
Pagi yang cerah menyinari pekarangan rumah yang penuh rumput.
Semua orang yang berada di rumah besar itu masih terlelap kecuali Excel yang sedari tadi sibuk membuat sarapan.
Menemukan banyak bahan makanan di lemari pendingin Excel mengolah kemampuan memasaknya.
"Semoga kakak-kakak suka," senyum Excel selesai membuat masakan.
Excel menata dengan rapi semua masakan nya, masakan khas pedesaan yang pernah Excel buat dengan resep Ibu Excel.
Bau masakan yang wangi membangunkan semua orang, satu persatu penghuni rumah besar itu keluar dari kamarnya menuju meja makan.
"Em, harum nya, Excel kamu yang masak?," tanya Bogum, meneteskan air liur nya.
"Aku terbangun karena ini," Sojoon yang menindih ucapan Bogum.
"Hehehe, hanya masak makanan biasa kok kak, silahkan sarapan kak, oh kakak Lee belum bangun kah?," tanya Excel yang belum melihat Lee sedari tadi.
"Aku akan cuci muka dulu," ucap Soojon pergi berlalu.
"Sepertinya belum," jawab Bogum mengunyah makanan.
"Apa aku boleh bangun kan?," tanya Excel.
"Hem," Bogum yang mengangguk.
Excel pergi ke kamar Lee, kamar Lee yang ada di lantai bawah, di tutupi anak tangga.
Excel mengetuk pintu, namun tiada respon, setelah Excel lelah mengetuk pintu, Excel pun memutuskan untuk masuk.
"Kak, kak Lee apakah di dalam, ayo sarapan," ucap Excel pelan-pelan berjalan masuk.
Excel masih tak menemukan Lee, ranjang yang sudah tertata rapi namun tak ada penghuni di kamar itu.
Excel maju melangkah ke dalam, tak ada yang di temui.
"Kemana kak Lee," ucap Excel pelan.
Saat Excel membalikkan badan tak di sangka Lee yang selesai mandi keluar dari kamar mandi secara tiba-tiba, tabrakan yang tak terhindar kan.
"Aduh," ucap Excel.
Excel menabrak badan Lee, terkejut melihat dada Lee yang penuh dengan otot yang kekar, Lee yang hanya menggunakan handuk dan rambut yang masih basah menetes di pipi Excel.
"Ah, aku ngak lihat," ucap Excel menutup matanya.
"Ada apa?," tanya Lee.
"Sarapan kak, a aku mau ngajakin sarapan, ya ya sudah aku keluar," ucap Excel terbata-bata.
Excel bergegas keluar, namun Lee menghentikan nya.
"Sebentar," ucap Lee.
"Ya,"
Lee mendekati wajah Excel, sangat dekat lalu mengusap tetesan air dari pipi Excel dengan Lembut, jantung Excel yang seakan-akan ingin meloncat keluar.
Degupan detak jantung Excel membuat wajah Excel memerah.
"Maaf, aku belum nengeringkan rambut," ucap Lee.
__ADS_1
"Oh, iya ya sudah kak Excel pergi," ucap Excel gugup.
Excel dengan cepat berjalan menghindari Lee, " ya ampun, jantung ku mau copot, kenapa aku dehdegan," batin Excel memgang dadanya.
"Excel dimana kak Lee?," tanya Bogum.
"Ah, itu sebentar lagi datang," ucap Excel masih gugup.
"Oh, eh kenapa wajahmu merah? kau sakit?," tanya Bogum kembali.
Soojon yang tak menghiraukan mereka, memakan makanan dengan lahap.
"Tidak, tidak apa apa." sembari melambai-lambaikan tangan nya.
Lee yang tiba-tiba muncul di belakang Excel memegang pundak Excel "ayo, sarapan," ucapa Lee mengajak Excel, dengan tangan yang masih berada di pundak Excel.
Mereka berjalan menuju meja makan.
"Duh, kak Lee kenapa bengini si, aku panas dingin kan jadinya," batin Excel.
Sampai di meja makan, mereka bergabung bersama yang lain.
Makanan yang tersaji telah bersih.
"Tiga hari lagi aku akan pergi ke purana, Bogum cari tempat tinggal, dan Sooyon suntikkan beberapa pasukan, kita berangkatnya berpencar," ucap Lee.
"Baik kak Lee," ucap Sooyon dan Bogum.
Excel yang hanya diam tak mengerti.
"Oh ya aku akan membawa Excel," ucap Lee.
"Ah,"
"Kali ini aku butuh bantuan nya," ucap Lee " kau mau Excel?," sambung Lee bertanya.
"Iya, kak aku tau kok kalian ada misi, aku akan berusaha sebisa ku," jawab Excel.
"Terimakasih Excel," balas Lee.
Setelah sarapan, Lee pergi untuk membeli baju dan beberapa kebutuhan diri, Excel yang melihat Lee bersiap untuk pergi menghampirinya.
"Kak, mau kemana?," tanya Excel.
"Membeli beberapa kebutuhan, kamu mau ikut?," jawab Lee.
"Iya kak boleh," sahut Excel mengikuti Lee.
Lee berjalan keluar gang sempit, dan menuju sebuah rumah di dekat jalan raya.
Lee mangambil sebuah kunci dan masuk ke rumah itu, membuka garasi mengeluarkan mobil yang ada di dalam.
"Mobil siapa kak?," tanya Excel penasaran.
"Mobil kita, ayo naik," ucap Lee.
Excel naik, menampakkan expresi yang terkagum-kagum.
"Kenapa kau senang sekali," ucap Lee.
"Seumur umur baru kali ini aku menaiki mobil, ya ampun adem ya," ucap Excel bahagia.
__ADS_1
Lee yang senyum tipis melihat Excel begitu bahagia, " ya ampun anak ini, polosnya," ucap Lee dalam hati.
Lee berangkat, membawa mobil menuju kota.
"Excel mau ke Mall?," tanya Lee.
"Eh, ke Mall? aku ngak pernah ke Mall kak," jawab Excel.
"Ya sudah kita ke Mall," ucap Lee.
"Hah, serius kak, tapi nanti mahal-mahal barang di Mall," wajah Excel yang berubah sedih.
Lee mengambil kartu dari dalam kantong dan memberikan pada Excel.
"Atm?,"
"Tenang saja Excel aku punya itu, beli saja sesukamu," ucap Lee.
"Ini aku baru memegang nya seumur umur, huaa khiks," tangis Excel.
"Hei hei, jangan menangis," ucap Lee yang binggung.
"Kak, aku ngak mau nerima ini, pasti banyak uang nya," ucap Excel mengembalikan kartu tersebut.
"Ah," Lee melirik Excel,
Wajah Excel yang menjadi murung, membuat Lee semakin kagum.
Sampai ke Mall, mereka turun di tempat parkir, menuju pintu masuk.
Excel yang terkagum-kagum dengan Mall yang baru ia lihat, tak sadar Excel meneteskan air matanya.
Lee memeluk Excel, "jangan menangis, ayo kita jalan, ada aku," ucap Lee.
"Kak aku seneng banget, ini kah yang namanya Mall," mata Excel yang berbinar.
Excel dan Lee berkeliling mencari kebutuhan, beberapa barang yang telah mereka dapatkan, Lee menyadari seseorang yang sedang mengintai.
Dengan cepat Lee menuju kerumunan untuk menghindari nya, Lee masuk ke arena bioskop bersama Excel.
"Kita nonton dulu," ucap Lee.
Excel yang curiga dengan sikap Lee "kak ada sesuatu?," tanya Excel.
"Kau peka ya Cel, ayo," ucap Lee menarik Excel duduk.
Mereka bersembunyi dengan menonton film, hingga selesai.
"Maaf Excel, kita terulur waktu," ucap Lee.
"Ngak papa kak, aku seneng bisa nonton film seperti yang lain, hari ini pertama kali nya bagi ku, terimakasih kak berkat kakak aku bisa merasakan ini," Excel yang bahagia.
Lee menepuk pundak Excel untuk menyemangati.
Mereka berjalan pulang, dan Lee sudah tan melihat sosok orang itu.
"Kamu mau makan?," tanya Lee ke Excel.
"Mau kak," jawab Excel girang.
"Ayo pergi makan sebentar," ucap Lee.
__ADS_1
"Iya," sembari mengangguk,
Mereka pergi dari Mall dan menuju sebuah restoran.