My Cute And Adorable Girlfriend

My Cute And Adorable Girlfriend
Pelukan itu


__ADS_3

‘Cup’


Kevin tiba-tiba mencium bibir Grizelle membuat kedua mata Grizelle membulat sempurna.


"Lo! Astaga lo..lo..” ucap Grizelle terbata-bata sambil menutup bibirnya.


"Kevin!...” teriak Grizelle saat kesadarannya sudah kembali, “lo nyuri first kiss gw.”


Zelle berteriak karena terkejut. Kemudian Grizelle menggigit tangan Kevin sekeras mungkin.


“Aaaaarrrggghhhh...!”


Kevin berteriak sambil menahan sakit akibat gigitan Zelle.


"Lo berani ya gigit gue!” teriak Kevin yang sedikit membentak kasar dan mau melayangkan pukulan membuat Grizelle terjingkat kaget.


Walau Grizelle cewek pemberani dan tegar tapi dia sebenarnya sensitif dan manja. Mendengar Kevin membentaknya kasar membuat Zelle berkaca-kaca dan membuat air matanya jatuh karena bagaimanapun dia tidak pernah di bentak seperti itu. Apalagi Kevin sampai mengangkat tangannya membuat Zelle benar- benar terkejut.


Untung saja ruangan sangat gelap, jadi tidak terlihat kalau Zelle sedang menangis. Hanya suaranya yang sedikit terisak.


Kevin yang semula marah menjadi merasa bersalah karena membentak seorang wanita sampai seperti itu. Apalagi yang di bentaknya itu perempuan yang sudah lama disukainya secara diam-diam.


"Maaf Zelle gue enggak bermaksud bentak lo kaya gitu tadi. Gue tadi hanya terkejut saja,” ucap Kevin sambil mendekati Zelle yang masih terisak.


"Lo jauh-jauh dari gue, Kevin,” ucap Zelle yang masih menangis.


Zelle merasa sakit hati karena di bentak seperti itu.


Kevin tetap mendekati Zelle karena merasa bersalah. Bagaimana pun Zelle itu perempuan dan sikapnya seperti itu memang tidak pantas karena dia yang memulai mencium Grizelle tanpa seizinnya dan malah membentaknya.


Kevin memeluk tubuh Zelle dengan erat walau Zelle berteriak teriak minta di lepaskan.


"Lepasin gue Kevin! Ngapain lo peluk-peluk gue segala. Lepasin gue!” teriak Zelle sambil berusaha melepaskan pelukan Kevin.


Kevin memiliki bertubuh kekar, berdada bidang dan tinggi serta tampan tentu saja berukuran dua kali lipat tubuh Zelle yang mungil. Walau Zelle berteriak tetap tidak akan bisa melawan kekuatan Kevin.


"Diam! Aku cuma mau minta maaf aja Zelle.”


Terdengar suara lembut Kevin yang baru pertama kali di dengar Zelle karena biasanya laki-laki yang sedang memeluknya itu selalu bersuara dengan kasar.


Grizelle hanya bisa diam mematung di dalam pelukan Kevin yang terasa semakin erat memeluknya.


"Zelle aku minta maaf ya,” ucap Kevin kembali saat merasa tidak ada respon jawaban dari Grizelle.


"Ok aku maafin lo kali ini,...” ucap Grizelle pelan, “tapi lo lepasin pelukan lo dari gue.”


Kevin pun melepaskan pelukannya dari Grizelle tapi tidak menjauhkan tubuhnya dari Zelle.


Kevin tersenyum dalam kegelapan malam karena mengingat dia sangatlah dekat dengan perempuan yang disukainya.


"Gue juga minta maaf Vin. Gue juga terkejut karena lo tiba- tiba nyium bibir gue,...” ucap Grizelle. “karena itu ciuman pertama gue Vin.”


“Lagian itu first kiss gue juga.”


Terdengar ucapan pelan keluar dari mulut Kevin.


"Lo bilang apa Vin?” tanya Grizelle yang mendengarnya dengan samar-samar.


"Enggak ada,...” ucap Kevin, “lo suka mengada-ada aja.”


Lagi-lagi Kevin pun kemudian bersikap kembali menyebalkan.


"Lo ngeselin tau enggak," ucap Zelle.


"Ayo. Sebaiknya lo cepat tidur. Ini udah malam. Pasti besok ada yang bukain pintu kampusnya dan mencari keberadaan kita,” ucap Kevin.


"Gue belum ngantuk Vin. Gue takut gelap,” ucap Grizelle.


"Ayo tidur di lantai ini sambil pakai kardus bekas buat tikarnya,” ucap Kevin sambil menuntun Zelle ke tempat yang sudah Kevin siapkan.


"Gue enggak mau Vin,” ucap Zelle dengan suara memelas dan sedikit manja dengan tanpa sadar.


"Kalau lo enggak nurut ucapan gue, gue bakalan cium bibir lo lagi,” ancam Kevin sambil menyeringai.

__ADS_1


"Dih ogah banget gue,” ucap Zelle.


"Tidur...ayo,” ucap Kevin.


"Ok ok gue tidur. Lo nyebelin banget sih cowok,” ucap Zelle sambil menyenderkan tubuhnya di dinding.


Kevin pun menyusul menyenderkan tubuhnya di dinding berdekatan dengan Zelle.


"Awas lo jangan macam-macam waktu gue tidur,” ucap Zelle melirik ke arah Kevin.


"Kalau lo enggak tidur-tidur gue akan lakuin lebih dari tadi,” ucap Kevin.


"Iya. Gue tidur,” ucap Zelle menyandarkan kepalanya ke dinding dan memejamkan matanya.


“Ko bisa-bisanya gue cium cewek jelek itu ya,...” batin Kevin, “gue emang beneran suka sama cewek galak ini, tapi gue harus tetap kaya gini biar gue bisa dekati dia.”


Malam semakin larut dan udara terasa semakin dingin membuat tubuh mungil Zelle yang terlelap menggigil kedinginan.


"Nih pakai jaket gue. Lo kedinginan kan Zelle?" ucap Kevin yang belum bisa mengistirahatkan tubuhnya.


"Enggak usah. Gue enggak apa apa," sahut Zelle sambil menggosok gosokan tangannya yang dingin agar terasa hangat.


"Lo bandel ya bebek jelek. Sini lo pakai atau lo bisa mati beku,” saut Kevin sambil memakaikan jaketnya ke Grizelle.


"Makasih,” saut Zelle pada akhirnya.


"Selamat tidur cowok manja,” ucap Zelle kemudian memejamkan kembali matanya.


"Selamat tidur juga cewek rese,"ucap Kevin tersenyum sambil memejamkan matanya.


Tanpa terasa mereka tertidur hingga pulasnya dan saling memeluk.


KEESOKAN HARINYA...


‘CLEKKLEK’


TERDENGAR SUARA PINTU YANG TERBUKA


Mereka pun bingung karena sudah banyak orang di hadapan mereka.


flashback on


KRINGGG...KRINGGG...☎☎☎☎


“Halo.”


Terdengar seseorang dari seberang sana berbicara.


"Ini dengan Pak Radit? Maaf saya mamanya Grizelle. Saya mau bertanya, apa bapak tau Grizelle di mana? Ini sudah malam tapi Grizelld belum pulang ke rumah. Saya sudah menanyakan ke pihak kampus tapi kata mereka tidak ada mahasiswa lagi di kampus dan kampus juga sudah tutup dari tadi,” ucap mama Grizelle cemas.


"Ibu jangan cemas dulu. Biar saya coba bantu cari,...” ucap Pak Radit, “kalau bisa Ibu tolong bantu telepon beberapa teman Grizelle. Kampus malam ini sedang ada perbaikan listrik jadi anak-anak di suruh pulang lebih cepat. Mungkin besok pagi baru bisa ke sana. Ibu tolong sabar dulu ya."


"Baiklah. Terima kasih atas informasinya pak Radit. Saya dan Papanya Grizelle akan mencari ke rumah teman-temannya,” ucap Mama Grizelle.


flashback off


"Apa yang kalian lakukan di sini?! teriak keras Pak Radit sehingga membangunkan kedua orang manusia yang terlelap dan nyenyak dalam tidurnya.


‘Uugghhh’


Terdengar erangan khas bangun tidur dari mereka berdua dan setelah sadar mereka berdua benar-benar terkejut dan lekas bangun dari tidurnya.


“BAPAKKKK!!!” TERIAK MEREKA BERDUA..


"Akhirnya kita bisa keluar dari sini,” sahut Zelle senang dan tanpa sadar memeluk Kevin.


"Gue juga senang,” sahut Kevin yang tanpa sadar membalas pelukan Zelle.


"Ehhmmm. Cukup kalian mesra mesraannya,...” ucap Pak Radit, "Sekarang jelaskan mengapa kalian berdua bisa ada di sini. Apa kalian tidak tahu kalau orang tua kalian khawatir dan mencari cari kalian?!"


"Emmm Pak semalam kan kita sedang bimbingan belajar, tiba-tiba pintu tertutup dan terkunci terus lampu juga mati,” sahut Grizelle menjelaskan.


"Terus kenapa kalian tidak telepon saya atau yang lainnya supaya bisa menolong kalian?” tanya Pak Radit.

__ADS_1


"Telepon kita lowbath, Pak,” sahut Kevin menimpali.


"Ya sudah sebaiknya sekarang kalian segera keluar dari sini. Lalu cepat pulang ke rumah,” ucap Pak radit.


"Ba—baik Pak,” saut Zelle dan Kevin yang segera membawa tasnya meninggalkan kelas dan keluar dari kampus.


"Lo pulang pakai apa Zelle?” tanya Kevin yang sudah berada di parkiran.


“Gue pulang pakai angkot. Kenapa huuhh? Lo mau ngeledek gue?” tanya Grizelle.


"Astaga lo bikin gue naik darah mulu. Gue nanya baik baik loh.”


Kevin mulai mendekati Zelle yang memundurkan beberapa langkahnya ke belakang.


"Mau apa lo Vin?” tanya Zelle.


"Gue mau nyium lo lagi,” bisik Kevin sambil tersenyum menyeringai di telinga Zelle yang membuat Zelle merinding dan jantungnya berdetak dengan cepat.


"Lo.. lo udah gila Vin,” ucap Zelle sambil mendorong jauh tubuh Kevin yang hampir menempel di tubuhnya.


"Hahaha.. mimpi lo gw mau nyium lo lagi,” ucap Kevin terbahak-bahak.


"Dasar cowok gila,” ucap Zelle sambil berlari meninggalkan Kevin yang tertawa terbahak-bahak.


"Hahahha baru segitu aja panik lo bebek jelek!” teriak Kevin.


"Awas aja lo cowok manja gue balas lo nanti!” teriak Zelle yang kemudian menghilang keluar dari kampus.


"Astaga bebek jelek lo lucu juga,” gumam Kevin yang kemudian masuk ke mobilnya dan meninggalkan kampus.


Rumah Grizelle


“Sayang, kamu dari mana saja?...” teriak seseorang yang tak lain Mamanya yaitu mama Michel, “Pa.. Papa.. Zelle sudah pulang, Pa!”


“Sayang, kamu enggak apa-apa kan?! Kamu bikin mama dan papa khawatir loh. Kamu beneran enggak kenapa- kenapa kan sayang?" tanya mama Michel.


"Zelle enggak apa apa, Ma. Lihat aja Zelle baik-baik aja. Nanti Zelle ceritain semua ma Mama, tapi Zelle mau mandi dulu udah gerah nih. Bolehkan ma?” ucap Grizelle.


"Ok sayang. Sebaiknya memang kamu mandi dulu. Kamu udah bau.”


Tawa mama Michel yang membuat Grizelle mendengus.


“Ya udah Zelle ke kamar dulu, Ma,” ucap Grizelle yang dengan cepatnya menaiki tangga yang menuju ke kamarnya.


“Gitu Ma, ceritanya,” ucap Zelle yang sudah menyudahi cerita dirinya yang terkurung di dalam kampus kepada mamanya.


“Sayang, kasihan banget kamu. Kamu pasti kedinginan dan ketakusau,” ucap Mama Michel sambil mengelus rambut putri kesayangannya.


"Ga apa-apa, Ma. Lagian udah lewat juga,” ucap Zelle yang sedang menikmati makanannya.


"Ooo ya, Papa ke mana Ma? Kok Zelle belum lihat,” tanya Grizelle celingukan.


"Papamu ada lembur di kantor sayang,...” sahut Mama, "ya sudah di lanjutkan makannya. Mama mau ke dapur dulu. Mau buat puding kesukaan kamu sayang. Puding strawberry."


"Ya, Ma,” ucap Zelle yang melanjutkan sarapannya.


Mansion Archeaulus


“Aduh, gue lelah banget. Badan gue remuk semua,” ucap Kevin sambil merebahkan dirinya di atas kasur king size kesayangannya.


Kamarnya bernuansa abu putih yang elegan. Di tambah begitu banyak koleksi mainan kesukaannya yang menambah kesan lelaki yang mendominasi. Kamarnya pun tertata rapi dengan isi kamar yang mampu menambah kesan mewah.


Sejenak dia pun memejamkan matanya dan kembali membayangkan kejadian tadi malam saat terkurung di kampus.


“Haahaha.. aneh. Kok gue bisa senang ya terkurung tadi malam,” gumam Kevin yang sudah membuka matanya sambil menantap langit-langit kamarnya.


Tanpa disadarinya, Kevin mengusap bibirnya dan tersenyum lalu berkata, “Ah, sepertinya gue suka tuh cewek galak. Gue harus dapatkan dia.”


Kevin pun bangun dari tidurnya dan melangkah kakinya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


“Cewek cantik yang galak,” gumamnya sambil tersenyum.


to be continue...

__ADS_1


__ADS_2