
Sudah beberapa hari ini hani
tidak bertemu sam, semenjak kejadian di kamar mandi dimana sam menciumnya
dengan paksa, sam tak terlihat lagi batang hidungnya
“cihhh,, dasar semua pria sama
saja, habis manis sepah dibuang” umpat hani saat sedang memasak makan malamnya
Entahlah saat ini hani masih
sangat kesal dengan perlakuan sam tapi terbesit sedikit rindu akan kehadiran
sam yang ceria dan terkadang menyebalkan.
“kau memikirkanku?”Tanya sam
lirih ditelinga hani
Prankkkk… pisau yang dipegang
hani jatuh ke lantai
“hei kau gila yah, hampir saja
pisau itu mengenai kakiku” geram sam kaget, bagaimanapun kaki sam, eh seluruh
tubuh sam adalah asset baginya tak boleh lecet sedikitpun
“kau yang gila, ngapain tiba tiba
muncul” kesal hani sambil mengambil pisaunya yang jatuh
“kau itu yang bodoh, ngapain
__ADS_1
masak sambil melamun, sampai aku masukpun kau tidak sadar, bagaimana kalau
penjahat yang masuk, sudah habis kau dimakannya”
“iya iya.. kan kamu pejahatnya”
balas hani kesal mendengar celotehan sam yang kayak emak emak
“apa?? Umm.. tapi betul juga sih,
aku memang penjahat cinta” ucap sam sambil tertawa terbahak bahak
“gila” ucap hani lirih sambil
tersenyum karena merasa rindu dengan suasana seperti ini
“kau belum menjawab
pertanyaanku?”
“apaan?” jawab hani pelan
“uhmm iya aku memikirkan laki
laki bejat yang mengambil ciuman pertamaku lalu pergi meninggalkanku tanpa
kabar” hani tak sadar mengeluarkan semua unegnya kepada sam hingga membuat
wajahnya merah padam karena menahan malu
“hahahaha,,, ciuman pertama?
Betulkah? berarti aku laki laki yang sangat beruntung” ucap sam sambil tertawa
penuh kemenangan
__ADS_1
“bukan itu maksudku, ahh sudahlah
aku malas berdebat” ucap hani ingin berkilah tapi malas meladeni sam beradu
mulut karena pasti sam yang akan menang
“iya iya aku mengerti, maafkan
aku karena telah mengambil ciuman pertamamu, tapi aku kan sudah berjanji akan
menikahimu jadi kau jangan kuatir”
“dan maafkan aku karena tak
menghubungi dan menemuimu akhir akhir ini, aku sangat sibuk karena akan ada
project akhir minggu ini di jepang” lanjut sam menjelaskan
Mendengar kata jepang hani
langsung tersenyum gembira dan mulai merencanakan sesuatu
“Kapan kau pulang?”
“hari minggu malam, kenapa? Kau
mau menyusulku?” balas sam sambil berharap hani akan mengiyakan pertanyaannya
“ehh,, enggak kok, aku hanya
ingin memesan barang” kilah hani
“apa? Nanti aku belikan, kayaknya
hari minggu aku free bisa keliling belanja”
__ADS_1
“nanti aku infokan tempatnya, aku
pikir dulu” jawab hani sambil tersenyum misterius