My Cute And Adorable Girlfriend

My Cute And Adorable Girlfriend
Perasaan itu


__ADS_3

“Lo mau apa ke sini?” tanya seseorang yang tak lain itu adalah Grizelle dengan suara yang sangat tidak ramah.


"Sayang, kenapa bicaranya seperti itu? Tidak baik anak gadis bicara kasar seperti itu,” ucap mama Michel yang udah berada di samping Grizelle.


"Dia cowok yang nyebelin mama. Dia yang suka ganggu Zelle terus,...” ucap Grizelle kesal, "Hei cowok manja pergi lo dari rumah gue.”


Saat Zelle mengatakan itu, Kevin tengah menatapnya.


"Sayang tidak boleh seperti itu. Itu tidak sopan tahu,...” ucap Mama Michel, "ayo ajak duduk dan temani bicara dulu temanmu ini. Mama mau membawakan minuman dan cemilan buat temen kamu. Cepat duduk sana.”


Mama Michel pun pergi meninggalkan Kevin dan Zelle ke dapur.


"Zelle lo sakit apa?” tanya Kevin menatap mata Zelle dengan tatapan sendu.


Kevin tidak bosan menatap Zelle yang terlihat galak tapi tidak memudarkan kecantikannya walaupun sedang dalam keadaan sakit.


"Bukan urusan lo. Ngapain lo tanya-tanya,” ucap Zelle jutek.


"Gue cuma mau tau kabar lo makanya gw jauh-jauh kesini,” ucap Kevin dengan suara yang lembut membuat Zelle heran dan menoleh ke arah Kevin.


"Gue enggak apa-apa. Udah pulang lo sana,...” ucap Zelle, “lagian gue sakit kan gara-gara lo dan sekarang lo ganggu istirahat gue.”


"Sorry kalau gue ganggu lo,...” ucap Kevin dengan raut muka Kevin muram seketika, “gue kira lo kangen ma gue makanya gue bela belain ke sini tanpa peduli rasa malu karena gue kira lo punya perasaan yang sama kaya gue. Gue suka sama lo Zelle.”


Kevin pun menatap Zelle dengan tatapan sendu dan susah di artikan dengan kata-kata.


"Lo jangan bercanda!...” ucap Zelle, “lo mana mungkin suka ma cewek kampung kaya gue. Bukannya itu yang selalu lo bilang ma gue kalau lo enggak suka cewek kampung kaya gue. Lo cuma mau mempermainkan perasaan gue aja.”


Zelle pun menahan tangis karena menahan rasa di hatinya.


Tidak di pungkiri kalau Zelle juga suka pada Kevin hanya saja Zelle merasa tidak pantas menjadi kekasih cowok paling popular dan kaya di kampus.


Dari pada akan sakit hati karena perbedaan yang sudah jelas, Zelle hanya dapat memendam perasaannya saja. Perasaan yang tidak dapat dia sampaikan.


Zelle hanya takut sakit hati sehingga hanya dengan bertengkar dengan Kevin lah Zelle bisa menahan perasaannya dan dapat berinteraksi langsung dengan Kevin tanpa mengutarakan isi hatinya.


Tanpa di duga laki-laki yang disukainya menciumnya di hadapan umum, hingga membuat perasaan yang sudah lama dia pendam dan tahan muncul lagi ke permukaan.


Seperti Kevin, Zelle menyukai Kevin sudah sangat lama. Saat pertemuan pertama mereka waktu orientasi mahasiswa baru dan cukup dalam hati saja.


Sekarang cowok yang dia sukai juga menyukainya dan menyatakan kepadanya. Zellee bingung harus menjawab apa. Zelle hanya takut Kevin mempermainkan , dan Zelle tidak mau terluka.


Zelle menatap mata Kevin dalam-dalam. Zelle mencari sesuatu di mata Kevin. Mencari sebuah kebenaran atau hanya permainan yang di lakukan Kevin untuknya.

__ADS_1


"Sebaiknya lo pergi,” ucap Zelle pada Kevin sejenak setelah menatapnya dan kemudian memalingkan mukanya.


"Gue akan pergi dari sini setelah memastikan sesuatu,...” ucap Kevin, “gue mau memastikan sesuatu boleh enggak? Setelah ini gue janji gue akan pergi dari hidup lo karena gue gak mau liat lo nangis dan itu di sebabkan oleh gue.”


“Memastikan apa?” tanya Zelle menatap Kevin dengan penuh kebingungan.


Perlahan Kevin mendekat dan tanpa aba-aba. Kevin memeluk erat Zelle. Zelle berusaha melepaskan diri dari pelukan Kevin.


"Lo apa-apaan sih meluk-meluk gue?! ucap Zelle.


"Diam sebentar! Gue cuma mau memastikan sesuatu,” saut Kevin yang masih memeluk erat tubuh mungil di hadapannya.


Zelle hanya bisa diam membatu di pelukan Kevin tanpa melakukan balasan atau perlawanan.


Setelah beberapa waktu akhirnya Kevin merenggangkan sedikit pelukannya pada Zelle, menatap lekat mata serta wajah Zelle yang begitu dekat di hadapannya.


"Sepertinya gue udah tau jawabannya,...” ucap Kevin kemudian setelah melepaskan pelukannya pada Zelle, “...dan sesuai janji gue ke lo gue enggak akan dekati lo lagi atau mengusik lo lagi. Yang penting lo bahagia dan gue udah lega karena bisa memastikan perasaan gue ke lo.”


Kevin pun menatap lekat Zelle dengan tatapan penuh cinta namun sarat akan kesedihan.


"Gue hanya mengira lo punya perasaan yang sama ke gue, Zelle,” ucap Kevin.


Zelle hanya bisa diam membisu di tempatnya.


"Karena lo ingin gue pergi maka gue akan pergi,...” ucap Kevin, “gue pamit pulang dulu.”


‘Cup’


Kevin sekilas mencium bibir Zelle dan berucap, “I love u, Zelle.”


Lalu tanpa berkata lagi Kevin pergi meninggalkan Zelle yang jatuh terkulai lemas dan tanpa terasa meneteskan air matanya akan rasa sesak di dadanya.


Buliran air mata masih keluar dari mata cantik Zelle. Sangat terasa sakit hatinya, tapi mengapa sakit. Bukannya dia yang meminta Kevin untuk menjauhinya dan tidak mengganggunya lagi. Zelle menangis dan menjatuhkan dirinya ke lantai. Air matanya pun ke luar tanpa bisa di tahan lagi.


"Loh sayang. Ke mana nak Kevin pergi?...” tanya Mama Michel yang membawa minuman serta cemilan dan meletakkannya di meja, “Kamu kenapa sayang? Ada yang sakit lagi? Ayo kita ke dokter.”


Saat itu Mama Michel sangat khawatir melihat keadaan Zelle yang menangis.


"Ma, dia pergi Ma. Hiks.. hikkss.. Zelle yang menyuruh Kevin pergi Ma. Tapi kenapa hati Zelle sakit sekali Ma? Hiks.. hiks..” Zelle menangis sesegukan.


"Sayang, sebenarnya kamu kenapa?...” tanya Mama Michel, “kamu suka ya ma Kevin? Kalau kamu suka, mengapa di suruh pergi sayang?”


Mama Michel pun akhirnya memeluk tubuh Zelle yang masih terduduk di lantai.

__ADS_1


"Zelle sayang sama Kevin, Ma. Tapi Zelle takut. Takut Kevin hanya mempermainkan hati Zelle saja,” ucap Zelle terisak.


"Sayang, kalau dia berniat mempermainkan kamu dia tidak akan berani ke sini nyariin kamu,...” ucap Mama Michel, “coba tanya hati kamu sekali lagi sayang, apa kamu suka dia atau tidak pada Kevin. Jangan sampai kamu menyesal nantinya kalau Kevin benar-benar pergi."


"Zelle bingung Ma. Zelle enggak tau perasaan Zelle itu gimana. Hanya saja saat Kevin bilang akan pergi dan menghilang dari hadapan Zelle sesuai dengan permintaan Zelle, hati Zelle sakit banget Mama. Seperti ada yang menusuk dalam ke hati,” jelas Zelle.


Mama Michel tersenyum melihat Zelle yang membuat Zelle mengernyitkan keningnya heran.


"Kenapa mama malah tersenyum?” tanya Zelle bingung.


"Aduh anak gadis kesayangan mama rupanya sudah jatuh cinta ya?!...” ucap mama Michel sambil tersenyum, “kejar dia sayang. Jangan sampai kamu menyesal nantinya. Ayo sayang kejar cinta kamu. Kamu harus memperjuangkan hatimu dan cintamu. Masalah nanti sakit hati dan yang lainnya itu akan mengalir dengan sendirinya. Tapi setidaknya kalau sudah di perjuangkan kamu tidak akan menyesal.”


Zelle bangkit dari duduknya dan sesegera menyapu air matanya yang keluar dari sudut matanya dengan menggunakan ibu jarinya.


"Ya, Ma. Zelle mengerti sekarang. Zelle akan memperjuangkan cinta Zelle pada Kevin,...” ucap Zelle sambil tersenyum, “Zelle pergi cari Kevin dulu ya Ma."


"Ya sayang. Ayo kejar cinta kamu,” ucap Mama Michel.


Zelle segera berlari keluar dari rumahnya, tetapi dia tidak menemukan Kevin dimana pun. Zelle sudah mencari di sekitar tempat tinggalnya. Zelle berlari ke sana-kemari tapi tetap tidak menemukan Kevin.


Sementara seseorang memperhatikannya dari kejauhan. Tiba-tiba turun hujan yang cukup deras dan dapat sedikit menutupi air mata yang keluar dari wajah tampannya.


“Hiks hiks.. Lo beneran ninggalin gue KKevi?”


Isak Zelle yang sudah lelah mencari keberadaan Kevin di tambah keadaannya yang masih sakit ditambah hujan yang tiba-tiba deras seakan tau isi hatinya.


“Lo bilang lo sayang ma gue. Baru gue suruh lo pergi aja, lo udah benar-benar pergi. Lo cuma bercanda ma gue ya Kevin?! Gue benci sama lo.” Isak Zelle di tengah hujan deras.


Zelle berjalan gontai kembali ke arah rumahnya dan membiarkan tubuh yang sedang sakit tertimpa air hujan yang semakin deras. Dia menyesal telah membuat Kevin pergi yang nyatanya membuat hatinya terluka.


Sudahlah lebih baik gue kembali ke rumah. Kevin mungkin bukan di ciptakan buat gue dan dia benar-benar ninggalin gue,” gumam Zelle tanpa sadar air matanya kembali mengalir membasahi pipinya.


“Sial, kenapa hidup gue jadi kacau begini?!” ucap Zelle.


Sejenak Zelle sengaja membiarkan tubuh mungilnya tertimpa air hujan untuk menghilangkan kesedihannya.


Tiba-tiba di belakang Zelle ada seseorang yang memeluknya dengan erat. Terasa hangat tubuhnya dalam dekapan seseorang tersebut.


Zelle terkejut saat mengetahui siapa yang berada di belakangnya dan tengah memeluknya erat seakan takut kehilangan dan tidak mau berbagi sedikit pun walau hanya dengan udara yang menatapnya dengan tatapan penuh cinta.


"Lo!” ucap Zelle terkejut sesaat setelah melepaskan dekapan itu.


Zelle kemudian berhambur memeluk seseorang di hadapannya dengan erat tanpa memperdulikan keadaannya sendiri.

__ADS_1


"Jangan tinggalin gue,” ucap Zelle kemudian.


To be continue...


__ADS_2