MY NEIGHBOUR IS AN IDOL

MY NEIGHBOUR IS AN IDOL
BAB 14 KARTU NAMA


__ADS_3

Sam terbangun kaget pagi itu saat


mendengar bunyi telpon dari ponselnya, sambil mengucek matanya dia melihat nama


jimin tertulis dilayar ponselnya


“halo, kenapa?” Tanya sam sambil


menguap


“cepat bangun, hari ini mau gladi


dulu sebelum konser ntar malam” perintah jimin karena tau bosnya baru bangun


tidur.


“iya iya” jawab sam dan menutup


telpon dari jimin.


Sambil mengumpulkan nyawanya sam


duduk dan tersadar dirinya masih diapartemen hani. Diapun mengintip hani yang


masih tidur dikamar, diapun segera keluar dan kembali keapartemennya untuk


bersiap diri.


Sam yang telah mandi dan


berpakaian santai dengan jeans belel dan kaos hitam lengan panjangnya keluar


apartemennya dan menuju agensi untuk mempersiapkan diri dengan konser malam


ini.


Hani hari ini bangun agak siang


karena hari ini jadwal prakteknya libur. Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi,


hanipun beranjak menuju kamar mandi dan berganti pakaian. Saat keluar kamar


hani melihat sofa ruang tvnya berantakan dengan selimut dan bantal yang

__ADS_1


tercecer dimana mana.


“sam sudah pergi yah” ucap hani


pada dirinya sendiri sambil mengatur bantal dan selimut yang tercecer di sofa.


“wangiii” hani menghirup selimut


yang dipakai sam, disitu tertinggal wangi parfum sam yang sangat maskulin. Tiba


tiba hani tersadar karena dadanya terasa berdebar sendiri


“apa apaan aku ini, sepertinya


aku mulai gila gara gara sam” umpat hani kepada dirinya sendiri seraya menuju


dapur untuk sarapan.


Selesai sarapan hanipun keluar


menuju sebuah mall di tengah kota untuk belanja beberapa kebutuhan dapur dan


bahan untuk bereksperimen membuat cake baru untuk coffe shopnya.


Sesampai di mall hani merasa


anggunnya. Hani hari ini memang terlihat cantik dengan menggunakan dress casual


warna floral dengan sepatu kets putih dan rambut digerai yang membuat beberapa


pria akan meliriknya apalagi hani berjalan sendri dan sudah dipastikan dia


pasti jomblo.


Tak lama seorang pria mendekati


hani yang sedang berjalan


“hai.. Aku hans, boleh kenalan?”


Sapa pria tersebut sambil memberikan tangannya kepada hani untuk berkenalan


“aku hani.. Ada apa?” Balas hani

__ADS_1


menyambut tangan pria tersebut.


Pria tersebut tersenyum lebar


karena hani membalas sapaan karena awalnya dia sudah takut hani akan cuek dan


mengacuhkannya seperti wanita cantik lainnya ketika disapa.


“emhh apakah saya boleh meminta


nomor hapemu? “ tanya hans lagi


Hani kemudian membuka tas dan


mengambil kartu nama didalam dompetnya


“ini kartu nama saya, kalau perlu


sesuatu bisa hubungi saya” ucap hani sambil tersenyum kemudian berjalan


meninggalkan hans.


“ya tuhaann nih cewe sudah


cantik, baik hati senyumnya manis pula.” Gumam hans dalam hati dan membuatnya


diam terpaku karena tersihir dengan senyum hani.


“terima kasih hani” ucap sambil


sedikit berteriak karena hani sudah meninggalkannya terlebih dahulu.


Hani sudah terbiasa di datangi


oleh para pria seperti hans yang meminta berkenalan dan nomor hapenya. Hani


yang sangat lugu menganggap itu sebagai peluang untuk menambah pasiennya


sehingga dia selalu memberikan kartu namanya jika diminta berkenalan oleh


seorang pria yang tidak dikenalnya.


Selesai berbelanja hanipun segera

__ADS_1


kembali ke apartemennya dan berkutat di dapur membuat eksperimen cake moist


chocolate yang menurutnya akan banyak peminatnya.


__ADS_2