My Cute And Adorable Girlfriend

My Cute And Adorable Girlfriend
Pertama kalinya


__ADS_3

"Astaga Zelle. Lo enggak apa-apa kan?!” teriak Kevin panik sambil menggendong Zelle dengan sangat hati-hati karena keadaan ruangan yang gelap gulita dan meletakannya di dekat meja.


Untungnya saat Grizelle pingsan Kevin berada di dekatnya jadi tubuh Grizelle dapat tertangkap oleh Kevin sehingga tidak jatuh ke lantai.


"Hei sadar woi! Jangan pura-pura pingsan.” Sambil menepuk pipi Grizelle agar cepat sadar dan menerangi nya dengan cahaya senter di hp. Tetapi Grizelle tidak merespon sama sekali.


"Apa gue bawa dia ke rumah aja ya,..." batin Kevin, “gue kan tidak tahu rumah Zelle di mana.”


Kevin sekilas memperhatikan wajah cantiknya Grizelle dan menyibakan anak rambut yang menghalangi wajahnya Zelle, di saat itulah Kevin tanpa sadar bergumam, “Kamu cantik kalau diam seperti ini Zelle.”


Namun sesaat kemudian...


"Eh ko gue kok malah muji dia cantik?! enggak...enggak...enggak..lo cewek nyebelin dan rese,..." ucap Kevin sambil menoyor kepala Grizelle yang masih tidak sadarkan diri, "Aduh Zelle sadar dong. Jangan pingsan mulu astaga. Masa gara-gara gelap doang lo sampai pinsang. Ooo gue telepon aja si Gavin sama Finn. Mana bisa gue biarkan si Zelle pingsan gini. Lama-lama bisa mati kedinginan di sini.”


“tuuuttt ..tutttt...number yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan.”


"Astaga pada kemana mereka. Jangan bilang mereka ninggalin gue terkurung di sini.” ucap Kevin.


‘Plip’


“Sial hp gw lowbatt lagi. Zelle sadar lo. Lo lama amat pingsan nya,” ucap Kevin sambil menepuk nepuk pipi Zelle.


"uuhhhh.”


Terdengar erangan dari mulut Zelle. Sekejap mengerjap ngerjapkan matanya.


“Aaahhhhh gelap.. gelap!! Gue takut. Aahhhh!!” teriak Zelle histeris.


"Diamm! Berisik lo dasar bebek jelek." ucap Kevin.


"Kevin keluarin gw dari sini please,...” ucap Grizelle sambil mengguncangkan tubuh Kevin, “Please Kevin gw takut gelap aaaahhhhh..!!”


"Lo diam bisa enggak sih bebek jelek?! Berisik tau,” ucap Kevin sambil melotot.


"Please Kevin keluarin gw dari sini. Gue beneran takut,” ucap Zelle memelas.


"Gue udah coba hubungi teman-teman gue. Tapi malah di luar jangkauan. Sialan mereka pada kemana. Kenapa jadi kaya gini?! ucap Kevin kesal.


"Ooo jadi semua ini ulah lo Kevin?! Lo jahat sekali sih. Cepat keluarkan gue dari sini cepat,” ucap Zelle sambil berkacak pinggang.


"Kan gue udah bilang gue udah coba hubungi teman-teman gue tapi hp nya malah di luar jangkauan, lagian siapa juga yg mau lama-lama deket cewek kampung kaya lo,” ucap Kevin kesal.


"Emangnya gue mau juga dekat-dekat lo?! Dih ogah tau,...” ucap Zelle sambil mencebikan bibirnya. “pokoknya keluarin gue dari sini. Cepetannnnnnn!!”


"Enggak bisa hp gw udah mati. jadi gue enggak bisa lagi hubungi orang. Kenapa engga lo aja yang telepon dan minta bantuan bebek jelek,” ucap Kevin.

__ADS_1


"Hp gue mati dari sore gimana gue bisa hubungi orang buat bisa minta bantuan. Klo nyala udah gue lakuin dari tadi,” ucap Grizelle.


"Tolong..tolong..tolong buka pintunya!" Teriak Zelle sambil menggedor gedor pintunya berharap ada seseorang yang melintas dan menolongnya.


Tapi itu tidak mungkin karena hari sudah malam dan letak kelas bimbingan berada di lantai paling atas dan kedap suara karena kelas ini di pakai khusus untuk rapat.


"Hiks..hiks ini semua gara-gara lo!..." teriak Zelle sambil menghampiri Kevin dan memukulinya. "lo jahat ...lo jahat Kevin. Sekarang kita harus gimana coba. Gue enggak mau ada di sini. Gue takut gelap hiks..hikss. Lo jahat Kevin."


"Lo denger enggak sih yang gw bilang...diam. Pusing liat lo ngerengek kaya gini. Lo kira gue mau ada di sini!” teriak Kevin kesal.


"Lo kenapa malah marah ma gue?! Kan semua ulah lo yang bikin gue terkurung dan enggak bisa pulang!” teriak Zelle membuat tubuhnya lemas hingga kembali terkulai di lantai.


"Lo baik-baik aja kan Alien?!” teriak Kevin khawatir.


"Gue.. gue takut gelap. Gue takut,” ucap Zelle lemas.


Kevin yang tidak tega melihat keadaan Zelle pun menghampiri Zelle dan memeluknya.


“A—apa yang lo lakuin..lepasin..lepasin!” teriak Zelle yang terkejut saat di peluk oleh Kevin.


"Diam atau gue lakuin hal lebih!" teriak Kevin.


Grizelle pun akhirnya memilih diam. Dalam kegelapan Zelle memperhatikan wajah Kevin lalu bergumam dalam hati, "Klo gue sedekat ini ma dia gue takut jatuh cinta ma dia. Enggak bisa gue pungkiri klo Kevin itu tampan. Sayangnya nyebelin.”


"Udah puas liatin gue nya?” tanya Kevin tiba-tiba memecah lamunan Zelle.


"Ya udah lo pergi sana, jangan dekat-dekat gue,...” ucap Kevin kesal, “lagian gue meluk lo karena kasian liat lo ampe gemeteran kaya gini. Udah pergi sana jauh-jauh dari gue.”


"Huh lo kira gue takut.?!" ucap Zelle sambil melepaskan diri dari pelukan Kevin.


Baru beberapa langkah terdengar suara auman serigala dan burung hantu. Reflek Grizelle kembali dan memeluk erat Kevin. Dia tidak memperdulikan lagi dia memeluk siapa karena rasa takutnya.


"Ngapain lo peluk-peluk gue?! Lepasin!" ucap Kevin.


"Gw takut Vin. Lo denger enggak barusan ada suara apa?” tanya Grizelle yang masih memeluk erat tubuh Kevin, bahkan membenamkan wajahnya di dada bidang Kevin.


Di saat yang bersamaan...


“Ko gue jadi deg-deg an gini ya?! Bisa sedekat ini ma ni Bebek jelek?!...” batin Kevin yang tanpa sadar membalas pelukan Grizelle, “sebaiknya lo tidur Zelle. Lagian percuma teriak-teriak juga, enggak bakalan ada yang buka pintunya. Harus nunggu sampai pagi. Apalagi besok kampus tutup.”


Tanpa sadar Kevin pun mengusap ngusap puncak kelapa Zelle.


Di saat yang bersamaan, ucapan Kevin yang terdengar lembut di telinga Zelle dan bisa sedikit menenangkan nya membuat Zelle membatin dalam hati, “Tumben ni cowo rese bisa lembut juga.”


"Tapi gw enggak bisa tidur! Gue takut gelap,” sahut Zelle

__ADS_1


"Biar gue yang temenin lo sampai tidur,” ucap Kevin sambil melepas pelukannya.


"Ayo duduk di pinggir sana,” ucap Kevin.


Grizelle pun menuruti kata-kata Kevin dan duduk di pinggir kelas seraya menyandarkan kepalanya ke tembok."


"Duh dinginnya,” batin Zelle karena Zelle hanya memakai jeans dan kaos pendek tanpa menggunakan jaketnya.


"Lo kenapa bebek jelek? Lo sakit?” tanya Kevin yang mulai menyebalkan kembali sambil melihat Zelle yang menggigil kedingian.


"Gue cuma kedinginan Vin. Gue kan enggak bawa jaket,” sahut Grizelle.


"Sini.” ucap Kevin.


"Apa? Lo mau apa Vin?” tanya Zelle.


"Sini biar gue peluk lo. Biar lo enggak kedingian," ucap Kevin.


“Bilang aja kalo lo nyari kesempatan dalam kesempitan,” saut Zelle."


"Pikiran lo negatif mulu ma gw Zelle,” sahut Kevin.


"Lo kan biasanya emang nyebelin Vin," ucap Zelle sedikit terkikik geli.


"Kalo gue niat jahat gue udah terkam lo dari tadi,” ucap Kevin sambil menyeringai yang terdengar menyeramkan di telinga Zelle.


"Huh kaya berani aja,” ucap Zelle.


"Emang lo kira gue enggak berani?!” ucap Kevin.


Terlintas di pikiran Kevin untuk sekedar menjahilinya. Tubuh Kevin semakin mendekat ke arah Grizelle.


"A—apa yang lo lakuin Vin?” ucap panik Zelle yang segera menjauhkan tubuhnya dari Kevin.


"Hahahhaaha baru gitu aja takut. gimana kalau gue terkam beneran,” ucap Kevin sambil tertawa.


"Sialan lo Vin bikin takut gue aja," ucap Zelle sambil memukul mukul kembali Kevin dengan ke dua tangan nya. Kevin segera menangkap ke dua tangan Zelle


."Lepasin gue Vin lepasin gue!” teriak Zelle.


"Diam!” saut Kevin.


Lalu ‘Cup’


Kevin menutup mulut Zelle dengan mulutnya membuat Grizelle membulatkan semua bolanya keluar tanpa melepaskan atau menolak ciuman Kevin. Grizelle hanya bisa diam mematung.

__ADS_1


"Lo..lo ..lo looooo nyuri ciuman pertama gue!!...” teriak Grizelle setelah menyadarinya, “Kevinnnnnn!!!”


__ADS_2