
Hani sudah berada di ruang tunggu
bandara dan akan menuju ke jepang mengunjungi orangtuanya disana. Tak lama
ponselnya bergetar
Sam Calling.. segera hani
mematikan telepon sam dan menonaktifkan ponselnya
“bisa ketahuan kalau aku
mengangkat telponnya sekarang” batin hani karena suara pengumuman penerbangan pasti
akan terdengar oleh sam
Di salah satu hotel mewah di
jepang tampak sam mengeram sambil membanting ponselnya di ranjang
“cihh sialan, hapenya dimatikan
lagi. Awas kau hani kalau bertemu” umpat sam geram karena tak suka kalau
panggilannya direject oleh hani
Pesawat yang ditumpangi hanipun
sudah lepas landas menuju jepang, hani tampak gusar dan memikirkan cara
berbohong saat menghubungi sam sebentar saat tiba di jepang
“hallo sam” ucap hani yang sudah
berada diluar bandara jepang
“kau, kenapa mematikan telponku
tadi, aku kan sudah bilang aku tak suka jika kau mematikan telponmu saat aku
menghubungi” ucap sam sambil berteriak
“ishh kau ini cerewet sekali,
telingaku sakit mendengar teriakanmu” jawab hani ketus karena pusing mendengar
__ADS_1
ocehan sam
“apa kau bilang? Cerewet?? Dimana
kau? Apa kau bersama pria itu haaa?? Mentang mentang aku tak ada kau bisa bebas
bertemu pria lain” teriak sam lagi
Hani tak habis pikir dengan sam
yang mengomel dan mencercanya dengan banyak pertanyaan yang menjurus kearah
posesif
“aku lagi baru sampai apartemen dari
kafe, tadi ponselku tiba tiba mati karena lowbat saat kau menelpon” ucap hani
pelan berharap sam percaya
“baiklah, besok aku mungkin sibuk
jadi tak bisa menghubungimu. Aku harap kau tak keluar apartemen atau bertemu
dengan pria itu” ancam sam
menjelaskan
“heiii kau sudah berani menyebut
namanya yah sekarang” teriak sam lagi
“ehh nggak, yah sudah maaf aku
gak bakalan ketemu dia lagi, besok aku akan diapartemen seharian”
“bagus, awas kalau kau macam
macam” ancam sam lagi kemudian langsung mematikan panggilannya
Hani hanya menghela nafas saat
sam mematikan panggilannya dan memilih menaiki taksi menuju kerumah orang
tuanya
__ADS_1
“Hani sayangku, kau datang juga”
ucap rika yang tak lain mama hani
“anakku sudah pulang” lanjut papa
jinsu sambil memeluk anak gadis kesayangannya ini
Hani sangat senang bertemu
orangtuanya dan merekapun memiih bercerita sambil makan malam bersama
“masakan mama memang paling enak”
puji hani sambil memakan sup iga di mangkuknya
“makasih sayang, oh yah kau tahu
kenapa mama menyuruhmu pulang”
“ehmm karena kangen pada anak
cantikmu ini kan” ucap hani sambil tertawa bersama papanya
“kalau itu sudah pasti sayang,
hari minggu ayo kita pergi melihat bunga sakura ditempat biasa”
“ahhh betulkah? Aku mau ma.. kita
sudah tak lama piknik keluarga” ucap hani antusias sambil memeluk mamanya
“iya sayang, tapi kakakmu tak
bisa datang, ahh rasanya keluarga kita tidak lengkap” lirih mama rika sedih
“gak papa ma, nanti aku cari
pengganti kakak” ucap hani penuh Tanya
“maksudnya?” Tanya papa jinsu
bingung
“ada deh paa” hani hanya
__ADS_1
tersenyum manis sambil menghabiskan sup iganya lagi