My Boyfriend Is Smuggler

My Boyfriend Is Smuggler
Debaran


__ADS_3

Pagi yang cerah mendatangi mereka, matahari yang bersinar menerangi balkon, hawa hangat juga sampai di kamar tersebut.


Excel terbangun karena panas yang datang menyelimuti tidurnya.


"Emmh," Excel meregangkan tubuhnya.


Excel melihat Lee yang masih tertidur di sofa panjang, dan mendekati nya.


"Kak Lee, tidurnya nyenyak sekali, huh kenapa dia tampan saat tidur," batin Excel.


Excel segera sadar dari lamunan nya dan pergi untuk menyegarkan diri.


Setelah mandi Excel menuju balkon untuk melihat pemandangan kota purana dari atas gedung.


"Indah banget, entah kapan aku bisa menikmati ini lagi, karena aku sudah mengikuti kak Lee pasti bahaya akan datang padaku juga," gumam Excel bersandar di teras balkon.


Tak lama Lee terbangun, melihat ranjang Excel yang telah kosong.


"Kemana pergi nya Excel," gumam nya.


Lee berdiri dan berjalan mencari Excel, Lee. melihat seorang berada di balkon, Lee pun menghampiri nya.


Excel yang masih terkagum dengan keindahan yang melewati mata nya itu tak menyedari Lee yang telah memandang nya dari belakang.


Rambut Excel yang masih basah membuat Lee tergerak.


Lee masuk ke dalam dan mengambil hairdryer elektrik tanpa kabel.


Lee berjalan mengahampiri Excel, menyentuh lembut tangan Excel, sontak Excel yang terkejut dengan kedatangan Lee yang tiba-tiba.


"Kak," ucap Excel yang akan membalikkan badan.


Namun di hentikan oleh Lee "Diam lah sebentar," ucap Lee lembut.


Lee mulai menggunakan hairdryer pada rambut Excel yang masih basah, membelai rambut Excel sembari mengeringkan nya.


"Lain kali keringkang rambut mu dahulu," ucap Lee.


"Tadi sudah aku keringkan dengan handuk," balas Excel.


"Pakai alat ini Excel, pasti akan cepat kering," ucap Lee.


"Oh, aku tak mengerti cara pakainya kak," jawab Excel dengan gugup.


Detakan jantung Excel semakin kencang "Kak Lee kenap tiba-tiba begini sih," batin Excel.


Selesai mengeringkan rambut Excel Lee menyentuh pipi Excel.


"Kak, kenapa?," ucap Excel


Ucapan Excel membuat Lee tersadar dan segera menyingkirkan tangan nya.


"Tak apa, ayo pesan sarapan, setelah itu kita bergerak," balas Lee kemudian pergi.

__ADS_1


Excel mengikuti Lee masuk ke dalam, Lee memesan beberapa makanan, mereka menyantap nya seperti biasa nya.


Lee mengambil ponsel dan menelpon seseorang.


"Bagaimana Alpa B siap pada tempatnya, kamu segara meluncur keluar," ucap Lee pada ponsel nya.


"Baiklah," akhir kata dari panggilan singkat itu.


"Excel, kau sudah kenyang, kita akan bergerak setelah aku mandi, tunggu sebentar," ucap Lee pada Excel.


"Iya kak," balas Excel.


Beberapa saat setelah Lee mandi mereka berdua keluar dari hotel, bagaikan pasangan pada umumnya mereka harus terlihat bahagia.


"Excel, terus gandeng tanganku, kita tak tau bahaya apa yang akan datang," bisik Lee.


Anggukan kepala Excel menjadi kode bahwa Excel telah mengerti.


Mereka berdua telah keluar dari hotel, dan menunggu taxi, tak lama taxi datang mereka pun masuk ke dalam taxi.


"Pak kami ingin ke tempat wisata yang bagus yang ada di sini, bisa antarkan kami," ucap Lee pada supir,


"Di taman nak, kalian pengantin baru ya," tanya Bapak supir separuh baya itu.


"Iya Pak, istri saya ingin jalan-jalan," jawab Lee.


"Baik Bapak antar kesana nak," jawab Bapak supir tersebut.


Sampai pada taman dan beberapa wahana.


Lee yang tertawa sambil mengusap rambut Excel " haha Excel, tak apa kamu mau naik?," tanya Lee.


Excel hanya tersenyum dan mengangguk.


"Ya sudah ayo," balas Lee dengan senyum


Mereka menuju permainan Falyingfo dan Excel sangat bahagia saat menaikinya.


"Kak, aku seneng tapi aku takut," ucap Excel yang sudah gemeteran.


"Excel, Excel dasar." Lee menepuk jidat nya "Pak dia akan bersama ku," ucap Lee kepada pengawas permainan.


Tali yang telah mengikat mereka, dan mereka pun lepas landas, Excel yang terus berteriak sepanjang permainan.


Excel menggenggam erat lengan Lee sembari memejamkan matanya, Lee yang hanya tersenyum melihat Excel.


Sampai di seberang dan permainan telah berakhir, Lee dan Excel melepas tali kemudian pergi.


Dering ponsel menjadi akhir kegembiraan mereka.


"Baik kita kesan," ucap Lee dalam ponsel.


"Ada apa kak?," tanya Excel.

__ADS_1


"Maaf Excel kita tak bisa bermain lagi target terlihat di cafe Whitenbrown kita harus menuju kesana," ucap Lee.


"Oh baik kak ayo," Excel yang antusias.


Mereka bergerak menuju cafe tersebut, selayaknya menyamar, setelah mereka meninggal kan taman dan berjalan selayaknya seorang wisatawan.


Lee dan Excel masuk dan duduk berdampingan, alat pemindai Lee yang di letak kan pada jam tangan yang ia bawa.


Pelayan cafe menghampiri mereka.


"Mau pesan apa kak, silahkan menunya," ucap Pelayan cafe.


"Sayang kau mau pesan apa," ucap Lee kepada Excel.


Hati Excel terasa bergetar saat Lee memanggilnya sayang " padahal ini hanya sandiwara, tapi aku," batin Excel.


"Em,"


Lee dengan sigap memegang tangan Excel yang gugup.


"Apa mau aku pesan kan saja," ucap Lee manis.


"Iya, pesan kan saja," jawab Excel gugup.


"Sayang steak ayam dan lemontea es bagaimana," ucap Lee lembut.


"Iya boleh," balas Excel.


"Baik, itu saja dua porsi," ucap Lee kepada pelayan cafe.


"Baik kak segera kami siap kan," balas pelayan cafe.


Pelayan cafe pergi untuk menyiapkan pesanan Lee, beberapa data masuk ke jam tangan Lee, tim analis telah mengirim kode menandakan pemilik cafe ada di dalam cafe.


"Aku akan tau siapa Choi ini," batin Lee.


"Semua siap pada posisi" sebuah pesan text terkirim dari ponsel Lee.


Pelayan yang datang membawa beberapa pesanan mereka.


Lee dan Excel mulai makan, seperti pasangan pada umumnya, Lee juga menyuapi Excel dengan tangan nya.


"Sayang, makan yang banyak ya," ucap Lee. lembut, tangan nya yang menyuapi Excel.


"Kak, kalau kau begitu terus perasaan ku padamu bukan lagi seperti kakak dan adik," batin Excel dilema.


Excel mematuhi Lee dengan baik, makanan mereka juga telah habis.


"Excel denger kan aku, setelah aku membayar aku akan berpura-pura ke toilet cepat kamu pergi dari sini tinggu aku di toko sebelah, di toko sebelah ada anak buah ku yang berjaga, dia akan menjaga mu," ucap Lee serius.


"Iya kak aku mengerti," balas Excel.


Lee pergi ke kasir bersama Excel, dan membayar makanan yang mereka makan.

__ADS_1


"Sayang aku pergi ke toilet sebentar tunggu aku di depan." ucap Lee, membelai rambut Excel.


Excel mengangguk dan pergi ke luar cafe, Lee berjalan menuju toilet, Lee keluar dari toilet lansung masuk ke dalam cafe dengan berpura-pura menjadi karyawan cafe.


__ADS_2