
2 jam kemudian dokter keluar dari ruangan itu, berbagai pertanyaan di lontarkan Arjun dan juga wanita tua itu.
"Apa dia baik2 saja dok?? (tanya Arjun cemas)
"Anda membawanya tepat waktu pak, satu detik saja terlewat maka pasien akan meninggal" (ucap dokter itu tegas)
" ibu, putrimu selamat (ucap Arjun terharu)
" trimakasih nak, lagi2 kau menolong kami (ucap wanita tua itu sambil meneteskan air mata)
" dokter, apakah dia sudah bisa di pindahkan ke ruang perawatan?? (tanya Arjun begitu lantang)
" silahkan pak ! (dokter mempersilahkan)
Lalu Arjun dan wanita tua itu menggiring ranjang Anna ke ruang perawatan.
Sesampai di ruangan itu, Arjun menatap Anna begitu dalam, ia melihat sepertinya Anna mengalami guncangan mental yg sangat besar sehingga itu yg membuat semakin parah penyakitnya.
Walau Anna sebenarnya masih bisa berbicara, namun pada saat itu ia tidak ingin berbicara pada siapa pun, pandanganya kosong, ia juga tidak ingin berbicara dgn pria yg ada di sebelahnya, siapa pria itu, mengapa ia ada disini? ia sama sekali tidak ingin tau, walau Arjun mencoba untuk menyapanya, tp Anna sama sekali tidak berkutik.
"Hay... (mencoba say Hay pada Anna) ini kedua kalinya kita bertemu,
mungkin aku terlihat asing di matamu, tapi ?(ucapanya terbata bata) aku ingin berteman dgn.mu, namaku "Arjun", kau bisa panggil apa saja sesuka hatimu.
__ADS_1
Mendengar ucapan Arjun, Anna hanya menoleh pada Arjun yg terus berbicara. namun Anna enggan untuk mengucapkan sepatah kata.
"Baiklah ! apa kau ingin minum? sepertinya tenggorokanmu kering
(ucap Arjun sembari menawarkan air putih)
Namun Anna tetap saja tidak mau bicara.
"Bu.. mungkin dia tidak suka padaku, aku hanya ingin menjadi temannya Bu, kalau begitu aku pergi dulu Bu !
kapan pun kalian membutuhkanku, aku pasti datang. (ucap Arjun dgn rasa iba karna telah meninggalkan Anna sendirian, karna menurutnya yg seharusnya di sisi Anna adalah suaminya)
Keesokan harinya...
Seperti biasa aktifitas Arjun selama masa cutinya belum habis, ia pergi ke tempat2 sosial, namun kali ini tempat yg ia datangi adalah sekolah swasta yg sangat kekurangan dana, di sana juga ada putra dan putri Anna yg sedang bersekolah di tempat itu, tujuannya kesana adalah ingin mengajukan banding pada kepala sekolah dan membuat proposal agar bantuan dari pemerintahan keluar untuk pendanaan sekolah itu.
Permintaan itu di setujui dan di sepakati oleh kepala sekolah, namun ia juga tidak mau datang ke sekolah tanpa menghibur anak2 yg sedang semangat belajar. ia mengajak anak2 untuk berolah raga, belajar ilmu bela diri dan lainya, sampai pada jam sekolah telah berakhir, Arjun melihat kedua anak yg sedang menepi di jalan seperti sedang menunggu jemputan orang tuanya, kemudian ia menghampiri dan bertanya.
"hey... apa yg kalian lakukan disini ? bukankah disini panas sekali???
(tanya Arjun sambil menundukkan badan agar posisinya sejajar dgn kedua anak itu)
Lalu mereka berdua menoleh dan langsung mengenali Arjun.
__ADS_1
"paman !! (panggil anak perempuan itu)
"paman...!! bukanlah kau yg di rumah sakit, yg menolong ibu kami ? (sahut anak laki laki itu)
Arjun menatap kedua anak itu, lalu berkata :
"kalian ? (mencoba mengingat)
astaga !! rupanya kalian, sedang apa kalian disini ? (tanya Arjun sambil mengelus kedua rambut anak itu).
"kami sedang menunggu kakek, kakek akan menjemput kami disini ! (ucap seorang anak perempuan)
"Baiklah !!! tp bukannya ini sudah terlalu terik ? mungkin kakek lupa, atau sibuk ? bagaimana jika paman yg mengantarkan kalian pulang (pinta Arjun menawarkan bantuan)
"tp bagaimna jika kakek kemari lalu kami tidak ada ?
(ucap anak laki laki itu)
"kita kemudikan pelan pelan saja mobilnya ?barangkali kita bertemu kakek di jalan ?? (ucap Arjun terus membujuknya)
"baiklah kalau begitu, ayo kita pulang bersama paman ! (ucap anak laki2 itu lalu merangkul adik perempuannya)
Arjun pun mengantarkan mereka sampai ke rumah, namun di sepanjang perjalanan mereka terus bercerita, itu membuatnya bahagia.
__ADS_1