
Lewat web itu aku menerima panggilan dari nomor yang tidak ku kenal.
Dia mengatakan kalau boss nya memerlukan segera pengasuh bayi untuk beberapa waktu kedepan.
“ Kirana, ini surat pengunduran diri? Buat apa nak?.”
“ Nanti aku cerita ke Mama ya, aku pergi dulu.”
Sewaktu aku masih bersekolah, beberapa tetangga sering menitipkan anaknya yang masih bayi padaku.
“ Alamat nya .. di kantor?.”
Tokkk..tokkk…
“ Permisi pak.”
Sekretarisnya berdiri di samping Andra dengan memegang box besar.
“ Kirana, kamu pasti sudah menerima panggilan itu.”
“ Pangg..oh iya pak, semalem.”
“ Bagus, sekarang kamu bekerja dengan saya mengurus Yuli.”
Ini artinya aku harus bolak balik rumah Andra demi Yuli.
Tidak ada lagi hal yang lebih memalukan selain bekerja lagi dengan boss sendiri.
Surat pengunduran diri yang sudah ku buat tadi malam, terpaksa harus di taruh kembali ke dalam laci.
Sebelum aku pergi, mereka memberikan ku box dan sebuah surat perjanjian agar aku mau bekerja sampai Ibu nya Yuli kembali.
“ Aku pulang.”
“ Tumben lebih cepat.”
“ Iya, aku mau siap-siap dulu Ma.”
__ADS_1
Aku memerlukan waktu yang cukup lama untuk berdandan.
Di dalam box, Andra memberikan ku 1 pasang heels, gaun hitam dan tas kecil untuk pesta.
“ Kamu mau pergi sama siapa?”
“ Sama temen, hehe.”
Pipppp..pipppp..
“ Kamu ingat perjanjian itu?.” Tanya Andra dengan tersenyum.
“ Apa ini, kenapa dia tersenyum.” Tanyaku dalam hati.
Yuli kelihatan lucu dengan dress dan aksesoris yang dia pakai.
Flashback 12 tahun yang lalu.
Saat itu aku baru saja pulang dari sekolah, seorang Ibu muda dengan memakai gendongan datang ke rumah.
Dengan pakaian yang sudah usang dan terburu-buru.
Semenjak hari itu, aku menjadi bisa lebih dekat dan tau caranya mengurus anak kecil.
Bahkan mereka juga bisa tampak nyaman dan tertidur di pangkuanku.
“ Ini adalah acara keluarga yang selalu di adakan setiap bulan, mungkin nanti kamu akan bertemu dengan Bibi ku. Cobalah untuk bersikap sopan dengan mereka semua.”
Yang ku lihat, banyak mobil mewah terparkir.
Aku bertemu dengan banyak orang baru.
Salah satu di antara nya adalah sepupu Andra, dengan sifat nya yang suka menjulid membuat dia susah untuk mendapatkan apa yang dia mau.
“ Halo Andra, bagaimana kabarmu?.”
“ Seperti yang kau lihat sekarang.”
__ADS_1
“ Apa dia adalah istri baru mu?.”
Andra menoleh dan merangkulku.
“ Dia tunangan saya.”
“ Kasihan cewek seperti dia mau dengan yang duda seperti kamu.”
“ Tunangan? Tapi itu tidak ada di dalam perjanjian.” Aku terus mengomel dalam hati.
Yuli tertidur di dalam stroller yang ku dorong.
Acara pun di mulai, aku menerima pesan singkat dari Kenneth.
“ Hi Kirana, ada hadiah buat kamu sudah ku titip tadi.”
“ Wah hadiah? Terima kasih Ken, sebentar aku kabari lagi.”
Andra melirik dan menyenggolku.
“ Yuli sudah bangun.”
“ Oh iya pak.”
Aku membawa Yuli ke toilet untuk menggantikan popoknya.
Dan mendengar sebuah percakapan antara sepupu nya dan Bibinya.
Mereka ingin mengambil kantor itu bagaimana pun caranya.
“ Kita harus membuat rencana.”
“ Lalu apa rencana mu?.”
“ Aku dengar Andra sedang sibuk mengurus anaknya itu, jadi kita harus lebih sering untuk datang ke kantor dan mengambil hati kakek.”
Sejak malam itu, aku menjadi lebih sering menjaga Yuli.
__ADS_1
Andra juga sama sekali tidak tahu tentang hal itu.