
“Zelle....Zelle...!!” teriak seseorang sambil berlari-lari yang tak lain adalah Caren.
"Ada apa Caren?" tanya Grizelle.
"Lo di panggil dosen killer ke ruangannya, Zelle," sahut Caren.
"Hah? Kenapa gue di panggil Caren?” tanya Zelle.
"Mana gue tau kenapa lo di panggil,” ucap Caren.
"Ayo kita temuin dosennya. Gue penasaran kenapa lo bisa di panggil,” ucap Caren kembali.
Grizelle dan Caren berjalan masuk ke dalam ruang dosen untuk memenuhi panggilannya.
“Zelle, aku tunggu di luar aja ya,” ucap Caren sambil duduk di kursi yang ada di sekitar sana.
Ruang Dosen
"Permisi Pak Radit mencari saya ada apa ya?" tanya Grizelle.
"Oo ya Grizelle Bapak mencari kamu karena bapak butuh bantuan kamu dan ini permintaan dari yang punya kampus ini nak,” sahut Pak Radit.
"Memangnya apa yang bisa saya bantu pak?" tanya Grizelle.
"Kamu di suruh membantu anaknya pemilik kampus,...” ucap Pak Radit, “Kamu kenal kan siapa anak pemilik kampus di sini?”
"Hah? Maksud bapak itu Kevin...cowok rese yang suka ganggu saya Pak?" ucap Grizelle terkejut.
"Ya dia Kevin. Dia anak tunggal dari yang punya kampus di sini,...” ucap Pak Radit, “semalam tuan Davit menelpon bapak dan minta bantuan supaya anak kesayangannya bisa mempunyai nilai yang baik. Kamu tau sendiri kan kalau Kevin itu nilainya minus semua. Jadi bapak mau minta tolong kamu untuk mengajari dia sampai dia bisa memperbaiki nilainya. Bapak bingung mau minta tolong sama siapa lagi. Kamu kan mahasiswa terpintar di kampus ini, jadi bapak percaya cuma kamu yang bisa membantu Kevin dalam memperbaiki semua nilai mata kuliahnya. Kamu mau bantu bapak kan nak Grizelle? Secara tidak langsung itu perintah atasan bapak juga. Jadi Bapak susah untuk menolaknya nak.”
"Wah Pak gimana ya?! Bukan saya menolak tapi saya tidak akan kuat kalau mengajari Kevin si cowok manja itu, pak RRadi,..." ucap Grizelle, "lagian bapak kan tau kalau saya sering bertengkar ma dia. Sumpah pak, Kevin resek banget. Apa bapak tidak bisa cari siswa lain ya?"
"Grizelle tolonglah bapak sekali ini saja. Soalnya kalau Kevin sampai tidak lulus bapak bisa di pecat,...” ucap pak Radit, "Kalau sampai Kevin macam-macam kamu bisa laporkan semua ke saya. jadi biar saya yang hukum dia, kamu cukup mengajarinya sampai dia mendapatkan nilai yang baik. Gimana setuju Grizelle?Tolong bapak sekali ini saja."🙏
"Aduh Pak. Memangnya tidak ada lagi yang lain gitu. Grizelle benar-benar tidak akan sanggup hadapi Kevin si cowok manja itu. Tapi demi bapak akan Grizelle coba. Bapak sudah banyak bantu Grizelle soal nya,” ucap Grizelle.
"Terima kasih banyak nak atas bantuannya,” ucap Pak Radit.
"Sama-sama pak!" sahut Grizelle.
"Mulai nanti sore kamu ajarin Kevin belajar. Mungkin pulang dari kampus kamu mulai mengajarinya. Biar nanti bapak yang konfirmasi waktunya ke Kevin,” ucap Pak Radit.
"Baik pak kalau gitu Grizelle pamit dulu,” pamit Grizelle yang kemudian berjalan keluar ruangan dosen dengan tampang bingungnya.
"Astaga Caren aku bisa mati mendadak gara-gara si anak manja itu," Grizelle berkata dengan frustasi.
“Memang nya apa yang di bicarakan pak Radit sama lo barusan?” tanya Caren.
__ADS_1
“Aku tuh di suruh bantuin Kevin belajar Caren. gimana aku enggak pusing kalau begini,” ucap Grizelle memanyunkan mulutnya.
“Sabar Zelle. Anggap aja lo jagain anak kecil,...” ucap Caren, “ lagian lo untung banget bisa tiap hari dekat ma cowo ganteng hahahaha.”
Caren tertawa terbahak bahak merasa lucu dan juga kasihan kepada sahabat satu-satunya itu.
"Sial lo Caren,” ucap Grizelle.
"Sudahlah jangan cemberut aja. Jelek tau. Mendingan sekarang kita makan aja. Gue udah lapar nich,” ucap Caren yang mengelus ngelus perutnya yang sudah berbunyi berulang kali.
"Ya udah ayo kita ke kantin. Mikirin si anak manja bikin nguras tenaga aku aja,” sahut Grizelle dengan ketusnya.
"lets go!” sahut Caren.
DI KELAS EKONOMI DAN BISNIS
"Bro, tau enggak lo kalau gue hari ini di suruh kelas tambahan. Apa-apaan coba?! Itu si dosen killer barusan manggil gue ke kantor dosen,” ucap Kevin yang berbicara dengan kesalnya.
"Lah tumben lo bingung masalah sepele kaya gitu. Tinggal tolak aja gampang kan,” ucap Finn.
"Gue mana bisa nolak. Lo tau enggak itu perintah siapa?! Itu perintah Papi gue dan itu mutlak dan tidak bisa di langgar,...” sahut Kevin dengan kesalnya, "Arrrrrggghhhhh sumpah gw kesel!"😡
"Sabar Bro. Tidak usah emosi. Kalo lo enggak suka tinggal kerjain aja yang ngajar lo biar kapok dan kabur kaya biasanya,” sahut Gavin menyeringai.
"Tuh denger kata si Gavin. Ngapain juga lo ampe marah-marah enggak jelas gitu,” ucap Finn sambil terbahak.
"Tos dulu bro🙋♂🙋♂🙋♂!!! wkwkwk jangan lupa lo siapin semuanya." ucap Kevin."
"Lo santai aja Vin. Lo tau beres aja semuanya,” sahut Gavin.
"Hahahaha good job bro,” sahut Kevin dan tawa mereka pun pecah.
Sore harinya
"Zelle, sorry ya aku pulang duluan. Aku ada acara keluarga. Jadi aku enggak bisa temenin lo bimbingan belajar buat Kevin. Benar-benar sorry banget,” ucap Caren dengan memelaskan wajahnya.
"Udah lo pulang aja. Lagian aku bisa sendiri hadapin dia. Lo enggak usah khawatir." Grizelle berbicara sambil mengepalkan tangannya tanda dia bisa.
"Ok kalo gitu aku duluan ya Zelle sayang. Kalo lo perlu apa-apa hubungi aku aja ok,...” ucap Caren, "bye Zelle sayang...muach."
"Bye juga Caren sayang ..Muach," sahut Grizelle.
"Ayo Aleena semangat kamu pasti bisa," ucap Zelle menyemangati dirinya sendiri.
"Ok udah waktunya gue hadapi si cowok manja itu di kelas,” ucap Grizelle sambil dirinya masuk ke kelas khusus bimbingan belajar.
Kelas bimbingan belajar
__ADS_1
"Lo ingat ya apa yang udah kita rencanakan. Jangan sampai gagal," ucap ketiga pemuda yang berkumpul dan melalukan misinya.
"Tenang aja bro. Lo liat aja nanti bagaimana hasilnya,” ucap beberapa orang lainnya.
"Ok bro ayo kita mulai."
"Ok biar gue masuk kelas dulu. Biar nanti dia tidak curiga,” ucap seseorang yang tak lain adalah Kevin.
"Ok bro sukses ya. Hahhaha.”👊👊👊
"Aduh ko gue deg-degan ya?! Enggak ..enggak.. enggak. Semangat lo Zelle. Lo pasti bisa,” ucap Grizelle yang kemudian masuk kedalam kelas bimbingan.
"Selamat sore," ucap Grizelle.
"Sore juga bu," saut Kevin tanpa menoleh ke arah Grizelle.
"Ayo kita mulai mata kuliahnya," ucap Grizelle"
"Ok bu," sambil melihat ke arah guru bimbingannya.
"Astaga lo Bebek jelek,...” ucap Kevin yang terkejut saat melihat Grizelle di depannya, "Lo ngapain di sini huhhh? Jangan bilang lo yang jadi guru bimbingan belajar gw."
"Terus kalo iya kenapa huhhh?! Lo mau? Sana protes. Gue juga ogah ngajar lo kalo enggak terpaksa karena mau nolongin pak Radit,” sahut Grizelle.
"Hahahaha lo kira gue mau di ajarin ma cewek kampung kaya lo. Gue juga ogah,...” ucap Kevin, "Tapi kalau di fikir-fikir asik juga. Biar gue bisa kenyang ngerjain lo."
"Dasar lo cowok manja. Yang cuma bisa minta ma orang tua lo. Kasihan yang jadi orang tua lo punya anak enggak guna kaya lo,” ucap Grizelle memendam kekesalannya terhadap Kevin.
"Hei cewek kampung lo Jangan bawa-bawa ortu gw. lo ngerti enggak huhhh?!" Kevin tanpa sadar menggrebrak meja dengan kerasnya.
Brrraaaaaakkkkk
"Lo enggak tau apa-apa tentang hidup gw." ucap Kevin yang mukanya sudah sangat marah.
Grizelle pun sedikit terkejut terhadap sikap Kevin yang marah seperti itu, karena yang dia tau Kevin anak yang Bandel.
"BRRRRRUUUUKKK”
TERDENGAR SUARA PINTU YANG TIBA-TIBA TERTUTUP RAPAT DAN LAMPU RUANGAN YANG TIBA-TIBA MATI TOTAL.
"Arrrrrrrrrrrrggggggghhhhhhh.. gue takut gelap...tolong-tolong!!!!!! Buka pintunya!!!!! Gue takut!!!” Grizelle berteriak histeris sambil menggoyang goyangkan handle pintu yang terkunci sambil terus berteriak meminta tolong.
"Brisik lo cewek kampung. Masa ma gelap aja lo takut. Bukannya lo pemberani ya,..” ucap Kevin, “lo enggak liat kalau gue tuh masih marah ma lo.”
"Gw mohon buka pintunya. Gue takut gelap. Kevin tolongin gue. Gue benar-benar takut." Terdengar suara isak tangis. Tak lama terdengar suara orang yang terjatuh pingsan.
Brukkk
__ADS_1
to be continue..