
Di lain tempat...
Seorang pria dengan wajah tampan dan berkarisma itu sedang berjalan masuk ke dalam kantor tersebut. Para karyawan yg melihat nya pun langsung saja sedikit menunduk kan kepalanya. Ya pria itu adalah Kenzo Pratama, CEO sekaligus pemilik perusahaan itu. Dengan gaya angkuh + datar nya membuat para karyawan dikantor itu terpesona akan ketampanan atasan mereka.
Kenzo masuk kedalam ruangan nya dan di ikuti oleh sekertaris nya.
"Bacakan agenda hari ini"ucap Kenzo dengan datar.
" Baik pak, hari ini anda ada meeting di cafe senja sebelum makan siang, dan di lanjutkan dengan meeting dengan para pemegang saham perusahaan jam 3 sore pak" ucap Friska sekertaris nya.
" Baiklah siap kan bahan untuk meeting hari ini dan kamu boleh kluar" ucap nya datar.
" Baik pak, saya permisi" ucap Friska dan di anggukan oleh Kenzo.
Tidak di pungkiri oleh Friska, dia juga terpesona kepada atasan nya itu, bahkan sudah menaruh hati nya kepada Kenzo. Namun Friska tidak ada keberanian untuk mengungkapkan nya, mengingat atasan yg begitu dingin terhadap karyawan nya, dan tidak pernah dekat dengan wanita mana pun.
Ditempat Ara...
" Huhh!! Apes bat dah gue hari ini, pagi-pagi udh kena siram air, dikampus kena hukuman bahkan sampe gak ikut matkul ( mata kuliah ) Harini heehh!!!" Ucap putri membuang nafas nya dengan kasar.
" Siapa yg nyiram Lo pagi-pagi gitu put?" Tanya Bianca pada putri.
" Noh ibu kost gue mana ketawa nya paling kenceng banget lagi" ucap putri menatap kearah Ara. Sedangkan Ara yg ditatap hanya menaikkan bahu nya sambil memakan makanan yang di pesan nya.
" Wah Lo di siram sama Ara put hahahaha, maka nya putri lain kali kalo Lo tidur tu jangan kaya kebo lah hahhah" tawa Bianca pecah saat mendengar ucapan putri.
Putri yg mendengar Bianca tertawa pun menatap nya dengan tajam.
" Hehe bencana kali put" ucap Bianca yg masih berusaha menahan tawa nya.
Ara yg sedang makan tiba-tiba menatap kedua sahabat nya itu dengan intens. Bianca yg sadar sedang ditatap pun bertanya kepada Ara.
__ADS_1
" Napa dah Ra ngeliat nya gitu amat Lo" ucap Bianca sambil memakan makanan nya.
" Bantuin gue nyarik kerjaan yahh please!!" Ucap ara dengan puppy eyes nya, membuat kedua sahabat nya melongo melihat kelakuan Ara.
" Kagak cocok muka Lo kayak gitu Ra, eneg gue ngeliat nya" ucap putri membuat Ara mencabik kan bibir nya.
" Lo serius Ra mau kerja? Gimana klo lo kerja di perusahaan bokap gue aja, ntar gue deh yg ngomong sama bokap gue" ucap Bianca yg mendengar Ara ingin mencari kerjaan.
" Jangan di perusahaan bokap Lo deh bi, gk enak gue sma bonyok Lo, gue udh sering banget ngerepotin bonyok Lo" jawab Ara
" Elahh santai aja kali Ra kayak sma siapa aja Lo, tapi Lo serius gk mau kerja di perusahaan bokap gue Ra? Tanya Bianca pada Ara. Dan di jawab anggukan kecil oleh Ara
" Trus Lo mau kerja dimana Ra? Mau kerja apaan Lo? Bonyok Lo udah tau belum kalo Lo mau kerja?" Ucap putri yg sedari tadi hanya diam menyimak saja.
" Elahh Lo kalo mau nanya gak bisa apa satu-satu, bingung gue mau jawab yg mana dulu" ucap Ara pada putri yg cengengesan menunjukkan deretan gigi ny.
" Gue juga gak tau mau kerja dimana makanya gue minta bantuan kalian, dan gue juga mau kerja apa aja yg penting ada cuan nya, dan yg terakhir bonyok gue gak tau kalo gue mau kerja dan jangan sampe mereka tau dari kalian. Ucap Ara tegas.
pasal nya ayah Ara melarang Ara untuk bekerja walaupun berbagai alasan. bahkan pernah saat Ara izin untuk mencari pekerjaan nya dengan alasan tidak ingin menyusahkan mereka, Ara bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. namun hal itu membuat sang ayah marah hingga mendiami Ara. ayah Ara mendiami Ara hingga satu Minggu, Ara yg tidak tahan jika harus berdiaman dengan orang tua pun terpaksa berhenti bekerja dan meminta maaf kepada sang ayah.
" Kenapa sih Ra Lo gak kerja di perusahaan bokap gue aja" tanya Bianca pada Ara.
"Heehh gue udh terlalu banyak nyusahin keluarga kalian, bukan nya gue gak mau kerja sama bokap Lo tapi gue pengen mandiri bi" ucap Ara, kedua sahabat nya hanya bisa mengikuti permintaan Ara saja.
"Dan ingat jangan sampai bonyok gue tau kalo gue kerja disini, cukup Lo berdua aja yg tau" tegas Ara pada sahabat nya dan di jawab anggukan oleh mereka berdua.
Ya, orang tua Bianca memang mempunyai perusahaan, bahkan perusahaan keluarga Sanjaya termasuk perusahaan yg besar karena menempati posisi ke 10 perusahaan terbesar di Asia. Tetapi tidak ada yg tau kalo Bianca adalah putri semata wayang keluarga Sanjaya, karena Bianca selalu menutupi identitasnya. Hanya orang terdekat yg tau kalo Bianca adalah calon penerus dari perusahaan Sanjaya company corp, perusahaan yg bergerak dalam bidang properti dan perhotelan itu.
"Yaudah main ke apartemen gue kuy" ucap Bianca pada kedua sahabatnya itu dan mendapat anggukan dari keduanya.
Setelah 1 jam perjalanan mereka tiba di apart Bianca, putri yg langsung merebahkan tubuhnya dan Ara yg berjalan menuju dapur untuk mengambil minum untuk nya dan Bianca, mereka memang sudah sering bermain ke apart Bianca tak jarang mereka menginap disana bahkan papa Bianca sudah menyuruh Ara untuk tinggal bersama dengan Bianca, tetapi Ara menolak tawaran papa Bianca dengan alasan ingin mandiri. Papa Bianca hanya bisa pasrah saja dan menjaga mereka dari kejauhan saja.
__ADS_1
" Bi gue keluar bentar yah, gk lama kok" ucap Ara pada Bianca dan di anggukan saja oleh Bianca. Jangan tanyakan putri sekarang, karena dia sedang berapa di alam bawah sadar nya😅
Disini lh Ara sekarang disebuah taman yg sering ia datangi bersama sahabat nya atau hanya sendiri, Dy duduk di salah satu bangku taman itu dan menatap danau buatan yg ada di taman itu. Ya Ara memang suka pemandangan yg seperti ini, setelah lelah dengan tugas-tugas kampus nya Ara biasa nya menenangkan pikiran nya disini, taman yg tak jauh dari apart Bianca, rumah putri atau pun kost nya Ara. Karena emang dari dulu mereka bertiga selalu bersama, yah putri mempunyai rumah dijakarta karena dulu keluarga putri pernah tinggal di Jakarta sebelum pindah ke kota Medan. Dan sekarang putri kembali lagi ke Jakarta untuk meneruskan pendidikan nya, berbeda dengan Bianca dan Ara. Ara dan Bianca memang berasal dari kota medan. hanya saja orang tua Bianca sering pergi ke luar kota atau pun ke luar negeri melakukan perjalanan bisnis nya.
Setelah dirasa cukup, putri berjalan keluar taman dan menuju ke minimarket untuk
membeli cemilan dan keperluan lainnya.
Saat sedang berjalan putri tidak sengaja menabrak seorang pria. Ara yg kehilangan keseimbangan nya pun terjatuh, untung saja pria itu dengan cepat menarik pinggang Ara sehingga Ara tidak jatuh dan memeluk pria itu.
" Lah kok gue berasa melayang yah, perasaan gue tadi jatoh lah" ucap Ara yg masih menutup mata nya..
" Udah ngomong nya, masih belum puas meluk saya" ucap lelaki itu sontak saja Ara membuka mata nya, dan " aaaaaarrgghhh lepasin gue, wah Lo mau modusin gue ya," ucap Ara yg memberontak dari pria itu, pria itu yg mendengar ucapan Ara langsung saja melepas nya dan yah Ara mendarat sempurna di atas tanah dengan tangan yg sedikit terluka,
" Aaww kok di lepasin sih sakit tau" ucap Ara berdiri dan menatap pria tersebut.
" Anda sendiri yang menuduh saya mau modusin anda nona" ucap nya dengan datar.
Ara yg mendengar ucapan pria itu sebenarnya sudah menahan malu nya, tetapi tidak di perlihatkan oleh nya, dan masih menuduh pria itu, " udah deh Lo ngaku aja, Lo mau modusin gue kan secara gue ini cantik ekan. Tapi mon maaf aja ni ya gue bukan cewek murahan kayak yang diluaran sana" ucap Ara dengan PD nya. Pria itu pergi begitu saja meninggalkan Ara yg sedang marah-marah, " woy tanggung jawab Lo udh buat gue jatuh, awas ya Lo kalo jumpa gue lagi ku bejek-bejek tu muka Lo" ucap Ara marah.
( heran deh sama Ara kan Dia yg salah, lah kenapa dia yg marah 😒).
-
-
-
-
bersambung....
__ADS_1
*maaf masih banyak typo.......
happy reading*!!!!!!