
“Sayang, kamu mau ke mana?” tanya Kyna mengikuti seseorang yang tak lain adalah Kevin.
"Lo mau mau apa sihhh ngikut ngikut gue mulu. Risih gue liat lo," saut Kevin yang sedang berjalan menuju kelasnya.
"Lo ko gitu sih Kevin? Memangnya kenapa kalau gue ikutin lo?! Kan lo calon pacar gue," ucap Kyna sambil terus membuntuti Kevin.
"Hei lo! Jangan sembarangan ya kalau bicara. Siapa juga yang mau jadi pacar lo,” ucap Kevin kesal.
"Gue kan cantik plus tajir jadi cocok buat jadi pacar lo Kevin. Lagian lo kan jomlo jadi pas bisa jadi cowok gue si cewek popular dan tajir di kampus,” ucap Kyna percaya diri.
"Sorry gue tidak jomblo. Gue udah punya pacar. Malah bentar lagi gue mau nikah ma dia,” ucap Kevin.
“Bohong lo!" ucap Kyna dengan marahnya.
“Terserah lo mau percaya apa enggak ma gue. Yang jelas gue udah punya cewek. Lagian klo gue jomblo juga gue ogah ma lo. Ngerti enggak lo?!" ucap Kevin yang sudah sangat kesal.
“Mana? Bukti in ke gue klo lo benar-benar punya cewek. Gue enggak akan percaya kalau belum liat dengan mata kepala gue sendiri,” saut Kyna kesal.
“Ok. Gue buktiin,” ucap Kevin.
“Sayang, kenapa kamu telat datangnya?” tanya Kevin yang tiba-tiba memeluk Grizelle yang baru saja masuk ke dalam kelas.
"Lo apa-apaan sih?” tanya Grizelle galak.
"Diam lo bebek jelek. Bantuin gue sebentar. Gue di kejar-kejar terus ma si Kyna,” ucap Kevin kesal.
“Terus apa hubungannya lo di kejar si Kyna sama gue. Bukan urusan gue juga. Lagian gue ogah bantuin lo,...” ucap Grizelle, “minggir lo.”
“Mana pacar lo itu Kevin? Katanya lo udah punya cewek. Jangan lo bilang cewek udik dan kampungan ini pacar lo!” teriak Kyna.
Semua mahasiswa dan mahasiswi yang sudah ada di kelas tampak ikut memperhatikan mereka. Penasaran akan apa yang terjadi.
“Kalau iya, kenapa? Masalah buat lo?!” ucap Kevin.
“Lo pasti bohong. Lo cuma mau manas-manasin gue aja kan?” tanya Kyna tidak percaya akan kata-kata yang di ucapkan Kevin.
"Ya udah kalo lo enggak percaya,” sahut Kevin yang akan beranjak duduk di kursinya.
“Lo berani enggak cium cewek udik di hadapan semua orang?...” tanya Kyna sambil tersenyum menyeringai, “lo pasti takut kan alias enggak akan berani.”
“Kata siapa gue takut. Gue buktiin sekarang,” ucap Kevin yang melangkah ke kursi yang di tempati Grizelle.
Kevin membalikan tubuh Grizelle hingga menghadap ke arahnya dan langsung mencium bibirnya di hadapan semua orang.
Grizelle yang terkejut hanya bisa diam mematung dan membulatkan matanya, tanpa bisa melakukan perlawanan karena tubuhnya di peluk erat oleh Kevin.
__ADS_1
Kevin masih melanjutkan aksinya mencium bibir Grizelle, ********** dan memberikan gigitan gigitan kecil di bibir merah jambu Grizelle.
“Apa-apa an sih lo?” tanya Grizelle yang akhirnya bisa melepaskan diri dari Kevin dan dengan kerasnya memberikan tamparan pada pipi Kevin.
‘Plakk’
Terdengar sangat keras tamparan yang di berikan Grizelle pada Kevin.
“Lo berani nampar gue?!” teriak Kevin dengan marahnya, menarik kembali tubuh Grizelle ke pelukannya dan kembali membenamkan ciumannya di bibir Grizelle yang dia pagut lebih dalam tanpa memberi celah untuk Zelle melepaskan diri dari pelukan Kevin.
Seluruh penghuni kelas berteriak histeris dan terkejut akan yang di lakukan Kevin kepada Zelle di dalam di hadapan semua orang.
Kevin mengakhiri ciumannya dan melepaskan pelukannya di tubuh Zelle.
Grizelle yang sudah basah dengan air matanya menatap marah pada Kevin dan sekali lagi memberikan tamparan keras di pipi Kevin dan berteriak, "Dasar lo cowok brengsek! Gue engga akan pernah maafin perbuatan lo ke gue sekarang dan pastikan gue balas perbuatan lo yang lo lakuin sekarang ke gue.”
"Gue emang miskin dan kampungan. Tapi lo enggak bisa seenaknya begini sama gue. Gue juga punya harga diri!...” teriak Zelle yang sudah menangis sesegukan. “lo benar-benar keterlaluan.”
Zelle pun segera mengambil tas dan peralatan kuliahnya dan pergi meninggalkan kelasnya sambil menangis.
Kevin hanya diam mematung melihat Grizelle yang pergi dari hadapannya, setelah memberikannya tamparan keras.
“Wow wow!” teriak semua orang-orang yang melihat kejadian itu.
"DIAM LO SEMUA!...” bentak Kevin marah, “kalian mau gue usir semua dari sini?”
“BUBAR LO SEMUA! PERGI!” teriak Kevin.
Parkiran
“Dasar cowok brengsek,” ucap Grizelle sambil berlari ke parkiran dan segera menyalakan motornya untuk segera pulang kerumahnya.
Di perjalanan Grizelle tidak berhenti menangis.
Sesampainya di rumah Grizelle segera memasuki kamarnya dan menguncinya. Dia tidak menghiraukan teriakan mama Michel yang khawatir melihat anak semata wayangnya yang tiba-tiba datang dan menangis lalu mengurung diri di kamar.
“Sayang.. sayang.. kamu kenapa? Kenapa bisa menangis seperti itu? Apa kamu sakit Zelle sayang?” tanya mama Michel khawatir.
“Zelle enggak apa-apa, Ma. Tapi Zelle mohon, biarkan Zelle sendiri dulu. Please Ma,” ucap Grizelle di dalam kamar.
“It's ok sayang. Kalau kamu udah tenang, kamu bisa bicara pada mama. Mama turun ke bawah dulu ya, sayang,” ucap mama Michel.
“Thanks, Ma,” sahut Grizelle dari dalam kamarnya.
Di dalam kamar Zelle kembali menangis setelah mengingat kembali kejadian yang terjadi di kelas.
__ADS_1
“Lo maunya apa sih Kevin,?! Lo cowok brengsek. Lo jahat. Tega banget lo ma gue. Salah apa gue ma lo?!...” gumam Grizelle sambil terisak, “lo benar-benar keterlaluan. Lo brengsek. Hiks.. hiks..”
Zelle menangis terisak sambil menutupi wajah cantiknya dengan bantal. Setelah lama menangis akhirnya tanpa Grizelle sadari dia terlelap tidur.
Di tempat lain...
“Sialan tuh cewek kampung. Berani-beraninya dia ngerebut pangeran impian gue. Lo liat aja apa yang bakalan gue lakuin ke lo, cewek udik. Lo belum tau siapa gue, Kyna madeline anak dari pengusaha kaya Madeline Agustine,” gumam Kyna sambil *******-***** tangannya dengan gemas menandakan bahwa dia benar-benar marah.
“Apa gue udah keterlaluan ya?!” gumam Kevin yang tengah berada di kelas sambil memainkan handphonenya.
Sesudah selesai mengikuti kelas dia masih duduk dan tidak beranjak dari kursinya, bahkan selama kelas berlangsung dia tidak memperhatikannya sama sekali dan hanya melamun saja.
Ya Kevin dari tadi hanya melamun mengingat kejadian saat dia mencium kembali Grizelle dan melihat cewek yang dia sukai secara diam-diam itu menangis.
Kevin mengusap ngusap pipinya yang masih terasa sakit akibat tamparan keras yang di berikan Grizelle tadi pagi.
“Hai bro. Lo kenapa?” tanya seseorang yang tak lain adalah Gavin dan Finn sahabat dari Kevin.
"Muka lo kusut banget sih,” ucap Davin.
"Ya. Muka lo enggak enak banget buat di liat,” ucap Finn kemudian.
"Gue habis di gampar sama Zelle,” sahut Kevin.
“Hahaha..”
Gavin dan Finn tertawa sambil terpingkal pingkal setelah mendengar semua yang di ceritakan oleh Kevin.
“Gila lo bro. Anak orang lo main sosor sosor aja. Wajar aja lo di gampar. Untung aja masih di gampar. Coba lo langsung di hajar masa karena pelecehan,” ucap Finn sambil terbahak.
“Ya. Lo demen amat gangguin anak orang. Apa lagi ma si Zelle. Kayaknya lo beneran suka ya ma tuh cewe kampung?” tebak Gavin.
"Gue enggak suka sama bebek jelek itu,” ucap Kevin membantah.
“Kalau lo enggak suka, mana mungkin lo cium tuh cewek bahkan ampe dua kali. Lagian lo enggak bisa bohong ma kita berdua. Gue tau banget lo gimana. Lo enggak pernah deket ma cewek apa lagi lo ampe berani kontak Fisik kaya gitu,” ucap Finn.
“Au ah. Gue enggak peduli,” ucap Kevin masih mengelak dan beranjak dari duduknya dan pergi keluar kelasnya.
“Woi! Tungguin gue!” teriak Gavin dan Finn yang ikut menyusul Kevin pergi.
“Gue memang suka sama tuh cewek kampung. Lihat dia nangis, hati gue sakit. Gue pingin meluk dia terus,” batin Kevin.
“Bodo ah!” teriak Kevin frustasi akan apa yang ada di fikirannya.
Kevin kemudian masuk ke mobil dan menjalankannya dengan sangat kencang keluar dari kampus.
__ADS_1
“Kevin! Vin!...” teriak Gavin dan Finn bersamaan, “sialan kita di tinggalin.”
Mereka berdua pun kemudian memasuki mobilnya masing-masing dan meninggalkan kampus.