
Keesokan harinya, Andra sedang memeriksa dokumen-dokumen yang akan dia tanda tangan.
Tidak lama kemudian pesan singkat masuk ke handpone Andra.
“ Hi Andra, aku tau kamu masih ingat kan sama aku? Yuli pengen ketemu sama papa nya. Tolong jemput Yuli segera aku juga harus berangkat untuk sementara waktu.”
Tokk..tokkk..
“ Permisi pak, meeting untuk besok di batalkan sama perusahaan Top Group.”
“ Baik tidak apa-apa, besok kita akan mulai sibuk.”
Sementara itu aku sedang sibuk berkaca dan memegang rambut.
“ Eh Kirana, kok kemarin ga di angkat teleponku?.”
“ Iya nih sorry ya, sibuk banget kemarin.”
“ Nih makanan dari Mama katanya buat Kirana cerewet.”
Hampir setiap minggu makanan buatan Mama nya Caca pasti selalu dia berikan.
“ Terima kasih, aku selalu ngerepotin.”
“ Ga lah jangan bilang kayak gitu santai aja.”
Pagi ini, pekerjaan ku kembali menumpuk.
Ku pikir setelah Ibu Mariska keluar maka Pekerjaanku juga akan berkurang.
Ternyata aku salah..
Di toilet ketika aku sedang memperbaiki riasan wajahku, aku tanpa sengaja mendengar percakapan karyawan yang lain.
Mereka terus mengatakan kalau Andra adalah pemilik perusahaan paling tampan dan satu-satunya cucu dari pemilik perusahaan tempat ku bekerja.
__ADS_1
“ Sepertinya mereka naksir berat dengan Pak Andra.” Ucap ku dalam hati.
Teeeep..teppp.. bunyi sepatu itu semakin mendekat.
Sinar cahaya seperti menyilaukan, dengan gayanya yang khas dengan menaruh kedua tangan nya di saku celana.
Aku berpapasan dengan Andra.
Semua pandangan tertuju padanya.
Kecuali aku..
Aku mulai sibuk mengetik untuk mengerjakan kembali berkas-berkas itu.
“ Hoaamm..”
“ Selamat siang, maaf mengganggu waktu kalian.”
“ Eh..ehh..”
Andra hanya menatapku dengan tatapan datar tanpa ekspresi.
Andra memberitahu jika meeting yang harusnya segera di laksanakan harus terpaksa di batalkan.
Ini di karenakan dia harus bersiap untuk pergi menjemput Yuli di kampung.
Setelah dia memberitahukan, sekretaris datang untuk menjemputnya.
Mobil itu berjalan laju menuju rumah mantan istrinya.
Yuli dan Ibu nya juga sudah menunggu di depan pintu.
“ Tolong jaga Yuli, aku akan segera kembali. Tapi kalau aku tidak kembali jangan beri hak asu nya pada orang lain.”
Andra hanya tersenyum dan menggendong Yuli yang baru berumur 9 bulan.
__ADS_1
Mantan istrinya hanya menangis dan menunggu mereka pergi.
Kesibukan Andra sebagai seorang Papa pun di mulai.
Dia harus bangun pagi, memberi Yuli sarapan dan bersiap untuk pergi bekerja.
Semua harus dia lakukan sendiri.
Setiba nya di kantor, sekretaris Andra berjalan dengan menenteng 2 tas bayi.
Dan Andra setia menggendong Yuli.
“ Itu anak nya pak Andra?.”
“ Loh pak Andra udah menikah?.”
“ Kalian ga tau ya? Pak Andra itu duda, istrinya ketahuan berselingkuh saat anaknya baru berumur 5 bulan.”
Rumor itu semakin beredar setelah Andra terus membawa Yuli ke kantor.
1 minggu kemudian, Bibi dari keluarga mama nya Andra berkunjung.
Dia membawa pengasuh dan mencoba bersikap baik kepada Andra.
Tetapi tentu saja ada maksud lain dari itu semua.
“ Andra, Bibi tau kamu pasti lelah menjaga Yuli sendiri.”
“ Ada urusan apa Bibi kesini?.”
“ Mama mu, menyuruh tante untuk mengirimkan pengasuh.”
“ Kamu tau kan Andra besok lusa kita akan mengadakan acara keluarga.” Lanjutnya.
“ Saya tidak perlu pengasuh, jika sudah tidak ada urusan lain Bibi bisa segera pulang.”
__ADS_1