
Excel memakan makanan dengan bahagia, untuk pertama kalinya juga Excel makan di sebuah restoran mewah.
"Makan lah pelan-pelan Excel, mengapa sampai ada saus di mukamu," ucap Lee.
Lee mengambil tisu dan menyeka saus yang ada di pipi Excel, Excel terdiam dengan perilaku Lee yang lembut.
"Em, terimakasih kak," ucap Excel malu-malu.
Wajah Excel yang merona, Lee merasa Excel imut, hingga tak sadar Lee tertawa.
"Ayo, kita pulang," ucap Lee memberikan kartu membayar tagihan.
Mereka keluar dari restoran, kembali menuju mobil dan bergerak pergi meninggalkan restoran.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, sampai di rumah kecil mobil di parkiran, Excel dan Lee masuk ke gang sempit kembali ke rumah.
Lee meletak kan barang-batang nya dan duduk di kursi sembari bersandar.
"kak Lee, apa yang kakak bawa," ucap Bogum melirik kantong-kantong besar yang ada di meja.
"Hanya kebutuhan biasa, Bogum bagaimana kau sudah membereskan semua," ucap Lee.
"Sudah kak, tunggu nomor kamar yang telah di paketkan," jawab Bogum.
"Baguslah, semakin cepat kita mengungkap ini, semakin baik bagi Excel," ucap Lee.
"Kak, kau menyukai Excel?," tanya Bogum penasaran.
Lee tak menjawab dan pergi begitu saja meninggalkan Bogum.
"Hem, tak ingin mengakui perasaan nya sendiri," gumam Bogum.
Semua pengguni rumah besar itu bersiap untuk mulai misi, mereka istirahat mengumpulkan tenaga sebelum keluar kota.
Malam yang damai mereka nikmati sebelum bergerak.
Pagi itu sebelum berangkat mereka berlatih pemanasan yang biasa mereka lakukan setiap tiga kali seminggu.
"Siap," ucap Lee ketua pimpinan mereka.
Anggukan Bogum dan Soyoon menjadi pertanda mulai nya pemanasan mereka.
Di saat bersamaan Excel terbangun dan melihat dari luar, tiga orang berlari mengitari rumah besar itu.
"Buat sarapan dulu, mereka pasti lelah," gumam Excel beranjak turun dari tangga menuju dapur.
Excel menunjukkan keterampilan nya, makanan yang tersaji di meja.
Kebetulan pemanasan mereka telah selesai, mereka menuju meja makan, setelah Excel melambaikan tangan nya.
"Ayo kak, sarapan dulu," ucap Excel.
__ADS_1
"Wah, benar-benar seperti seorang istri," ucap Bogum bercanda.
"Kamu ini, istri dengan tiga orang suami! dasar." kata Soyoon mengetuk kepala Bogum.
"Hehehe,"
Excel hanya tertawa dengan tingkah mereka,
"Kak Lee, ayo silahkan dimakan, Excel hanya buat sebisanya." sembari menyodorkan piring kepada Lee.
Mereka mulai makan, setelah itu pergi untuk mandi dan berbenah diri.
Lee yang telah selesai menunggu di bawah.
"Baik, kita akan mulai misi, alpa B berangat setelah alpa A," ucap Lee "Aku dan Excel akan masuk alpa A," lanjut Lee.
Perintah telah di terima, mereka mulai bergera Lee dan Excel berangkat lebih dahulu, perjalanan ke kota Purana memakan waktu tiga jam.
Excel yang bahagia melihat pemandangan di perjalanan nya, ia sangat bersemangat.
Sampai nya di tujuan, Lee menarik Excel ke sebuah toilet umum.
"Apa kak? mengapa kita kesini," ucap Excel.
"Kita akan berpura-pura menjadi pasangan pengantin baru, ingat Excel kita akan banyak menemukan bahaya, jadi jangan jauh-jauh dari ku," ucap Lee memperjelas.
"Iya kak, aku paham," jawab Excel.
Menuju ke sebuah hotel, yang telah Lee boxing.
Mereka menuju lobi, dan mendapatkan kunci kamar, kamar suite yang telah di pesan Lee.
Saat masuk Excel ia ternganga dengan kamar indah yang penuh dengan bunga bunga di setiap sudut kamar.
"Kak, ini tak salah kan?," ucap Lee.
"Tidak, maaf Excel aku terpaksa pesan kamar ini, jika kita berpisah akan membuat banyak mata-mata lebih waspada, kau tenang saja aku akan tidur di kursi, untuk masalah bunga-bunga ini kalau kau tak sibuk buang saja," ucap Lee.
"Em, baik aku bersihkan," balas Excel.
Lee pergi membereskan barang yang dibawa, dan Excel membersihkan bunga-bunga yang di ranjang,
"Excel setelah ini istirahat dahulu, makan makanan hotel dulu," teriak Lee yang berada di balkon.
"Iya," balas Excel berteriak.
"Aku ngantuk, kasur ini juga empuk," Excel merebahkan badan nya, lalu tertidur.
Excel tertidur dengan nyenyak, Lee yang masuk dari balkon melihat Excel tertidur dengan nyenyak.
"Anak ini begitu santai walaupun ada seorang pria bersamanya," batin Lee melihat Excel yang terlelap.
__ADS_1
Lee memutuskan untuk mandi, setelah mandi memesan beberapa makan malam.
Pelayanan hotel yang membawa makan malam mengetuk pintu kamar mereka, Lee membuka dan mengambil makanan itu.
"Terimakasih," ucap Lee pada pelayan Hotel.
Lee ingin membangunkan Excel untuk makan malam.
"Excel, Cel mari makan," ucap Lee lembut.
Bukan bangun, Excel malah menarik lengan Lee hingga Lee jatuh ke ranjang, Excel yang mengira Lee sebagai guling, mendekap Lee dengan erat, kaki Excel yang naik di atas tubuh Lee.
"Anak, ini mengapa malah menindih ku, hah," batin Lee.
Lee menatap wajah Excel yang tengah tertidur, membuat hati nya berdegup.
"Aku harus bisa menahan," batin Lee.
"Excel," Lee yang terus memanggil Excel dengan pelan.
"Anak ini," bisikLee.
Kemudian Lee mendekati Excel, mendekat ke wajah Excel, karena kesusahan Lee mencium pipi Excel dan berkata "Excel jika kau tak bangun sekarang, aku akan bertindak lebih," saat dekat dengan telinga Excel.
Excel membuka mata nya perlahan.
"Ah, apa? kenapa," gumam nya.
"Bangun Excel," teriak Lee.
"Hah," teriak Excel melihat Lee yang dekat dengan nya, bahkan sampai Excel memeluk nya.
Seketika Excel melepaskan kaki nya dan menjauh.
"Kak, kakak bilang akan tidur di kursi," Excel yang panik, menutupi tubuhnya dengan kedua tangan.
"Jangan di bahas, lebih baik segera segarkan dirimu lalau makan," ucap Lee marah.
"Kenapa kak Lee marah, apa yang aku lakukan, bisa-bisanya aku memeluk kak Lee," batin Excel seraya berjalan ke kamar mandi.
Excel yang masih bingung dengan adegan yang baru saja terjadi, menyegarkan diri bersiap makan malam.
"Kak, apa tadi aku berbuat," ucap Excel.
Namun Lee memotong, " lupakan saja, Alpa B sudah ada di purana, besok jadwal kita jalan-jalan dan makan siang selidiki sebuah cafe, ingat kau harus tetap di sisiku apapun yang terjadi."
"Iya," jawab Excel seraya memakan makan malamnya.
"Aku harus lebih menjauh dari anak ini, dia bisa membuat ku tak bisa menahan nya," batin Lee melirik Excel.
Malam itu mereka tidur dengan terpisah, Lee yang tidur di kursi dan Excel di ranjang.
__ADS_1
Excel yang sudah merasa aman bila bersama Lee, namun tak menyadari bahwa Lee juga seorang laki-laki, yang dapat memangsanya kapan saja, Excel yang tak pernah tau apa yang akan dia hadapi