
“Lo!” ucap Grizelle yang langsung berhambur kepelukan seseorang yang berada di hadapannya tanpa memperdulikan lagi keadaannya.
Ya seseorang itu ternyata Kevin yang masih belum meninggalkan rumah Grizelle. Kevin menunggu Zelle keluar untuk menghentikannya pergi karena dia yakin kalau Zelle mempunyai perasaan yang sama kepadanya, tetapi Zelle tidak kunjung keluar.
Saat sudah mulai putus asa dan berniat untuk benar-benar pergi tanpa sengaja Kevin melihat Zelle yang berlari lari dan meneriakan namanya, sehingga Kevin memilih untuk sembunyi. Kevin juga penasaran akan perasaan Zelle terhadapnya.
"Lo jahat,...” ucap Zelle sambil memukuli dada bidang Kevin sesaat setelah Zelle melepaskan pelukannya dari tubuh Kevin, “lo bilang lo sayang sama gue tapi lo ninggalin gue.”
"Gue enggak ninggalin lo ko Zelle. Buktinya gue ada di sini,” ucap Kevin sambil menatap mata Zelle yang menyipit karena terlalu banyak menangis, serta guyuran hujan yang cukup deras membuat wajah cantik Zelle sedikit terhalangi.
Tangan Kevin membelai puncak kepala Zelle menandakan betapa sayangnya Kevin pada Zelle. Terasa hangat dan nyaman untuk Zelle.
"Gue sempat putus asa. Gue nunggu lo nyariin gue dari tadi. Gue nunggu di samping rumah lo Zelle. Saat gue udah hampir menyerah dan memutuskan pergi, gue dengar suara lo yang manggil-manggil gue. Gue belum keluar karena gue penasaran gimana perasaan lo ke gue, Zelle,...” ucap Kevin yang menangkup kedua pipi Grizelle. “gue senang lo mempunyai perasaan yang sama kaya gue, Zelle.”
"Gue.. gue.. gue suka ma lo Kevin,” ucap Zelle dengan suara perlahan.
Pipinya bersemu merah menandakan malu karena telah mengakui perasaannya.
"Apa? Gue gak dengar Zelle. Coba lebih keras lagi,” ucap Kevin sengaja membuat wajah Zelle yang semakin bersemu merah.
"Gak mau. Aku gak mau ucapkan lagi. Cukup sekali dan gak bisa di ulang,” ucap Zelle."
Kevin tersenyum dan kembali memeluk erat Zelle.
"Sekarang kamu milikku Zelle,” ucap Kevin berbisik di telinga Zelle.
"Kamu juga sekarang milikku Vin,” ucap Zelle berbisik di telinga Kevin sambil membalas pelukan Kevin.
"Gue tau itu sayang,” ucap Kevin lembut yang masih memeluk Zelle yang menggigil kedinginan.
Pipi Zelle merona saat dirinya mendengar panggilan sayang untuk dirinya dari Kevin.
"Nyaman,” ucap Zelle sambil tersenyum, membenamkan wajahnya pada dada bidang Kevin.
"Sayang, sebaiknya kita berteduh dulu. Kamu sudah menggigil kedinginan karena kehujanan,” ucap Kevin sambil melepaskan pelukannya dari Zelle dan segera menggandeng tangan Zelle mencari tempat yang teduh, karena rumah Zelle cukup jauh dari tempat mereka berada kini.
Hujan yang berlangsung cukup lama dan deras itu membuat Zelle dan Kevin menunggu di tempat yang teduh cukup lama.
“Kalau pun memaksakan pulang kasihan Zelle,...” fikir Kevin, “Zelle sedang sakit nanti bisa tambah parah karena hujan-hujanan.”
Hati mereka berdua terasa lega karena sudah saling mengungkapkan perasaannya. Kevin masih terus menggandeng tangan Zelle dengan erat dan tidak melepaskannya walau hanya sebentar saja.
Tangan Kevin menangkup tangan Aleena yang dingin, menyatukan jari-jarinya di antara jari-jari milik Zelle.
"Maaf,” ucap Kevin.
"Maaf untuk apa?” tanya Zelle sambil menatap manik mata milik Kevin.
"Maaf gue lama menyadari kalau gue itu suka ma lo. Maaf karena suka ngerjain lo, ngata-ngatain lo tapi itu gue lakuin buat menarik perhatian lo dan agar gue bisa dekat dengan lo,...” ucap Kevin tertunduk, “Malah gue itu udah lama suka ma lo. Dari zaman kita awal kuliah, gue udah suka ma lo. Gue cuma selalu mengelak aja akan perasaan gue terhadap lo.”
Kevin pun melihat ke manik mata milik Zelle yang tengah melihatnya kemudian Kevin tersenyum manis menatap Zelle yang juga tengah menatapnya.
"Gue juga sama,” ucap Grizelle.
“Hah?!”
Kevin terperangah mendengar pengakuan Zelle yang mengaku sudah menyukainya dari dulu.
Akhirnya mereka berdua tersenyum karena senang perasaan mereka berdua saling terbalaskan.
__ADS_1
"Dingin,” ucap Zelle sambil menggosok gosokan tangannya.
Pakainya memang basah kuyup dan hujan petang itu pun tak kunjung surut juga dan malah bertambah deras menambah dingin suasana kota Dublin malam itu.
"Sayang, kamu kedinginan ya?” tanya Kevin dengan lembut, berbeda dari perkataan Kevin yang sebelumnya itu selalu kasar dan Arogan.
Zelle hanya menganggukkan kepalanya. Badannya pun terasa hangat kembali, sepertinya Zelle demam kembali.
Tanpa berfikir lagi Kevin menarik kembali Tubuh Zelle ke pelukannya, memeluknya dengan erat, menyalurkan kehangatan pada tubuh mungil Zelle sehingga tubuh Zelle yang mungil tertutupi oleh tubuh Kevin. Tangan Kevin melingkar sempurna di pinggang dan tubuh Zelle.
"Hangat,” ucap Zelle yang menyandarkan wajahnya pada dada bidang milik Kevin.
Cukup lama mereka berpelukan. Kevin mendekatkan wajahnya ke wajah cantik milik Zelle seakan tahu apa yang akan di lakukan Kevin tanpa sadar Zelle memejamkan matanya.
Kevin semakin mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Zelle. Ciuman kali ini terasa berbeda karena Zelle membalasnya. Ciuman itu berlangsung cukup lama dan saling berbalas menyalurkan perasaan di antara mereka berdua.
Kevin mengakhiri ciumannya menatap Zelle dengan penuh cinta.
“Terima kasih sayang udah mau menerima aku,” ucap Kevin kemudian.
Zelle hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.
Akhirnya hujan reda. Kevin segera mengantarkan Zelle pulang ke rumahnya.
Zelle dan Kevin masuk ke rumah Grizelle di sambut oleh Mama Michle yang memang menunggu Zelle pulang dengan perasaan cemas dan khawatir.
"Sayang, kalian berdua basah kuyup gini,...” ucap Mama Michel, “ayo cepat keringkan baju kalian atau kalian akan sakit lanjutnya lagi."
"Ya, Mama. Zelle ganti pakaian dulu,” sahut Grizelle yang langsung pergi menuju kamarnya meninggalkan Kevin bersama Mamanya.
"Hmm, Tante. Sebaiknya saya pamit pulang aja,” ucap Kevin yang sama basah kuyupnya dengan Zelle.
"Kevin parkir cukup jauh dari sini Tante. Karena takut Zelle marah waktu itu Tante,” ucap Kevin.
“Nih, pakai dulu handuknya. Keringkan dulu pakaian kamu nak. Nanti sakit.”
Mama Michel segera memberikan handuk pada Kevin.
“Tante ambilkan dulu coklat panas untuk kalian berdua ya,” ucap Mama Michel sambil berjalan meninggalkan Kevin ke dapur.
“Ting tong ting tong.”
Terdengar bell rumah Grizelle berbunyi.
“Wah Papa sudah pulang ya.” sambut Mama Michel yang menyambut kedatangan suaminya. Ternyata yang datang adalah Papanya Zelle yaitu papa Daniel.
“Rupanya ada tamu ya, Ma?!” ucap Papa Daniel yang memasuki ruang tamu di mana Kevin berada.
"Malam Om,...” ucap Kevin sambil menjulurkan tangan dan tersenyum, “kita bertemu lagi Om.”
“Kamu kan Kevin. Anaknya Pak David. Bos di perusahaan tempat papa bekerja,” ucap papa Daniel terkejut.
"Ya, Om. Saya Kevin anaknya Pak David,” ucap Kevin.
"Papa kenal dengan nak Kevin?” tanya Mama Michel penasaran.
“Ya. Papa kenal dengan Kevin. Dia anak bos di perusahaan tempat papa kerja, Ma,” ucap papa Daniel.
“Ayo duduk nak. Om tinggal sebentar. Nanti kita berbincang lagi. Om mau mandi dulu,” ucap Papa Daniel yang pergi ke kamarnya untuk mandi setelah berpamitan pada Kevin.
__ADS_1
Zelle yang sudah selesai mengganti pakaiannya segera menemui Kevin di ruang tamu yang juga sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang di pinjamkan Papa Daniel yang terasa sedikit sempit. Karena papa Daniel memaksa takutnya Kevin sakit kalau terus memakai pakaian basah. Senyumnya mengembang begitu sempurna, wajahnya pun sudah tidak terlalu pucat lagi.
"Maaf sudah menunggu lama,” ucap zelle yang segera duduk di samping Kevin.
"Em enggak lama kok,” ucap Kevin sambil tersenyum membalas senyuman Zelle kepadanya.
Mama Michel yang diikuti oleh papa Daniel segera menyusul duduk di kursi. Mereka mengobrol dan terlihat sangat akrab seperti sudah lama bertemu.
"Nak Kevin, ko bisa kenal dengan Zelle?” tanya papa Daniel memulai percakapannya.
"Ya, Om. Saya kuliah bareng sama Zelle. Satu jurusan malahan satu kelas juga,...” ucap Kevin pada papa Daniel, “...dan sekarang saya juga resmi berpacaran dengan Zelle.”
"Oo begitu ya,” ucap papa Daniel.
Setelah beberapa waktu berbincang akhirnya Kevin pamit pulang karena waktu sudah malam juga.
"Om, Tante, saya pamit pulang dulu ini sudah malam,” ucap Kevin yang melihat jam tangan yang melingkar di tangannya.
"Sebaiknya nak Kevin menginap saja di sini. Bahaya kalau malam-malam di jalan,” ucap mama Michel dan papa Daniel.
"Sebaiknya saya pulang Om karena Daddy dan mommy pasti nungguin aku pulang,” ucap Kevin.
"Oo baiklah kalau begitu. Om titip salam buat Pak David,” ucap Papa Daniel.
"Baik. Nanti Kevin sampaikan Om,” sahut Kevin sambil mencium tangan Om daniel dan Tante Michel.
"Ma, Pa, Zelle antar Kevin ke depan dulu ya,” ucap Zelle sambil melangkah kan kakinya keluar rumah bersama Kevin.
"Sayang, aku pulang dulu ya,” ucap Kevin lembut pada Zelle.
"Ya sayang,...” sahut Zelle malu-malu membuat pipinya merona seketika, “Hati-hati di jalan.”
Kevin mendekat ke arah Zelle dan
‘cup’
Kevin mencium puncak kepala Zelle.
“Mimpiin aku ya, sayang,” ucap Kevin sambil melangkah pergi dan masuk ke dalam mobilnya yang terparkir cukup jauh dari rumah Zelle dan kemudian melajukan mobilnya meninggalkan rumah Grizelle.
Terlihat Zelle melambaikan tangan hingga mobil Kevin hilang dari pandangannya yang kemudian Zelle masuk ke dalam rumahnya.
"Ma, Pa, Zelle masuk ke kamar dulu ya. Zelle udah ngantuk,” ucap Zelle yang berjalan memasuki kamarnya.
"Ya sayang. Selamat beristirahat,” ucap mama Michel dan papa Daniel.
Grizelle merebahkan tubuhnya di atas kasur kesayangannya sambil tersenyum. Zelle mengambil hadiah yang Kevin berikan untuknya tadi.
“Aku suka boneka sama bunganya,” ucap Zelle yang kemudian menghirup aroma bunga dan memeluk boneka yang lebih besar dari ukuran tubuhnya dan tanpa terasa Zelle terlelap dalam tidurnya.
Mansion Archeoulus
Kevin yang sudah sampai di mansionnya segera memasukan mobilnya di halaman rumahnya. Kevin segera menaiki anak tangga untuk bisa sampai ke kamarnya yang berada di lantai 3. Kevin segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sudah bau keringat dan basah setelah hujan sore tadi.
Setelah selesai mandi dan berpakaian Kevin merebahkan diri di kasur king size kesayangannya.
Kevin memandangi langit-langit kamarnya dan membayangkan kejadian tadi sore yang tidak pernah di sangkanya.
"Sekarang gue udah punya belahan hati gue,” ucap Kevin sambil tersenyum.
__ADS_1
“Gue sayang lo, Zelle,” gumam Kevin tersenyum yang tanpa sadar terlelap dalam tidurnya.