
Sebelum baca, kasih like, tip & favorite dulu ya.
Udah?
Selamat membaca
.
.
.
Semalam adalah malam yang sangat kacau. Puluhan polisi menerobos masuk ke dalam rumah dan membawa paksa tuan besar pergi bersama mereka.
Saat itu Seokjin sedang tidak ada di rumah karena diajak pergi oleh Wonju ke luar. Keadaan benar-benar tegang karena puluhan polisi itu menyusuri ke seluruh ruangan termasuk kamar Suny dan ibunya.
Suny sama sekali tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat itu. Sementara ibunya hanya menyuruhnya untuk tenang. Seolah ibunya sudah tahu hal ini akan terjadi.
Mereka berdua lalu dibawa ke ruang tengah bersama dangan penghuni lainnya rumah ini, bahkan termasuk penjaga keamanan. Suny melihat sudah ada nyonya besar bersama dengan seorang pria yang Suny tidak kenali di sana.
Tuan besar digiring oleh beberapa polisi dari lantai atas. Eosi berteriak marah kepada polisi-polisi yang menyeretnya paksa.
"Apa maksud dari semua ini hah?!" teriak Eosi lantang ketika sampai di ruang tengah. Dia menatap tajam pada Lena dan Osan.
Lena mendengus geli sembari menunjukan sebuah isi berkas yang kemarin Wonju berikan padanya. Eosi memandang tidak percaya berkas yang ditunjukan oleh mantan istrinya itu.
Berkas yang dipegang oleh Lena adalah berkas asli kepemilikan perusahan Seo Company yang telah dipalsukan oleh Eosi bertahun-tahun lalu.
Padahal pemilik dari perusahaan itu adalah kedua orang tua Lena. Karena sifat serakahnya pria itu mencoba segala cara hingga akhirnya perusahaan itu jatuh ketangannya.
Disaat seperti itu, Lena berjuang untuk mempertahankan perusahaan milik kedua orang tuannya. Dibantu oleh Osan yang merupakan pria yang dulu kedua orang tuannya hendak jodohkan dengan dirinya tapi Lena menolak dan lebih memilih bersama dengan Eosi.
Dengan liciknya Eosi menuduh Lena telah berselingkuh dengan Osan dan menceraikan wanita itu. Lena mengalami stress apalagi dia tidak diperbolehkan oleh Eosi untuk datang ke rumah.
__ADS_1
Pernah Lena mencoba menerobos paksa untuk bisa masuk ke rumah dan berakhir dengan dirinya yang harus di usir paksa oleh penjaga rumah. Padahal mereka dulu sangat menghormati Lena sebagai nyonya di rumah itu.
Bahkan disekolahpun Lena tidak bisa menemui kedua putranya karena Eosi sengaja membayar pengawal khusus agar Lena tidak bisa menemui Wonju dan Seokjin.
Selain itu juga Lena tidak bisa menemui kedua putranya sebagai wali siswa sekalipun. Karena ulah Eosi yang sengaja menghapus namanya dari wali siswa anak-anaknya sendiri.
Peraturan dari sekolah se elit itupun juga sangat ketat. Sehingga dengan alasan apapun dia tidak bisa sembarangan diperbolehkan menemui siswa di sana tanpa keterangan wali siswa yang jelas.
Dia sangat merindukan kedua putranya. Setidaknya dia harus tinggal bersama dengan kedua putranya. Tapi Lena sendiri juga tidak tahu bagaimana caranya.
Selama masa itu dia tinggal bersama dengan Osan dan pria itu selalu memberikan dukungan pada dirinya di masa yang sulit itu. Hingga pada akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menikah.
Osan berjanji akan membantu Lena untuk mendapatkan kembali perusahaan milik orang tuannya. Juga pria itu akan membantunya agar dapat bersama lagi dengan anak-anaknya.
Sebelum mereka pergi ke luar negeri. Eosi sempat memberi Lena ijin untuk menemui kedua putranya tapi hanya ada Seokjin di rumah. Dia juga menawari Seokjin untuk ikut dengannya pergi bersama meski dia tahu Eosi tidak akan menyetujuinya.
Apalagi dengan Seokjin sendiri yang menolak ajakannya karena tidak terima dengan adanya Osan. Lena benar-benar merasakan kesedihan yang teramat sangat karena harus berpisah dari putranya dengan cara seperti itu.
Dia senang bukan main ketika bisa melihat foto-foto putranya di media sosial. Mereka berdua Lena rasa sudah sangat dewasa dari saat terakhir dia bertemu.
Tapi dia tidak memiliki keberanian untuk melakukan komunikasi dangan mereka berdua. Karena Lena pikir kedua putranya membenci dirinya setelah kejadian waktu itu.
Lena menyalin banyak foto kedua putranya di handphonenya. Dengan melihat foto-foto itu setidaknya dapat mengobati rasa rindunya pada mereka berdua.
Dan saat ini adalah kesempatan bagi dirinya untuk mengungkap kebenaran yang selama ini Eosi tutupi selama bertahun-tahun lamanya. Malam ini adalah malam dimana berakhirnya sandiwara yang pria itu mainkan berakhir.
"Bagaimana bisa kamu mendapatkannya! Siapa yang memberikan itu padamu! Katakan padaku siapa orangnya!" murka pria itu dengan wajah memerah emosi.
"Wonju yang memberikan ini padaku," tutur Lena dengan senyum penuh kemenangan menatap wajah mantan suaminnya itu dengan tatapan tajam.
"Wonju?"
Dahi Eosi mengernyit tidak percaya. Bagaimana bisa Wonju melakukan semua ini padanya? Padahal dia sudah sangat percaya pada putra pertamanya itu. Bahkan dia telah menjanjikan akan mewariskan sebagian besar saham perusahaan pada anaknya itu.
__ADS_1
Lalu kenapa Wonju melakukan semua ini? Apa ada alasan lain yang membuat Wonju mengkhianati dirinya. Seharusnya dia tidak terlalu percaya pada anak itu.
"Dulu mereka berdua memilih bersama dengan denganmu karena kebohongan yang kau buat. Mulai sekarang mereka akan bersama denganku karena kebohongan itu telah terungkap."
Lena mengatakan itu dengan air mata yang mengalir dan senyuman di wajahnya. Akhirnya, saat seperti ini tiba juga dalam hidupnya yang selama ini tenggelam dalam kegelapan karena ulah pria yang sangat dia cintai dan percayai itu dulu.
"Kalian tidak bisa melakukan ini padaku! Aku adalah pemilik perusahaan itu! Kalian tidak bisa merebutnya dariku!" raung Eosi ketika polisi-polisi itu menyeretnya pergi menuju ke mobil polisi yang terparkir di halaman depan rumah mewah itu.
Dia tidak berhenti memberontak melawan dan berteriak histeris ketika polisi-polisi itu mencoba membawanya pergi bahkan hingga sampai ke dalam mobil. Tanpa pria itu sadari air matanyapun keluar mengalir begitu saja.
Ini benar-benar bagai mimpi buruknya. Eosi benar-benar tidak terima dengan apa yang terjadi saat ini. Bagaimana bisa, semua hal yang dia lakukan selama bertahun-tahun untuk mencapai posisinya kini berakhir dengan cara menyedihkan seperti ini.
Orang-orang termasuk Suny dan ibunya keluar rumah untuk melihat tuan besar yang saat ini sudah berada di dalam mobil. Suny masih belum begitu paham dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Tapi sepertinya tuan besar telah melakukan kejahatan terkait dengan perusahaan. Suny tidak menyangka orang sebaik tuan besar melakukan hal seperti itu.
Orang yang telah berbaik hati menyekolahkannya dan memberi ibunya pekerjaan bahkan memperbolehkan mereka berdua tinggal di rumah ini. Suny menatap sedih pada tuan besar yang kini telah di bawa pergi oleh mobil polisi.
"Ibu apa yang sebenarnya terjadi pada tuan besar," cemasnya menatap sendu mobil polisi yang membawa tuan besar.
"Dia memang pantas mendapatkannya Suny," terang Manda merangkul tubuh putrinya lalu mengusap puncak kepala gadis itu.
"Maksud ibu apa?"
Dalam pelukan ibunya Suny mengernyitkan dahinya bingung. Kenapa ibunya mengatakan hal seperti itu? Padahal tuan besar sangat baik kepada mereka selama ini.
.
.
.
MY PRINCE FRIEND
__ADS_1