
Hari sabtu malam UMAX sedang
bersiap siap untuk konser di salah satu gedung terbesar di jepang, seluruh
ruangan sudah dipenuhi oleh para penggemar yang memegang lightstick merah
sambil meneriakkan nama sam dan rex secara bergantian. Selama konser
berlangsung sam dan rex tampak sangat keren apalagi di sela sela acara mereka
membuka baju mereka menampakkan perut sixpack mereka yang membuat para gadis
berteriak histeris.
Semua berita di jepang berisi
tentang konser UMAX dan juga acara fansign yang dilakukan pagi tadi di salah
satu Mall di jepang dan dihadiri oleh banyak fans hingga membuat kehebohan dan
kerumunan yang membuat para penjaga dan pihak mall kewalahan menghadapi fans
umax.
Pukul 01.00 malam sam kembali ke
kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya di ranjang. Badannya sangat lelah dan
kecapaian mengikuti semua kegiatan umax dari pagi sampai malam. Setelah agak
lama berbaring sam mengambil ponselnya yang tak sempat ia sentuh sama sekali
dari pagi.
Banyak notifikasi di ponsel sam
tapi dia hanya membuka pesan dari hani yang membuatnya bingung
“besok pagi datang ke rumah di
jalan xxx untuk mengambil pesananku, ingat kau harus datang sendiri
mengambilnya”
Sam pun langsung tertidur setelah
membaca pesan hani
Treettt treetttt… bunyi ponsel
sam sambil bergetar dan membangunkan pemiliknya
“uhhmm halo” ucap sam sambil
menguap
“banggunnn.. ini sudah jam
berapa? Temanku sudah menunggumu” teriak hani membangunkan sam
“hani? Ahh bisakah aku
mengambilnya siang? Atau suruh temanmu mengirimnya ke hotelku” ucap sam yang
masih sangat mengantuk
“nggak bisa, bangunlah segera pergi
ketempat yang kusuruh kalau tidak jangan pernah menemuiku lagi” ancam hani
kemudian mematikan telponnya
Sam terpaksa bangun dan bergegas
mandi karena takut dengan ancaman hani.
“uhhmmm bagaimana caraku keluar
yah?” pikir sam saat hendak berpakaian
Sam pun mengambik celana jeans
hitam dan memakai kaos putih yang ditutupi hoodie bertudung warna navy tidak
lupa dia memakai masker dan kacamata polos untuk menutupi wajahnya.
Sam keluar kamar dan menuju
basemen hotel, dia keluar melalui jalur parkir hotel. Sesampai di pinggir jalan
utama sam menahan taksi dan memberikan alamat yang diberikan oleh hani.
“sial,, kenapa aku harus menuruti
perkataan hani sih, apa dia tak tau aku ini idol terkenal, tapi memang dia gak
tau sih” geram sam dalam hati mengutuk kebodohannya
“sudah sampai Tuan” ucap sopir
yang mengantar sam
“terima kasih” balas sam sambil
memberikan beberapa lembar uang yen kemudian keluar dari taksi tersebut
Sam memerhatikan keadaan sekitar
yang masih sepi, diapun membuka masker yang dipakainya dan mulai memencet bel
__ADS_1
rumah yang terletak disamping pintu gerbang
Tingg tonngg.. tingg tong…
Agak lama beridiri di depan
gerbang, sam kemudian mengambil ponselnya dari tas kecilnya dan mencoba
menelpon hani
Brakkkkkk… pintu gerbang terbuka
“ada yang bisa kubantu Tuan?”
Tanya hani sambil tersenyum manis
Sam saat itu sedang tunduk
memegang ponselnya langsung terkejut saat menoleh dan melihat hani yang sedang berada
di depannya
“kauuu… hani? Sedang apa kau
disini?” teriak sam kaget
“emang salah aku berada di rumah
orang tuaku sendiri”jawab hani sambil tersenyum penuh kemenangan karena telah
memberikan kejutan untuk sam
Sam yang melihat senyum hani
langsung berdegup kencang
“ahh apa apaan ini, kenapa senyum
hani begitu indah” batin sam
Tanpa sadar sam mendekatkan
wajahnya ke wajah hani hendak mencium bibir hani yang sangat menggodanya,
hanipun terlihat diam saat sam mencoba menciumnya
“hani. Siapa itu?” teriak papa
jinsu yang berada dihalaman rumah
“ahh temanku pa, masuklah” ucap
hani dengan muka memerah sambil menarik lengan sam masuk ke halaman rumah
“ahhh siall,. Sedikit lagi” batin
Sam berjalan sambil dirangkul
oleh hani ke dalam halaman rumah yang sangat luas, di halaman terdapat mobil
van hitam yang sedang disiapkan papa jinsu untuk piknik keluarga mereka
“pah, ini sam temanku, kenalkan”
ucap hani lembut
“sam” ucapnya sambil tersenyum
manis dan memberikan tangannya untuk bersalaman
“wahh wahhh,. Baru kali ini
anakku membawa seorang pria ke rumah, tampan lagi” puji papa jinsu yang sangat
kagum dengan ketampanan sam
“mama, sayangg.. kemarilah”
teriak papa jinsu memanggil istrinya
“ada apa sih paa….” Mama rika
kaget saat melihat sam
“ini sam pacarnya hani” goda papa
jinsu
“papa,,, dia temanku, kami tidak
pacaran” protes hani yang kemudian melepas pegangannya dari lengan sam
“ahh gak papa sayang, gak usah
malu malu” goda mama rika
“halo sam, saya mamanya hani”
ucap mama rika kemudian memeluk sam
“ya ampun maa.. kau benar benar
mengambil kesempatan yah” gerutu papa jinsu sambil tertawa melihat istrinya
Hani hanya menggelengkan
kepalanya melihat kelakuan orang tuanya ini, sedangkan sam merasa sangat
bahagia berada diantara keluarga hani yang ramah dan lembut.
__ADS_1
“ayo masuk sam, kita sarapan
dulu” ajak mama rika
Merekapun masuk untuk sarapan
bersama, ditengah sarapan hani pamit ke kamarnya untuk mempersiapkan diri. Sam
yang telah selesai sarapan tampak canggung karena mama rika sedang membersihkan
priring sisa sarapan sedangkan papa jinsu sudah keluar rumah.
“sam tolong panggilkan hani di
kamarnya, suruh cepat. Kamarnya dilantai dua sebelah kiri” perintah papa jinsu
saat kembali masuk kerumah mengambil beberapa peralatan
“baiklah om”
Sam seperti mendapat angin surga,
inilah kesempatannya berdua dengan hani, menuntaskan hasratnya yang tertunda
tadi
“han” ucap sam saat memasuki
kamar hani
“sepertinya dia masih di kamar
mandi” batin sam yang kemudian memilih berbaring di ranjang hani
Hani yang keluar dari kamar mandi
kaget saat sam sudah berbaring diranjangnya dan terlihat tidur
“sam bangun” teriak hani sambil
menyentuh wajah sam
“saammm ayyooo bangunn” teriak
hani lagi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah sam
Tiba tiba mata sam terbuka dan
memegang tangan hani lalu mendorong tubuh hani berbaring ke ranjang sehingga poisi
sam kini berada diatas hani
“sam apa yang kau… hmmm” bibir
hani sudah disumpal oleh bibir sam yang menciumnya dengan sangat lembut, berbeda
dengan malam itu hingga membuat hani terbuai dan mengikuti pemainan lidah sam.
Tok tok tokk.. bunyi kamar hani
Sam dan hani yang kaget segera
bangkit dari ranjang dan membuka pintu kamar
“sudah siap” Tanya papa jinsu di
pintu kamar
“eh iya om, hani tadi lama
dikamar mandinya”
“baiklah, ayo kita berangkat”
ajak papa jinsu
Hani yang hendak keluar kamar
ditahan oleh sam
“eh kita mau kemana?” Tanya sam
“melihat bunga sakura di
pedesaan, kesana perlu waktu 1 jam, kamu bisakan?”
“uhmm baiklah, tunggu di bawah
aku mau menghubungi seseorang dulu”perintah sam yang diiyakan oleh hani
“halo sam, kau dimana? “ ucap
asisten sam, jimin kuatir
“acara hari ini kosong kan? Aku
pergi sama kenalanku sampai sore, kau pergilah bersenang senang dengan rex”
perintah sam
“apa?? Kenapa tau memberitahuku?
Ingat yah kau jangan sampai tertangkap kamera, jangan ada yang mengenalimu dan
ingat pesawatmu jam 8 malam. Kau dimana? Biar aku menyusul..” tiiitt tiiitt
Sam mematikan telponnya dan
segera menonaktifkan ponselnya, malas mendengar omelan asistenya itu.
__ADS_1