
Keadaan yang menyakitkan Zelle sudah memasuki hari yang ke enam.Tiap hari Zelle melihat Kevin yang mengabaikan nya dan bermesraan dengan wanita lain di hadapannya.
Zelle ingin menanyakan kelanjutan hubungan nya dengan Kevin, tetapi melihat hal yang menyakiti hatinya membuatnya mengurungkan diri dan tetap memilih diam.
Kevin yang terlihat uring uringan di dalam kantornya sedikit menyesali tindakannya pada Zelle.Dia sudah menahan rindu nya pada Zelle selama enam hari hanya karena keinginan nya mengetahui berapa dalam cinta Zelle untuknya.
"Kak mengapa Zelle malah mengabaikan Kevin ucap Kevin pada Mollytha sambil mondar mandir di dalam ruangannya.
" Hahaha siap siap aja kamu di tinggalkan oleh gadis cantik itu ucap Mollytha pada Kevin sambil tertawa terbahak bahak."
"Kak salahkah Kevin melakukan hal ini ucap Kevin yang masih memperhatikan Zelle di balik tirai jendela.Ingin rasanya Kevin memeluk erat dan menciumi wanita yang di cintainya melebihi apapun.
" Kevin hanya tidak mau Zelle terlalu cuek padanya,Kevin hanya mau Zelle selalu perhatian pada Kevin dan Cinta pada Kevin salahkah Kevin berbuat seperti ini ucap Kevin kemudian."
"Kakak tau kamu hanya mau melihat isi hati Gadis itu,tapi kalau hati gadis itu tersakiti mungkin dia akan lari menjauhi mu Vin, kamu jangan sampai menyesal kalau hal itu sampai terjadi.Karena semua cinta yang di tunjukan itu berbeda beda."
Kevin termenung sejenak mencerna perkataan kakak nya,rasa takut kehilangan Zelle mulai menyeruak di hatinya.
"Apa yang sebaiknya Kevin lakukan kak, Kevin tidak mau kehilangan Zelle. Zelle itu udah bagian dari Kevin kak. Kevin sangat cinta pada Zelle ucap Kevin."
"Sebaiknya kamu menemui Zelle dan menjelaskan semuanya ucap Mollytha pada Kevin sambil mengelus punggung adik kesayangannya.
" Baik kak ucap Kevin kemudian."
Kevin yang sudah siap akan semua penjelasannya pada Zelle sengaja memanggil Zelle ke ruangan nya pada saat Zelle bersiap siap pulang.Kevin sengaja menunggu semua karyawan kantornya keluar sehingga kantor tersebut sepi.
"Bapak memanggil saya ucap Zelle pada Kevin sopan setelah memasuki ruangan Kevin.Tatapan matanya terlihat datar dan tanpa ekspresi tidak seperti hari hari sebelumnya.
Kevin memandangi wajah wanita yang di cintai nya menatapnya tanpa ekspresi.Kevin semakin ketakutan akan hal hal buruk yang akan terjadi karena ulah nya sendiri.
" Sayang ucapnya pada Zelle yang tidak di respon sama sekali oleh Zelle.
"Maaf bapak memanggil saya ada keperluan apa, kalau bapak tidak ada keperluan saya mohon pamit ucap Zelle datar pada Kevin."
Kevin yang melihat sikap Zelle seperti itu padanya membuatnya bangkit dan segera memeluk erat Zelle.
Zelle tidak melawan akan pelukan itu juga tidak membalasnya.Karena jauh di lubuk hati Zelle sangat merindukan hangatnya pelukan itu.
__ADS_1
Hatinya tiba tiba terasa sakit saat mengingat Kevin di peluk wanita lain di hadapannya.Zelle mencoba melepaskan pelukan Kevin dari tubuhnya.
"Maaf pak bisakah melepaskan pelukannya ucap Zelle datar pada Kevin, saya akan segera pulang lanjutnya.
Kevin masih memeluk erat Zelle,memeluknya sampai tidak ada jarak sedikitpun di antara mereka. Kevin menyesali tindakan bodoh nya yang membuat wanita kesayangannya bersikap sangat dingin padanya.
"Sayang apa kamu tidak pernah cemburu melihat aku bersama wanita lain ucap Kevin sambil menghadapkan Zelle agar Kevin dapat melihat jelas wajah cantik Zelle.
" Tidak ucap Zelle sambil memalingkan wajah datarnya.Zelle sejenak menatap wajah tampan laki laki yang di cintainya.
"Sayang apa kamu tidak peduli sama aku ucap Kevin yang masih tetap memandangi wajah datar Zelle yang tanpa ekspresi."
"Kamu bukan siapa siapa aku jadi untuk apa aku cemburu ucap Zelle masih dengan wajah datarnya yang sangat mengejutkan Kevin."
Kevin sejenak terdiam terkejut dengan apa yang di ucapkan Zelle.
"Kamu kenapa bicara seperti itu ucap Kevin,aku itu pacar kamu yank, gimana kamu bisa dengan gampangnya bilang kalau kita tidak ada hubungan apa apa ucap Kevin sambil menggoyangkan pundak Zelle dengan kedua tangannya.
Zelle sejenak terdiam,pandangannya lurus menatap wajah tampan Kevin.
" Memangnya kamu menganggap aku ada ucap Zelle pada Kevin. bibirnya ia gigit agar tidak mengeluarkan isakan.
Zelle masih terdiam membisu sambil menatap Kevin yang tertunduk.
"Kamu tidak dapatkah merasakan betapa aku cinta sama kamu,sayang sama kamu, takut kehilanganmu.Kamu dengan mudah membawa wanita lain untuk memanasi aku dan membuat aku sakit hati dan cemburu setiap hari ucap Zelle sambil meneteskan air mata yang sudah tidak dapat ia tahan dan bendung lagi tapi itu sekarang sudah tidak berguna lagi."
Kevin terkejut mendengar pengakuan Zelle yang cemburu melihatnya dengan wanita lain.Ada kesenangan sendiri di hati Kevin.Sudah lama ia ingin melihat sisi lain Zelle yang cemburu dan merajuk.
"Sayang maaf ucap Kevin sambil mengusap air mata yang mengalir di pipi Zelle."
"Lepaskan ucap Zelle yang memaksa melepaskan diri dari pelukan Kevin yang memeluk erat tubuhnya."
"Aku tidak akan melepaskan kamu sayang ucap Kevin sambil terus memeluk wanita kesayangannya."
"Lepas ucap Zelle sambil meronta,aku tidak mau merusak hubungan orang lain,tatapan mata Zelle tajam dan penuh rasa kecewa kepada Kevin."
"Hubungan orang lain siapa tanya Kevin polos."
__ADS_1
Zelle masih memandang Kevin dengan tajam.
"Hubunganmu dengan wanita itu, jadi aku mohon lepaskan aku ucap Zelle."
Kevin hanya tertawa melihat Zelle dia sangat senang melihat Zelle cemburu dan merajuk.Kevin melepaskan pelukan nya pada Zelle. Zelle beranjak untuk pergi sebelum langkahnya tiba tiba terhenti di hadapan pintu saat mendengar apa yang Kevin ucapkan.
"Sayang kamu cemburu dengan kakak kandung aku sendiri ucap Kevin."Senyumnya mengembang sempurna."
Zelle yang mendengar itu cukup terkejut, wanita yang beberapa hari ini mengganggu pikirannya ternyata kakak kandung kekasihnya.Zelle yang masih kesal karena baru menyadari kalau dirinya di kerjain Kevin sengaja mengabaikan Kevin dan memilih untuk pergi.
Sebelum Zelle ke luar ruangan,Kevin segera menarik kembali tubuh Zelle kedalam pelukannya dan kembali menutup pintu yang sudah sedikit terbuka.
"Lepas ucap Zelle sambil memukul mukul dada bidang Kevin."
"Sayang aku minta maaf ucap Kevin yang semakin mengeratkan pelukannya."
"Kamu jahat Vin aku benci kamu ucap Zelle yang masih memukul mukul dada Kevin."
"Aku cinta kamu sayang ucap Kevin sambil mengangkat wajah Zelle, menghapus air matanya dengan ibu jarinya.Maaf udah buat kamu sedih dan menangis."
Zelle hanya diam membisu di dalam pelukan Kevin.
Tangan Kevin memegang ceruk leher Zelle, ibu jari nya membelai bibir merah jambu kesukaannya sebelum sesaat semakin mendekat dan menyatukan bibir nya dengan bibir Zelle.
Cup Kevin mencium bibir Zelle yang masih tidak membalasnya.
Sekali lagi Kevin mencium bibir Zelle semakin dalam dan berlangsung cukup lama.Saat Kevin ingin mengakhirinya Zelle membalas ciuman itu dan mengeratkan pelukannya.Kevin tersenyum sesaat setelah ciuman yang saling berbalas itu berakhir.
"Will you marry me ucap Kevin sambil mengeluarkan cincin di saku jas nya."
Mata Zelle berkaca kaca terkejut dengan ucapan yang di katakan Kevin.Sebelum sesaat setelah nya Zelle menganggukkan wajahnya.
" Yes I will" ucap Zelle sambil tersenyum
Kevin yang mendengar jawaban Zelle segera memeluk Zelle kembali dengan erat setelah sebelum nya memakaikan cincin lamaran pada kekasih hati nya.
"Terima kasih sayang ucap Kevin sambil mencium puncak kepala Zelle.
__ADS_1
Mereka berdua tersenyum bahagia Kevin mencium singkat bibir Zelle sesaat sebelum mengajaknya pulang dari kantor,dan di balas ciuman di pipi oleh Zelle yang tersipu malu.