My Bos My Boyfriend

My Bos My Boyfriend
chapter 49


__ADS_3

..."bukan tentang fisik nya yang menjadi alasan untuk tetap bertahan, tetapi hati nya bisa menghargai perasaan pasangan nya"...


"Oh ya ampun sayang, uang segitu tu gak bakalan menguras kekayaan aku, lagian kamu gak pernah mintak yang aneh-aneh, heran aku lihat kamu" gemas kenzo mencubit pelan hidung Ara


"Iya tapi gak harus semahal itu juga Kenzo!! Kamu mau hambur²in uang kamu? Asal kamu tau masih banyak diluar sana yang banting tulang mencari sesuap nasi, lah kamu malah enak enakan buang² duit" balas ara


"Sayang!! Dengan harga segitu masih terbilang murah, hanya 20 juta saja loh" enteng Kenzo, Ara melotot mendengar Kenzo yang berkata 'hanya 20 juta'


"Hanya kamu bilang? Uang segitu tu udah bisa buat nyicil motor baru zo" kesal Ara


"Yaudah nanti aku beliin kamu motor baru yah" jawab kenzo semakin membuat Ara kesal


"Gak usah buang buang duit, kamu emang gak mikir kedepannya nanti gimana? Gak selama nya hidup kita selalu di atas zo belajar lah untuk tidak boros, emang kamu mau nanti anak kamu ngikutin jejak kamu yang boros gitu? Yang semau nya aja mau beli apa aja, tanpa tau apa fungsi nya? Mau kamu? Ucap Ara menasihati kenzo, seperti sedang menasihati seorang anak kecil


"Sayang, udah yah gak papa! Semahal apa pun itu kalo untuk kamu aku akan usahain" ucap kenzo menjeda ucapan nya "kita udah lebih dari setahun Lo pacaran tapi kami gak pernah minta apa² sama aku, dengan ponsel yang harga segitu itu gak sebanding sayang.. udah yah jangan di tekuk lagi wajah nya aku gak suka," lanjut Kenzo


"Iya zo aku ngerti, tapi aku gak mau di cap wanita materialistis, apa lagi hubungan kita hanya sekedar pacaran, gimana nanti kalo udah nikah" jawab Ara memelan kan kalimat terakhir nya


"Ohh pacar nya Kenzo mau segera dihalalin ya? Yaudah nanti setelah papa kamu pulang aku janji bakalan ngelamar kamu deh" pipi Ara memerah mendengar tutur kata yang keluar dari mulut Kenzo


"Ih apa sih" alibi nya


"Aku seriu-"


Ucapan Kenzo harus terpotong karena dering panjang milik nya.


"Sebentar sayang, aku angkat telpon nya dulu" ucap kenzo


Ntah apa yang menjadi perbincangan Kenzo dengan orang yang didalam telpon itu, yang pasti raut wajah Kenzo lebih serius saat sedang berbicara di telepon


Ara menyadari akan hal itu, tetapi Ara lebih memilih untuk berdiam diri sebelum Kenzo mengatakan ada apa, karena dalam pikiran Ara tidak semua privasi tentang Kenzo itu harus di publish. Apa lagi dia hanya sekedar kekasih Kenzo.


Setelah selesai berbicara lewat telpon, Kenzo menggandeng Ara dan keluar dari dalam mall itu.


"Sayang" panggil kenzo saat mereka sudah berada di dalam mobil


"Kenapa hm?" Tanya Ara dengan lembut

__ADS_1


"Besok kamu gak mau ikut aku ke Jakarta? Kan waktu cuti kamu cuma 4 hari doang ay" ucap Kenzo


"Ia aku besok ikut kamu" jawab Ara dan diangguki oleh kenzo


Setelah pembicaraan itu tak ada lagi percakapan di antara kedua nya, mereka sama sama diam, Ara yang sibuk menikmati suasana jalan dan kenzo yang sibuk dengan pikiran nya ini.


**


"Hallo bos" ucap seseorang dari telpon


"Gimana udah beres kan? Gue harap Lo bawa berita bagus dan gue gak mau Lo kecewain gue" jawab orang yang ditelpon itu


"Beres bos, semua nya sesuai dengan rencana" balas nya


"Bonus Lo udah gue kirim"


Tut..


Lain tempat tepat nya di apartemen Kenzo, dua orang pria tengah duduk berdua dan membahas sesuatu yang terlihat sangat penting. Yah Kenzo dan Ara telah tiba di Jakarta pagi tadi sekitar jam 10 pagi, sebenarnya Ara tidak ingin terbang ke Jakarta pagi ini, mengingat mama Riska yang belum sepenuhnya pulih, tapi karena penjelasan Kenzo yang memang mengharuskan mereka berangkat pagi-pagi tadi, dan mengingat Ara adalah asisten pribadi Kenzo pun hanya bisa pasrah mengikuti Kenzo sebagai atasan nya.


(Back to topik)


"Saya ada nemuin sebuah kalung bandul tak jauh dari tempat kejadian tuan! Tapi saya rasa itu sengaja dijatuhkan untuk mengelabuhi orang tuan" jelas Heri orang suruhan Kenzo itu,


" Apa itu salah satu dari rencana nya?" Tanya Kenzo lagi


"Saya rasa begitu tuan! Bahkan dia sengaja memprovokasi semua orang agar menarik saham mereka di Ardiansyah grup tuan. Mungkin sebentar lagi tuan akan mendengar keluhan dari tuan Aditya" ungkap Heri


"Aditya? Mengapa harus dia? Bukan kah ini seharusnya tidak ada sangkut pautnya dengan mereka berdua? Lalu kenapa mereka berdua terlibat?" Heran kenzo


"Begini tuan! Dia menyangka bahwa selama ini hanya tuan Rafa dan juga tuan Adit saja lah kerabat dekat anda, maka dari itu lah dia menggunakan itu sebagai kelemahan Anda, sebenarnya rencana yang seperti ini sudah sangat umum digunakan tuan. Hanya saja strategi mereka berbeda, maka dari itu saya sangat mudah untuk memahami nya tuan " jelas Heri


"Lalu bagaimana dengan Ara?" ~kenzo


"Sejauh ini mereka belum menyadari kehadiran nyonya muda Ara, maka dari itu saya saran kan untuk menyembunyikan nyonya Ara untuk sementara tuan, mungkin tuan bisa membicarakan ini kepada tuan Rafa, tuan Aditya dan juga yang lain nya tuan"~ Heri


"Baiklah saya mengerti, terus lah awasi dia jangan sampai lengah laporkan semua nya tentang pergerakan nya, apa kamu mengerti?" Ucap kenzo

__ADS_1


"Mengerti tuan, kalo begitu saya permisi tuan" ucap Heri dan pergi meninggalkan apartemen kenzo


Setelah kepergian Heri, Kenzo melamun memikirkan bagaimana dia akan bercerita kepada kedua sahabat nya. Sungguh kasus ini lebih memusingkan dari pada harus bertemu klien yang banyak mau nya. Kenzo memijat pangkal hidung pelan.


"Huff tu hama ngapain sih pake muncul segala? Apa sih mau nya" heran kenzo


***


Sementara di perusahaan Ardiansyah grup keadaan yang semula memburuk kini semua nya sudah mulai membaik, dan berjalan seperti biasa nya. Ntah angin apaa yang membuat para investor kembali menanam kan saham nya, padahal sebelumnya mereka kekeh untuk mencabut saham nya.


Rafa menghela nafas nya lega, satu masalah sudah selesai walaupun dia masih bingung mengapa mereka kembali manaruh kepercayaan nya padahal sebelumnya mereka bersikeras tidak akan pernah mempercayai Ardiansyah grup lagi.


Tak ingin ambil pusing dengan masalah yang ada, kini Rafa hanya terfokus dengan perkembangan perusahaan nya dan juga kekasih hati nya, Bianca.


"Raf" panggil bianca, Rafa yang mendengar suara Bianca pun langsung menghentikan kegiatan nya


"Eh kenapa by? Kamu kok tumben masuk gak ketok pintu dulu?" Tanya Rafa


"Lah aku udah dari tadi ngetik pintu kmu sayang, tapi gak ada respon yaudah aku masuk aja" jawab bianca


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung....


__ADS_2