
Sam terbangun kaget pagi itu saat
mendengar bunyi telpon dari ponselnya, sambil mengucek matanya dia melihat nama
jimin tertulis dilayar ponselnya
“halo, kenapa?” Tanya sam sambil
menguap
“cepat bangun, hari ini mau gladi
dulu sebelum konser ntar malam” perintah jimin karena tau bosnya baru bangun
tidur.
“iya iya” jawab sam dan menutup
telpon dari jimin.
Sambil mengumpulkan nyawanya sam
duduk dan tersadar dirinya masih diapartemen hani. Diapun mengintip hani yang
masih tidur dikamar, diapun segera keluar dan kembali keapartemennya untuk
bersiap diri.
Sam yang telah mandi dan
berpakaian santai dengan jeans belel dan kaos hitam lengan panjangnya keluar
apartemennya dan menuju agensi untuk mempersiapkan diri dengan konser malam
ini.
Hani hari ini bangun agak siang
karena hari ini jadwal prakteknya libur. Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi,
hanipun beranjak menuju kamar mandi dan berganti pakaian. Saat keluar kamar
hani melihat sofa ruang tvnya berantakan dengan selimut dan bantal yang
__ADS_1
tercecer dimana mana.
“sam sudah pergi yah” ucap hani
pada dirinya sendiri sambil mengatur bantal dan selimut yang tercecer di sofa.
“wangiii” hani menghirup selimut
yang dipakai sam, disitu tertinggal wangi parfum sam yang sangat maskulin. Tiba
tiba hani tersadar karena dadanya terasa berdebar sendiri
“apa apaan aku ini, sepertinya
aku mulai gila gara gara sam” umpat hani kepada dirinya sendiri seraya menuju
dapur untuk sarapan.
Selesai sarapan hanipun keluar
menuju sebuah mall di tengah kota untuk belanja beberapa kebutuhan dapur dan
bahan untuk bereksperimen membuat cake baru untuk coffe shopnya.
Sesampai di mall hani merasa
anggunnya. Hani hari ini memang terlihat cantik dengan menggunakan dress casual
warna floral dengan sepatu kets putih dan rambut digerai yang membuat beberapa
pria akan meliriknya apalagi hani berjalan sendri dan sudah dipastikan dia
pasti jomblo.
Tak lama seorang pria mendekati
hani yang sedang berjalan
“hai.. Aku hans, boleh kenalan?”
Sapa pria tersebut sambil memberikan tangannya kepada hani untuk berkenalan
“aku hani.. Ada apa?” Balas hani
__ADS_1
menyambut tangan pria tersebut.
Pria tersebut tersenyum lebar
karena hani membalas sapaan karena awalnya dia sudah takut hani akan cuek dan
mengacuhkannya seperti wanita cantik lainnya ketika disapa.
“emhh apakah saya boleh meminta
nomor hapemu? “ tanya hans lagi
Hani kemudian membuka tas dan
mengambil kartu nama didalam dompetnya
“ini kartu nama saya, kalau perlu
sesuatu bisa hubungi saya” ucap hani sambil tersenyum kemudian berjalan
meninggalkan hans.
“ya tuhaann nih cewe sudah
cantik, baik hati senyumnya manis pula.” Gumam hans dalam hati dan membuatnya
diam terpaku karena tersihir dengan senyum hani.
“terima kasih hani” ucap sambil
sedikit berteriak karena hani sudah meninggalkannya terlebih dahulu.
Hani sudah terbiasa di datangi
oleh para pria seperti hans yang meminta berkenalan dan nomor hapenya. Hani
yang sangat lugu menganggap itu sebagai peluang untuk menambah pasiennya
sehingga dia selalu memberikan kartu namanya jika diminta berkenalan oleh
seorang pria yang tidak dikenalnya.
Selesai berbelanja hanipun segera
__ADS_1
kembali ke apartemennya dan berkutat di dapur membuat eksperimen cake moist
chocolate yang menurutnya akan banyak peminatnya.