My Boss It’S Duren ( DUDA KEREN )

My Boss It’S Duren ( DUDA KEREN )
Eps 1.


__ADS_3

Zahra kira-kira begitu nama panggilanku, gadis berumur 19 tahun dan tidak melanjutkan pendidikan lagi.


Kata Mama aku harus membantu mengurus kosan nya disini.


Ketika aku berumur 18 tahun, aku mengenal seorang pria tinggi, tampan dan anak musik.


Dia jago bermain gitar.


Andra nama nya.


“ Pagi, gimana? Kapan mau byar kos nya?.”


“ Besok pagi ya bu.”


“ Ya udah, besok langsung ingetin saya lagi ya.”


Ngomong-ngomong mereka selalu memanggil dengan sebutan Bu.


Padahal kan kita semua seumuran disini.


2021.


Saat itu, aku sedang sibuk bermain aplikasi datting app.


Sedang sibuk mencari calon menantu untuk Mama.


Tapi tidak ku temukan sampai …


Aku melihat salah satu story pria tampan itu di sosmed.


“ Lucunya..”


Tidak lama, pria itu membalas pesanku.


Entah mengapa kita terus melanjutkan chatting dan aku memutuskan untuk menghapus datting app itu.


Di bulan oktober, kami memutuskan untuk bertemu pertama kali.


Aku berharap dia tidak berekspetasi tinggi tentang wajahku, karena aku tidak secantik wanita-wanita di sekitarnya.


20.00 malam.


Ia baru saja turun dari motornya.


Andra memakai kemeja dan topi coklatnya.

__ADS_1


Sesekali ku memandangi dia secara diam-diam.


“ Mau pesan apa? Zahra?.”


“ Di samain aja sama kamu.”


Andra memulai percakapan dengan bertanya bagaimana kabarku dan kegiatan ku sekarang seperti apa.


Suasana malam itu canggung sekali, tempat itu ramai dengan orang-orang.


Ia duduk tepat di depanku, sesekali Andra tersenyum dan memainkan handpone nya.


“ Apa dia mengharapkan bertemu dengan perempuan cantik?.”


“ Maaf aku tidak secantik perempuan lain.”


Aku terus berbicara kepada diri sendiri.


Setelah lama berbincang-bincang, aku memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.


Meninggalkan Andra sendiri di supermarket itu.


15 menit kemudian aku menerima pesan singkat.


“ Rumah kamu dimana? Kapan-kapan aku antar pulang.”


1 bulan kemudian, kamu bertemu kembali.


Kali ini dia mengajakku kembali ke tempat yang sama.


Disana, ada beberapa orang yang sudah menunggu.


Aku dengan pakaian seadanya, terlihat tidak pede bertemu dengan orang- orang banyak.


Andra menarik kursi nya dan duduk dekat denganku.


“ Coba tebak ini game nya gimana?.” Ucapnya.


“ Kok aku baru lihat ya game nya, kayak gimana caranya?.”


“ Serius? Jadi caranya itu gini..”


Di depan beberapa orang, aku mencoba sesekali melihat Andra.


Pria ini sangat tampan, sesuai dengan tipe pasanganku.

__ADS_1


“ Aku antar pulang ya Zahra.”


“ Ga usah gapapa, aku naik pesan aja.”


“ Nih pakai Jaket biar ga dingin.”


Aku mencoba menebak-nebak perasaannya Andra waktu itu.


Apakah dia juga tertarik padaku?.


November 2021.


Sore itu aku sedang duduk bersantai di teras depan rumah.


Kebetulan, salah satu dari kerabatnya Andra juga tinggal di dekat sini.


“ Halo Zahra, sebentar malam sibuk ga?.”


“ Engga nih, ada apa Andra?.”


“ Aku mampir ke kamu ya sebentar malam.”


22.00 malam.


Aku mendengar suara ketokan pintu.


Tokkk…tokkk..


Andra, dengan wajah nya yang memerah aku akhirnya bertanya.


“ Andra, kamu gapapa?.”


“ Gapapa.”


Ia kemudian berdiri tepat di depanku dan menatapku cukup lama.


Sampai ketika ada seorang yang mengenalnya..


“ Berpura-puralah menjadi pasanganku.”


“ Apa?.”


Kami bercerita dan menikmati malam itu cuma berdua.


Andra terus memegang tanganku.

__ADS_1


Ku pikir dia juga benar menyukai ku, tapi ketika aku tahu sesuatu.


Perasaanku buyar dan tidak menentu.


__ADS_2