My Lovely Brandy

My Lovely Brandy
Kritis (eps.6)


__ADS_3

Keesokan harinya.


Udara yg segar membuat Anna ingin berjalan jalan di taman dekat rumah sakit, tp sepertinya dokter belum bisa mengizinkan. ia terus meminta dgn iba.


"kondisinya masih lemah Bu, pasien tidak boleh terlalu banyak gerak dulu." (saran dokter)


"tp dok ? saya mohon? Saya merasa saya akan lebih baik jika bisa menghirup udara segar di pagi hari." (pinta Anna )


Mendengar permintaannya, dokter pun merasa iba, namun ia sedikit bimbang.


Setelah beberapa lama kemudian...


"baiklah...! tp harus di dampingi dan tidak boleh lebih dari 30 menit." (ucap dokter agak cemas)


Anna pun tersenyum bahagia mendengar itu, ia langsung duduk di kursi roda dgn bantuan perawat, dan sang ibu menemaninya sampai ke taman.


ibunya mendorong perlahan menuju taman dekat rumah sakit.


Nampak dari kejauhan, Arjun menyaksikan itu, pria tegap berkaca mata hitam itu berdiri di balkon atas rumah sakit lalu mengamati kemana mereka pergi, kemudian ia juga turun mengikuti mereka dari kejauhan, ketika berpapasan dgn dokter ia lalu bertanya.


"kemana mereka ???" (tanya Arjun santai)


"pak, pasien bersikeras ingin pergi ke taman dekat rumah sakit, katanya ingin menghirup udara segar, sedangkan kondisinya masih terlalu lemah, mungkin kau bisa memantau mereka jika sesuatu yg buruk terjadi padanya?" (ucap dokter itu).

__ADS_1


"(hanya mengangguk)


Sesampai di taman...


Anna nampak begitu bahagia dan bernafas legah menikmati udara pagi yg sangat bagus untuk kesehatannya, matanya terpejam, menikmati setiap inci nafas yg ia hirup.


Menyaksikan itu dari kejauhan, Arjun tersenyum melihat pemandangan indah itu. namun ia tidak berani mendekat lantaran Anna tidak mau menerimanya sebagai teman.


"nak ! dokter hanya memberimu waktu tidak lebih dari 30 menit, kau harus kembali ke kamarmu." (pinta sang ibu dengan lembut)


"sebentar lagi Bu...!!! ini membuatku lebih baik." (jawab Anna yg masih ingin tetap disana)


"tp nak, coba dengarkan saran dokter, besok kau bisa kembali lagi." (ibunya yg terus memohon)


Beberapa saat kemudian, tiba2 nafas Anna kembali sesak, ia mencoba menarik dalam dalam tp tidak bisa.


"Bu...!!! nafasku... huhhh huhh huhhh....


dgn segera ibunya langsung menarik kursi roda Anna lalu menuju ruang IGD, nampak nya IGD masih agak jauh dari taman tersebut.


menyaksikan kejadian itu, Arjun dgn sigap berlari menghampiri Anna,


tanpa basa basi ia langsung menggendong Anna sambil berlari menuju IGD, sang ibu mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Sepanjang ia menggendong Anna, wanita itu nampaknya menatap Arjun begitu dalam walau dgn nafas yg tersenggal senggal.


Perlahan ia mengeluarkan sedikit aliran air mata, Arjun sempat melihat tatapan indah itu, namun ia mencoba tak memperdulikannya lalu segera masuk ke ruang IGD, di baringkanya Anna di ruang IGD sementara para perawat memeriksanya.


Arjun keluar dgn rasa panik menunggu hasil pemeriksaan dan ia juga mencoba menenangkan ibu Anna. ibunya terus menangis mencemaskan kondisi putrinya.


"Bu, bagaimana dia bisa seburuk itu ? bagaimana hasil diagnosa kemarin ?" (tanya Arjun)


Tak kuasa menjawab pertanyaan Arjun, tangis ibunya semakin kencang, lalu Arjun memeluk ibunya agar bisa sedikit merasa tenang.


Kemudian mereka duduk dan mulai bicara


"dia terkena radang paru paru, ada tumor juga di otaknya, dokter meminta agar Anna tidak boleh banyak bergerak, tp dia memaksa untuk pergi ke taman pagi ini." (tangisnya semakin pecah)


Mendengar itu semua, Arjun kemudian tersungkur dan tak kuasa menahan tangisnya. Namun mereka berdua mencoba untuk saling menguatkan.


Beberapa saat kemudian, dokter keluar dari ruang pemeriksaan.


"apa dia baik2 saja?" (tanya Arjun)


"pasien tak sadarkan diri, kami harus membawanya ke ruang ICU."


(ucap salah seorang suster sambil tergesa gesa)

__ADS_1


Tangis mereka semakin pecah mendengar hal itu. saat ini mereka hanya bisa menyaksikan Anna dari bilik jendela ruang rawatnya, wanita itu tak sadarkan diri.


__ADS_2