
-Banyak cara didunia ini untuk menunjukkan sebuah kepedulian.Termasuk dengan menunjukkan sifat asli kita untuk melindunginya.-
**
Dengkuran napas harus terdengar dari gadis bersuarai hitam legam tersebut.Tubuh mugilnya masih berbalutkan seragam SMA Pelita lengkap,dari terakhir kali ia sadar.Merasa ada yang tak nyaman dari posisi tidurnya,gadis bermanik hazel itu mulai menggeram kecil dalam tidurnya.
Berasa ada yang aneh dengan bantalan yang tadinya hangat dan terasa nyaman,kini berubah menjadi bantalan yang empuk tapi cenderung lebih dingin.
Penasaran dengan keadaan perpustakaan saat terakhir kali ia ingat,gadis berwajah bak dewi Aphrodit itu mulai mengerjap nerjapkan kelopak matanya dengan malas.Pangkuan Herland memang selalu menjadi tempat terpaforitnya jika ingin tidur.Pokoknya Herland is the best pillow.
Hening nan asing,itulah kata yang dapat menggambarkan suasana didalam ruangan yang didominasi cat berwarna putih dan abu abu gelap tersebut.Perabotan dan segi tata letak didalamnya dibuat se-minimalis dan se-simple mungkin.Dominasi warna putih dan abu abu gelap juga menonjolkan sisi maskulin dari siempunya ruangan.
"Gue dimana nih?"
Tanyanya kepada dirinya sendiri,karena terakhir kali yang ia ingat adalah dia tertidur diperpustakaan bersama dengan Herland,Bara dan juga anak anak SIRIU lainya.Lah lalu ini dimana?
"Kamu sudah bangun?"
Tanya sebuah suara yang berasal dari pria jangkung dari arah pantry tersebut.
Kenapa Keyna begitu yakin jika itu arah pantry,karena ruangan ini menyatukan ruang keluarga,ruang baca,ruang makan juga pantry.
Keyna-gadis itu menyerngitkan alisnya bingung,menatap pria jangkung dengan apron hitam yang tengah sibuk dengan masakan diatas penggorengan.
"Pak,ini saya ada dimana?"
Tanyanya ketus.
"Ruang tamu."
Jawabnya datar.
"Bapak ih,maksud saya kenapa saya ada disini? Bukanya tadi saya tidur diperpustakaan? Kayaknya tadi saya tidur-"
Cerocos Keyna tak peduli.
"Tidur dipangkuan seorang pemuda?"
Sela Altarez-sambil mengalihkan perhatianya.Menatap gadis yang tengah berdiri disampingnya dengan tajam.
"Ah,i-itu sudah biasa kok p-ak."
Gugup Keyna ditatap setajam itu.
"Jangan diulangi."
Titahnya paten.
"Maksud bapak apa?"
"Jangan main main dengan nafsu seorang lelaki."
Keyna menggeleng tak percaya,apa maksud dari ucapan tersebut,coba.
"Maksud bapak apa coba? Bang Herland itu gak seperti yang bapak pikirkan."
"Dia laki laki Keyna,dan semua laki laki itu punya nafsu yang tinggi."
"Termasuk bapak?"
Skakmat.
Sekarang pria jangkung itu terdiam ditempatnya.
'Gak bisa jawabkan loe,makanya jangan sotoy.Orang bang Herland itu udah kayak kakak gue sendiri.'
Batin Keyna bangga.
**
"Saya mau pulang pak."
Rengek gadis itu untuk kesekian kalinya.
"Sebentar,pekerjaan saya belum selesai."
__ADS_1
"Saya bisa pulang sendiri kok pak.Nanti Bara yang jemput."
Berbicara tentang Bara,pemuda itu memang belum tahu menahu soal Al yang tiba tiba masuk merocoki hidup Keyna.Pemuda itu juga beberapa hari kebelakang absen main kerumahnya,karena sibuk dengan urusan organisasinya dan club basket yang dipimpinya.
"Tidak perlu,kamu pulang bersama saya."
Semenjak bangun tadi,sekitar pukul tiga sore.Hingga sekarang,pukul lima sore,Keyna masih saja terkurung diapartemen milik pria tersebut.Gadis cantik itu sudah bosan nonton televisi,makan ice cream dan cemilan,rebahan,baca buku.Pokoknya Keyna sudah jenuh menunggu pria tersebut selesai mengerjakan pekerjaanya.
"Gak usah pak,saya bisa pulang sendiri kok.Daripada ngerepotin bapak."
Ujar gadis tersebut,sambil meraih tasnya yang sejak kapan ada diatas sofa lengkap dengan isi isinya.
"Tunggu saya Keyna."
"Dih,paan sih pak! Orang saya mau pulang juga."
Keukèh Keyna.
"Tunggu saya,itu perintah."
Desis pria yang masih menatap lekat lapton dihadapanya tersebut.
"Bodo.Orang gue bisa pulang sendiri."
Gumam Keyna kecil,sambil megendap endap keluar dari apartemen tersebut.
Pria tampan yang terlihat tampan saat mengenakan kacamatanya itu menautkan alisnya.Seolah olah ada yang janggal dengan keheningan diantara keduanya,padahal gadis itu terkenal sangat cerewet.
"Keyna?"
"Keyna?"
Panggil Altarez,sambil mengedarkan manik tajamnya keseluruh ruangan.
"Dasar."
Decihnya,saat dirinya sadar berhasil dikibuli oleh gadis cantik tersebut.
**
"Rempong amat deh gue,kek emak emak."
Gerutunya,sambil mengenakan sepatunya.
Tin
Tin
Tin
Suara klakson motor sport yang tentu sangat familiar teinganya.
"Buruan."
Titah sipemilik.
"Ay ay kapten."
Jawab Keyna dengan semangat 45 nya.
"Bentar."
Ujarnya,sambil mengeñakan sepatunya yang sebelah lagi,sebelum sebuah suara familiar memanggilnya dari arah belakang.
"Keyna!"
"A*jiirr,pake ngejar segala doi."
Ucap Keyna terkejut,sambil tergesa berlari menengteng sebelah sepatunya yang belum sempat ia pasang.
"Buruan."
Titah Keyna saat iya sudah mendudukkan dirinya diatas motor sport milik,siapa lagi kalau bukan Bara.
"Keyna!"
__ADS_1
Panggil pria jangkung tersebut,sambil menatap keduanya tajam.
"Bye bapakku tercinta.See you next time.Muahh muahh."
Teriak Keyna cukup keras,sebelum melingkarkan tanganya diperut alot milik sahabatnya tersebut.
Bruumm
Pria tampan yang masih mengenakan pakaian formal itu menggeram,menatap kepergian keduanya dengan tatapan yang tidak bisa dijabarkan.
**
"Doi kayaknya marah deh beb?"
Tanya pemuda tampan yang mengenakan jaket denim tersebut.
Gadis yang ditanya itu menggeleng acuh.Ia tak peduli,baginya yang lebih penting itu menghabiskan burhger McD yang tengah menggoyang lidahnya saat ini.
"Tadi aja beb,waktu diperpustakaan,tatapanya ke gue ama anak anak.A*jirrr,berasa mau ditebas kita."
Tutur pemuda tampan tersebut,sambil menyeruput ice coffe miliknya.
"Bodo.I don't care."
"I don't care,mata lue peyang? Dulu aja ngejar ngejar dia kayak setengah gila le beb."
"Bara,gue gak suka loe ngata ngatai gue ya?"
Kesal Keyna jengah.Bukan saja rasa enek dari bau irisan bawang bombay dari makan keyna tak suka,Keyna juga tak suka jika ada yang mengata ngatainya.
"Uluulu....iya iya beb."
Hibur Bara sambil memainkan rambut halus Keyna.
"Tangan loe."
"Iya,apa sayang?"
"Ih,jijik gue."
"Apa cinta."
"Bara ih."
"My Dear."
"Baraa,bangs*d."
"Wo Aì nì."
"Gue gak ngerti,bacot."
"Hahahaha."
Inilah yang Keyna suka dari Bara,tahu apan harus membuatnya terhibur dengan keberadaanya.Juga tahu kapan ia harus menempatkan dirinya.
Padahal jauh didepan rumah Keyna sana.Berdiri seorang pria dengan mata tajamnya.Menatap kemuning langit sore,sambil menunggu kedatangan siempunya rumah.
**
To Be continue
Haiii haiii🤗🤗
Maaf,part ini agak sedikit ya🙏🙏
Soalnya pas diakhir ahh,datang badmoodnya.Jadi gak kena feelnya.
Wokeee,jangan lupa vote dan komentarnya yoo🖑🖑
See yoo🖑🖑
Sukabumi 13 April 2020
15.59
__ADS_1