MY NEIGHBOUR IS AN IDOL

MY NEIGHBOUR IS AN IDOL
BAB 18 MENGUNJUNGI SAM


__ADS_3

Minggu pagi hani terlihat sudah


berolahraga lari di taman dekat apartemennya. Hari ini dia terlihat kurang


bersemangat  berlari karena dari kemarin


sam tidak menemui ataupun mengabari keadaannya. Entah mengapa hani merasa dia


sangat merindukan sam. Hari harinya sepertinya lebih indah jika bersama sam


walaupun lebih sering di isi dengan pertengkaran.


Di perjalanan hani melihat caty


sedang terbaring di jalan, hani segera mendatangi caty dan memberikan makan


berupa nasi kepal yang dibelinya tadi kepada kucing itu.


“caty lama tak jumpa. Apa


kabarmu? Maaf yah jarang melihatmu” ucap hani kepada caty sambil mengelus


kepala caty yang sedang makan.


“caty kau masih ingat sam? Tau


gak dia dimana?” Tanya hani yang galau yang dibalas dengan meongan caty


“oh yah cat,, kalo aku ke


apartemennya gak papa kali yah! Tapi apa alasanku kesana? Nanti dia ke geeran


lagi kalo aku mendatanginya” ucap hani bingung karena tak dapat jawaban dari


caty.


Saat ini hani sudah berada di


depan pintu apartemen sam, karena merasa tidak tenang dengan perasaannya akan


sam diapun memberanikan diri ke apartemen sam sambil membawa cake chocolate


moistnya sebagai alasannya mendatangi sam.


“tingg tongg” bunyi bel tapi tak


ada tanda tanda sam akan keluar


“tingg tonnggg” hani memencet bel


lagi dengan perasaan was was takut sam tidak ada diapartemen


Sampai 5 x bunyi bel hanipun


menyerah dan membalikkan badannya untuk pulang. Saat 3 langkah pintu sam


terbuka. Hani berbalik lagi melihat sam masih memakai pakaian lengkap dengan


rambut acak acakan dan menguap.


“semalam dia pulang langsung


tidur yah” ckckckk ujar hani dalam hati


“masuklah” ucap sam kepada hani


“emm nggak usah. Aku cuma mau


ngasih ini cake buatanku” ucap hani tersipu malu sambil memberikan sam kotak


kuenya


“masukk!!” Tegas sam sambil


menarik tangan hani masuk ke apartemennya.


Hani kaget dan merasa berdebar


saat sam menarik tangannya masuk apartemen.


“aduhh hatii tolong donk seloww”


batin hani

__ADS_1


Sam yang masih mengantuk menyuruh


hani menunggunya


“aku mandi dulu, tunggu disini


ajah. Jangan kemana mana” ucap sam tegas sambil masuk ke kamarnya


Hani berjalan mengitari apartemen


sam yang memang lebih luas dari apartemennya. Disana terdapat 2 kamar dan


diruang nonton terdapat foto sam sangat besar.


“cihh dasar.. Mentang mentang


model jadi fotonya sebesar ini dijadikan pajangan” umpat hani tapi sangat


mengagumi ketampanan sam di foto tersebut.


Hani mencoba membuka kamar dekat


ruang nonton, saat dibuka hanya terdapat ruang kosong yang dikelilingi cermin.


“ini serius? Segitu narsisnya dia


sebagai model sehingga membuat ruangan penuh cermin begini, ckckck” ejek hani


lagi tanpa diketahuinya kalau itu ruangan latihan dance sam.


Saat menuju dapur hani dikagetkan


oleh sam yang tiba tiba sudah ada dibelakangnya.


“aku kan sudah bilang jangan


kemana mana” ucap sam ditelinga hani lirih hingga membuat wajah hani memerah


“emm aku cari dapur mau ambilin


kamu piring” kilah hani kemudian berlari kecil menuju dapur.


“siaal.. Kenapa suasana jadi


panas begini sih” ujar hani sambil mengibaskan wajahnya dengan tangannya.


bawakan ke sam yang sudah duduk di meja makan sambil minum air putih.


“kau belum mandi?”Tanya hani


“ntar ahh, aku lapar” jawab sam


sambil menyendok kue buatan hani ke mulutnya


“uhmmm enak banget” puji sam


“betulkah?” ujar hani senang


karena kue eksperimennya disukai sam


“iya,, kau memang calon istri


yang baik” goda sam sambil tersenyum manis yang membuat hani berdedar.


“plis hati,, pliss kontroolll..


jangan macam macam deh” batin cassie memaki dirinya sendiri


Krinnggg.. krinnnggg… bunyi


ponsel hani


Hani melihat nomor tak dikenal


menelpon kemudian diangkatnya


“halo”


“halo benar ini dengan dokter


hani”


“iya benar, ini dengan siapa?”

__ADS_1


“aku hans yang kemarin dimall,


ingat nggak?”


“oh iya, ada apa hans? Ada yang


bisa kubantu?” Tanya hani lembut


Sam yang mendengar hani menyebut


nama pria segera memberikan tatapan tajam serta tak sukanya kepada hani hingga


membuat hani salah tingkah


“apa kita bisa bertemu sebentar


hani?” Tanya hans memohon


“maaf hans aku sibuk hari ini,


aku harus mengurus kafeku siang ini”


“oh, kafemu dimana?”


“Di jalan panda, kafe Wishcat”


“ok, thanks hani, sampai berjumpa


lagi”


“bye” ucap hani menutup


panggilannya


“SIAPA?” Tanya sam dengan nada


ketus


“Hans kenalan baruku kemarin di


Mall” jawab hani singkat


“kau memberikan nomormu kepada


orang baru yang tak kau kenal?” Tanya sam lagi tak habis pikir


“aku memberinya kartu namaku,


siapa tau dia punya peliharaan jadi pasienku bisa bertambah” jawab hani santai


sambil tertawa kecil


“apa?? Kartu nama?? Sudah berapa banyak


pria yang kau beri kartu nama?”Selidik sam sambil menaikkan sebelah alisnya


“ehmmm,,, banyak, hehe” jawab


hani sambil tertawa lagi


“kau ini pura pura bodoh atau


benar benar bodoh sih, mereka itu hanya ingin mendekatimu dan berharap kau mau


kencan dengan mereka” tegas sam sambil menaikkan nada suaranya


“yah gak papa juga sih, siapa tau


ada yang jodoh” jawab hani santai membuat sam semakin emosi


“mulai sekarang berhenti


memberikan kartu nama dan nomormu ke para pria yang kau temui dijalan” teriak


sam sambil menunjuk telunjuknya kearah hani


“apaan sih, kalau kau melarangku


berhubungan dengan pria nanti aku tak bisa menikah” ketus hani geram


“nanti aku akan menikahimu” jawab


sam sambil berlalu meninggalkan hani menuju kamarnya

__ADS_1


“APA???” Teriak hani kaget tak


percaya dengan apa yang didengarnya


__ADS_2