


"Keyna cepat naik,kamu mau kita terlambat."


"Tapi pak-"


"Naik"


Titah Al pasti.


"Saya naik bis aja deh pak!"


Tolak Keyna.


"Naik,atau saya-"


".....cium"


Sela Keyna.


"Halah basi,orang bapak cuma ngancem.Mana berani bapak-"


Cup


"What the...."


Umpat Keyna refleks,saat benda lunak,hangat berwarna merah alami itu mengenai permukaan wajahnya.


"Mengumpat sekali lagi,bukan cuma pipi,tapi juga bibir kamu akan saya cium."


Skakmat


Gadis bertas hitam mini itu diam mematung ditempat.Enggan mengatakan sepatah katapun.Wajahnya sampai merah padam bak kepiting rebus dibuatnya.


"Naik Keyna,atau saya-"


Belum sempat pria itu menyelesaikan ucapanya,gadis siempunya nama itu langsung bergerak mendudukkan dirinya dijok belakan motor matic yang dikendarainya.


Melihat kepatuhan ditengah tengah keterkejutan gadis cerewet itu,membuat kesenangan tersendiri bagi seorang Altarez.


"Bagus,sekarang pegangan."


Titahnya,setelah Keyna mengenakan helm yang dibawanya dengan benar.


"Udah kenapa sih pak,jalan aja.Mesti kudu banyak cingcong segala."


Kesal siempunya nama unjuk unjuk bicara.


"Pegangan dulu Keyna."


Subhanallah memang pagi ini,tak pernah terbayangkan memang ia akan pergi kesekolah bersama pria ini.Terlebih imajinasi sudah berangan angan tinggi tetapi realita yang dialaminya saat ini benarlah buruk.


Membuat moodnya benar benar anjlok pagi pagi begini.


"Udah."


Sebalnya.


"Saya bukan driver ojek online,yang seenaknya bisa kamu pegang tanpa izin."


Whatt

__ADS_1


Ingin Keyna mengumpat saat ini,tetapi takut dosa.Bisa bisanya guru yang digilainya selama ini,bisa menjadi se-resek ini ternyata.


"Turunkan tangan kamu."


"Tadi katanya suruh pegangan.Yang bener dong pak,kita nanti telat loh?"


Kesal Keyna.


Keyna lelah,berhadapan dengan guru sejenis Al ini dipagi hati.Dengan pasrah ia menurunkan kedua tanganya disamping pinggang Al kanan dan kiri tubuh Al.


Hingga sebuah tarikan membuatnya yang tak siap agan gerakan tersebut,menjadi tertarik kedepan hingga tubuh mungilnya menabrak pugung keras dihadapanya.


"Aww,ini apaan sih pak.Sakit tau."


Kesalnya sambil mencabikkan bibirnya kesal.


"Begini maksud saya."


Gadis cantik bermanik hazel itu terbelalak seketika,saat pria dihadapanya itu menarik lengan sweeter rajut yang kini dikenakanya


Omatis kini kedua tangan mungil Keyna melingkari perut alot siguru resek itu.


"Sudah,sekarang kita berangkat."


Ucapnya santai santai sambil menjalankan motor maticnya.


"Bapak modus!!"


Kesal Keyna


**


"Pak,turunin saya dihalte depan ya!"


Pinta gadis cantik itu bersuara.


Bukan apa apa ia minta diturunkan dihalte depan,karena ia tidak mau banyak warga sekolahnya nanti geger karena ia berangkat bersama guru cetar membahana satu ini.Belum lagi Keyna sedang jengah menghadapi persoalan dengan Tasya and the geng pagi pagi seperti ini.


"Jarak dari halte depan hingga sekolah itu cukup jauh Keyna,kamu mau terlambat?"


Iya juga ya? Belum lagi hari ini hari senin.


Sekitar lima menit lagi upacara bendera juga akan dilaksanakan.Sdanhkan jarak tempuh dari halte depan hingga kesekolah bisa sampai 10-12 menit berjalan kaki.


"Gak apa apa deh-eh kok?"


Manik hazel cantik gadis itu membola seketika.Saat tengah berpikir tadi,siapa sangka mereka sudah memasuki area sekolah.


"Dasar guru resek,udah tau gue gak mau kelihatan berangkat bareng dia."


"Kamu gak mau turun?"


Pria tampan itu bersuara,sambil membuka pengunci helm yang dikenakanya.


"Tau ah,saya kesel sama bapak."


Jengahnya,sambil berlalu meninggalkan area parkiran.


"Kamu kesal sama saya ok,tapi helm saya jangan kamu bawa."


Glek


Sungguh ingin rasanya Keyna hilang dari tempat ini sekarang juga,jika ia bisa saking malunya ia sekarang.


"Ish,bapak ngeselin."


**


Lain diluar lain didalam,itulah yang tengah Keyna bandingkan dengan kepribadian guru satunya ini.Jika terkadang diluar sekolah pria itu terlihat lebih santai dan jinak.Tetapi didalam sekolah pria itu akan kembali keperangai aslinya,ck profesional sekali.Namun persamaanya tetaplah satu,sama sama manusia resek dimanapun ia berada.


Lihatlah kini,semua penghuni kelas ini tegah kena sembur oleh pria tampan yang hari ini terlihat gagah dengan seragam PNS nya tersebut.


"Kerja kalian itu dirumah apa saja,sampai sampai waktu satu minggu tidak cukup untuk mengerjakan laporan yang saya minta."


Ucapnya keras,menakutkan,menggema diseisi ruangan.


Para penghuni kelas,siswa maupun siswi terlihat menunduk menyembunyikan wajahnya saking takutnya melihat kemurkaan guru yang dijuluki guru killer tersebut.


"Kemarin weekend,seharusnya kalian gunakan kesempatan itu untuk mengerjakan tugas dari saya."


"Tapi kan pak,weekend itu waktunya mengistirahatkan otak.Refreshing gitu."


Cicit salah satu siswa takut takut.


"Iya saya tahu itu Edo.Tapi kelian ini sudah kelas XII,setidaknya kalian sudah bisa memanage waktu dengan benar."


Ucap Al menimpali.


Seluruh isi ruangan kembali terdiam,kecuali suara familiar yang berasal dari bangku pojok dideretan paling belakang,dekat jendela.


"***** doublekill."

__ADS_1


Ucapnya asik sendiri,tanpa menghiraukan suasana hingnya kelas saat ini.


"Keyna."


Lirih suara berat tersebut.


"Alah bomat,Tripllekill anjayy."


Katanya girang,tanpa mengindah panggilan sang giru.


"Keyna."


"Ahhkk,modar lurr."


"Keynandra Putri Anastasya."


Panggil suara bariton itu keras,hingga menggema diseisi ruangan.


"Iya pak,hadir."


Ucap siempunya nama santai,tanpa mempedulikan tatapan tajam dari arah jam dua belas darinya.


"Eh eh,kok Hp saya diambil sih pak?"


Kaget Keyna saat iphone miliknya itu melayang dari genggamanya.


"Handphone kamu saya sita."


"Whattt,gak bisa gitu dong pak!"


Protes Keyna tak mau kalah.


"Sekarang mana tugas laporan kamu?"


Sicantik bermanik hazel itu memutar bola matanya jengah,sebelum menjawab pertanyaan gurunya tersebut.


"Bapak kan tau sendiri,kemarin saya ngapain aja.Orang bapak dirumah saya seharian kemarin."


Tuhkan,kini semua mata tertuju kepada Keyna dan Al.Menatap penuh tanya atas lontaran pernyataan Keyna baru saja.


"Keyna."


Panggil Al,sambil memijit pelipisnya sejenak.


"Iya pak,bapak mau ngembaliin hp saya,mana pak?"


Antusias Keyna sambil menyodorkan tanganya dihadapan pria tanpan dihadapanya tersebut.


Cring


"Tunggu saya diruangan saya."


Ucap pria itu,sambil menyerahkan setumpuk kunci dengan gantungan bangunan the big bang.


"Pakk,Hp saya!"


Pinta Keyna.


"Nanti."


"Pak ih."


"Tunggu saya diruangan saya Keyna."


"Ih resek."


Kesal Keyna sambil menghentak hentakan kalinya.


"Dadah guys,gue duluan ya.Mau bocan dulu dikantor cogan."


Ucapnya dibuat secentil mungkin,sambil mengibaskan rambut panjangnya.


"***** sibebeb wanian."


"Mau ditemenin gak beb,kali aja butuh guling hidup."


"Asaeeep."


Riuh sorak sorai para siswa,sambil bersiul menghantarkan kepergian Keyna.


"Astahfirullah,ada ada saja."


Pening Al,sambil menatap kepergian gadis cantik dengan sejuta keajaibanya tersebut.


Tak habis pikir memang,ada seorang gadis yang menganggap hidup ini segampang membalik telapak tangan.


**


To Be Continue


Jangan lupa tinggalkan jejak ya:)

__ADS_1


Sukabumi 09/04/20


13.29


__ADS_2