
Hani saat ini sudah kembali ke
apartemennya meninggalkan sam yang sedang berada di kamar. Hani melamun
dibathup memikirkan perkataan sam yang akan menikahinya
“aisshhh jangan pikirkan hani,
dia hanya bercanda, orang seperti sam pasti memiliki banyak pacar” ujar hani
dalam hati mencoba menolak perasaannya untuk sam
Hani sudah berdandan cantik hari
ini menuju ke kafe miliknya, hani saat ini membantu pekerjaan beberapa
pegawainya melayani para customernya. Tak lama muncul seorang pria yang hani
kenal
“Halo hani, kita bertemu lagi”
ucap hans sambil tersenyum manis
“hai hans, kau kesini untuk
menemuiku atau mengunjungi kafeku” Tanya hani ramah
“dua duanya, hehe.. bisa kita
__ADS_1
bicara?” Tanya hans balik
“boleh, kau mau pesan apa”
Setelah memesan kue matcha dan
kopi panas hans duduk bersama hani di sudut kafe dan mulai mengobrol santai.
Ditengah obrolan ponsel hani berbunyi
“kau dimana?” Tanya sam ketus
“dikafe, kenapa?” jawab hani
“sama siapa?” Tanya sam lagi
merasa curiga
hani menantang
“kau ini yah, aku kan sudah
bilang jangan bertemu…”
Tuutt ttuuutt tuuuttt..
“apaaa?? Hani memutuskan
panggilanku” teriak sam kesal kemudian menghubungi hani lagi tapi tidak
__ADS_1
tersambung
“siall.. awas kau hani, aku akan
menghukummu” batin sam kesal sambil menendang sembarang barang barang yang ada
di depannya
“anak itu kenapa?” Tanya rex
kepada jimin melihat sam yang sedang marah
“patah hati kali” celutuk jimin
membuat rex tertawa melihat perubahan temannya ini semenjak dekat dengan hani,
kadang tertawa dan tersenyum sendiri dan sekarang malah marah sambil memaki
maki ponselnya sendiri.
Hani pulang ke apartemen dengan
perasaan senang karena setelah berbincang dengan hans, mereka sangat nyambung
dalam berbicara. Terlebih hans adalah seorang dokter muda di rumah sakit heart
family yang sangat terkenal . profesi mereka yang sama membuat hani merasa
nyaman berteman dengan hans yang menurut cassie sangat tampan dan berwibawa
__ADS_1
dengan kacamatanya.