
“Apakah aku sudah bisa pulang
dok?” Tanya Sandra yang sedang diperiksa kondisinya oleh dokter hans
“kita tunggu hasil akhir yah,
kalau hasilnya baik besok kau bisa pulang” ucap hans sambil tersenyum
Sandra terpana melihat senyum
dokter hans yang sangat sempurna dimatanya, mengingatkannya kepada senyuman
indah sam saat mereka masih bersama, sesaat wajah Sandra murung
“kenapa murung? Kau tak senang
akan pulang?”
“ehmm senang kok dok, itu
senyuman dokter mengingatkanku pada kekasihku dulu”
“betulkah? Berarti dia sangat
tampan donk kalau senyumnya sangat mirip denganku,, hahaha” ucap hans sambil
tertawa gelak sedikit sombong
“tentu saja dok, dia itu idol
terkenal, idaman semua wanita,, uppsss” Sandra menutup mulutnya yang keceplosan
“kenapa tidak dilanjutkan? Gak
papa cerita aja, rahasiamu aman denganku” ucap hans santai
Sandra yang tanpak ragu sekarang
mulai menceritakan kisah cintanya kepada hans
__ADS_1
“aku penasaran dengan wajah
kekasihmu itu” ucap hans disela curhatan Sandra
“ini fotonya dok” Sandra memberikan
ponselnya kepada hans dan menampilkan wajah sam yang sangat tampan
“wah wah wah senyumku sama dengan
dia yah? Berarti aku betul betul tampan, hahaha” puji hans pada dirinya sendiri
“benar dok, tapi aku harus
bagaimana agar dia bisa melirikku lagi?” Tanya Sandra meminta petunjuk
“menurutku sih,,, bla bla bla”
dokter hans mulai memberikan sedkit trik agar Sandra bisa mendapatkan hati sam
lagi
tersenyum riang mendengar nasehat dokter hans dan mulai menyusun strategi
dikepalanya untuk mendapatkan hati sam
lagi.
Selesai sesi pemeriksaan dengan
Sandra, hans memilih menujur pantry untuk membuat kopi yang berada dekat dengan
kamar rawat Sandra
Brrukhhhh…
“maafkan saya” ucap hans kaget
Karena menabrak seorang pria yang berjalan sambil melihat kesana kemari
__ADS_1
mengamati suasana rumah sakit
“hmmmhh” jawab pria bermasker dan
bertopi yang kemudian meninggalkan dokter hans
“siapa sih? Sangat tidak sopan?”
batin hans kesal dengan kelakuan pria tadi
“umm tapi sepertinya aku pernah
melihatnya”pikirnya lagi
“ahh sudahlah untuk apa aku
memikirkannya” ucap hans lagi melanjutkan niatnya menuju pantry
Di depan sebuah kamar VVIP rumah
sakit heart family sudah berdiri seorang pria yang menabrak dokter hans tadi
yang tak lain adalah sam.
“sepertinya dia sudah baik baik
saja” batin sam lega saat mengintip Sandra melalui kaca pintu kamar
Lama terdiam di depan pintu kamar
Sandra, sampun memutar badannya meninggalkan rumah sakit dn bergegas menuju
mobil salah satu dancernya yang dia pinjam saat berada diagensi dengan berdalih
akan membeli kebutuhannya sebentar. Pihak agensi sudah memperingatinya untuk
tidak menjenguk Sandra tapi karena perasaannya yang tak tenang sebelum melihat
sendiri keadaan Sandra membuatnya nekat menjenguk Sandra walaupun hanya sebatas
__ADS_1
mengintip keadaan mantannya ini sudah membuat hatinya lega.