My Cute And Adorable Girlfriend

My Cute And Adorable Girlfriend
Selalu milikmu


__ADS_3

Di kampus, rumor Grizelle dan Kevin sudah tersebar dengan luasnya. Semua mahasiswa dan mahasiswi sibuk membicarakannya. Kyna yang mendengar kabar itu tentu saja murka. Kyna tidak terima akan berita tersebut.


“Kevin hanya milik gue dan dia cuma punya gue yang lain tidak boleh memilikinya. Awas aja lo cewek kampung gue bakalan bikin lo menderita dan pisah dari Kevin,” gumam Kyna sambil melemparkan barang-barang yang berada di sekitarnya hingga jatuh berserakan.


Mansion Archeaoulus


Terlihat seseorang yang turun dari lantai kamarnya dengan berpakaian rapi dengan setelan kaos dan jaket kesayangannya serta memakai jeans yang pas di tubuhnya di padukan sepatu sport putih serta kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya menambah kadar ketampanannya.


"Selamat pagi tuan muda,” ucap para nani nya memberi hormat.


"Ya pagi. Mana paman Sam?” tanya kevin kepada para nani nya.


Sam adalah asisten pribadi yang merangkap bodyguard dan sekertaris Kevin di kantor daddy nya. Walau Kevin masih kuliah tidak jarang Kevin terjun langsung ke perusahaan milik daddy nya karena dia pewaris satu-satunya.


"Maaf tuan muda. Pak Sam sekarang sedang menjemput Tuan besar ke bandara,” ucap nani Merry sebagai kepala nani di mansion keluarga Arsceaoulus.


"Oo ya. Gue lupa Daddy pulang hari ini,” gumam Kevin.


"Saya siapkan sarapan untuk tuan muda,” ucap nani Merry.


"Saya tidak sarapan, bibi Merry. Saya akan keluar sekarang,” ucap Kevin.


"Baik tuan muda. Saya permisi dulu. Saya masih banyak pekerjaan di dapur,” ucap nani Merry membungkuk pada Kevin dan segera menuju dapur setelah mendapatkan persetujuan Kevin.


Kevin segera memasuki mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang menuju rumah pujaan hatinya.


Sekitar setengah jam perjalanan Kevin akhirnya sampai di rumah Grizelle. Kevin memang sengaja datang untuk menjemput Zelle ke rumahnya sehingga bisa pergi bersama ke kampus.


"Pagi, sayang,” ucap Kevin saat Zelle sudah keluar dari rumahnya.


"Pagi juga,” sahut Zelle sambil menatap Kevin dan tersenyum sedikit canggung.


"Mama dan Papa kamu ke mana sayang? Aku mau izin jemput kamu,” ucap Kevin sambil celingukan mencari orang tua Zelle.


"Mama ada arisan. Kalau Papanya udah ke kantor. Kan ada meeting sama boss nya yang baru pulang dari luar negeri,” ucap Zelle.


"Oo iya. Om Daniel pasti meeting soal nya daddy pulang dari luar negeri,...” ucap Kevin, “ayo kita berangkat sekarang sayang.”


Kevin pun menggandeng tangan Zelle dan segera membukakan pintu mobil serta mempersilahkan Zelle untuk masuk ke dalam mobil dan memasangkan sabuk pengamannya pada tubuh Zelle.


Kemudian Kevin masuk dan duduk di balik kemudi mobil. Mobil melaju dengan kecepatan sedang.


"Aku masih gak nyangka kalau kamu udah jadi pacar aku,” ucap Kevin pada Zelle di dalam mobil.


"Kamu nyesel ya, Vin pacaran sama cewek kampung kaya aku?” tanya Zelle pelan.


Grizelle benar- benar sangat tidak percaya diri, walaupun dia murid paling pintar tapi kalau di bandingkan dengan Kevin, Zelle merasa perbedaannya jauh sekali dan itu membuat Zelle merasa tidak pantas berada di samping Kevin.


Ckiiiittttt


Terdengar suara mobil yang di rem dengan cepat sehingga menimbulkan sedikit goncangan.


"Sayang, kamu ngomong apa sih?...” ucap Kevin setelah menepikan mobilnya di pinggir jalan dan menatap tajam pada Zelle karena tidak suka mendengar ucapan yang Zelle ucapkan, “aku tidak peduli kamu dari keluarga apa atau papa kamu kerja di perusahaan daddy. Yang aku peduliin itu kamu selalu bisa bareng dan jadi bagian hidupku. Atau jangan-jangan kamu yang menyesal udah terima perasaan aku kemarin?”

__ADS_1


"Aku cuma merasa gak pantas aja Vin berada di sisi kamu,” ucap Zelle menundukan kepalanya.


Kevin yang tidak tega melihat Zelle menundukan kepalanya dan sudah di pastikan menangis segera memeluk tubuh mungil Zelle ke dalam dekapannya.


"Kalau kamu gak pantas, lalu siapa yang pantas buat aku?!...” ucap Kevin masih memeluk Zelle, “aku beneran sayang dan cinta sama kamu Zelle. Kamu itu cinta pertama aku. Aku pasti mati kalau sampai kamu meninggalkan aku atau kamu ingin liat aku mati Zelle?!”


Kevin pun semakin mengeratkan pelukannya pada Zelle.


"Kamu jangan ngomong sembarangan Kevin,...” ucap Zelle, “aku juga gak mau kehilangan kamu. Aku minta maaf Vin. Aku janji akan selalu berada di sisi kamu. Aku beneran cinta sama kamu dan kamu juga cinta pertama aku Vin.”


Zelle pun menengadahkan wajahnya di hadapan wajah Kevin.


Kevin yang mendengar itu pun akhirnya tersenyum dan mencium puncak kepala Zelle.


"Ayo kita lanjut ke kampus,” ucap Zelle yang segera melepaskan pelukan Kevin di tubuhnya dan menghadiahkan ciuman di pipi Kevin dan bersandar di bahu Kevin sehingga wajah Kevin kembali ceria.


"Ayo sayang,” ucap kevin sambil melajukan kembali mobilnya.


KAMPUS


Terlihat Zelle dan Kevin yang berjalan sambil bergandengan tangan. Membuat heboh isi seluruh kampus.


Terlihat pandangan yang menerkam tidak suka pada Zelle. Mereka berbisik sambil mencibir akan hubungan Zelle dan Kevin.


"Hai, lo semua dengarkan gue baik-baik!...” teriak Kevin pada semua orang yang ada di kampus, “kenalin ini cewek gue, Zelle. Kalau ada yang berani ganggu dia, kalian akan tahu sendiri akibatnya.”


Setelah mengucapkan itu Kevin berjalan menggandeng tangan Zelle membuat Zelle tersipu malu. Pipinya merona merah. Ya ini kali pertama Zelle mempunyai pacar dan begitu juga dengan Kevin.


Zelle dan Kevin berjalan memasuki kelasnya karena kelas akan segera di mulai.


Dari kejauhan tampak seseorang yang menatap dengan tatapan tidak suka akan keberadaan Zelle yang bisa berdampingan dengan Kevin. Matanya dipenuhi dengan kabut amarah dan dendam yang membara.


“Awas aja lo cewek kampung. Gue enggak akan biarkan lo bahagia di atas penderitaan gue,” ucap seseorang yang tak lain itu Kyna seseorang yang terobsesi kepada Kevin.


Setelah selesai kelas Kevin mengajak Zelle untuk makan di kantin.


"Yang kita ke kantin yuk. Aku udah lapar,” ucap Kevin yang tingkahnya berubah jadi manja terhadap Zelle.


"Ayo yank,” ucap Zelle menganguk sambil tersenyum malu.


“Kevin sayang. Kita makan yuk!” teriak seseorang yang tak lain Kyna sambil bergelayut di tangan Kevin.


"Lo apa-apaan sih? Lepasin gue,...” ucap Kevin marah, “gue udah punya cewek asal lo tau dan cewek gue itu Zelle. Lo denger gak sih Kyna?! Jadi lo jangan gangguin gue lagi. Gue malas liat lo." Kevin pun melepaskan tangan Kyna yang bergelayutan di tangannya.


"Lo cuma milik gue, Kevin. Siapa pun enggak bisa milikin lo selain gue,...” ucap Kyna, “...dan lo cewek kampung. Berani-beraninya lo gangguin cowok gua, huh?!”


Tangan Kyna yang akan menjambak rambut Zelle segera di tangkap oleh Kevin.


“Lo apa-apaan sih, Kyna,? Mendingan lo pergi dari sini. Awas aja lo kalau berani gangguin Zelle. Gue kasih lo pelajaran,” ucap Kevin.


"Ko lo gitu Kevin sayang?! Lo kan calon pacar gue,” ucap Kyna.


"Gue enggak tertarik sama lo dan sejak kapan gue jadi calon pacar lo?! Jangan menghayal!” ucap Kevin.

__ADS_1


"Awas minggir. Jangan gangguin gue sama Zelle lagi,” ucap Kevin yang menggenggam tangan Zelle dengan erat dan pergi menuju kantin kampus.


“Kevin, Grizelle, awas aja lo! Gue akan balas semua sakit hati gue!” teriak Kyna di penuhi amarah dan segera pergi dengan perasaan kesalnya.


"Yang, kamu enggak usah kasar kaya gitu,...” ucap Zelle sambil menatap wajah Kevin, “lagian benar yang di katakan Kyna kalau aku cuma cewek kampung. Aku enggak cocok berdampingan ma kamu Vin.”


"Astaga, sayang. Kok kamu jadi ngomong kaya gitu lagi sih. Aku enggak suka dengar kamu ngomong kaya gitu. Memangnya kamu mau aku jadi pacar Kyna? Kamu enggak suka ama aku?...” tanya Kevin yang mulai kembali kesal, “aku enggak suka kamu ngomong kaya gitu. Hati aku ini udah ada nama kamu semua Zelle. Jadi mana bisa aku ganti dengan yang lainnya dan tadi pagi kita udah bahas ini. Jadi aku gak suka kalau kamu bahas ini lagi. Mana Zelle yang galak dan tidak mudah putus asa?! Masa iya kamu mau kasih pacar kamu ke orang?! Kamu enggak sayang ma aku ya? Kenapa kamu cariin aku semalam?! Dari pada aku ma tuh si Kyna, lebih baik aku pergi aja dari sini dan menghilang selamanya.”


Kevin pun beranjak dari duduknya dan akan meninggalkan Zelle. Zelle berlari memeluk Kevin dari belakang.


"Maaf yank. Aku gak ada maksud kaya gitu. Aku sayang kamu Kevin. Jangan tinggalin aku ya,...” isak Zelle yang matanya sudah di genangi dengan air mata, “Jangan tinggalin aku.”


Kevin tersenyum dan segera membalikan tubuhnya agar berhadapan dengan Zelle.


"Makanya kalau omongan itu di jaga sayang. Kalau aku beneran pergi, Emangnya kamu enggak sedih gitu?!” Kevin yang mengusap air mata yang mengalir di pipi Zelle dan kemudian memeluknya dengan gemas.


Zelle hanya menggelengkan kepalanya tanpa memberi jawaban. Pelukan Kevin terasa nyaman sehingga menghilangkan Rasa sedih di hati Zelle dan membuatnya semakin yakin kalau dia benar cinta dan sayang pada Kevin.


"Ayo kita pesan makan yang,...” Kevin pun melonggarkan pelukannya, “...atau mau pelukan kaya gini terus?!”


"Uh. Itu mau kamu,” ucap Zelle sambil melepaskan pelukannya.


"Ayo kita duduk,” saut Kevin.


Zelle dan Kevin memesan makanan yang mereka inginkan.


"Ayo sayang habiskan pastanya,” ucap Kevin.


"Ya,” ucap Zelle yang tengah menghabiskan pastanya.


Selesai makan, Zelle dan Kevin memutuskan pulang. Karena mata pelajaran berikutnya dosen pembimbingnya izin. Zelle berjalan bergandengan tangan menuju ke parkiran kampus. Kevin dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Zelle. Setelahnya Kevin segera masuk ke dalam mobilnya dan menjalankannya dengan kecepatan rendah.


Di perjalanan Zelle dan Kevin sibuk membicarakan tentang masa kecilnya. Hingga tidak terasa Kevin dan Zelle sudah sampai ke rumahnya Zelle.


"Ayo sayang ke rumah dulu,” ucap Zelle sedikit malu setelah mobil Kevin terparkir sempurna di halaman rumah Zelle.


"Besok aja ya aku mampirnya. Aku ada urusan dulu di kantor Papa. Tadi Papa telpon suruh ke kantor,” ucap Kevin.


"Ya udah kalau gitu aku masuk dulu ya yang,” ucap Zelle yang segera membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil Kevin.


"Tunggu yang. Ada yang ketinggalan,” ucap Kevin yang memegang lengan Zelle.


"Hah? Apa yang ketinggalan?” tanya Zelle polos.


"Ini,” ucap Kevin yang mengecup singkat bibir Grizelle.


"Bye sayang,” ucap Kevin setelah melepaskan tangan Zelle.


"Bye juga yank,” ucap Zelle.


"Astaga,” ucap Zelle yang terkejut, kemudian berlari masuk kedalam rumahnya.


Dapat di pastikan muka Zelle merah merona dan detak jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya.

__ADS_1


__ADS_2