MY PRINCE FRIEND - KSJ (Selesai)

MY PRINCE FRIEND - KSJ (Selesai)
30. ** Bertemu Lagi ** [ END]


__ADS_3

Sebelum baca, kasih like, tip & favorite dulu ya.


Udah?


Selamat membaca


.


.


.


Karena keadaan Seokjin yang tidak mengalami perubahan. Keluarganya memilih memindahkan Seokjin ke rumah sakit lain, di luar negeri. Berharap agar nantinya akan ada kemajuan terhadap kesehatan Seokjin.


Jadi sejak Seokjin dipindahkan Suny belum pernah bertemu lagi dengan cowok itu. Meski begitu Suny tidak pernah lupa untuk menanyakan kabar Seokjin dari Kak Wonju.


Berbicara tentang Kak Wonju, setelah kecelakaan yang menimpa adiknya. Dia tidak pernah membahas lagi tentang lamaranya untuk Suny. Apalagi setelah tahu kalau Seokjin begitu karena dirinya. Membuat Wonju benar-benar merasa sangat bersalah.


Ibunya Suny bilang padanya kalau sebelum kejadian itu adiknya sempat ke rumah Suny dan ternyata gadis itu tidak ada di sana karena sedang pergi denganya.


Wonju yakin Seokjin ingin menemui Suny setelah mendengar perkataanya. Wonju tidak tahu kalau adiknya akan menemui Suny di malam yang sama saat dirinya juga merencanakan untuk melamar gadis itu.


Wonju tak henti-hentinya menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Seokjin. Dia merasa seperti kakak yang egois yang hanya mementingkan urusanya sendiri.


Padahal dia jelas tahu betul kalau Seokjin juga menyukai Suny. Tapi dia tetap memaksa agar dapat memiliki Suny. Padahal gadis itu tanpa harus dia bertanya. Sebenarnya tidak memiliki perasaan yang sama dengannya.


Tapi dilain sisi Wonju juga hanya manusia biasa. Sehebat apapun dirinya yang mengurus perusahaan besar milik keluarganya. Belum tentu dia juga mampu mengatur hatinya. Karena ini semua soal rasa. Rasa yang selama ini dia simpan selama bertahun-tahun lamanya.


Apa dia salah jika juga mempunyai perasaan kepada Suny. Apakah rasa ingin memiliki orang yang dia cintai juga salah? Bukankah itu semua perasaan normal yang kebanyakan rasakan?


Setelah apa yang terjadi dengan Seokjin. Wonju memutuskan untuk tidak lagi memaksakan keinginanya. Biarkan nanti dengan sendirinya waktu yang memutuskan tentang apa yang akan terjadi nantinya.


Apa yang terpenting saat ini adalah kesembuhan Seokjin. Wonju berharap agar adiknya lekas sembuh dan kembali ke rumah untuk berkumpul bersama dengan keluarganya.


Hingga pada akhirnya Seokjin sadar dari komanya. Wonju yang melihat Seokjin membukakan matanya buru-buru memanggil dokter untuk memeriksa keadaan adiknya.


Setelah selesai diperiksa oleh dokter. Dokter itu mengatakan kalau keadaan Seokjin sudah membaik dan hanya perlu dirawat lebih lanjut selama satu minggu ke depan.


Wonju pun mengahampiri Seokjin dan memeluk adiknya dengan suka-cita. Tak terasa dia menangis saking senangnya melihat Seokjin akhirnya sadar juga dari komanya.


Seokjin tampak kebingungan dengan apa yang terjadi. Tiba-tiba saja ada pria asing yang memeluknya. Dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Siapa orang ini sebenarnya?


"Maaf, kalau aku boleh tahu, kamu ini siapa?" heran Seokjin yang membuat pria itu perlahan melepaskan pelukannya dan melihat dirinya  dengan tatapan kaget.


"Kamu gak ingat sama aku, Seokjin? Aku Wonju kakakmu!" terang Wonju menggoncang bahu adiknya itu. Dia benar-benar tidak percaya kalau Seokjin akan melupakan dirinya.


Jadi benar apa yang dokter katakan tentang resiko yang akan Seokjin alami ketika pulih tentang hilangnya ingatan adiknya itu? Wonju kembali merangkul tubuh Seokjin histeris.


"Maafkan kakak, Seokjin. Karena kakak kamu jadi begini!" raung Wonju merasa sangat bersalah.

__ADS_1


.


.


.


Setelah malam dimana Suny bertemu lagi dengan Bim. Tiba-tiba saja Loli menghubunginya. Suny tidak menyangka kalau cewek itu masih menyimpan nomer handphonenya.


Ternyata tujuan Loli menelponya karena ingin menanyakan masalah Suny yang di antar pulang oleh Bim. Cewek itu bilang kalau sebenarnya mau Suny itu apasih. Mau sama Seokjin apa Bim. Kenapa lagi-lagi Suny mencoba untuk dekat dengan Bim.


Suny pun meminta maaf pada Loli karena malam itu sebenarnya dia juga menolak ajakan Bim tapi cowok itu tetap memaksanya. Tapi Suny heran, kenapa Loli terlihat cemburu? Dulu cewek itu biasa saja kalau Bim dekat dengannya.


Hingga akhirnya Loli pun memberitahu kalau cewek itu dengan Bim sudah pacaran. Suny semakin bingung, karena yang dia tahu kalau Seokjin dan Loli yang sedang pacaran.


Loli menjelaskan pada Suny kalau waktu cewek itu menyatakan perasaanya pada Seokjin. Loli di tolak oleh cowok itu. Jadi rekor Seokjin yang tidak pernah menerima pernyataan cinta cewek-cewek belum terpecahkan juga.


Loli pun tertawa geli menyadari kalau itulah penyebab kenapa setiap dirinya menjenguk Seokjin di rumah sakit, Suny selalu pamit pergi. Jadi karena Suny mengira kalau dia dan Seokjin berpacaran.


Mengetahui hal itu membuat Suny jadi malu sendiri. Dia sepertinya terlalu mudah menduga-duga tanpa tahu fakta sebenarnya. Suny pun mengatakan kepada Loli untuk tidak khawatir karena dia tidak berniat untuk mendekati Bim.


Loli juga memberi semangat pada Suny agar bisa bersama dengan Seokjin. Tapi Suny ragu karena kemungkinan cowok itu akan melupakan dirinya setelah sadar nanti.


Saat ini Suny sedang memberi makan ikan hias yang kini sudah berukuran cukup besar dari pertama kali ikan itu dipelihara olehnya. Meski begitu cara makanya tetap saja sama.


Mirip dengan Seokjin saat sedang mengunyah makanan. Suny tersenyum kecil memerhatikan ikan hias itu yang kini sedang sibuk makan.


Setelah selesai memberi makan ikan itu  Suny beranjak dari sana untuk pergi ke sekolah jalan kaki. Tidak ada lagi pak sopir yang dulu biasa mengantar Suny dan Seokjin ke sekolah. Sekarang semua sudah berubah.


Suny pun sudah membuktikannya sendiri. Dulu dia tidak punya sosok seorang ayah tapi kini ayahnya telah kembali.


Dulu dia dan ibunya sering berpindah tempat tinggal sampai akhirnya menetap lama di rumah keluarga Seokjin dan Suny berteman dengan cowok itu. Hingga akhirnya kini Suny dan ibunya bisa satu rumah dengan ayahnya.


Dulu dia sangat takut pada Bim tapi setelah mengenal dekat cowok itu ternyata Bim adalah orang yang sangat baik. Selalu ada saat Suny sedang kesusahan.


Tapi ada satu hal yang Suny harap tidak berubah.


Yaitu kebersamaannya dengan Seokjin.


Mengingat Seokjin  membuat mata Suny saat ini jadi berkaca-kaca. Andai saja Suny dapat bersama kembali dengan Seokjin seperti dulu.


Tapi Suny rasa sekarang dia hanya bisa berharap. Karena Seokjin bahkan belum tahu kabarnya di luar negeri sana. Apakah masih belum sadar atau sudah pulih.


Suara klakson mobil menyadarkan Suny yang sedang melamun seraya berjalan menuju ke sekolahnya. Dia menghentikan langkahnya dan menoleh pada mobil itu.


Pintu mobil itu terbuka dan keluarlah seseorang dari sana. Yang membuat Suny melebarkan matanya tidak percaya. Bagaimana mungkin? Apa dia saat ini sedang salah lihat atau mengkhayal?


Suny melihat sosok Seokjin yang keluar dari mobil itu dan mengahampirinya. Terlebih lagi Seokjin memakai seragam sekolah yang sama dengannya. Hingga jarak mereka berdua semakin dekat dan Seokjin langsung memeluk Suny erat.


"Aku rindu banget sama kamu Suny!" ungkap Seokjin merasa sangat senang karena akhirnya dapat bertemu kembali dengan cewek itu.

__ADS_1


"Kamu kapan pulangnya?" ujar Suny tak kalah bahagianya bertemu dengan Seokjin. Ternyata ini bukan hanya khayalanya. Ini benar-benar nyata Seokjin yang memeluknya saat ini.


"Udah beberapa hari yang lalu. Aku sengaja gak ngasih tahu kamu. Biar ngasih kejutan buat kamu," kekeh Seokjin pelan masih memeluk erat Suny.


"Katanya kamu bakal hilang ingatan! Aku udah sedih banget kalau kamunya pas sadar gak ingat lagi sama aku!" kesal Suny seraya melepas rangkulan cowok itu dengan air mata mengalir di pipinya.


Seokjin tersenyum kecil sembari mengusap air mata Suny dengan kedua tanganya." Mana bisa aku lupa sama kamu Suny. Iya sih, aku memang sempat lupa sama beberapa orang termasuk Kak Wonju. Tapi itu cuma sementara aja."


"Aku masih gak nyangka bisa ketemu kamu di sini. Kamu jahat banget sih gak ngasih tahu aku pas pulang. Tapi aku senang banget karena kamu gak hilang ingatan."


"Yaudah kalau gitu aku minta maaf," bujuk Seokjin kembali merangkul tubuh Suny dalam pelukannya.


Suny balas melingkarkan tangannya erat ke pinggang cowok itu."Iya aku maafin. Ngomong-ngomong kenapa kamu pakai seragam sekolah sama kayak aku?"


"Aku 'kan sekarang pindah ke sekolah kamu juga. Jadi mulai sekarang aku bakal jemput kamu buat berangkat bareng," seru Seokjin bersemangat.


"Kenapa kamu pindah sekolah juga?" heran Suny tidak percaya kalau Seokjin juga ikut-ikutan pindah sekolah. Apalagi ke sekolah yang sama dengannya.


"Karena aku gak mau pisah sama kamu Suny," ucap Seokjin sembari menatap dalam pada cewek itu. Suny pun hanya balas tersenyum kecil.


"Yaudah sekarang ayo kita berangkat sekolah nanti telat lagi," ajak Seokjin melepaskan rangkulannya menuntun Suny menuju ke mobilnya.


"Silakan masuk tuan putri," seru Seokjin membukan pintu mobil untuk Suny.


"Terima kasih pangeranku," balas Suny tertawa geli seraya masuk ke dalam mobil itu.


Seokjin pun juga menyusul Suny masuk dari pintu kemudi. Dia menghidupkan gas mobil lalu perlahan melajukan mobilnya menuju ke sekolah barunya, sekolah yang sama dengan Suny.


"Ngomong-ngomong sekarang aku sudah rajin bangun pagi. Jadi kamu gak perlu takut aku bakal kesiangan jemput kamu," cerita Seokjin bangga ketika dalam perjalanan.


"Mungkin karena kamu sudah puas tidur beberapa bulan ini. Jadi kamu sudah bisa bangun pagi walau gak perlu lagi aku bangunin," canda Suny yang membuat Seokjin tertawa geli.


" Ada yang berakhir,


Ada yang baru memulai,


Ada yang SEMPAT berpisah dan...


KEMBALI bertemu. "


END


.


.


.


MY PRINCE FRIEND

__ADS_1


* 29 Juni 2020*


__ADS_2