MY PRINCE FRIEND - KSJ (Selesai)

MY PRINCE FRIEND - KSJ (Selesai)
12. ** Acara Nge Date **


__ADS_3

Sebelum baca, kasih like, tip & favorite dulu ya.


Udah?


Selamat membaca


.


.


.


Hari minggu pagi itu Suny sedang sibuk membantu ibunya membersihkan taman depan. Biasanya saat hari minggu Suny akan lari pagi tapi urung ketika ibunya mengatakan akan membersihkan taman.


"Hari ini apa kamu tidak ada rencana pergi?" seru Manda selagi fokus memotong tanaman.


"Pergi ke mana Bu?" Suny yang sedang menyiram bunga-bunga menyahut.


"Ya 'kan biasanya anak muda sepertimu bepergian saat hari minggu. Entah pergi ke mall, nonton bioskop, atau jalan-jalan gitu."


"Tumben sekali ibu bertanya hal seperti itu. Bukanya ibu tahu sendiri aku jarang jalan keluar?" balas Suny tertawa geli.


"Emang si Bim itu gak ngajakin kamu jalan keluar gitu?" goda Manda pada putrinya mengulum senyum.


Seketika dahi Suny mengkerut heran. Dari mana ibunya tahu tentang Bim? Pasti ulah Seokjin ini, bisa-bisanya cowok itu mengatakan hal yang tidak-tidak pada ibunya.


"Ibu jangan percaya omongan Seokjin. Aku tidak ada hubungan apa-apa sama si Bim itu."


"Tapi ibu lihat foto kamu sama si Bim itu lagi baca buku duduknya deketan lagi di perpustakaan," kini Manda tak kuasa untuk tidak tertawa.


Suny benar-benar kesal pada Seokjin saat ini. Awas saja nanti dia akan memberi pelajaran pada cowok itu. Enak saja dia mengatakan gosip yang bukan-bukan seperti itu.


"Jadi Ibu lebih percaya pada Seokjin daripada Suny?"


"Setidaknya Seokjin punya bukti foto. Kamu punya bukti apa kalau kamu gak ada hubungan sama si Bim itu?"


Suny berdecak memasang wajah kesal fokus menyiram bunga-bunga. Beberapa saat kemudian ibunya kembali memanggil Suny.


"Kenapa Bu?" sahut Suny yang masih kesal.


"Lihat tuh Seokjin mau pergi ke mana pagi-pagi gini. Biasanya kalau hari minggu seperti ini bangun tidur juga belum dia."


Suny memerhatikan Seokjin yang hendak masuk ke dalam mobil. Cowok itu sudah rapi ditambah dia memakai jaket pemberian Loli. Pasti Seokjin akan nge date dengan cewek itu kali ini.


Suny merasakan kecemburuan di dalam dadanya. Padahal dia sendiri yang menyuruh cowok itu agar mau menerima ajakan Loli untuk nge date.


Tapi kenapa sepagi ini Seokjin berangkat? Memang mereka mau pergi ke mana? Beragam Pertanyaan-perntayaan mulai bermuculan dalam dirinya. Ah kenapa dia jadi seperti ini?


"Suny jangan ngelamun donk, liat tuh sampai banjir pot bunganya sama air," teguran ibunya membuat Suny tersadar.


"Wah kenapa bisa sampai kepenuhan sama air gini potnya!" Suny buru-buru memindahkan selangnya ke pot bunga yang lain.


Manda hanya mengelengkan-gelengkan kepala melihat kecerobohan yang dilakukan oleh putrinya itu. Kemudian dia menyadari kalau dari dalam mobil Seokjin sedang memerhatikan Suny.


Seokjin yang kepergok memerhatikan Suny memberikan senyum cangung padanya. Manda balas mengangguk tersenyum kecil kemudian Seokjin mulai melajukan mobilnya ke luar rumah.

__ADS_1


.


.


.


Setelah membantu ibunya membersihkan taman Suny memilih membaca buku. Dia tidak sendirian kali ini, karena saat ini dia ditemani oleh ikan hias pemberian Seokjin.


Sesekali Suny memberi sedikit makanan pada ikan hias itu. Pelet ikan itu juga dibelikan oleh Seokjin. Katanya, kalau habis bilang saja pada cowok itu.


Suny tertawa geli, memang benar wajah ikan itu mirip seperti Seokjin ketika sedang makan. Ah sekarang Suny jadi teringat lagi dengan cowok itu. Kira-kira lagi ngapain dia sama Loli saat ini?


Tiba-tiba Manda masuk ke dalam kamar. Dia melihat putrinya yang sedang memerhatikan ikan hias berbalik menatap padanya.


"Itu, di luar ada cowok nanyain kamu," seru Manda berdehem pelan menunjuk dengan jarinya.


Suny menyipitkan matanya heran. Kenapa juga ibunya tersenyum-senyum seperti itu. "Cowok? Siapa namanya Bu?"


"Kamu lihat saja di luar sana, ibu mau menjemur pakaian sekarang." Manda pergi setelah mengatakan itu sembari menahan senyum.


Karena penasaran akhirnya beranjak dari duduknya hendak mengecek keluar siapa gerangan cowok yang dimaksud oleh ibunya.


Setelah sampai di teras depan rumah betapa terkejutnya Suny saat melihat Bim yang sedang menunggu di luar gerbang.


Kenapa cowok itu mau menemuinya di hari minggu seperti ini? Suny rasa dia tidak pernah membuat janji dengan Bim untuk ketemuan.


Suny melangkah menghampiri cowok itu. Bim yang melihat kedatangan Suny hanya memerhatikan cewek itu dengan ekspresi datar.


Suny membuka gerbang lalu mendekati Bim. "Kenapa kamu mau nemuin aku? Terus dari mana juga kamu dapat alamat rumah ini?"


"Tunggu dulu, bukanya data siswa ada sama wali kelas ya?"


"Ya aku minta sama wali kelas kita."


Suny hanya ber oh pelan memajukan sedikit bibirnya. "Terus kamu ada urusan apa sama aku ke sini?"


"Aku mau ngajak kamu nge date, mau 'kan?" ucap Bim dengan santainya. Sementara Suny yang mendengar itu melebarkan matanya terkejud.


"Kenapa tiba-tiba kamu ngajak aku nge date!"


"Sebenernya aku mau mata-matain Loli. Dia sama Seokjin nge date hari ini."


"Terus apa hubunganya sama aku? Matai-matain aja mereka sendiri sana," jawab Suny tertawa geli.


"Jadi kamu gak mau?" tanya Bim kini dengan tatapan khasnya pada Suny.


Cewek itu terpaku sesaat menatap wajah Bim. Sebelum akhirnya mengedipkan matanya cepat agar tersadar. "Iya aku gak mau. Lagian ngapain juga mata-matain orang yang lagi nge date."


"Udah ya aku balik ke dalam lagi kalau gak ada lagi yang mau kamu omongin," seru Suny hendak pergi.


"Gimana kalau kamu nanti aku beliin buku yang disuruh sama guru Kang," tawar Bim pada Suny sebelum cewek itu meninggalkanya.


Suny kembali berbalik pada cowok itu. Penawaran yang Bim berikan cukup menarik. Suny sebenarnya sedang menabung untuk membeli buku yang harganya cukup mahal itu.


"Tunggu sebentar di sini, aku mau ganti pakaian dulu," seru Suny dibalas anggukan kecil oleh Bim.

__ADS_1


.


.


.


"Kamu yakin di sini mereka nge date nya?" tanya Suny ketika mereka berdua sampai di sebuah taman wisata.


"Iya tadi Loli cerita mereka bakal ketemuan di sini."


"Jadi sekarang kita musti cari mereka nih?" Suny mulai memerhatikan sekitar mencari keberadaan Seokjin dan Loli.


"Gak perlu, itu mereka di sana," tunjuk Bim dengan dagunya pada sebuah cafe yang tak jauh dari tempat mereka berdiri. Terlihat Loli dan Seokjin sedang ngobrol berdua.


"Yaudah ayo ke sana!"


"Eh tunggu dulu," seru Bim pada Suny yang hendak pergi ke cafe itu.


"Kenapa?" heran Suny yang sudah bersemangat.


"Kita ini lagi mata-matain mereka. Kalau ke sana ketauan nanti."


"Eh iya ya, maaf-maaf aku gak kepikiran," sahut Suny tertawa kecil merasa malu sendiri.


"Kita ke sana aja," ajak Bim ke taman yang tak jauh dari cafe itu berada.


"Kamu duduk di sini aja dulu. Aku mau beli minuman. Kamu awasi mereka berdua ya," perintah Bim pada Suny setelah sampai di salah satu bangku di taman itu. Suny hanya balas mengangguk.


Suny melihat dari kejauhan Seokjin dan Loli ngobrolnya asik banget. Sepertinya acara nge date mereka berjalan dengan lancar. Dalam hati kecil Suny dia merasakan kecemburuan pada Loli.


Dalam lamunannya Suny tiba-tiba tersadar ketika benda dingin menempel di pipinya. Saat dia menoleh karena kaget ternyata itu ulah Bim.


"Ngeliatinya gitu amat. Ini minuman buat kamu," seru Bim memberikan minuman yang barusan di belinya sembari duduk di samping Suny.


Suny mengambil cup minuman yang menempel di pipinya tadi. "Makasih, kan tadi kamu sendiri yang bilang harus perhatiin mereka."


Suny kaget saat tiba-tiba Bim mendekatkan wajahnya padanya. Suny menahan napasnya terdiam. Cowok itu lalu meniup matanya membuat Suny mengedipkan matanya heran apa yang sebenarnya cowok itu sedang lakukan.


"Seokjin tadi ngeliatin kamu. Makanya aku nutupin wajah kamu pura-pura tiupin mata kamu yang kelilipan."


Suny memerhatikan Seokjin memang sedang melihat ke arah mereka saat ini tapi lalu kemudian kembali fokus pada Loli yang sedang berbicara.


"Dia udah gak ngeliatin lagi ke sini," ucap Suny dengan suara tegang.


Akhirnya Bim menjauhkan wajahnya dari cewek itu lalu duduk kembali seperti semula. Suny menelan ludahnya pelan atas apa yang terjadi padanya barusan.


Suny batuk pelan lalu mulai menyeruput minuman yang tadi diberikan oleh Bim. Kenapa dadanya jadi berdebar seperti ini heran Suny.


.


.


.


MY PRINCE FRIEND

__ADS_1


__ADS_2