
"Dia semakin imut," ucap Lee saat Excel pergi meninggalkan nya.
Tak lama Bogum dan Soyoon pulang ke rumah setelah semalam pergi menyelidiki.
"Bagaimana penyelidikan semalam," tanya Lee pada Bogum dan Soyoon.
"Kau benar kak itu anak buah Choi, mata-mata kita yang berada dekat dengan kampung pernas, membuntuti seseorang dan mendengar dia di suruh kepala Choi," ucap Soyoon.
"Artinya Choi ini adalah bos mereka," ucap Lee yang sedang menenliti keadaan.
"Seperti nya begitu kak, artinya informasi yang kita dapat saat di korea semua salah, apakah berarti ketua kelompok ini orang-orang Indonesia," ucap Soyoon.
"Belun tentu, kita belum mendapat informasi apapun tentang Choi ini, tapi kebenarannya maklumat dari korea itu pasti di pasukan oleh ketua mereka, ini bagus mereka sedang mengecoh kita," ucap Lee terus menganalisis.
"Ya kak Lee, aku mendapatkan kabar dari camp kita di korea , tim veteran akan ikut andil dalam kasus ini." sambung Soyoon.
"Tim veteran? maksud mu apakah tim nya Kim Morea?," ucap Lee terkejut dan menampakkan wajah marah.
"Kak, tenang lah, kita belum mengetahui tim siapa yang akan itu bergabung, Ketua Komandan masih merahasiakan nya," balas Soyoon menenangkan Lee.
"Hah, salah kita terlalu lama mencari ketua kelompok penyelundup ini," ucap Lee yang lemas.
"Aku tak ingin lagi bertemu dengan mu," ucap Lee dalam hati.
"Kak, lebih baik tenangkan dulu, aku akan mempersiapkan perjalanan kita menuju kampung pernas, oh Bogum membawa makanan saat kembali tadi, seperti nya juga dia sudah makan," ucap Soyoon.
"Iya baik lah, harus nya aku tak terlalu memikirkan nya," balas Lee.
Excel yang datang dari dapur, ia telah membersihkan diri, mandi dan keramas meski kejadian malam itu membuat Excel ketakutan, dia telah memberanikan biat untuk mengahadapi.
"Kak Lee, kak Soyoon kenapa kalian berdiri di sini," ucap Excel yang saat itu ingin menuju kamar nya, "aku boleh lewat," lanjut Excel yang ingin menerobos di antara dua laki-laki itu.
Lee dan Soyoon serentak memberi jalan untuk Excel.
"Hehe terimakasih," ucap Excel masuk ke dalam kamarnya.
Suara pintu yang sedikit keras mengakhiri pembicaraan Lee dan Soyoon.
"Excel setelah ini, makan lah," teriak Lee dari luar kamarnya.
"Iya kak.
"Ayo," ucap Lee pada Soyoon.
Mereka menuju ruang makan dan menyantap beberapa hidangan yang ada di meja,
__ADS_1
Tak lama Excel datang dan bergabung dengan Lee, Soyoon, juga Bougum.
Dalam sepi mereka, tiba-tiba Lee memberikan intruksi.
"Baik kita akan berangkat pukul dua nanti, Excel aku memberi mu ini," ucap Lee sambil merogoh saku celana nya.
Lee memberi Excel sebuah cincin, " cincin ini di lengkapi alat pelacak, jika aku tak menemukan mu aku bisa melacak mu, oh ya bukan hanya aku, Soyoon dan Bogum juga bisa mencari mu, dan jika kau dalam bahaya di bawah cincin ini ada sebuah tombol kecil kau bisa memencet itu, dan kode darurat akan terkirim ke jam tangan kami," ucap Lee menerangkan.
"Wah, hebat ya," Excel yang terkagum.
Lee segera memakaikan cincin itu di hari manis Excel.
"Ehem, Kak Lee pas sekali di jari nya Excel," Bogum yang mengoda Lee juga Excel.
"Kau ingin di hukum!," sahut Lee ke pada Bogum.
Bogum hanya mengeleng dan melambaikan tangan nya.
"Suadah, begitu saja intruksi lebih lanjut akan aku katakan lewat pesan suara," ucap Lee "Bogum baju untuk Excel sudah kau siapa kan," lanjut Lee.
"Baju, kenapa tak pakai bajuku biasanya saja," ucap Excel yang kebingungan.
"Duh Excel, tentu saja kalian harus berperan sebagai pasangan kaya raya, yang akan menjalankan bisnis di kampung pernas, pakaian mu juga harus sedikit berkelas," sahut Bogum.
"Masih ada waktu sebelum berangkat, istirahat lah dulu," ucap Lee kemudian pergi dari meja makan.
"Aku akan mengantar nya nanti padamu," ucap Bogum "berdandan lah yang cantik ya," lanjut ledekan Bogum.
Bogum juga pergi dari meja makan, di susul Soyoon, Excel masih berada di sana untuk memebersihkan makanan mereka.
Waktu yang di tentukan telah tiba, Excel yang telah menerima baju yang di katakan Bogum.
Excel memakai nya, beberapa aksesoris juga telah di siapkan, seperti tas beberapa perhiasan dan juga sepatu.
Dua mobil mewah juga telah menghiasi halaman depan rumah itu.
Excel keluar dari kamar dengan dandanan yang sangat glamour.
"Bagaimana kak Lee, apakah tidak terlalu mencolok?," ucap Excel saat keluar dengan kalung dan gelang emas yang berada di tubuhnya.
"Em, Bogum apa ini tidak terlalu mencolok," Lee yang bertanya balik pada Bogum.
"Aduh kak Lee, kalian kan suami istri jadi wajar kalo seperti itu," ucap Bogum.
"Tapi kak Bogum, aku kan masih muda kalau aku di dandani seperti ibu-ibu komplek begini apakah tak merasa curiga," jawab Excel yang risih.
__ADS_1
"Em, betul juga," balas Bogum yang malah
"Bagaimana kalau berpura-pura jadi pengantin baru saja, itu tak sulit cukup lepas semua perhiasan dan ganti pakaian mu dengan em, setelan mungkin," ucap Soyoon memberi usul.
"Bagaimana Excel?," tanya Lee.
"Em, baik kak aku sudah bilang akan membantu," jawab Excel " baiklah aku akan mengantinya, tunggu aku," ucap Excel.
Excel masuk kembali ke kamar nya untuk menganti bajunya.
"Lain kali aku akan percaya kan masalah seperti ini pada Soyoon," ucap Lee menyindir.
"Kak Lee, jangan marah," balas Bogum.
"Terserah kau saja," jawab Lee ketus.
"Sobat," panggil Bogum kepada Soyoon dengan wajah memelas.
"Jangan tatap aku seperti itu, enyah." ucap Soyoon mendorong wajah Bogum pergi.
"Hah, aku lebih baik menunggu di mobil," ucap Bogum menyerah.
"Kak Lee aku akan menunggu di mobil," ucap Bogum pamit pada Lee.
"Kak aku juga mau menyusul Bogum," Soyoon yang juga berpamitan.
"Iya,"
Tak lama Excel keluar dari kamar nya, berdandan casual biasa dengan tas dan sepatu flat biasa.
Tampilan yang sederhana itu membuat Lee semakin terpesona padanya.
"Ehem kak, kenapa diam aku sudah selesai," ucap Excel.
"Oh, maaf ayo kita berangkat, ada barang mu yang masih tertinggal?," tanya Lee.
"Tidak kak, semua barang kenangan ada di rumah yang dulu," ucap Excel sedih.
"Maafkan aku Excel, jika semua sudah selesai aku akan membantu mengurus rumah mu," balas Lee.
"Iya kak, tenang saja di sana aku juga sendiri an, lebih baik bersama mu setidaknya aku tidak kesepian," ucap Excel dengan senyum hambar.
Lee mengandeng tangan Excel dengan tiba-tiba, dan pergi menuju mobil.
"Yakin lah Excel aku akan menjaga mu," ucap Lee dalam hati.
__ADS_1