
“Selamat pagi,” ucap Pak Radit yang akan memulai kelas paginya.
“Pagi, Pak,” sahut semua mahasiswa yang hadir.
"Loh ko tumben ada kursi yang kosong ya?! Kalau tidak salah itu kursi nya Grizelle kan?! Ke mana dia? Tumben tidak masuk kelas,” ucap pak Radit.
“Katanya sih sakit Pak. Tadi dia menitipkan pesan kalau sakit dan tidak bisa mengikuti kelas,” ucap Caren.
"Oo gitu ya. Ya sudah kita mulai kelasnya,” Ucap pak Radit yang mulai menerangkan mata pelajarannya di depan kelas.
“Grizelle sakit?!...” gumam seseorang yang tak lain itu Kevin, “kok dia bisa sakit?! Setahu gue, kemarin dia baik-baik aja.”
Mata Kevin terus tertuju pada bangku dan meja yang kosong, bahkan Kevin tidak mendengarkan mata kuliah yang di sampaikan oleh pak Radit.
Setelah kelas selesai Kevin belum beranjak dari tempat duduknya. Dia masih memandangi bangku dan meja yang kosong. Ya, itu tempat biasanya Grizelle duduk.
"Bro lo kenapa?” tanya Gavin dan Finn bersamaan.
"Gw kepikiran Grizelle,” sahut Kevin tanpa sadar.
"Hah! Lo kepikiran Grizelle?!” ucap Gavin yang terkejut begitu juga Finn yang mendengar pengakuan Kevin.
“Mak.. maksud gue.. gue lapar hahahaha..” ucap Kevin meralat pernyataannya tadi.
"Gue enggak percaya Vin,” ucap Gavin.
"Kenapa lo enggak jujur aja klo lo kangen kan sama Zelle,” ucap Finn sambil mengangkat salah satu sudut bibirnya dan menggerak gerakan alisnya.
"Apaan sih lo Finn?!...” ucap Kevin yang menyangkal perasaannya, “siapa juga yang kangen ma tuh cewek kampung."
Tanpa sengaja Caren melewati mereka bertiga yang sedang mengobrol.
"Caren,” ucap Kevin memanggil teman sekaligus sahabat Grizelle.
"Kenapa Kevin? tumben lo manggil gue?” tanya Caren.
"Gue cuma mau tanya aja. Tuh si cewek kampung sakit apa sampai enggak masuk kelas?” tanya Kevin.
"Tumben lo nanyain Zelle. Biasanya juga dia lo jahilin mulu,..” ucap Caren, “...dan asal lo tau, namanya Grizelle dan dia bukan cewek kampung.”
"Lo di tanya tinggal jawab aja apa susahnya sih?!” ucap Kevin kesal.
__ADS_1
"Lo nanya malah nyolot. Ogah gue jawabnya,” ucap Caren sambil melangkah pergi meninggalkan Kevin.
"Woi tunggu!” teriak Kevin yang melangkah menghampiri Caren.
"Lo mau apa lagi sih Kevin?” tanya Caren.
"Gue mau minta no hp si cewek kampung. Cepat lo kasih gue no hp nya,” ucap Kevin dengan memaksa.
"Dih buat apa juga gue kasih no hp Zelle ke lo. Yang ada lo gangguin dia terus,” ucap Caren yang membereskan barang-barangnya tanpa mempedulikan Kevin yang sudah sangat kesal.
"Lo jadi cewek ko rese banget ya. Apa susahnya lo tinggal kasih gue aja tanpa banyak omong,” ucap Kevin.
"Kalau gue enggak mau kasih kenapa huh?!” ucap Caren yang juga kesal terhadap Kevin.
"Gue kan minta baik-baik kenapa lo nyolot. Gue cuma minta no hp tuh si cewek kampung,” ucap Kevin.
"Eh lo berdua kenapa malah jadi ribut?” tanya Finn dan Gavin melerai Kevin dan Caren yang mulai berdebat.
"Caren cantik tolong ya. Boleh kan gue minta no hp nya Zelle,...” ucap Finn dengan lembut dan tersenyum manis ke arah Caren, “Kevin mungkin mau minta maaf sama Zelle.”
"Gue kan tanya tadi ngapain lo nanyain no hp nya Zelle. Kalau lo jawab gue kasih no nya ke lo kok," sahut Caren.
"Gue cuma mau punya no hp nya aja. Masa’ iya gue harus bilang masalah pribadi gue ke lo sih Caren,...” ucap Kevin, "cukupkan jawaban gue?”
"Emang siapa juga yang mau ngajak ribut tuh si Cewek kampung. Lagian mana takut gw ma lo," ucap Kevin.
"Mana hp lo? Catat ni no hp Zelle,...” ucap Caren, "Ni no hp nya Zelle 7868 xxxx xxxx ucap Grizelle. Udah puas kan lo Kevin?”
"Makasih Caren yang cantik,” ucap Finn yang memotong pembicaraan Kevin dan Caren sambil tersenyum manis.
"Lo sama tuh cewek Kampung sama-sama nyebelin tau enggak?!...” ucap Kevin, "By the way thanks no nya.”
Kevin pun melangkah pergi mengambil barang-barangnya dan melangkah meninggalkan kelas di susul oleh Finn dan Gavin.
Rumah Grizelle...
"Sayang, ko badan kamu bisa panas gini sih? Kenapa kamu enggak bilang ma mama kalau kamu sakit?” tanya mama Michel khawatir.
"Iya sayang. Kamu kalau sakit harusnya bilang sama Papa dan Mama. Ayo kita ke Dokter saja sayang. Supaya panasnya lekas turun,” ucap papa Daniel.
"Zelle enggak apa-apa ko ma pa. Tidak usah ke Dokter. Zelle baik-baik aja,” ucap Zelle lemas.
__ADS_1
"Oo ya sayang mama mau tanya boleh kan?” tanya mama Michel sambil mengusap usap kening Zelle.
"Emang nya mama mau tanya apa sama Zelle?” tanya Grizelle.
"Mama mau tanya kenapa kemarin kamu nangis sampai sakit kaya gini? Sampai tidak mau makan juga. Ada masalah apa? cerita dong ma mama dan papa,” ucap mama Michel cemas
"Hem Zelle tidak apa-apa ko Ma,Pa,” ucap Zelle bungkam karena tidak mungkin bagi Zelle memberitahu orang tuanya kalau dia di cium oleh cowok di depan semua orang.
"Udahlah Ma. Jangan tanya dulu Zelle. biarkan dia istirahat dulu,” ucap Papa Daniel.
"Ya udah. Kamu istirahat aja dulu ya sayang. Atau mau makan dulu? mama sudah buatkan bubur buat kamu loh sayang. Tuh liat aja di mangkuk. Mama juga sudah kupas kan buah buat kamu sayang. Makan dulu yuk,” ucap mama Michel membujuk Zelle.
"Maaf Ma tapi Zelle belum mau makan. Zelle belum lapar. Nanti aja Zelle makannya ya ma. Zelle mau tidur aja dulu. Boleh kan ma?” ucap Grizelle dengan lemah.
"Udah, Ma. Jangan paksa Zelle. Mungkin dia belum nafsu makan. Biarkan saja dia istirahat dulu. Nanti kalau Zelle lapar pasti makan percaya deh sama papa,” ucap Papa Daniel.
"Maaf ya Ma, Pa," ucap Grizelle.
"It's ok sayang,..." sahut papa Daniel, "Ayo ma kita keluar dari kamar. Biarkan Zelle istirahat."
papa Daniel pun menggandeng tangan mama Michel supaya mengikutinya keluar dari kamar putri kesayangannya.
“Maaf Mama, Papa, Zelle enggak bisa cerita masalah Zelle. Bukan maksud Zelle bohong dan enggak mau cerita, tapi Zelle malu ma Mama dan Papa kalau Mama dan Papa tahu apa yang sudah terjadi pada Zelle kemarin,” gumam Zelle sambil memejamkan matanya yang sudah di aliri kembali oleh cairan bening di kedua sudut matanya yang mengalir membasahi pipinya, karena bagaimana pun juga perlakuan Kevin kemarin membuatnya sakit hati.
Mansion Archealous
“Gue kok kepikiran si cewek kampung itu ya?!...” gumam Kevin yang baru saja memasuki kamarnya dan merebahkan diri di atas kasur king size kesayangannya, “kok gue kangen dan khawatir ya sama dia?! Padahal baru satu hari gue enggak ketemu. Apa dia sakit gara-gara gue cium kemarin. Lagian itu kan udah ciuman ke dua gue ma dia. Apa gue keterlaluan ya kemarin?! Semua gara-gara Kyna. Coba kalau dia enggak ngejar-ngejar gue mulu, engga akan kaya gini kejadiannya. Tapi gue juga senang bisa cium tuh si Zelle. Kenapa gue jadi uring-uringan aja kaya gini? Apa gue telepon aja tuh si Zelle?!”
Kevin mengeluarkan hp miliknya sambil mencari kontak telepon Zelle yang di berikan tadi oleh Caren bermaksud untuk meneleponnya.
Kevin menekan icon hijau setelah dia menemukan kontak Zelle tapi kemudian Kevin mematikannya lagi.
“Arrrgghhh..! Gue harus gimana?!...” ucap Kevin frustasi, “masa sih gue harus nelpon Zelle. Tapi gue beneran khawatir sama dia.”
Kevin melihat layar hp di hadapannya yang terpasang foto gadis cantik sebagai wallpaper nya yang tak lain foto Grizelle yang entah kapan Kevin dapatkan.
“Ah. Gue harus ngapain coba?!...” teriak Kevin kesal karena merasa bingung, “Kenapa muka tuh cewek terbayang terus ya di otak gue. Apalagi waktu dia nangis kemarin, rasanya gue pingin meluk dia erat-erat. Di tambah dia sakit gara-gara kelakuan gue kemarin. Gue coba aja telpon dulu aja tuh cewek jelek. Dari pada gue penasaran. Mungkin juga bisa ngobatin kangen gue ma tuh cewek kampung.”
Kevin kemudian mencari kembali kontak Zelle dan menekan icon hijau di sana.
'Tuuttt...tuuuttt...’
__ADS_1
“Hallo...hallo..” ucap lemah seseorang di seberang sana dengan suara paraunya.