
"nak... kenapa kau bersikap seperti itu??? dia pemuda yg baik"
(ucap ibunya)
"jika semua pemuda di muka ini baik lantas ibu mau apa, apa ibu mau aku menikahi semua pemuda itu." (jawab Anna kesal)
"tidak seperti itu nak, kau belum mengenalnya." (sahut ibunya)
"untuk menilai seseorang kita tidak perlu tau latar belakangnya Bu... semua pria hanya baik di awal... dan mereka akan berubah seiring berjalanya waktu." (jawab Anna masih penuh dgn kekesalan)
"jangan kau samakan Arjun dgn mohinder suamimu..... dia itu bukan laki laki." (sahut ibunya)
"aku tidak peduli siapa namanya, yg jelas aku tidak suka dia berada disini terus menerus." (ucap Anna dgn marahnya)
"dia disini jauh sebelum kau masuk rumah sakit ini, ini memang aktifitasnya, (pungkasnya), dia senang mengunjungi tempat2 sosial, jiwa sosialnya tinggi, jadi kau tidak perlu semarah itu padanya, dia hanya ingin membantu, bukan kita saja, kau lihat pasien yg sedang bersama mu saat di IGD ? seorang anak kecil seusia Malik sedang berjuang melawan sakitnya, ia membutuhkan donor hati untuk hatinya yg telah rusak, orang tuanya memang memiliki segalanya, tp lihat apa yg bisa mereka lakukan saat anaknya menghadapi penderitaan itu, di saat seperti itu siapa yg mau mendonorkan hati walau di bayar berapa pun, anak itu hanya memiliki waktu tak kurang dari 2 hari, jika dalam 2 hari tak kunjung mendapatkan donor hati maka dia akan mati." (ucap ibunya yg terus bercerita)
__ADS_1
"lalu apa hubungannya dgn pria ****** itu?" (sahut Anna sinis)
"kau tau apa yg dilakukan Arjun pada saat itu ? dia segera menghubungi seluruh oknum kepolisian agar bisa membantu juga dalam kasus ini. orang tua pasien siap membayar berapa pun, dan akhirnya mereka mendapatkannya dalam waktu 24 jam saja." (jawab ibunya)
"hati siapa yg mereka ambil Bu?" (sahut Anna)
"seorang penjahat yg hampir mati karna luka tembak, ia bersedia memberikan hatinya pada anak itu, lantaran sebagai rasa pertanggungjawaban atas kejahatan yg ia lakukan. (ibunya bercerita penuh dgn iba)
lalu anak itu selamat dari mautnya, ia kembali hidup normal seperti kita, semua itu berkat Arjun, keluarganya sangat berterima kasih pada Arjun dan ingin memberikan hadiah uang senilai 10M, tp dia menolaknya, katanya: aku sudah memiliki cukup banyak uang lantas untuk apa lagi aku uang ini, sebaiknya berikan saja pada tempat2 sosial sebagai rasa syukur karna putramu telah di selamatkan oleh tuhan). akhirnya orang tua anak itu menuruti semua perkataan Arjun." (ucap ibunya menjelaskan).
"kau tau nak, tadi ayahmu lupa menjemput Malik dan Alana pulang dari sekolah. entah dari mana datangnya kemudian mereka pulang bersama Arjun." (ucap ibunya sambil menyuapi bubur gandum yg dibawakan Arjun).
Malik bilang, tadi Arjun ada kunjungan ke sekolahnya, dia menghibur seluruh murid, mengajaknya belajar ilmu bela diri, bernyanyi dll." (ucap ibunya)
"apa tujuannya dia kesana? apa yg dia cari Bu ?" (tanya Anna dgn rasa penasarannya)
__ADS_1
"tidak nak ! (meletakkan piring di meja) dia datang tidak untuk itu, dia datang untuk mengajukan banding pada kepala sekolah agar membuat proposal untuk di ajukan ke pemerintah, agar sekolah mendapat pendanaan yg tepat dan bisa menjadi sekolah yg layak seperti sekolah2 yg lainnya." (jawab ibunya penuh haru)
Semakin tercengang dgn cerita ibunya, nampaknya Anna semakin merasa bersalah karna sikapnya.
"Bu...(ucapnya lirih penuh kegundahan)
dimana dia sekarang ?" (tanya Anna )
"ibu tidak tau nak, dia tidak akan pernah datang saat kita menginginkanya, tp saat kita membutuhkannya tiba2 dia seperti utusan Tuhan yg sengaja di kirim untuk menolong kita.
yaa... sama seperti halnya saat kau memasuki ruang NICU, terlambat satu detik saja kau bisa mati jika tidak ada dia." (jawab ibunya dgn jelas)
"apa...???" (Anna terkejut)
"ya nak, pada saat itu kau kejang sangat hebat, ibu sendirian disini, ayahmu di rumah menjaga anak2, dan perawat meminta ibu untuk menandatangani beberapa dokumen, sedangkan Arjun lah yg membawamu masuk ke ruang NICU. (ucap sang ibu dengan lugas)
__ADS_1