My Annoying Student

My Annoying Student
Marahan


__ADS_3

@PrincessKeyna22👑



❤4.065 k


@PrincessKeyna22👑 Sumpah,gue males banget ketemu sama Doi.Bawaanya pengenya nyakar wajah sok-gantengnya itu,tapi sayang😔😔


**


Seminggu telah berlalu,semenjak pertemuan dimalam minggu kala itu,Keyna mencoba mati matian untuk menjauhi guru ganteng yang sudah tidak berlebel 'single' tersebut.


Dia mencoba meminimalisir pertemuan yang akan mempertemukan keduanya,walaupun berkesan seperti menghindarinya.


Pagi ini,kala sang surya telah meninggi di ufuk timur,gadis bermanik hazel itu berangkat dengan wajah yang tidak bisa dikatakan baik baik saja.Jovanka dan Arika saja yañg notabenenya sahabat dekat Keyna,sampai dibuat bingung karenanya.


Gadis yang biasanya super aktif itu tiba tiba menjadi pendiam dan pemurung.


"Kenapa nih bocah satu,mukaknya kusut amat dari pagi?" Tanya Arika,ketika baru saja sampai di kelasnya.


"Iya bener,kayak baju belum disetrika.Lecek amat😅"


Timpal Joo,yang kini mempusatkan perhatianya pada sang sahabat.


"Ish....apaan sih kalian?"


Jutek si pemilik manik hazel tersebut,


Sambil mengembungkan pipinya.


"Kamu kenapa sih gak mood banget? lagi ada tamu ya cess?"


"Gak!"


"Palingan juga dia lagi marahan sama siguru cogan kita😅"


Tebak Jo,asal.


"Lebih tepatnya dia lagi nyadar diri aja,kalau selama ini HALU-nya itu ketingginan." Timpal Arika.


"Buahahah....top markotop grils😂"


Tawa keduanya mengembang,bukanya membantu menengahi kegalauan Keyna,justru keduanya malah sibuk mengetawai sikap Keyna.Dasar sahabat ogeb memang.


"Ish....nyebelin"


Kesal Keyna sambil meninggalkan kedua sahabatnya tersebut.


Langkah gontai gadis cantik tersebut,membawanya menuju perpustakaan sekolah yang sepi disaat jam istirahat begini.


Tempat terfavoritnya jika sedang badmood.Tempat sekaligus pelarianya jika tengah membolos dari kelas.


"Sepi amat kayak dikuburan,hih....ngeri gue!"


Gumam Keyna kecil,sambil menuju lorong terbelakang diperpustakaan.


lorong paling favorit jika ia sedang galau begini.


Lorong tempat Bara and the geng tidur jika bolos saat KBM berlangsung.Maka tak aneh,jika lorong dipaling belakang itu disulap layaknya basecamp kecil lengkap dengan karpet berbulu dan kulkas kecil,muantap bukan.


"Siapa sih yang nyimpen novel gue diatas,gak kasian banget sama gue,yang tubuhnya mini gini." Celetuk Keyna jengkel.


"Mini,unyu unyu,cantik lagi.


Cuman sayang,jomblo😫😫"


Gerutunya,sambil mencoba menggapai buku Novel yang biasanya ia baca.


**DUK


DUK


DUK**


Suara nyaring yang ditimbulkan oleh Keyna,akibat meloncat loncat tak karuan.


"Ish....tinggi banget sih!"


"Makanya,tumbuh itu keatas."


Deg


Bisik suara bariton berat tersebut,tepat dibelakang Keyna.Sampai sampai membuat siempunya merinding dibuatnya.


"Ap-apa...."


"Ini yang mau kamu ambil bukan?"


Ucap pria tampan berambut hitam jelaga tersebut,sambil menyerahkan sebuah novel karangan penulis asal Norwegia tersebut.


Ketika hendak beranjak,tubuh Keyna terkunci diantara apitan rak buku dan tubuh tegap dihadapanya.


Tatapan mereka bertemu,ketika keyna membalikkan tubuhnya.


Tubuh mungilnya langsung berhadapan dengan tubuh tegap nan tinggi menjulang.


Manik hazel bening keyna beradu dengan manik hitam milìk pria tampan dihadapanya.


Semerbak aroma maskulin canpuran aroma mint yang segar dan musk,menyeruak kedalam indra penciuman Keyna.Bukan saja tampan dan berbadan peluk-able,ternyata pria satu ini juga beraroma menyenangkan.


**Deg


Deg**


'ish....ini apaan sih,kok jantung aku maraton gini sih? bukanya aku benci dia ya?'batin Keyna gugup.


"Kamu kenapa? kamu sakit keyna?"


Tanya pria yang terbalut kemeja putih dan celana bahan berwarna hitam tersebut.


"Sa-saya baik baik saja p-pak"


Gugup Keyna sambil menjatuhkan pandanganya kelantai.


"Tapi kenapa sampai keringatan begini?"


Tanyanya lagi,sambil menyeka pelipis Keyna yang dibanjiri oleh peluh.


**Deg


Deg**

__ADS_1


'Astagfirullah haladzimm,nyebut Keyna....jangan tergoda oleh godaan malaikat berwujud suami orang ini.'Batin keyna.


Ia memberanikan dirinya untuk mendongkrak,menatap langsung pria bermanik jelaga tersebut.


'Apa apaan sih nih cowok,mau main talik ulur sama perasaan princess Keyna ya,huh....lihat aja nanti' batin Keyna.


"Apaan sih pak,saya cuma kegerahan.Ya...kegerahan....awas awas....saya mau pergi pak!"


Alibi Keyna.


"Mau kemana keyna??"


Tahan Al,agar siswinya itu kembali menghadap kearahnya.


"Apa sih pak,orang saya mau pergi kekelas juga."


Kesal gadis berambut sepunggung tersebut sambil memangerucutkan bibirnya.


"Kamu marah sama saya?"


Tanya Al to the point.


'Itu tau,pake nanya lagi.'


Keyna membatin dalam hati.


"Gak"


Ketus sicantik bermanik hazel tersebut.


"Beneran??"


"Iya.Buat apasih saya ngambek kebapak,gak ber-faedah pak."


Pria berambut jelaga itu tersenyum kecil,melihat gadis dihadapanya yang tengah merajuk.Ternyata mengasikkan juga,menggoda gadis ini jika tengah marah.


'menggemaskan' gumamnya tampa sadar.


"Hm"


Singkat Al sambil tersenyum kecil.


'Whatt the helll....pak Al senyum?? Duh....manisnya,bikin meleleh hatiku.Terus buat tarik ulur hati akoh aja!' batin Keyna gemas.


"Kamu ngehindarin saya dari kemarin key,apa itu bukan marah namanya?"


"Siapa yang ngehindarin bapak?"


Elak keyna


"Kamu."


"Kalau saya ada salah sama kamu bicara langsung key,jangan main menjauh begini."


Tutur Al datar.


'Helloww.....apa apaan sih ini suami orang,gajelas banget?'gumam keyna bingung.


"Maaf pak,saya gak marah sama bapak.Sekarang bapak bisa minggir,saya mau kekelas."


Pinta Keyna se-sopan mungkin,pasalnya berlama lama didekat pria ini tidak baik bagi kesehatan jantungnya.


"Jangan seperti ini keyna,kamu kekanak kanakan."


Deg


Manik hazel itu membulat sempurna,ketika mendengar perkataan yang terlontar dari bibir kissable milik gurunya tersebut.


Apa apaan barusan,anak kecil?


Tentu Keyna tidak terima disebut begitu.Orang dia juga sudah punya KTP,berarti ia sudah diakui oleh negara,secara hukum kan.


Ya tapi,untuk sifat kedewasaan sendiri siapa yang tahu.Matangnya usia tidak selamanya menjamin sebuah kedewasaan.Karena kedewasaan diukur dari pola pemikiran dalam setiap tindakan untuk mengatasi segala hal,bukan diukur dari segi usia.


"Kekanak kanakan? saya memang punya tubuh mungil.


Tapi saya sudah dewasa pak,usia saya sudah 17 tahun lewat 2 bulan,2 hari,2 jam 22 menit.


Jadi artinya saya sudah dewasa,bukan anak anak lagi." Ketus Keyna emosi.


"Saya permisi."


Kata Keyna sambil berlalu,lewat celah celah antara rak buku dan tubuh Al.


"Saya salah lagi?"


Kata Al pelan,sambil terus memandangi punggung mungil yang mulai menjauhinya.


"Memang sulit memahami perasaan seperti ini!"


Gumamnya,sambil berlalu meninggalkan perpustakaan.


Keyna memang mengibarkan bendera perlawananya semenjak malam itu.Ia tak peduli,jika pria itu terus mencoba berbicara kepadanya.Karena percuma saja,Keyna sedang dalam mode badgrils saat ini.


"Keynandra,kenapa kamu tidak memperhatikan kedepan?"


Tanya suara barithon berat tersebut.


Sontak seluruh mata di seisi ruangan beralih kepada si empunya nama,yang tengah sibuk dengan game online di smartphonenya.


"Ck,lagi sibuk main cacing pak.Terlanjut udah gedè nih!" Jawabnya enteng.


Tak patut,tak patut.Inilah Keynandra dalam mode badgrilsnya,suka memambantah dan suka melanggar.


"Anjirr,sibebeb kuatan gitu."


Sorak salah satu teman lelaki sekelas Keyna.


"Ya iyalah,nanggung pak lagi gedè.Kan sayang." Jawab Keyna acuh dengan reaksi berbeda dari teman temanya atas perkataanya.


"Keyna!"


Panggil Al kembali.


Tapi bukan Keyna namanya jika tak acuh.Gadis itu masih asik dengan smartphonenya,sambil sesekali menjerit kegirangan.


"Njirr,ni bocah satu cari mati.


BisikArika.


"Ho'oh,gue udah mencium bau aura malaikat maut nih."

__ADS_1


Timpal Jovanka.


"Keyna,keluar kamu dari sini sekarang."


Titah Al,akhirnya.


"Keyna!"


Panggil Al lagi dengan aura menyeramkanya.


Seisi kelas langsung saja terdiam,melihat aura tak menyenañgkan tersebut.Tapi,bukan Keyna namanya jika tak bermain main dengan atmosfir yang sudah tak menyenangkan tersebut.


"Njirr,nyeremin banget kek di kuburañ."


Komentarnya sambil celingukan.


"Keyna,keluar kamu sekarang.Jangan masuk jam pelajaran saya sampai istirahat nanti."


Titah Al.


"Assiappp.yu ah kuyy,princess yang cantik ini duluan ya!"


Ucap Keyna sambil mengibaskan surai kecoklatanya sebelum keluar kelas.


"Njirr,wanian engg!"


Riuh para siswa lain,ada pula sebagian dari mereka yang bersiul menggoda kearah kepergian gadis itu.


"Benar benar."


Pusing Al,sambil memijat pelipisnya.


"Sudah,lanjutkan pekerjaan kalian."


**


"Bik Imah,mie ayam satu tapi gak pake sayur ya!"


Pesan pemilik manik hazel tersebut.


Bukanya berdiri didepan kelas,mematuhi perintah sang guru,Keyna lebih memilih jalan ke kantin untuk mengisi perutnya yang sudah berdemontrasi cantik sejak tadi pagi.


"Iya neng gèulis."


Setelah memesan makananya,Keyna mendudukkan dirinya dikursi pojok sambil kembali bermain game online di smartphonenya,kali ini gilaran bermain freefire.


"Anjirr beb,loe ngapai disini?"


Tanya pemuda berasuara bass tersebut,siapa lagi kalau bukan sahabat somplaknya-Bara.


"Beb,loe dihukum lagi? Hobby banget sih dihukum,gak baek cewek ngelangar terus beb."


"Gak nyadar diri loe.Sok nasehatin gue,loe sendiri ngapain disini hah?"


Sengit Keyna,kedatangan Bara and the geng nya ini tentu saja mengusik ketenanganya.


"Hehe,iya iya sayangku."


Cengir Bara,sambil mengambil posisi duduk disamping Keyna.


"Hoamm,gak tau kenapa gue jadi ngantuk kalo didekat loe beb!"


Lirihnya,sambil merebahkan kepalanya dibahu Keyna.


"Apaan sih Bar,berat ogeb."


"Bentar aja napa beb,lagi nyaman nih!"


"Anjìir si boss,gercep ae!"


Goda teman teman Bara.


"Awas Bar,gue mau makan."


Titah Keyna saat pesananya baru datang.


Mie kenyal dengan kuah daging ayam,plus dengan saus dan sambalnya yang seabreg itu tentu saja langsung membuat napsu makan Keyna meningkat.


"Iya iya beb,makan yang banyak biar baby kita sehat."


Celetuk Bara sambil cengengesan.


"Njirrr,waniannn!"


"Acieee,si obos."


Goda para teman teman Bara.


"Bacot."


Ketus Keyna,sambil mulai menikmati mie ayam nya.


"Makanya gak usah buru buru beb,gue akan minta kok."


Ucap Bara sambil menyeka peluh di pelipis Keyna akibat kepedasan.


"Siapa yang minta loe buat-"


Belum sempat Keyna menyelesaikan ucapanya,sebelum sebuah suara mengintrupsi,membuat nafsu makanya hilang seketika.


"Saya suruh kamu berdiri di depan kelas.Bukanya pergi kekantin dan pacaran disini."


Intrupsi pemilik suara barithon menyeramkan tersebut.


Melihat ekspresi pria bermanik hitam tajam itu,semua orang terkatup diam.


"Kamu,keruangan saya setelah ini."


Titahnya datar sambil berlalu,membawa sejuta aurra menyeramkan yang melekat pada dirinya.


'Kamu? Maksudnya gue nih?'


**


TBC


Gimana Readers,ada yang mau kasih saranya??


Belom ada ya?? yaudah,aku tunggu ya😊😊


Sukabumi 30 Maret 2020

__ADS_1


21.52


__ADS_2