My Bos My Boyfriend

My Bos My Boyfriend
chapter 41


__ADS_3

..." Kamu boleh menyebut nya dalam doa mu, tapi kamu juga harus bisa menerima nya ketika dia bukan takdir mu "...


Jam istirahat makan siang pun tiba, Kenzo menyuruh Ara untuk datang keruangan nya.


Tak lama suara ketukan pintu pun terdengar


Tok tok tok


"Masuk" jawab Kenzo dari dalam


"Permisi pak, ada apa yah bapak memanggil saya kesini"? Tanya Ara


" Kamu ikut saya makan siang hari ini dan kita akan membahas proyek yang kamu kerjakan" datar kenzo dan diangguki oleh Ara


Mereka berdua pun keluar dari ruangan itu dan menuju ke parkiran tempat Kenzo memarkirkan mobilnya.


Saat dalam perjalanan Kenzo melihat penjual rujak buah di sembarang jalan, saat itu juga Kenzo memberhentikan mobilnya.


"Pak kita ngapain berhenti di pinggir jalan kaya gini"? Tanya Ara penasaran


"Saya ingin membeli rujak buah itu, kenapa? Kamu mau juga?" Ucap kenzo


"Gak usah deh pak?" Tolak Ara


Kenzo pun keluar dari mobil dan ingin menyebrang jalan.


Tiba-tiba ada sebuah mobil truk yang melintas dengan kecepatan tinggi. Ara yang melihat itu pun langsung berteriak


"KENZO AWAAAASS!!!!"


Brakk!!!


Seketika tubuh Ara melemas saat melihat tubuh Kenzo yang terpental jauh dan bersimbah darah, yah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi itu pun menabrak tubuh Kenzo.


"Zo" lirih Ara


Dia pun segera berdiri dan menghampiri Kenzo, namun sebelum itu dia sudah menghubungi ambulans terlebih dahulu.


Ara meraih kepala Kenzo dan di letakkan nya di paha nya,


"Zo bangun, gue mohon"lirih Ara


Kenzo yang belum sepenuhnya tidak sadar kan diri pun sayup sayup mendengar suara Ara, tanpa di sadari Ara Kenzo tersebut ke arah nya.


Tak lama ambulans pun datang dan membawa Kenzo kerumah sakit terdekat,

__ADS_1


Saat di depan ruangan UGD Ara dilarang masuk oleh perawat dan bidan yang menangani kenzo


"Maaf mbak, mbak nya tunggu diluar aja yah. Biar mas nya kami tangani" ucap perawat itu ara hanya mengangguk mengiyakan perkataan suster itu.


Ara mengeluarkan hp dan menghubungi putri dan juga Bianca, tak lupa juga Ara mengabari kedua sahabat Kenzo. Jujur Ara saat ini tidak tau harus berbuat apa selain berdoa


Setelah mengabari sahabatnya, Ara pun tak lupa untuk mengabari orang tua nya.


"Halo mah" lirih Ara saat telpon itu tersambung


"Hai sayang, kamu kenapa? Kami sakit? Kok suara kamu kaya habis nangis gitu nak" tanya mama Riska


"Mah, kenzo mah kenzo" seketika tangisan Ara kembali pecah mengingat bagaimana kejadian yang terjadi tepat di depan mata nya


"Dia kenapa sayang? Coba kamu tenangin diri kamu dulu?


"Kenzo kecelakaan mah, dan sekarang dia lagi ditangani oleh dokter mah. Ara takut mah Ara takut"


"Yaudah yaudah sekarang kamu tenang ya nak, Kenzo gak bakalan kenapa-kenapa, percaya sama mamah. Lebih baik sekarang kamu ambil wudhu dan sholat, berdoa dan minta pertolongan sama Allah " Ara mengangguk mengiyakan ucapan sang mamah


"Ia mah, yaudah Ara matiin dulu ya tlvon nya


Seorang lelaki memakai jas berwarna putih menghampiri Ara,


"Maaf nona, apakah anda salah satu dari keluarga dari pasien?" Tanya dokter itu


"Maaf nona, benturan di kepala korban terjadi sangat kuat. Sehingga mengakibatkan pendarahan di otak nya. Korban juga kehilangan banyak darah, beruntung di rumah sakit ini masih ada stok darah yang sesuai dengan darah pasien. Sejauh ini kondisi pasien sangat memperhatinkan. Kami akan melakukan tindakan operasi untuk menghentikan pendarahan di otaknya, dan juga melakukan transfusi darah. Namun sebelum itu anda harus menandatangani surat persetujuan dan membayar admistrasi nya secepat mungkin. Agar kami melakukan tindakan lebih lanjut nona" ucap sang dokter


"Lakukan yang terbaik dok, dan saya mohon selamat kan nyawa nya" mohon Ara


"Baik lah nona, kami akan melakukan yang terbaik, jadi saya mohon untuk segera menandatangani surat persetujuan nya nona " Ara mengangguk saja mengangguk mendengar penuturan dokter yang menangani kenzo.


"Baiklah saya permisi nona"lanjut dokter itu


Setelah kepergian dokter itu, ada terduduk lemas di bangku yang tersedia.


*Yaallah selamat kan lah nyawa nya* batin Ara


Tak lama teman teman Ara dan kenzo datang dan menanyakan kabar Kenzo namun bibir Ara seakan berat untuk mengatakan nya.


"Raa gimana kabar Kenzo? Dari baik baik aja kan Ra" tanya Rafa Ara hanya bisa menggelengkan kepalanya


" Maksud Lo gimana Ra" tanya Rafa


Tak ada jawaban dari Ara, membuat kedua sahabat Kenzo itu pun merasa cemas,

__ADS_1


"Raa jawab gue gimana keadaan Kenzo" bentak Adit tak sadar


Air mata Ara kembali jatuh tanpa seizin nya


"Gue boleh nitip jaga Kenzo bentar gak? Gue mau ke bagian admistrasi nya dulu" ucap Ara pergi meninggalkan mereka tanpa mendengarkan persetujuan dari mereka


Setelah kepergian Ara, tak ada satu pun dari mereka yang membuka suara, semuaarit dalam pemikiran masing-masing. Hingga tangan Bianca terulur untuk mengelus puncak kepala Rafa


"By" panggil Bianca


"Kenzo gk papa kan by?" Tanya Rafa


"Kita berdoa aja yah semoga gak kenapa kenapa, lagian kan kita juga belum tau kondisinya Kenzo gimana" ucap Bianca lembut dan berhasil menenangkan hati Rafa.


Skip.....


Setelah menjalankan Opera dan melakukan transfusi darah, kini Kenzo sudah melewati masa kritis nya, namun lagi lagi Ara harus menerima kenyataan bahwa Kenzo dinyatakan koma.


Kini kenzo sudah berada diruang rawat VIP, itu pun karena permintaan Rafa dan Aditia yang menginginkan Kenzo dirawat di ruangan itu, dan karena fasilitas di ruangan itu pun lebih lengkap. Dan Ara hanya mengiyakan perkataan kedua orang itu, toh itu juga demi kebaikan Kenzo.


Tak terasa sudah 3 hari ini Kenzo dirawat di rumah sakit itu, dan belum ada tanda tanda Kenzo akan sadar dari koma nya. Ara dan yang lain nya pun terus saja mengunjungi Kenzo, oh tidak lebih tepat nya ke empat anak manusia itu saja, siapa lagi jika bukan rafa, Adit, Putri, dan bianca. Ara? Sudah pasti Ara selalu berada di dalam ruangan Kenzo itu, dia tidak ingin meninggalkan Kenzo barang semenit saja. Capek? Lelah? Itu lah yang dirasakan Ara, namun melihat wajah tenang Kenzo saat menutup mata seperti saat ini, seketika letih yang dirasakan menghilangkan. Dan semua kebutuhan Ara sudah diurus oleh kedua sahabat nya.


"Zo udah 3 hari kamu tertidur seperti ini, apa kamu gak capek zo tidur Mulu? Kamu gak kangen sama aku? Ia ia aku sadar aku udah kelewatan batas waktu itu Memutuskan hubungan secara sepihak, jujur aku gak mau lihat kamu kaya gini, aku sakit zo lihat kamu terbaring lemah kaya gini. Kamu udah gak sayang yah sama aku? Huhh kamu jahat zo


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung!!!!!


__ADS_2