
Di dalam mobil, papa jinsu berlaku
sebagai sopir dan disampingnya duduk mama rika sedangkan sam dan hani berada di
belakang. Selama perjalanan pergi sam tampak tertidur, menutup wajahnya
dengan tudung hoodienya.
“sepertinya aku sering melihat
wajah sam? Apakah dia artis?” Tanya mama rika ditengah perjalanan penasaran
dengan sam yang terlalu tampan
“dia model terkenal ma, apartemen
kami bersebelahan tapi kamarnya lebih luas dari kamarku” jawab hani karena sam
masih tertidur dibahunya
“oh begitu yah, tapi kau sangat
beruntung hani mendapat kekasih yang sangat tampan, bisa mama bayangkan wajah
cucu mama nanti pasti sangat tampan dan cantik” goda mama rika sambil tertawa
bersama papa jinsu
“ahhh mama, sudahlah. Kami hanya
berteman” lirih hani sambil tersenyum malu
Satu jam perjalanan mereka sudah
sampai di pedesaan tujuan mereka piknik, hani kemudian membangunkan sam
“hey bangun, kita sudah sampai”
ucap hani sambil menggoyangkan tubuh sam
“uhhmmm” sam terbangun sambil
membuka tudung yang menutup wajahnya
“hei sadarlah, ayo kita turun”
perintah hani sambil keluar mobil
Sam yang mulai sadar kemudian
mengambil masker ditasnya dan memakainya kemudian menutup kepalanya lagi dengan tudung
“heii kenapa memakai masker”
Tanya hani tak nyaman melihat penampilan sam
“ehmmm gak papa” jawab sam gugup
“udah biarin ajah sam pakai masker,
nanti semua mata tertuju sama kita lagi kalau sam tidak memakai maskernya” bela
mama rika membuat sam lega
Ternyata yang dimaksud piknik keluarga
mereka menggelar karpet di bawah pohon sakura yang bermekaran sambil membawa
bekal untuk dimakan bersama. Sambil membawa karpet plastik sam tetap menjadi
perhatian warga karena walaupun tertutup masker aura ketampanan sam tetap
terasa karena memiliki tubuh tinggi dan proporsional.
Suasana disana sudah ramai,
mereka kesulitan mencari lahan kosong untuk menggelar karpet, mata sam tiba
tiba tertuju pada satu tempat yang masih kosong dan menjadi incaran beberapa
__ADS_1
keluarga yang baru datang. Sam tampak langsung berari menuju lahan kosong
tersebut dan segera menggelar karpet yang dipegangnya. Kaki sam yang panjang
mampu mengalahkan beberapa pria yang juga berlari menuju lahan kosong tersebut.
Hani yang melihat kelakuan sam
tadi hanya tertawa tak menyangka kalau sam sangat hebat dalam berlari “tak sia
sia mengajaknya kesini”batin hani
“wah sam kau sangat hebat nak, hahaha”
tawa papa jinsu saat sampai di tempat sam yang terduduk kecapaian tapi merasa
puas karena bisa mendapatkan apa yang menjadi targetnya
“kau sangat keren” puji hani
hingga membuat sam tersipu malu
Sam tampak menikmati acara piknik
keluarga hani, sangat nyaman menurutnya, apalagi disini kebanyakan warga yang
datang adalah orang pedesaan tersebut hingga rahasia sam sebagai idol bisa
aman.
“sayang, sana ajak sam ke bukit
melihat pemandangan” perintah mama rika
“eh iya aku lupa, ayo kita ke
sana sam, disana sangat indah” ajak hani
“om dan tante tidak ikut?”Tanya
sam sopan
harus mendaki, kalian berdua ajah”
“baiklah, kami pergi dulu” ucap
sam lagi
Perjalanan menuju ke bukit
melewati banyak bunga sakura yang bermekaran dan terdapat tangga yang harus
dinaiki untuk sampai ke puncak bukit, ditengah perjalanan menaiki tangga hani
tampak kelelahan dan meminta untuk beristirahat
“cihhh,, makanya olahraga donk bu
dokter biar gak gampang capek” cibir sam melihat hani yang ngos ngosan sementara
dirinya masih belum merasa lelah
Hani hanya melotot tajam saat sam
mencibirnya
“butuh bantuan?” Tanya sam sambil
berjongkok membelakangi hani menawarkan untuk menggendong hani
“ishh gak usah, ayo lanjut”
teriak hani yang kemudian berdiri meninggalkan sam yang tertawa melihat
kelakuan hani
Sesampai diatas semua kelelahan
terbayar lunas saat melihat pemandangan sebagian kota jepang yang sangat indah,
__ADS_1
sam hanya terdiam dan terpana menyaksikan pemandangan indah di depannya. Baru
kali ini rasanya semenjak debut dia bisa bebas berada di alam terbuka tanpa
harus takut untuk dibuntuti oleh stalker atau paparazzi, apalagi saat ini dia
bersama hani, wanita yang telah melunakkan kekerasan dihatinya terhadap wanita
sejak berpisah dengan Sandra.
“indah yah” puji hani sambil
menghirup udara segar dan berpegang pada pagar pembatas diujung bukit
“iya ini sangat indah” ucap sam
yang mulai memeluk hani dari belakang
dan menyandarkan wajahnya ke bahu hani
Hani hanya terdiam menerima
pelukan sam yang hangat
“uhhmm sam udah donk peluknya,
risih nih banyak orang” bisik hani yang sudah merasa sam sangat lama memeluknya
“kenapa? Aku kan cuma memelukmu,
bukan memperkosamu” goda sam
“apa??” teriak hani lalu memukul
perut sam dengan sikunya hingga membuat pelukannya terlepas
“arghhh,, sakit bodoh” teriak sam
“dasar mesum” umpat hani kemudian
meninggalkan sam
“kau mau kemana?” teriak sam
masih kesakitan
“pulangg”
Sesampai di rumah hani, sam
langsung berpamit pulang kepada mama rika dan papa jinsu. Hani kemudian
mengantar sam menuju hotel tempat sam menginap. Selama perjalanan sam hanya
memandangi wajah hani yang menurutnya sangat cantik. Tak berapa lama hani sudah
memarkirkan mobilnya diparkiran basement hotel sesuai perintah sam.
“turunlah, sampai kapan kau akan
melihatku seperti itu” bentak hani yang merasa grogi karena sam yang terus
memandanginya
“eh sudah sampai yah, kalau
begitu sampai berjumpa besok sayang” ucap sam tersadar kemudian mencium pipi
hani
“arghhh dasar mesum” teriak hani
kesal sekaligus malu menjadi satu
Setelah memastikan sam masuk ke
hotel, hani langsung pulang kembali kerumahnya dengan perasaan berbunga bunga
seindah bunga sakura yang sedang bermekaran
__ADS_1