
Sebelum baca, kasih like, tip & favorite dulu ya.
Udah?
Selamat membaca
.
.
.
Saat ini seperti biasa Suny sedang membaca buku di perpustakaan saat jam istirahat pertama. Dia hanyut dalam bacaanya hingga duduk seseorang di sampingnya.
Awalnya Suny hanya menoleh sesaat pada orang itu. Hingga dia menyadari siapa orang yang sedang berada di sampingnya saat ini.
Suny melirik pada orang di sampingnya takut-takut. Kenapa Bim duduk di sampingnya?
Mungkin itu sesuatu hal yang biasa.
Tapi mengingat kejadian kemarin, jelas itu membuat Suny merasa tidak nyaman. Apa dia harus pergi?
Saat Suny akan beranjak dari duduknya. Tiba-tiba Bim menahan bahunya dan menyuruh Suny untuk duduk kembali.
"Udah duduk di sini aja. Mau pergi kemana sih?"
Suny semakin ketakutan, jelas ada maksud tertentu alasan Bim melakukan ini. Dia menoleh pada Bim, cowok itu balas menatapnya.
Suny menelan ludahnya pelan. Apa yang harus dia lakukan sekarang? Kenapa juga dia harus menghadapi situasi ini? Loli, gara-gara cewek itu Suny harus berurusan dengan Bim.
"Aku gak mau ngapain-ngapain kamu kok. Aku cuma mau tanya sesuatu ke kamu."
Suny mengedipkan matanya beberapa kali gugup. "Tanya apa?"
"Kamu bantuin Loli deketin Seokjin ya?"
"Gak! Aku gak bantuin dia deketin Seokjin!" jawab Suny menggelangkan kepalanya.
"Kamu jawab jujur 'kan?"
Bim meremas bahu Suny serta menatap tajam pada cewek itu. Membuat Suny tambah katakutan dan balas mengangguk pelan.
"Bagus deh, sekarang kamu lanjutin gih baca bukunya."
Bim kini mengalihkan perhatianya pada buku yang tadi dia bawa. Suny menghela nafas pelan. Dia melirik pada sosok di sampingnya.
Kenapa cowok itu tidak pergi? Bukanya dia sudah selesai dengan urusannya? Dia ke sini 'kan hanya datang untuk bertanya padanya. Heran Suny tidak focus pada bacaanya.
__ADS_1
"Gak usah heran gitu, aku sekarang emang mau baca buku ini. Kamu kira aku alasan doank bawa buku ini buat tanya sesuatu ke kamu?"
Bisa saja Bim menebak isi kepalanya pikir Suny. Akhinya Suny mencoba untuk kembali focus pada buku yang tadi dia baca.
Diam-diam Suny melihat bacaan Bim. Suny sedikit terkejud, buku yang dibaca cowok itu adalah buku kelas tiga. Padahal mereka masih duduk di bangku kelas dua.
Jadi ini rahasia dari seorang yang memiliki nilai tertinggi seangkatan? Pantas saja pikir Suny dia tidak pernah bisa menang dari Bim dan selalu berada di peringkat di bawah cowok itu.
Tanpa terasa waktu istirahat pertama berakhir. Suny beranjak dari tempat duduknya. Dia melihat Bim masih focus membaca buku.
"Kamu gak mau masuk?" tanya Suny pelan masih takut-takut berbicara dengan cowok itu.
"Bentar lagi, kamu duluan aja."
Suny akhirnya berjalan meninggalkan Bim di sana. Saat dalam perjalanan menuju kelas Suny mendapat notifikasi sebuah pesan masuk.
Saat mengecek pesan dari Seokjin Suny kaget bukan main. Cowok itu mengirimkan sebuah foto dirinya dan Bim yang sedang duduk berdampingan membaca buku.
Seokjin menuliskan pesan di bawahnya. 'Cie siapa tuh' dengan emoji tertawa sepanjang satu baris penuh.
Suny terheran-heran, darimana Seokjin mendapatkan foto itu? Suny yakin bukan Seokjin yang mengambil foto itu. Karena saat ini kelas Seokjin sedang praktek lari di luar sekolah.
Dia tidak menyangka bisa-bisanya seseorang mengambil fotonya saat sedang berada di perpustakaan dan mengirimnya pada Seokjin.
.
.
.
Loli berjalan cepat mengejar Suny. Loli dapat melihat wajah masam Suny saat melihatnya. Ah begitu saja tidak akan membuat Loli mengurungkan niatnya untuk bertemu denganya.
"Suny kamu mau ke mana?" tanya Loli saat sudah berada berjalan di samping cewek itu.
"Kantin," jawab Suny singkat mempercepat langkahnya.
"Aku ikut ya! Sekalian ada sesuatu yang aku mau titipin ke kamu. Ntar aku traktir deh."
Loli menunjukan bungkusan berwarna coklat muda yang dia pegang. Niatnya bertemu dengan Suny ya untuk memberikan itu.
Suny menghentikan langkahnya tiba-tiba membuat Loli juga ikut berhenti. Dia melihat Suny menatap padanya dingin.
"Gak perlu, kamu mau titipin itu ke Seokjin 'kan? Aku udah bilang dari awal, aku gak mau bantuin kamu buat deketin dia."
Selesai berbicara seperti itu Suny pergi meninggalkan Loli begitu saja. Loli masih terdiam ditempatnya. Dia tertunduk menatap pada bungkusan di tanganya dengan perasaan sedih.
Apakah sesulit itu meminta bantuan Suny? Loli langsung patah semangat. Padahal ini adalah hadiah pertama yang Loli niatkan untuk Seokjin setelah mengumpulkan keberanian.
__ADS_1
Suny mengepalkan tanganya, dia menoleh ke belakang sesaat. Loli sepertinya diam menundukan kepalanya di sana. Apa dia terlalu kasar pada cewek itu?
Tapi jika Suny tidak begini, Bim pasti akan terus menerornya. Suny benar-benar tidak sanggup jika harus diteror oleh cowok itu terus-terusan.
Saat Loli hendak pergi dari sana, tiba-tiba saja Bim yang sedari tadi memerhatikan mereka diam-diam muncul. Loli kaget saat melihat Bim di sana.
"Eh Bim kamu kenapa di sini?"
Cowok itu tidak menjawab dia dengan wajah dinginya terus mendekat pada Loli lalu mengambil alih bungkusan bewarna coklat muda itu dari tangan Loli.
Bim lalu beranjak pergi entah ke mana. Loli terkejud atas sikap Bim. Apa yang akan Bim perbuat dengan bungkusan itu?
"Eh Bim mau kamu kemanain itu bungkusan!" teriak Loli mengikuti kemana Bim pergi.
Loli baru menyadari kemana perginya Bim. Cowok itu menuju kelasnya, kenapa Bim pergi ke kelasnya? Loli semakin penasaran apa yang akan Bim lakukan.
Bim masuk lebih dulu ke dalam kelas. Saat Loli hendak masuk ke sana dia benar-benar terkejud bukan main. Bim mengahampiri Bim!
Seokjin yang sedang sibuk bermain game heran dengan kedatangan Bim. Hingga dia menyadari bahwa cowok itu adalah orang yang sama yang bersama dengan Suny di perpustakaan.
Seokjin memerhatikan bungkusan yang diletakan cowok itu di atas mejahnya. Dia pikir mungkin itu titipan untuk Suny.
Wah pikir Seokjin, baru kali ini Suny mendapat hadiah dari seorang cowok. Seokjin tersenyum geli membayangkan Suny yang pada akhirnya dekat dengan seorang cowok.
Dari dulu Seokjin selalu penasaran seperti apa tipe cowok Suny. Ternyata seperti cowok di hadapanya ini. Tidak buruk juga. Meski tidak setampan dirinya pikir Seokjin.
"Buat Suny ya?" tebak Seokjin pada cowok itu.
"Bukan itu buat kamu."
Seokjin mengerutkan keningnya heran. Hah? Untuknya? Jadi itu bukan buat Suny? Dia benar-benar bingung saat ini.
"Buat aku?"
"Iya, di sana ada suratnya, kamu baca aja."
Setelah berkata seperti itu Bim pergi dari sana. Saat hendak keluar kelas dia berpapasan dengan Loli. Cewek itu benar-benar shock atas tindakan Bim.
Sementara Seokjin tidak kalah bingungnya dengan apa yang terjadi. Dia melihat ke dalam bungkusan yang tadi diberikan oleh cowok itu. Isinya adalah sebuah jaket.
.
.
.
MY PRINCE FRIEND
__ADS_1