
Hari ini adalah Hari libur sekolah, re mi sekarang sedang berolahraga dibelakang rumahny
"re mi Bibi mau ke rumah Bibi Noor dulu...kamu jaga rumah ya"
"ok bi"
"huh.....dengan aku berolahraga Aku dapat merilexkan tubuh da fikiran ku"
re mi melanjutkan olahraga kecilnya itu, Tak beberapa lama setelah Bibi pergi , re mi mendengar ad sesuatu yang terjatuh dari dalam rumahnya
*praangg
"ha?...suara apa itu???"
re mi pun mengecek sumber suara itu, dengan penuh keberanian ia membawa sekop dari belakang rumahnya
"eeemmm"
ternyata setelah ia lihat itu adalah guci kaleng milik Bibi yang terjatuh
"huh?...ko bisa jatuh ya?" (gumamnya)
lalu ia mengembalikan guci itu ketempat semula
setelah itu re mi berjalan menuju kamarnya untuk Mandi setelah melakukan pemanasan
llangkahnya terhenti karena sepasang tangan memebekap mulutnya Dan memaksa re mi untuk ikut bersama nya
"hhhuuummmppphhhh...wefaskkeuunnn" (berontak re mi)
tubuh re mi tertarik entah akan dibawah kemana ia, yang pasti bukan ke tempat yang indah Dan menyenangkan
sampailah re mi disebuah tempat entah itu apa namun cocok disebut dengan gubuk
re mi sempat pingsan namun sekarang ia telah terbangun dan menyadari keberadaanya sekarang
"huh?!....xiang Chen?!!!"
"lepaskan aku!!!!"
kaki Dan tangan re mi terikat , tubuh re mi meronta-ronta untuk berusaha lari dari tempat itu
"XIANG CHEN!!....LEPASKAN AKU!!!...AKU MINTA MAAF KARENA AKU KAMU DIPENJARA" (teriak re mi karena Tak terlihat keberadaan xiang Chen disana namun yang jelas ia ada ditempat itu)
"HUUUWAAAAAA...HIKS HIKKSSS HIKKSSSS...HUHUHUHUHUHU.....LEPASKAN AKU XIANG CHEN...KUMOHON..."
Tak lama kemudian terdengar suara langkahan kaki yang mengarah pada re mi
xiang Chen datang tanpa menggunakan masker ataupun topeng dengan sengaja ia memperlihatkan wajahnya pada re mi
__ADS_1
karena untuk apa ia lakukan sudah jelas re mi mengetahui dirinya yang sebenarnya
"xiang Chen tolong lepaskan aku"
"huhuhuhu...aku akan ..."
"akan apa?!"
"Aku Alan menuruti semua kemauan mu..tolong lepaskan aku ...Bibi pasti akan cemas mencariku "
"Aku Tak ingin meninggalkan Bibi.....hiks hiks hiks)
"ha?!...hahahahaha .....kau melaporkan ku kepolisi disaat mamaku membutuhkan keberadaan ku karena kamu aku berpisah dengan mama ku Dan kehilangannya!!!....."
mendengar ucapan xiang Chen , re mi menangis Tak henti ia merasa sangat bersalah
"HUHUHUHUHU"
"BERHENTI MENANGIS!!!!!"
"hiks hiks hikkss"
"sekarang Aku Alan membuat mu merasakan apa yang telah aku rasakan"
re mi mendorong tubuhnya untuk memojok ke sudut ruang itu
"hahaha....untuk apa kamu menghindar you juga kamu bakal mati!"
"mimpi apa aku semalem yaa tuhaannn" (jeritan re mi membatin)
xiang Chen mendekati tubuh re mi sambil memegang sebuah pisau lipat yang amat tajam
sekarang jarak mereka hanya tiga cm, xiang Chen mendekatkan pisau itu kedepan wajah re mi sengaja memperlihatkan kepadanya seberapa tajamnya pisau itu
tubuh re mi dibanjiri keringat ia sangat ketakutan Dan menangis juga menjerit didalam hatinya
"takut?"
re mi hanya terdiam dengan ekspresi wajah yang panik dan cemas
pisau itu digoreskan xiang Chen ke dagu re mi
Dan menimbulkan tetesan darah akibat goresan Mata pisau yang sangat tajam
"hmmm ...tipis sekali kulit mu aatau pisau ini yang sangat tajam...emmm....." (ucap xiang Chen bertingkah tidak seperti manusia normal)
re mi merasakan perih dari dagunya ia takut akan kehabisan darah akibat kucuran darah yang melewati dagunya itu
"hahaha....baru segitu sudah lemah....."
__ADS_1
xiang Chen berdiri Dan meninggalkan re mi sengaja untuk menyakitinya secara perlahan-lahan
"xiang Chen tolong aku...Aku bisa kehabisan darah...tolonglah aku xiang Chen"
ucap re mi dengan wajah yang mulai memucat
"ha?....biar kau merasakan apa yang mama aku rasakan"
"kau jahat xiang Chen....!!!"
"memang...Aku jahat, kejam, Tak berperasaan...kau mau apa?!!"
"kau Gila!!"
xiang Chen yang benar-benar semakin kesal ia pun berjalan menghampiri re mi dan mendekaatinya
tiba-tiba
*jlebb
sebilah pisau menusuk paha re mi
"AKKHHHHH"
re mi sangat kesakitan ia Tak menyangka dengan xiang Chen yang benar-benar membunuhnya
xiang Chen sangat merasa gembira ketika aliran darah keluar dari tubuh re mi
"huh....kau yang meminta aku untuk lebih cepat mengakhiri hidup mu re mi"
tubuh re mi terkapar dengan kucuran darah , lama kelamaan re mi terpingsan karena sudah cukup banyak darah yang mengalir dari dalam tubuhnya
xiang Chen yang melihat re mi Tak sadarkan diri entah mengapa ia merasa Ada suatu yang aneh dalam hatinya
yaa ia merasa iba Dan kasihan
"huh...perasaan apa ini???....untuk apa aku mengkasihani dia ...bukankah Aku sudah biasa melihat puluhan nyawa terluka dan mati dedepan mataku"
semakin lama ia mendiami re mi yang terkapar tak berdaya dengan cairan darah yang memenuhi tubuhnya
ia merasa sangat ingin membawawanya ke rumah sakit
"ARRGGHHH...apa yang kau fikirkan xiang Chen?!!!!!"
namun ia Tak bisa menahan semuanya akhirnya xiang Chen berlari dan membawa tubuh re mi ke rumah sakit
"kau beruntung re mi" (Gumam xiang Chen sambil mengangkat tubuh re mi yang penuh dengan darah)
xiang Chen mencari kendaraan umum untuk membawa re mi , Tak lama keemudian lewat Sebuah mob dengan box belakang yang terbuka
__ADS_1
mob itu melaju dengan cepat menuju rumah sakit .
BERSAMBUNG........