My Bos My Boyfriend

My Bos My Boyfriend
chapter 47


__ADS_3

Kini mereka semua sudah berada di dalam kamar mama Riska, bianca dan putri langsung berlari memeluk mama Riska. Ntah lah mereka berdua memang sangat menyayangi mama Riska. Mungkin perlakuan mama Riska dan juga papa Hasan yang tidak membedakan mereka bertiga, itu mungkin menjadi alasan untuk mereka menganggap orang tua Ara sebagai orang tua mereka juga.


Riska yang menyadari kehadiran mereka pun terbangun, namun sebelum itu putri melarang nya, dan menyuruh Riska tetap berbaring


"Udah Tante baringan aja, Tante belum pulih" larang putri diangguki bianca."


"Tante gak papa kok sayang" balas Riska tersenyum


Sedangkan itu Rafa mendekat ke arah Ara dan membisikkan sesuatu


"Ra itu Lo gak cemburu apa? Nyokap Lo diambil mereka berdua noh!" Bisik rafa


"Ya gak lah, udah sering kali kita begitu, gue juga kalo sama bonyok mereka kaya gitu juga" balas Ara santai


Kenzo langsung menarik pinggang Ara posesif


"Gak usah dekat dekat sama mantan playboy ay" tegas kenzo


"Mulut Lo sembarangan aja kalo ngomong, gue udah tobat yah" kesal Rafa yang tidak terima dengan ucapan kenzo.


"Kenzo posesif banget kan Tan hihi" bisik Bianca


"Ia Tan, tau gak tadi malam pas dia tau kalo ada kecelakaan pesawat, seketika otak nya ngeblank mendadak gak bisa mikir, padahal kan putri udah bilang kalo Ara itu gak bakalan kenapa Napa, tapi dia nya aja yang ngeyel" adu putri masih dengan berbisik.


"Segitu nya Kenzo sama Ara yah?" Tanya Riska mengelus rambut kedua gadis itu.


" Ia Tan, bahkan kalo udah bucin gak tau tempah, apa lagi noh anak Tante yang satu lagi, putri aja kadang kesel ngeliat nya" jawab putri


"Itu mah derita Lo yang jomblo" celetuk Bianca


"Hhahah, putri kenapa gak coba cari pasangan aja? Apa masih berharap sama seseorang?" Tebak Riska.


"Putri gak mau pacaran dulu Tan, kalo ada yang serius langsung gas aja ke pelaminan, putri udah teroma sama yang nama nya pacaran " keluh putri


Mereka terus Saja berbincang-bincang tanpa menghiraukan Ara dkk yang setia mendengarkan celotehan mereka,


Catat walaupun mereka berbisik tapi masih kedengaran oleh Ara dan yang lainnya.


"Nak Adit jugak gak terlalu buruk put, emang gak mau coba buat ngambil hatinya" ~ mama Riska


"Haduh tan, modelan curut kaya dia Tante bilang gak buruk? Tante gak tau aja kalo tu orang ngeselin nya minta ampun" ~ putri


Sedangkan orang yang menjadi topik perbincangan mereka pun membulat kan bola matanya, apa apaan orang seganteng Adit dikatain curut, jatuh sudah harga diri Adit di mata mama Ara.

__ADS_1


"Eheem, siapa yang Lo bilang curut?" Perkataan Aditia sontak membuat putri bungkam, oh salah mereka mengghibah di depan orang nya.


"Eheem! Gak ada yang ngatain Lo curut!" Bela putri


"Tapi tadi putri bilang kalo Adit itu curut, Tante juga tadi dengar kok kalo putri ngomong kaya gitu, yakan Tan?" Ujar bianca, putri tercengang mendengar perkataan dari bibir bianca itu, lancar sekali Bianca berkata seperti itu,


"Heh Lo bisa jaga rahasia gak sih bi, heran gue lihat Lo. Lo itu kelewat polos atau gimana dah" kesal putri


"Weh gak usah marahin baby Bianca juga dong put" ucap Rafa yang tidak terima Bianca disalahkan oleh putri


"Udah udah, gak usah pada berantem. Kalian mau cemilan apa biar Tante siapin?" Lerai mama Riska


"Gak usah Tante" kompak mereka semua menjawab


"Mamah istirahat aja dulu mah, mereka biar Ara yang mengurus nya" tumpah Ara


**"


Sejak tadi Kenzo terus menempel pada Ara, seperti sekarang ini, saat mereka semua berada di ruang tv, Kenzo yang menyandar kan kelapa ny di pundak Ara dan tidak memberikan celah sedikitpun untuk Ara bergerak. Hal itu tentu saja membuat yang lain nya hanya bisa mendengus kesal karena kelakuan pasangan bucin itu.


"Perasaan dulu Lo gak kaya gini deh zo" gumam Rafa yang masih didengar oleh mereka


"Tau tuh, mana nih yang katanya CEO Pratama corp yang dingin + datar? Kagak ada dingin dingin nya kalo lagi sama Ara heran gue" sindir putri


"Lo jomblo Lo diam" bela Adit


"Gue udah ngaca, dan gue ganteng gue diam" ucap nya datar, mereka yang mendengar itu hanya bisa tercengang pasal nya Aditya yang mereka kenal tidak pernah se narsis ini


"Sejak kapan bapak aditya virendra Wijaya bisa senarsis ini?" Heran Rafa


"Gue emang ganteng, yang iri mending diam" ucap nya berhasil membuat mereka melotot


"Mau gue cucuk tu mata Lo satu satu" sinis nya


"Berani Lo sama gue?" Dingin kenzo dibarengi tatapan tajam nya


"Ye ya gak lah" pasrah nya, mereka yang mendengar nya lun sontak tertawa


"Pacar gue dilawan" bangga Ara sambil mengelus puncak kepala Ara


"Jijik gue Ra sumpah" ucap putri menampilkan wajah ingin muntah nya.


"Bilang aja putri iri sama keuwuan kami ya gak Ra" timpah bianca yang ikut mengejek putri, ih sungguh hari yang sangat menyebalkan untuk putri. Bagaimana tidak sedari tadi dia hanya menjadi bahan ejekan oleh para sahabat nya

__ADS_1


"Dalah gue cantik gue cantik gue diam" ucap putri kepedean


"Najis" serentak mereka semua dan mereka tertawa bersama


Hari ini mereka habis kan untuk becanda dan tertawa bersama, hingga tak sadar hari yang mulai sore, mereka tersadar ketika mendengar suara dering panjang milik Rafa.


Mereka memberhentikan tawa dan candaan nya saat Rafa mengangkat telepon nya


"Halo"


"..."


"


"APA!! kenapa bisa terjadi?"


"..."


"Huff ok baiklah saya akan segera kesana tolong kamu urus hingga saya tiba di sana"


Tut.


Rafa menghela nafas nya panjang setelah mematikan sambungan telepon nya. Terlihat guratan menahan amarah di wajah Rafa. Ntah apa yang dikatakan oleh karyawan nya itu sampai bisa membuat seseorang Rafa menahan murka nya saat ini.


"Maaf semua nya gue harus balik ke Jakarta sekarang" ucap Rafa datar


"Sebenarnya ada apa sayang? Kok kamu kaya gelisah gitu?" Tanya bianca mencoba untuk nenangin sang kekasih nya


"Nanti aku jelasin by, sekarang kamu bersiap dan pamitan ke Tante Riska. Ada masalah di perusahaan" jawab Rafa selembut mungkin


Sedangkan Kenzo dan yang lain nya hanya diam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi terlebih ini adalah masalah perusahaan Rafa. Walaupun khawatir dengan keadaan Rafa saat ini sebisa mungkin mereka tidak ikut campur.


"Raf gue ikut, gue juga ada masalah kecil di cafe gue" timpah Aditya hanya dijawab anggukkan kecil saja oleh Rafa


"Pakai jet pribadi gue aja raf, biar lebih cepat" usul Kenzo


"Bentar, gue suruh sekertaris gue dulu buat siapin semua nya" lanjut Kenzo


...----------------...


.


.

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2