
Minggu pagi hani terlihat sudah
berolahraga lari di taman dekat apartemennya. Hari ini dia terlihat kurang
bersemangat berlari karena dari kemarin
sam tidak menemui ataupun mengabari keadaannya. Entah mengapa hani merasa dia
sangat merindukan sam. Hari harinya sepertinya lebih indah jika bersama sam
walaupun lebih sering di isi dengan pertengkaran.
Di perjalanan hani melihat caty
sedang terbaring di jalan, hani segera mendatangi caty dan memberikan makan
berupa nasi kepal yang dibelinya tadi kepada kucing itu.
“caty lama tak jumpa. Apa
kabarmu? Maaf yah jarang melihatmu” ucap hani kepada caty sambil mengelus
kepala caty yang sedang makan.
“caty kau masih ingat sam? Tau
gak dia dimana?” Tanya hani yang galau yang dibalas dengan meongan caty
“oh yah cat,, kalo aku ke
apartemennya gak papa kali yah! Tapi apa alasanku kesana? Nanti dia ke geeran
lagi kalo aku mendatanginya” ucap hani bingung karena tak dapat jawaban dari
caty.
Saat ini hani sudah berada di
depan pintu apartemen sam, karena merasa tidak tenang dengan perasaannya akan
sam diapun memberanikan diri ke apartemen sam sambil membawa cake chocolate
moistnya sebagai alasannya mendatangi sam.
“tingg tongg” bunyi bel tapi tak
ada tanda tanda sam akan keluar
“tingg tonnggg” hani memencet bel
lagi dengan perasaan was was takut sam tidak ada diapartemen
Sampai 5 x bunyi bel hanipun
menyerah dan membalikkan badannya untuk pulang. Saat 3 langkah pintu sam
terbuka. Hani berbalik lagi melihat sam masih memakai pakaian lengkap dengan
rambut acak acakan dan menguap.
“semalam dia pulang langsung
tidur yah” ckckckk ujar hani dalam hati
“masuklah” ucap sam kepada hani
“emm nggak usah. Aku cuma mau
ngasih ini cake buatanku” ucap hani tersipu malu sambil memberikan sam kotak
kuenya
“masukk!!” Tegas sam sambil
menarik tangan hani masuk ke apartemennya.
Hani kaget dan merasa berdebar
saat sam menarik tangannya masuk apartemen.
“aduhh hatii tolong donk seloww”
batin hani
__ADS_1
Sam yang masih mengantuk menyuruh
hani menunggunya
“aku mandi dulu, tunggu disini
ajah. Jangan kemana mana” ucap sam tegas sambil masuk ke kamarnya
Hani berjalan mengitari apartemen
sam yang memang lebih luas dari apartemennya. Disana terdapat 2 kamar dan
diruang nonton terdapat foto sam sangat besar.
“cihh dasar.. Mentang mentang
model jadi fotonya sebesar ini dijadikan pajangan” umpat hani tapi sangat
mengagumi ketampanan sam di foto tersebut.
Hani mencoba membuka kamar dekat
ruang nonton, saat dibuka hanya terdapat ruang kosong yang dikelilingi cermin.
“ini serius? Segitu narsisnya dia
sebagai model sehingga membuat ruangan penuh cermin begini, ckckck” ejek hani
lagi tanpa diketahuinya kalau itu ruangan latihan dance sam.
Saat menuju dapur hani dikagetkan
oleh sam yang tiba tiba sudah ada dibelakangnya.
“aku kan sudah bilang jangan
kemana mana” ucap sam ditelinga hani lirih hingga membuat wajah hani memerah
“emm aku cari dapur mau ambilin
kamu piring” kilah hani kemudian berlari kecil menuju dapur.
“siaal.. Kenapa suasana jadi
panas begini sih” ujar hani sambil mengibaskan wajahnya dengan tangannya.
bawakan ke sam yang sudah duduk di meja makan sambil minum air putih.
“kau belum mandi?”Tanya hani
“ntar ahh, aku lapar” jawab sam
sambil menyendok kue buatan hani ke mulutnya
“uhmmm enak banget” puji sam
“betulkah?” ujar hani senang
karena kue eksperimennya disukai sam
“iya,, kau memang calon istri
yang baik” goda sam sambil tersenyum manis yang membuat hani berdedar.
“plis hati,, pliss kontroolll..
jangan macam macam deh” batin cassie memaki dirinya sendiri
Krinnggg.. krinnnggg… bunyi
ponsel hani
Hani melihat nomor tak dikenal
menelpon kemudian diangkatnya
“halo”
“halo benar ini dengan dokter
hani”
“iya benar, ini dengan siapa?”
__ADS_1
“aku hans yang kemarin dimall,
ingat nggak?”
“oh iya, ada apa hans? Ada yang
bisa kubantu?” Tanya hani lembut
Sam yang mendengar hani menyebut
nama pria segera memberikan tatapan tajam serta tak sukanya kepada hani hingga
membuat hani salah tingkah
“apa kita bisa bertemu sebentar
hani?” Tanya hans memohon
“maaf hans aku sibuk hari ini,
aku harus mengurus kafeku siang ini”
“oh, kafemu dimana?”
“Di jalan panda, kafe Wishcat”
“ok, thanks hani, sampai berjumpa
lagi”
“bye” ucap hani menutup
panggilannya
“SIAPA?” Tanya sam dengan nada
ketus
“Hans kenalan baruku kemarin di
Mall” jawab hani singkat
“kau memberikan nomormu kepada
orang baru yang tak kau kenal?” Tanya sam lagi tak habis pikir
“aku memberinya kartu namaku,
siapa tau dia punya peliharaan jadi pasienku bisa bertambah” jawab hani santai
sambil tertawa kecil
“apa?? Kartu nama?? Sudah berapa banyak
pria yang kau beri kartu nama?”Selidik sam sambil menaikkan sebelah alisnya
“ehmmm,,, banyak, hehe” jawab
hani sambil tertawa lagi
“kau ini pura pura bodoh atau
benar benar bodoh sih, mereka itu hanya ingin mendekatimu dan berharap kau mau
kencan dengan mereka” tegas sam sambil menaikkan nada suaranya
“yah gak papa juga sih, siapa tau
ada yang jodoh” jawab hani santai membuat sam semakin emosi
“mulai sekarang berhenti
memberikan kartu nama dan nomormu ke para pria yang kau temui dijalan” teriak
sam sambil menunjuk telunjuknya kearah hani
“apaan sih, kalau kau melarangku
berhubungan dengan pria nanti aku tak bisa menikah” ketus hani geram
“nanti aku akan menikahimu” jawab
sam sambil berlalu meninggalkan hani menuju kamarnya
__ADS_1
“APA???” Teriak hani kaget tak
percaya dengan apa yang didengarnya