My Boss It’S Duren ( DUDA KEREN )

My Boss It’S Duren ( DUDA KEREN )
Eps 2.


__ADS_3

Yang namanya hidup, tetap harus di jalani baik dan buruknya.


Tetap harus melihat dan menatap kedepan.


“ Udah selesai ceritanya dek?.”


“ Eh kak, belum nih.”


“ Ya udah saya pergi kerja dulu.”


“ Ini sarapannya tuan..”


“ Gapapa Bi, saya sarapan di kantor aja.”


Dan kenangan itu tetap menjadi kenangan manis yang tetap ada di pikiran ku.


— —


“ Ada yang bisa saya bantu?.”


“ Ga ada mas hehe, aku lagi tungguin temen.”


“ Oh gitu, ya udah kalau perlu bantuan kabarin saya aja.”


Kata Andra yang sambil memegang beberapa perkakasnya.


“ Kirana…”


Terdengar suara teriakan Tya dari mobil.


“ Tya, lama banget..”


“ Aduh iya nih, sorry ya tadi aku lagi berbisnis biasalah.”


Di rumah, aku bercerita tentang Andra kepada Tya.


Tya memperingatkan ku untuk tidak terlalu percaya kepada Andra di kemudian hari.


“ Emang Andra kenapa? Dia baik kan mau nolongin tadi.”


“ Kirana, Kirana, Kirana, gini ya.. Andra itu udah punya calon pacar.”


Aku hanya memberikan sedikit respond dan mengalihkan topik pembicaraan.

__ADS_1


21.00


Aku melihat Andra lagi, dengan beberapa temannya sedang masuk ke rumahnya.


Dan juga seorang perempuan cantik.


Dari balik jendela dapur, dan terus memperhatikan dari kejauhan.


Rumah baru ini sangat sepi, aku melihat beberapa lowongan pekerjaan.


Tapi masih saja tidak ada yang sesuai dengan minatku.


Notifikasi pesan singkat masuk ke handpone..


“ Halo Kirana.”


“ Iya halo, maaf ini siapa ya?.”


“ Aku Caca, masih ingat aku kan?.”


“ Caca?..”


Ku coba ingat kembali, ternyata dia adalah salah satu teman SMA ku dulu.


“ Kamu mau jadi penulis? Yakin Ca?.”


“ Yakin banget 1000%, terus kamu gimana disana?.”


“ Aku ..”


Beberapa hari kemudian Caca mengabarkan kalau dia akan berlibur dan mau menemuiku.


Ku kirimkan nama tempat untuk bertemu.


“ Caca..akhirnya bisa ketemu lagi.”


“ Sista, kamu baik-baik aja kan disini?.”


“ Baik kok.”


“ Kakak kamu gimana? Kalian udah baikkan?.”


“ Soal itu..” aku menggelengkan kepala.

__ADS_1


Kami banyak bercerita tentang sewaktu kami SMA dan memulai percakapan tentang menjadi seorang penulis novel.


“ Sebelum kesini, aku udah buat cerita nya sebagian nih coba kamu liat dulu.” Ucap Caca sambil memberikan laptopnya.


Aku tertarik dengan ceritanya, seperti menggambarkan seorang wanita yang sudah putus asa. karena cinta nya yang tulus telah di permainkan.


“ 4 jempol buat kamu, ajarin dong gimana caranya nulis Ca.”


“ Udah aku duga.”


Sementara kami sedang sibuk mengurus cerita, tiba-tiba ada sebuah band yang beranggotakan beberapa orang mulai memainkan lagu.


Lagu itu berjudul kenangan manis - pamungkas.


“ Selamat malam semuanya, saya akan menyanyikan lagu dari Pamungkas yang berjudul kenangan manis.”


Alunan musik terdengar..


Keesokan pagi nya, aku sedang menikmati pagi hari dengan secangkir teh dan makanan ringan.


Ku lihat dari seberang jalan Andra baru saja akan pergi.


Senyuman manis Andra selalu terbayang.


Dia melihatku sedang duduk di teras dan mengkaklson beberapa kali.


Di waktu yang sama, aku mulai mengetik kata per kata.


“ Non, ada paket.”


“ Dari siapa Bi?.”


“ Bibi belum liat juga non, ini barangnya.”


“ Makasih ya Bi.”


Sebuah paket yang di bungkus rapi di taruh tepat di depan pintu rumah.


Di dalam paket itu ada beberapa barang yang mengingatkan ku kembali dengan masa itu.


“ Gelang? Pengirimnya siapa ya..”


“ Loh ga ada nama nya, kayaknya gelang ini ga asing tapi punya nya siapa ya.”

__ADS_1


Aku menaruh gelang itu di atas meja rias dan kembali membuka barang yang lain.


__ADS_2