My Lovely Brandy

My Lovely Brandy
Emergency (eps.7)


__ADS_3

"apa yg harus kita lakukan Bu??" (tanya Arjun masih dgn wajah sedihnya)


Wanita itu hanya menggeleng menangis tiada henti, melihat kondisi fisik putrinya yg semakin memburuk.


kemudian Arjun menemui dokter agar menjelaskan segala solusi yg mungkin bisa ia selesaikan.


"apakah dia seburuk itu dok???? kenapa kau membiarkan pasien sampai separah ini?" (tanyanya dgn penuh amarah sambil menggebrak meja)


"pak, kontrol emosimu, tenanglah dulu pak !!" (pinta dokter tsb)


"apa... hahhh!!!!! kau tidak pantas menyebut dirimu itu dokter kalo kau tidak bisa menyembuhkan dia." (ancam Arjun dgn menarik jas putih yg di kenakan oleh dokter tsb)


"saya hanyalah dokter pak.... bukan tuhan???" (terus mencoba meredam amarah Arjun)


Mendengar ucapan dokter tersebut, Arjun langsung melepaskan cengkeramanya.


"hanya ada 1 cara pak." (ucap sang dokter)


"katakan!!!!." (sahut Arjun)


"jiwanya !" (jawab dokter itu)


Mendengar perkataan dokter tsb Arjun tercengang, dan dokter kemudian menjelaskan lebih detail.

__ADS_1


"ini berkaitan dgn psycologisnya, jiwanya tergoncang sehingga membuat mentalnya terganggu, jika anda menginginkannya sembuh maka anda harus mengembalikan jiwanya, dgn begitu hidupnya akan kembali, permisi pak!!!" (ucap dokter tsb lalu meninggalkan Arjun sendirian)


Arjun terngiang akan ucapan dokter tersebut, ia bingung harus berbuat apa karna ia tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya.


lalu suatu ketika ia datang ke dokter psycologi untuk berkonsultasi tentang masalah yg ia hadapi. lalu pakar psycologi itu menjelaskan dan Arjun mulai mengerti, bahwa ia harus lebih sering menemaninya, mengajak bicara, mengajak bercanda, walau ketika sedang koma karna biar bagaimana pun pasien yg sedang koma masih bisa mendengar walau tidak bisa merespon.


Begitulah yg ia lakukan setiap hari.


Menemui Anna, mengajaknya bicara, bersenda gurau.


sampai suatu ketika tiba2 tangan Anna bergerak, jemarinya mulai merespon, lalu dgn buru2 ia memanggil dokter untuk segera memeriksanya.


Para perawat memeriksa, dan mengatakan.


" jangan ! jangan terburu buru ! terlalu beresiko, ini baru perubahan awal, kita lihat 3 hari kedepan, jika semakin baik baru kita akan lepas oksigennya !" (pinta dokter itu)


Arjun yg menunggu dari luar nampak resah menunggu hasil pemeriksaan, kemudian dokter keluar dan berkata :


"Anda membawa perubahan positif untuk dia, trimakasih kerjasamanya pak." (ucap dokter itu sambil menepuk pundak Arjun)


Dokter berlalu, dan Arjun nampak bahagia mendengar hal itu, begitu juga ibunya.


"terus berdo'a Bu, putrimu akan baik2 saja." (ucap Arjun)

__ADS_1


Mereka saling berpelukan.


Tiba suatu hari Anna terbangun dari komanya, ia tersadar namun ia seperti orang linglung, dan setiap kali dia mengingat sesuatu ia langsung sakit kepala, ia mengerang kesakitan, Arjun coba merangkulnya agar ia sedikit merasa tenang, namun tetap saja ia berontak, tak lama setelah itu dia pingsan. dokter datang dan menghampiri, lalu mengatakan :


"pak tumornya harus segera di angkat, jika tidak dia bisa meninggal !" (ucap dokter itu pada Arjun)


"lakukan !!!" (jawab Arjun)


" tp dok ? berapa banyak biayanya ?" (tanya wanita itu)


"ini cukup memberatkan mu Bu, bukan cuma soal biaya saja, tp ini juga harus butuh persetujuan suaminya." (ucap dokter itu)


"persetan dgn suaminya dok, lakukan operasi itu !!!" (ucap Arjun dgn amarahnya)


" tp nak ! biaya nya cukup mahal, ibu tidak sanggup membayarnya, bahkan sekalipun ibu menjual tanah perkebunan itu tidak akan cukup." (ucap wanita itu dgn air matanya)


" Bu, tenanglah ! masalah biaya serahkan padaku." (jawab Arjun mencoba menghapus air mata wanita itu).


Setelah menyelesaikan semua biaya administrasinya, ia segera meminta pada dokter bahwa operasinya harus segera di lakukan. namun dokter belum menyetujuinya lantaran ia juga memerlukan tanda tangan suaminya.


Dgn segera Arjun merebut berkas tanda tangan yg di bawa oleh perawat itu, lalu ia menandatanganinya, dan menuliskan namanya.


"Anggap saja saya adalah suaminya!!! cepat lakukan !!" (pinta Arjun dgn amarahnya)

__ADS_1


Kemudian dokter pun melanjutkan pekerjaannya.


__ADS_2