My Boss It’S Duren ( DUDA KEREN )

My Boss It’S Duren ( DUDA KEREN )
Eps 1.


__ADS_3

Nama ku Kirana, aku seorang pekerja kantoran, umur 28 tahun dan masih single.


Bagiku bekerja sebagai pekerja kantoran tidaklah muda.


Aku harus bisa mengatur waktu dan membantu atasan ku yang lainnya untuk mengantar berkas-berkas.


“ Kirana, nih dokumen nya tolong kamu urus secepatnya.”


“ Kirana, ini juga ya sekalian.”


Dan aku belum pernah bertemu dengan CEO dari perusahaan ini.


Hanya beberapa rumor yang beredar yang pernah ku dengar.


“ Bagaimana pak? Ini satu-satunya jas terbaru kami.”


Seorang pria tampan sedang memperbaiki rambutnya dan bercermin.


Beberapa kali tersenyum dan memegang jas baru.


“ Terima kasih pak.”


Pria itu bernama Andra, seorang pemilik perusahaan tempat ku bekerja.


Berumur 33 tahun dan sedang sibuk mengatur jadwal meeting nya sebentar, di bantu dengan sekretarisnya mereka berjalan menuju kantor.


“ Kirana, aku mau minta tolong dong.”


“ Sama aku? Ada apa?.”


“ Jadi gini..”

__ADS_1


Aku mulai berjalan masuk ke ruangan meeting dengan heels, dan menutup muka menggunakan beberapa kertas yang ku pegang.


“ Sebentar lagi ada meeting, aku ga bisa ikut nah kamu kan lagi ga sibuk ya tolong gantiin aku hari ini.”


Sebuah kertas tertempel di dekat pintu masuk.


“ Di larang keras memakai penutup muka.”


“ Apa? Sejak kapan ada larangan seperti ini.”


Kami di larang untuk bertemu dengan atasan yang lain, kecuali dalam situasi yang genting atau mendesak.


“ Bagaimana dengan tim anda?.”


“ Tim kami semua sangat bagus, pekerjaan mereka juga masih dalam pantauan.”


“ Lalu, Ibu Mariska bagaimana dengan anda?.”


“ Ibu Mariska?.”


Sebelum kami meninggalkan ruangan, salah seorang atasan meminta untuk memperlihatkan wajahku.


“ Sepertinya muka nya tidak asing, pernah ku lihat tapi siapa ya.”


Tanpa berlama-lama, aku berjalan cepat meninggalkan ruangan dan tanpa sengaja menabrak Andra.


“ Maaf, maaf pak saya tidak sengaja.”


Di waktu yang sama Andra menoleh dan melihat Ibu Mariska yang sedang bercerita-cerita dengan karyawan lain.


Ibu Mariska lalu di panggil untuk segera bertemu dengan Andra.

__ADS_1


Surat pengunduran diri kemudian di taruh di atas meja Andra.


“ Kamu tentu sudah tau peraturan disini seperti apa, dan alasan kamu untuk meminta karyawan lain untuk menggantikan kamu juga tidak ada.”


“ Surat peringatan pertama bahkan yang kedua juga sudah pernah saya kasih, tapi..”


Beberapa karyawan lainnya menguping dari balik pintu.


“ Aduh..”


“ Eh bapak.”


“ Kalian bikin apa disini?, kalian mau saya pecat juga?.”


Mereka hanya menggelengkan kepalanya dan segera meninggalkan bu Mariska dan Andra disitu.


Sore harinya, aku sedang bersiap untuk segera pulang ke rumah.


Di jalan, aku seperti tidak fokus dan kepalaku sangat pusing.


Aku kemudian terbangun di sebuah ruangan, beberapa kali ku kedipkan mataku dan terduduk.


Suster masuk dan mengatakan kalau seseorang menemukan aku pingsan di jalan tadi dan membawaku kesini.


“ Apakah akhir-akhir ini Ibu sedang banyak pikiran?.”


“ Saya, hm..ga ada sis sus kayaknya ya.”


“ tensi ibu tadi naik, sepertinya ibu sedang stress jadi saya sarankan untuk mengurangi kegiatan yang memberatkan untuk sementara waktu.”


Aku mengecek handpone dan menemukan 10 panggilan tak terjawab dari Caca.

__ADS_1


Dia sahabat ku sejak kami baru masuk sekolah.


Sifat nya yang tomboy pantas di juluki sebagai preman di daerah rumah kami.


__ADS_2