
Aku menyukai Andra sejak pandangan pertama, dia tahu aku tidak cantik dan hanya di bantu dengan beberapa alat makeup saja.
Hari itu dia berkata, Andra menyukai wanita yang natural dan tidak memakai banyak riasan di wajahnya.
Setelah aku mendengar itu beberapa hari kemudian, beberapa alat makeup sudah ku jauhkan.
Dan setelah malam itu, kami terus bertemu kembali dan menjadi akrab.
“ Andra, lagi sibuk ga?.”
“ Kenapa?.”
Entah Andra mengingat kejadian itu atau tidak, tapi aku sangat senang bisa bertemu kembali.
“ Aduh, Andra makasih ya udah mau bantu.”
“ Sama-sama.”
Senyumnya terus memikat.
Pertemuan singkat tapi bermakna, aku mulai mengikuti hampir semua kata yang dia ucap mengenai tipe wanita yang dia suka.
Aku bahkan sudah mengurangi memakai pakaian pendek, tapi ketulusan ku tidak pernah di lihat Andra.
Suatu hari, aku mulai melihat dia memposting salah satu fotoku sosial media nya.
Tapi itu tidak bertahan lama.
Karena setelah itu, Andra kembali memposting foto seorang wanita cantik berambut panjang.
“ Cantik juga pacar barunya.”
Di hari itu, ketika aku melihat pacar baru nya untuk pertama kali.
“ Pantasan saja Andra suka sama dia.”
“ Dia cantik, badan nya juga ideal dan pastinya bukan berambut pendek.”
__ADS_1
Aku terus duduk di depan kaca bertanya apakah aku pantas untuk Andra.
Pekerjaan ku sebagai Ibu kos juga mulai berantakan.
Pikiran ku seakan-akan terbagi menjadi 2 bagian.
Kembali ku melihat sosial media Andra dan wanita itu.
“ Aku tidak bisa menjadi cantik seperti dia.”
Desember 2021.
Kami bertemu untuk kesekian kali nya.
Dia masih tidak berubah.
Gaya bicaranya dan caranya dia memperlakukan wanita.
Di malam ketika Andra datang, aku mencium lagi aroma itu.
“ Sampai kapan dia mencariku hanya ketika dia sedang dalam kondisi seperti ini.”
“ Zahra, kapan kamu akan berencana untuk menikah?.”
“ Aku? Hmm..sepertinya dalam waktu dekat ini.”
“ Itu terlalu cepat, bagaimana kalau kita buat kesepakatan saja.”
“ Mari menikah di usia 25 tahun.” Lanjutnya.
Setiap kata yang di ucapnya, setiap kali dia menemuiku aku tau dia pasti mengingatnya.
Sejak aku terus datang untuk mencari Andra,
Ia terus berusaha untuk menghindar.
Dan aku tidak bertemu dengannya lagi.
__ADS_1
Aku terus mencari kabarnya, tapi yang selalu ku temukan adalah..
“ Perempuan ini cantik sekali, apa aku harus berdandan lagi?.”
Story perempuan cantik itu terus terlihat.
Januari 2022
Awal tahun, aku mulai mengubah penampilan.
Mulai sibuk dengan beberapa kegiatan dan memakai kembali aplikasi datting app.
Aku bertemu dengan orang baru lagi.
Pria itu seorang dokter, Kenneth namanya.
Pria itu berbeda sekitar 9 tahun lebih tua dariku.
Awalnya semua berjalan dengan lancar, kami juga jadi lebih sering bertemu.
“ Pesan terakhir masuk, tapi kenapa ga di balas ya..”
1 minggu kemudian, aku masih terus menunggu balasan dari pesan itu.
* contact telah di blockir *
“ Di ghosting lagi, wajah ku sejelek itu ya..”
Aku kembali ke salah satu caffe tempat Andra biasa pergi, di Caffe aku tanpa sengaja melihat Ia sedang bersama beberapa teman wanitanya.
“ Permisi mba, ini minumannya Mba duduk nya dimana?.”
“ Aku duduknya disini aja Mba, Mba boleh nanya ga?.”
“ Oh, Iya mba. Cowok yang ada disitu udah datang daritadi.”
Aku hanya berani melihat nya dari jauh, dan Andra tetap dengan kebiasaan nya yang lama.
__ADS_1