MY NEIGHBOUR IS AN IDOL

MY NEIGHBOUR IS AN IDOL
BAB 38 MENGUNJUNGI DOKTER HANI


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 4


sore, hani dan asistennya rami sedang bersiap siap untuk menutup tempat


prakteknya hingga tiba tiba dua sosok pria memasuki ruang tunggu sambil


membawa  anjing ras yang berbulu lebat


dan sangat lucu.


“Sore tuan, maaf praktek kami


sudah tu….”kalimat rami tergantung saat berbalik dan melihat dua pria yang


datang adalah rex dan sam umax idolanya.


“kaa.. kalian” brukkkhhhh rami


pingsan membuat sam dan rex panik


Hani yang berada diruangannya


mendengar bunyi gaduh segera keluar dari ruangannya


“ramiii..” teriak hani melihat


rami yang tergeletak di lantai dan mulai sadar kalau sam dan temannya sedang


berada disamping rami panik


“sam, ngapain kau kemari. Cepat


angkat dia ke sofa” perintah hani


“dia nggak papa kan?” Tanya rex


masih panik setelah meletakkan tubuh rami di sofa


“gak papa, dia Cuma pingsan”jawab


hani setelah mencek kondisi rami


“hei kau belum menjawab


pertanyaanku, ngapain kau kesini” Tanya rami kepada sam dengan muka kesal


“aku membawakanmu pasien dokter


hani, harusnya kau berterima kasih padaku” jawab sam ketus


“Halo dokter hani, saya rex teman


sam, saya mau memeriksakan kondisi papam” ucap rex lembut sambil membelai papam


anjing kesayangannya


“Hai tuan Rex, hai papam sini


dokter periksa yah” balas hani lembut


“uhmmm tolong yang tidak


berkepentingan tunggu diluar yah” perintah hani memberi kode kepada sam untuk


keluar


“apa? Kau berani mengusirku?”


geram sam


“maaf tuan sam, saya harus


memeriksa pasien dulu, kalau mau diperiksa juga bawa binatang peliharaan anda


kesini yah” ucap hani sambil mendorong tubuh sam keluar ruangannya


“hahahhaha” rex tertawa keras


melihat kelakuan pasangan ini

__ADS_1


Saat ini hani sedang memeriksa


kondisi papam dengan sangat lembut, rex yang melihat hani sangat terkesima


“dia memang sangat cantik dan


baik, pantas sam sangat menyukainya” batin rex


“kondisi papam sangat sehat, sepertinya


tuan rex merawatnya dengan baik, saya berikan vitamin buat papam biar gak


gampang terserang penyakit” ucap hani sambil memberikan resep kepada rex


“baiklah dok, oh yah panggil saja


aku rex” ucap rex sambil tersenyum manis membuat hani terpesona


“rex ternyata tak kalah tampan


dari sam” batin hani


Brakkhhhh,,,.. sam membuka pintu


dan masuk tanpa disuruh oleh hani


“ngapain sih kalian berdua?


Kenapa lama sekali?” teriak sam curiga


“aku sedang merayu dokter hani,


siapa tahu dia mau menjadi kekasihku” goda rex sambil tertawa


“cihhh, dokter hani ini milikku,


kau jangan macam macam. Mau mati haaa” teriak sam mengancam rex sahabatnya


“betulkah? Kata dokter hani dia


gak punya kekasih” balas rex membuat sam naik pitam


kepada hani


“ehh nggak, rex bercanda sam. Kau


ini sangat pencemburu, ckckck” hani menggelengkan kepalanya melihat kelakuan


dua idol ini yang sangat gila berbeda sekali saat mereka perform yang terlhat


sangat keren.


“ya udah dokter hani, terima


kasih atas pemeriksaannya”


“sama sama rex, bulan depan bawa


papam kesini lagi yah untuk diperiksa” ucap hani sambil memberikan papam kepada


rex


“baiklah dok, sam ayo balik” ajak


rex


“duluanlah ke mobil, aku ada


urusan dengan dokter hani”


“ehemm,, ok tapi jangan lama”


ujar rex kemudian meninggalkan sam dan hani berdua


“kau mau kuperiksa juga Tuan


sam?” goda hani


“iya, jantungku berdebar debar

__ADS_1


tak menentu saat melihatmu” ucap sam sambil mendekati hani yang sedang berdiri


dan bersandar didepan meja kerjanya


“ohh kalau itu berarti anda


sedang jatuh cinta tuan” senyum hani saat sam sudah berada didepannya


Tanpa banyak bicara lagi sam


mulai mencium bibir hani dengan lembut, hani membalas ciuman sam sambil memegang


dada sam, ciuman mereka berlangsung agak lama sampai sam mulai beralih mencium


leher hani hingga hani tanpa sadar mengeluarkan desahan kecil.


Trettt treettt treeettt telpon


sam berbunyi, ternyata dari rex yang sudah menunggunya di mobil


“cihh sialan nih bocah gangguin


ajah” umpat sam saat menghentikan ciumannya


“aku balik yah sayang, nanti kita


lanjutkan” goda sam lalu mencium kening hani dan pergi meninggalkannya yang


sudah lemas mendapat serangan dari sam.


Tak lama setelah kepergian sam


dan rex, ramipun sadar dari pingsannya


“ahhh aku kenapa dok” ucap rami


bingung


“kau pingsan tadi ram” jawab hani


sambil tersenyum


Rami mencoba mengingat apa yang


membuatnya pingsan


“ahhh tadi rex dan sam umax


datang kesinikan dok? Apa aku tidak salah lihat dok” Tanya rami penasaran


sedangkan hani hanya tertawa mendengar pertanyaan rami


“dokterr jawab donk” ucap rami


kesal karena tak mendapat jawaban dari hani


“iya tadi mereka datang memeriksa


anjing milk rex”


“apaa?? Omo… mereka mana dok,


aahh kenapa aku pake acara pingsan segala sih” umpat rami kesal dengan


kebodohannya sendiri


“mereka baru pulang, bulan depan


rex bakalan datang lagi memeriksakan anjingnya. Kau tenang saja dan jangan


sampa pingsan lagi”


“aahh betulkah dok, yess yess”


teriak rami senang


“sudahlah, ayo kita pulang” ajak


hani

__ADS_1


“siap bosku”


__ADS_2